Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 2 Persiapan Festival Lentera

Saputangan kain berwarna putih Pangeran Fang akan kukembalikan,

Ternyata mereka pulang lebih awal dari permandian.

Kami sekeluarga tenang menikmati permandian tanpa keluarga Istana.

"Kain ini akanku sulam saat kompetisi nanti" kataku menyimpan saputangan putih polos itu di dalam kotak.

"Nona akan menyulam apa? " tanya Dayang May

"Mungkin bunga melati" kataku

**

seminggu lagi akan diadakan festival.

Banyak yang akan diurus di Taman Monumen.

Aku ikut melihat persiapan, disana sudah dibersihkan dan di bangunan pertemuan akan diadakan acara jamuan.

Aku dan dayang may ikut melihat-lihat.

Taman di sekitar juga indah dengan pepohonan yang rimbun, melewati jalan setapak.

Aku dan dayang may ikut ayah sampai sore.

Aku sudah masuk tandu, dari dalam tandu aku lihat banyak kunang-kunang menuju taman belakang bangunan pertemuan cantik sekali.

**

"Nona... Apa pakaian yang nona pakai nanti? " kata dayang...

"Aku suka yang warna merah motif bunga ini" kataku memilih

"Nona, ada kabar bahwa gadis-gadis akan datang untuk merebut perhatian putra mahkota" kata Dayang May

"Oh, biarkan saja" kataku sibuk menyusun benang kedalam kotak untuk persiapan kompetisi menyulam.

Saputangan Pangeran Fang kusimpan di dalam kotak nantinya bisa aku sulam.

"Dayang May, aku takut menikah dengan Pangeran Fang, apa kau mau ikut ke istana denganku jika aku sudah menikah nanti? " tanyaku

"Jika Istana mengijinkan hamba siap menemani nona.. " kata dayang may.

Aku meraih kedua tangan dayang may dan menggengamnya.

Kami tidak pernah terpisahkan.

"Berdoalah untukku... Aku akan berusaha" kataku

Dayang May mengangguk.

**

Aku dan ibu mengikuti jamuan teh di Istana dengan pakaian yang bagus.

Ibu memilihkanku pakaian bernuansa hijau lembut dengan hiasan motif sulaman daun bambu di sisi kiri kanan lengan yang ku pakai.

Semua gadis-gadis ramai membicarakan acara yang akan diadakan meriah, aku tidak diajak bicara, tidak ada yang mengenalku.

Putri Ang duduk dengan jarak yang jauh begitu pula Putri Nay mereka menikmati acara dengan terlihat bahagia.

sedangkan aku disini, mereka melirikku seolah tau segalanya, aku melihat sekeliling pasukan tentara melintas di samping gazebo mereka menunduk hormat melihat Raja dan Pangeran Fang lewat sementara di belakangnya ada Pengawal Ziu yang setia mendampingi.

Sepulang dari istana gadis-gadis masih membicarakan ketampanan Pangeran Fang.

Namun aku langsung masuk ke kereta bersama Ibu untuk pulang ke kediaman kami.

"Xiu Ren, banyak-banyak istirahat. Pekan depan kau harus ikut kompetisi" kata Ibu

"Baik, bu.. " kataku sambil menunduk.

Ibu memelukku, "Sudahlah.. Jangan di pikirkan, kau tetap anak Ibu dan Ayah apapun yang terjadi nanti kau harus tetap bahagia, tidak ada yang berubah" kata Ibu, mengenggam tanganku erat walaupun kereta bergoyang kuat karena laju kecepatannya untuk segera sampai kerumah.

Hari sudah malam, aku tertidur dan bangun tengah malam kudengar diluar hujan aku mengambil selimut...

Aku berharap, aku akan menang di lomba lentera nanti agar tidak ada lagi yang mengejekku.

Kasihan Ayah dan Ibu, aku terlalu banyak merepotkan mereka.

**

Sore ini suasana cerah, semua orang sudah rapi mempersiapkan diri menuju monumen kerajaan bersiap menyelengarakan Festival Lentera.

Aku dirias dengan cantik oleh ahli rias.

tampilanku yang biasa dengan riasan polos lebih berbeda.

Pakaian nuansa merah dan hiasan rambut yang sudah di siapkan beberapa hari lalu juga sudah aku gunakan sekarang.

"Dayang May... " kau akan menunggu dimana selesai acara nanti.

"Nona, saya akan menunggu di garis finish... Nona tenang saja" kata Dayang May sebelum aku naik ke tandu.

Suasana meriah di monumen, banyak sekali gadis-gadis dan orang berpasangan datang.

Ibu dan Ayah menyusul, banyak juga yang datang ke Paviliun lebih dulu untuk menikmati suguhan.

"Maaf nona.. Saya tidak sengaja" kata seorang gadis menabrakku.

Lenteraku terjatuh dan apinya padam.

"Boleh kuminta apinya? " tanyaku padanya.

"Baik, maafkan aku nona" katanya.

"Tidak apa-apa" kataku, api lentera juga sudah menyala.

Aku berjalan dengan lenteraku...

Kanan kiri jalan dipenuhi lampion cantik warnanya sangat indah.

Aku duduk di sebuah kursi melihat sekeliling.

Orang-orang sangat sibuk memperhatikan pemandangan sekitar juga seperti aku.

Pengawal Ziu datang dari arah berlawanan, menggunakan pakaian serba hitam, dia mendekat.

"Nona, sedang apa disini?" tanya Pengawal Ziu.

"Duduk, memperhatikan orang" jawabku, tidak biasanya ramah bertanya.

"Nona, berkumpul saja di dekat paviliun, nanti orang-orang akan jamuan makan di sana" kata Pengawal Ziu.

"Ya, nanti saja...sebentar lagi aku hanya ingin duduk disini" kataku.

Pengawal Ziu tersenyum, dia mengangguk menunduk lalu pergi meninggalkanku sendiri.

Padahal aku ingin ngobrol dengannya, tapi sudahlah di sapa juga tidak masalah.

**

Paviliun penuh dengan orang-orang bercengkrama.

Aku melihat ayah dan ibu juga sibuk bersama teman-temannya,

Pangeran Fang dan Pengawal Ziu berdiri di bangunan bawah paviliun, mereka tidak melihat aku.

Aku turun dari tangga, melihat sesuatu di samping paviliun, ada kunang-kunang.

Mengejar kunang-kunang menyentuhnya sambil memengang lentera, tidak kusadari aku berjalan mengikuti gerombolan kunang-kunang yang banyak itu ke taman samping paviliun yang gelap.

Pepohononan yang masih alami dan besar.

Kakiku terperosok jatuh, "Tolong...Tolong aku...." ucapku, berharap orang menemukanku di tempat yang gelap ini.

gerombolan kunang-kunang mendekatiku yang terjatuh di tanah menjadi penerang, lenteraku rusak.

Aku di kelilingi banyak kunang-kunang, mereka menyala indah mengelilingi tubuhku...

Seketika akupun merasa berbeda...

Akupun menari seperti mereka, terbang ke angkasa...

Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!