Indonesia
NovelToon NovelToon
BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

BISIKAN HEWAN: PUTRI KECIL PEMBAWA KEBERUNTUNGAN

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi / Tamat
Popularitas:37.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Di tengah masa kelaparan parah yang melanda desa, seorang bayi perempuan dibuang begitu saja ke dalam hutan terlarang oleh orang tua kandungnya.

Takdir membawanya ke pelukan keluarga pemburu sederhana bernama Arga dan Mira yang kemudian menamainya Natasya.

Tujuh tahun berlalu, Natasya tumbuh menjadi anak ceria yang menyimpan rahasia ajaib karena ia mampu memahami dan berbicara dengan hewan.

Ketika Mira jatuh sakit parah dan membutuhkan tanaman obat langka, Natasya menggunakan kemampuannya untuk menjelajahi hutan terlarang demi menyelamatkan ibunya dan membawa kemakmuran bagi desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Tiga hari telah berlalu sejak insiden penyusupan diam-diam Natasya ke Desa Karang.

Kondisi desa Natasya semakin hari semakin makmur dan damai.

Ibu-ibu sibuk menjemur irisan ubi jalar di halaman rumah, sementara bapak-bapak bersantai di pos ronda.

Natasya duduk di teras depan rumahnya sambil menganyam daun pandan menjadi keranjang kecil.

Gadis cilik itu bersenandung pelan dengan hati yang terasa sangat tenang.

"Semoga Gaga tidak lupa menagih janjiku soal sekantung rayap gemuk itu," batin Natasya sambil tersenyum geli.

Namun ketenangan pagi itu harus pecah oleh suara derap langkah banyak orang dari arah gerbang depan desa.

"Lihat itu, ada rombongan besar datang dari arah barat."

Mang Udin yang sedang berjaga di pos ronda berteriak sambil menunjuk ke ujung jalan.

Beberapa warga desa langsung keluar dari rumah mereka karena merasa penasaran dengan keributan itu.

Arga dan Mira yang sedang membereskan halaman juga ikut menghentikan pekerjaan mereka.

"Siapa yang datang beramai-ramai membawa gerobak kayu sebanyak itu, Mas Arga?"

Mira menatap tajam ke arah rombongan yang semakin mendekat tersebut.

"Itu Karto dan Maman dari Desa Karang."

Arga memicingkan matanya dan langsung mengenali dua sosok pria yang berjalan paling depan.

"Kenapa mereka datang lagi ke sini membawa puluhan warga desa mereka?"

Wajah Arga seketika berubah tegang dan ia langsung memerintahkan Natasya untuk masuk ke dalam rumah.

"Natasya, cepat masuk dan kunci pintunya dari dalam."

Arga menatap putrinya dengan sorot mata peringatan yang tidak bisa dibantah.

"Ayah akan menghadapi orang-orang nekat ini di depan."

Natasya yang sudah melihat kedatangan rombongan itu justru tidak beranjak dari tempat duduknya sama sekali.

Gadis kecil itu tahu betul bahwa bersembunyi tidak akan menyelesaikan masalah yang sudah ia buat sendiri.

"Jejak kaki itu pasti sudah membawanya ke sini," keluh Natasya dalam hatinya.

"Permisi, warga desa yang baik hati."

Karto berteriak lantang saat rombongannya akhirnya tiba tepat di depan halaman rumah Arga.

Puluhan warga Desa Karang itu tidak lagi terlihat kurus kering dan putus asa seperti tiga hari yang lalu.

Wajah mereka terlihat lebih segar dan pakaian mereka terlihat rapi.

"Mau apa kalian datang lagi ke desaku, Karto?"

Arga melangkah maju menghalangi pintu pagar rumahnya dengan tangan bertolak pinggang.

"Sudah kubilang putriku tidak punya sihir air untuk menolong desa kalian yang kekeringan itu."

Alih-alih marah, Karto dan Maman justru tersenyum sangat lebar dan langsung bersimpuh di depan kaki Arga.

Tindakan tiba-tiba itu membuat Arga dan seluruh warga desa yang menonton menjadi sangat kebingungan.

"Apa-apaan kalian ini, cepat bangun dari tanah."

Arga mencoba menarik lengan Karto namun pria tua itu bersikeras untuk tetap berlutut.

"Kami datang ke sini bukan untuk meminta bantuan lagi, Arga."

Karto mendongakkan kepalanya dengan mata yang dipenuhi air mata haru.

"Kami datang membawa tiga gerobak penuh kayu bakar, kain tenun, dan perhiasan sederhana sisa harta desa kami."

Karto menunjuk ke arah gerobak-gerobak kayu yang ditarik oleh warga Desa Karang di belakangnya.

"Untuk apa kalian membawa harta benda sebanyak itu ke mari?"

