Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Kaget, Tiba-Tiba Jadi Istri Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizza Khan

Aisha Senjani mahasiswa matematika yang baru menyelesaikan pendidikannya di universitas luar negeri dan mendapatkan pekerjaan di sana. Setelah kurang lebih sebulan ia mengambil cuti untuk pulang ke tanah air, sejak menyelesaikan pendidikannya ia belum pernah sama sekali pulang kampung. Dihari kepulangannya ternyata di rumah sedang ada acara pernikahan sang kakak, ia tidak tahu sama sekali tentang hal itu.

Namun, sang kakak kabur disaat mempelai Pria dan rombongan sudah datang. Pihak pria tidak ingin membatalkan karena akan merusak nama baik keluarganya. Sehingga sang mempelai meminta Aisha jadi penggantinya.

Apakah Aisha akan menerima perkawinan tiba-tiba ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizza Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Matahari pagi di langit Jakarta baru saja merekah, namun hawa panas lembut sudah mulai menyapa.

Di kawasan perumahan elit Jakarta Selatan, kediaman keluarga Aisha yang biasanya tenang dan asri seketika berubah total.

Hanya dalam kurun waktu kurang lebih satu minggu, halaman rumah luas itu telah disulap menjadi area akad nikah yang luar biasa megah.

Tenda kristal yang tampak melayang dengan hiasan gantung berdiri gagah menutup seluruh pelataran depan hingga ke taman samping.

 Ribuan tangkai bunga, mulai dari mawar putih Holland, Casablanca lily, hingga bunga hydrangea, diatur anggun memenuhi lorong karpet velvet krem.

Aroma wangi bunga melati segar menyeruak pekat di setiap sudut udara. Jalur jalan menuju meja akad dihiasi pilar-pilar kaca tembus pandang dan di hiasi pendar lampu bernuansa warm gold.

Meskipun segala persiapan ini terkesan sangat mendadak, namun kemewahan yang terpampang justru semakin mempertegas betapa mahalnya harga diri dan gengsi yang sedang dipertaruhkan hari ini.

Di ruang tamu bagian dalam yang sudah dikosongkan dari perabot biasa, Ayah berdiri tegap mengenakan beskap hitam berbahan sutra eksklusif berhias benang emas.

Wajahnya yang tegas tampak berseri-seri, namun jika diperhatikan lebih dekat, ada usapan keringat dingin yang berkali-kali ia seka di lehernya.

"Bu, pastikan tim katering sudah siap di area prasmanan!" seru Ayah setengah berteriak pada istrinya seraya merapikan letak keris di pinggangnya.

"Pak Abdullah dan rombongan keluarga Pratama bakal sampai dalam waktu kurang dari setengah jam! Jangan sampai ada cacat sedikit pun!"

Ibu yang tampil amat anggun dalam balutan kebaya marun bertabur kristal Swarovski melangkah cepat menghampiri suaminya, wajahnya tampak cemas seraya mengelus dadanya.

"Sudah, Mas! Katering sudah standby dari tadi." bisik Ibu setengah berbisik. "Tapi Mas... Melani gimana di kamar? Perasaanku dari tadi kok nggak enak ya..."

"Sudah, Bu! Jangan berpikiran aneh-aneh!" tegur Ayah.

"Nama baik keluarga kita sangat dipertaruhkan hari ini. Yang penting acara akad jalan dulu, Melani pasti mengerti situasi keluarga!"

Sementara di lantai dua, di dalam kamar pengantin utama, suasana justru bertolak belakang dengan keriuhan di luar. Suasananya begitu dingin, kaku, dan terasa sangat mengimpit.

Penata rias dan asistennya baru saja mengemas alat-alat kosmetiknya setelah mengoleskan sentuhan terakhir pada wajah Melani.

"Mbak Melani... Masya Allah, cantiknya pangling banget," puji penata rias itu tersenyum kagum.

"Paes jawa dan kebayanya benar-benar menyatu sempurna. Saya pamit permisi ke bawah dulu ya, Mbak."

Melani tidak menyahut. Ia hanya mengangguk kaku. Begitu pintu kamar tertutup rapat, ruangan itu seketika hening.

Melani berdiri mematung di depan cermin kamarnya. Tubuhnya dibebat kebaya putih, dipadu kain batik batik tulis dan mahkota ronce melati yang menjuntai harum hingga ke dadanya.

Riasan wajahnya membuat Melani tampak begitu memikat, namun dari balik manik matanya, tak ada seberkas pun rasa kebahagiaan. Tatapannya kosong, rapuh, dan dipenuhi keputusasaan yang mendalam.

Ting!

Suara getaran ponsel di atas meja rias seketika memecah keheningan. Dengan jemari yang gemetar hebat, ia meraih ponselnya. Sebuah pesan singkat dari nama kontak Adit muncul di layar utama.

'Aku sudah di depan gang samping rumahmu, Mel. Kita berangkat sekarang.'

Dada Melani bergemuruh hebat membaca pesan itu. Keberanian nekat menyusup ke seluruh aliran darahnya. Ini adalah satu-satunya celah dan kesempatan terakhir baginya untuk menyelamatkan hidupnya dari cengkeraman pernikahan ini.

"Aku tidak bisa..." bisik Melani dengan suara bergetar, menatap pantulan dirinya di cermin dengan napas memburu.

"Aku tidak bisa menikah dengan laki-laki yang tidak aku cintai!"

Dengan jemari yang gemetar dan air mata yang merebak di pelupuk mata, Melani mencabut mahkota ronce melati dan payet di kepalanya hingga jatuh terhempas ke lantai.

Tanpa memedulikan riasan wajahnya, ia segera melepas kancing-kancing kebaya mewahnya satu per satu. Ia menanggalkan busana pengantin bernilai fantastis itu dan membiarkannya berantakan di atas lantai.

Dengan terburu-buru, Melani merogoh bagian bawah lemari, menyambar celana jeans dan kaus hitam polos yang sudah ia sembunyikan sejak semalam.

Sambil menahan tangis ketakutan, ia mengenakan pakaian santai itu, menyambar tas ransel kecilnya, lalu melangkah ke arah jendela samping kamar yang mengarah langsung ke gang sempit.

"Maafkan Melani, Bu... Ayah..." cicit Melani lirih, melompati ambang jendela lalu berlari sekencang-kencangnya menembus lorong sempit menuju mobil Adit yang sudah menunggu di ujung jalan, tanpa pernah menoleh lagi ke belakang.

1
Rian Moontero
mampiir👍
Rizza: Makasih udh mampir Kak🙏 semoga suka ceritanya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!