Kepala Desa yang baru saja tiba di lokasi kejadian ikut bertanya mewakili rasa penasaran warganya.

"Apa kalian ingin membeli hasil panen ubi jalar dari lembah kami?"

"Kami datang ke sini murni untuk menyerahkan seserahan rasa syukur yang tak terhingga."

Maman ikut bersuara dengan nada yang sangat bersemangat.

"Kami ingin berterima kasih kepada malaikat kecil penyelamat Desa Karang, Natasya."

Mendengar nama Natasya disebut, seluruh mata warga langsung tertuju pada gadis kecil yang masih duduk di teras itu.

Arga seketika menegang dan menatap tajam ke arah kedua pria utusan tersebut.

"Sudah kubilang anakku tidak tahu apa-apa soal air, dia tidak pernah keluar dari desa ini."

"Jangan mencoba menutupi kebaikan putrimu lagi, Arga."

Karto berdiri perlahan dan memberikan sebuah senyuman penuh rasa hormat.

"Tiga hari yang lalu, tepat di hari kalian menolak permintaan kami, sebuah keajaiban terjadi di desa kami."

Karto lalu mulai menceritakan secara detail kejadian menyemburnya air bawah tanah dari dasar sungai kering di desanya.

Ia menceritakan bagaimana air itu menyelamatkan nyawa puluhan anak dan bayi yang hampir mati kehausan.

Warga desa yang mendengarkan cerita haru itu ikut menitikkan air mata karena mereka tahu persis rasanya kelaparan dan kehausan.

"Itu memang mukjizat dari Tuhan, tapi apa buktinya anakku yang melakukannya?"

Arga masih berusaha keras melindungi rahasia putrinya dengan memberikan bantahan logis.

"Bisa saja ada gempa bumi kecil yang menggeser batu sumbatan air itu tanpa sengaja."

"Itulah yang awalnya kami pikirkan, Arga."

Maman tersenyum penuh arti sambil merogoh saku celana kainnya.

"Tapi saat kami membersihkan area sekitar sumber air itu, kami menemukan hal ini tertinggal di atas lumpur basah."

Maman mengeluarkan sebuah benda kecil yang terbuat dari rajutan benang wol usang.

Itu adalah jepit rambut berbentuk bunga mawar merah yang selalu dipakai oleh Natasya.

"Jepit rambut ini terjatuh tepat di sebelah cetakan jejak kaki berukuran sangat kecil milik anak perempuan."

1
Jamilah Hidirmanto
ceritanya kerennnnn banget 👍👍👍👍👍
Nissa Safira: Makasih kakak! 🥹🙏
Seneng banget kalau kakak suka perjalanan Natasya & Gaga dari hutan sampai desa.
Komen kakak ini jadi bekal semangat nissa buat nulis cerita selanjutnya🥰🙏🙏🔥
total 1 replies
░▒▓█►─═HeSideMySelf ═─◄█▓▒░
mirip kisah bocil Donghua di toktok😆🤭yg selalu ku tonton,
Dewiendahsetiowati
terima kasih untuk ceritanya dan ditunggu karya selanjutnya Thor
Nissa Safira: Terima kasih banyak kakak 🙏💛
Dari Natasya bayi yang dibuang di hutan sampai jadi penjaga Desa Cempaka bareng Gaga di bukit selatan tadi, makasih udah nemenin sampai titik TAMAT ini.
Jangan lupa follow nissa yaa kak biar gak ketinggalan rilisnya!🥰🥰🔥🤣
total 1 replies
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ceritanya sangat seru banget, banyak sekali petualangan yang dialami Natasya, bahkan terkadang sampai emosi karena Raden Arya, komandan dan prajurit yang sombong, pengkhianatan Jenderal Bima, dan juga pendeta gila yang membakar hutan...

Intinya, cerita ini benar-benar bagus sekali, dan bagus buat rekomendasi 🥳🥳🎉🎉🎉

⭐⭐⭐⭐⭐
☕☕☕☕☕
🎉🎉🎉🎉

semangat untuk cerita selanjutnya kak 🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahhh, akhirnya tamat😱, ku pikir bakalan lebih dari 100 bab 😁, tapi Terima kasih untuk cerita yang seru ini. Bahwa kebaikan dan empati, akan mendapatkan sesuatu yang jauh lebih berharga, v seperti Natasya, walaupun dia takut untuk pertama kali melihat serigala, namun empati dan kebaikannya, mengalahkan rasa takut itu. Dan kini, kalian menjadi sahabat yang tak akan pernah saling meninggalkan.

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ untuk cerita ini🥳🥳🎉🎉🎉
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎: wahhh, sama-sama kak 😊, padahal awalnya ini cuma pengen cari novel tentang petualangan dan hewan gitu, akhirnya nemu cerita ini, terus aku baca sinopsisnya, dan ternyata menarik, akhirnya aku subscribe, dan mulai baca. dan ternyata, memang bagus banget ceritanya /Drool/, gak sia-sia aku search itu🤭... 🤩🤩🤩


aamiin, kak juga sehat-sehat ya, biar bisa terus lanjut nulis novelnya 😊😊
total 2 replies
Nur Atika Hendarto
alhamdulillah cerita bagus banget aku suka
Nur Atika Hendarto
suka banget cerita nya 😍😍😍😍😍
Nissa Safira: Ya Allah makasih banyak kak 😭❤️
Seneng banget kalau kakak suka sama perjalanan mereka🥰
Terima kasih sudah setia nemenin Natasya dari anak kurus 7 tahun yang nawarin damai ke Gaga, sampai jadi komandan kecil 10 tahun yang dijaga satu hutan.
Semoga kedamaian Desa Cempaka yang kakak rasain di bukit selatan tadi bisa kebawa sampai ke dunia nyata kakak juga ya. Sehat selalu buat kakak🥰😍
total 1 replies
Night Watcher
secara utuh ceritanya bagus, menghanyutkan pembaca hingga terbawa emosi. tapi tetep asyik,..
mengangkat kisah jaman pramodern yg dialami manusia pd umumnya,(non sistem, non kekuatan kesaktian dll)
sedikit saran, sesuaikan suara² yg ditimbulkan oleh sesuatu, juga keberadaan tempat, sering keberadaan kejadian berubah/ tdk konsisten,(contoh awalnya di halaman rmh tasya, tau² berubah di balai desa)
utk kedepannya agar lebih jeli & teliti.
smg karya² selanjutnya lebih seru, logis dan semakin disukai banyak readers. tetap semangat, jadikan komen sadis sebagai pemicu semangat & koreksi karyamu.
semoga sukses menanti dan menyertaimu.. aamiin
Nissa Safira: MasyaAllah, terima kasih banyak kak atas komen sedetail ini 🙏🙏😭
Jujur komen kakak bikin saya merinding bacanya, karena ini komen yang bener-bener merangkum perjalanan Natasya & Gaga dari awal sampai akhir dengan hati. Terima kasih sudah hanyut bareng mereka sampai tamat kak, itu hadiah terbesar buat saya sebagai penulis.
Dan terima kasih juga untuk kritik sadis tapi membangunnya kak🙏
Jujur kak, cerita Desa Cempaka ini memang saya sengaja bikin non-sistem & non-kesaktian, biar perjuangan Natasya terasa manusiawi, kayak kisah jaman pramodern yang kakak bilang. Seneng banget kakak nangkep roh ceritanya itu😂
Doa Aamiin dari kakak saya Aamiin-kan juga, semoga karya selanjutnya lebih logis, lebih seru, dan tetap bisa menghanyutkan kayak gini.
Sekali lagi terima kasih banyak kak 🙏🙏
Sehat selalu buat kakak dan keluarga, semoga sukses juga menyertai kakak Aamiin🤲🙏🙏😅
total 1 replies
Night Watcher
kurang cocok aja dgn perayaan HUT natasya, krn dia "ditemukan" di hutan, tak tau kapan lahirnya
Night Watcher
kok bisa tau ultahnya, kan dia ditemukan di hutan masih bayi?
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
bagus ceritanya
Buang Buang
mantap ceritanya
Dewiendahsetiowati
bisa gak Rini kena stroke aja bikin dosa terus deh
Night Watcher
ceritanya bagus, tp kadang ngeselin.
apa mungkin karna saking terbawa arus & alur cerita ya? jd sering ikut erosi..🤭🤭👍💪🙏
Aina Senja: trimakasi kk masukannya sangat bermanfaat
total 1 replies
Night Watcher
duh... tegang mulu...
up nya lanjut, tp kasih jeda penghibur kek,,, biar agak relax.🤦🙏
Night Watcher
laporan apapun pasti ke arga, padahal mereka punya "kades".😇🤦
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
kalian semua berhasil /Sob/, walaupun harus mengorbankan ladang mereka u tuk mencari makanan, tetapi, keutuhan keluarga tidak bisa dikorbankan begitu saja.... selamat Natasya, kamu berhasil lagi. Para hewan hutan larangan dan warga desa cempaka telah membuktikan bahwa hewan dan manusia bisa saling berhubungan dengan erat. dan sekarang tidak akan ada lagi ketakutan di mata para penduduk Desa Cempaka... 🎉🎉
Night Watcher
keliatan bener kalo cuma omon-omon..🤭🤭
Night Watcher
heleh.. tinggal nyuruh gaga cs nggruduk pendeta² itu pasti bubar, gaga cs kan bukan mahluk dedemit, gak ngaruh sama mantra..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!