Orang ketiga dalam suatu hubungan tentu saja akan sering dibenci dan tidak disukai banyak orang. Hal ini harus Riki tanggung karena dia mengambil peran ini. Pasalnya, Riki akan disebut-sebut sebagai perusak keharmonisan hubungan asmara antara Sintya dan Adit
Hubungan pertemanan Adit yang sudah berjalan 5 tahun harus kandas, karena kehadiran Riki sebagai orang ketiga dari hubungan Adit dan Sintya .
Awalnya Riki hanya disuruh Mira untuk menjauhi Sintya dari Adit. Tetapi diluar rencananya, Riki pun akhirnya jatuh cinta dengan Sintya.
Bagaimana akhir dari kelanjutan cinta antara Adit , Sintya dan Riki?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febti Sela Santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecemburuan Riki
" Hey, Sin." panggil Adit dari kejauhan
" Hey, Dit." balas Sintya sambil melambaikan tangan ke arah Adit
" Kok kamu makan disini gak bilang-bilang?" tanya Adit sambil menepuk pundak Riki
Riki pun dibuat tersedak saat memakan bebek bakar.
" Eh maaf, Riki." kata Adit yang meminta maaf karena telah menepuk pundaknya.
" Kenapa Adit harus kesini sih. Mengganggu makan siang ku saja bersama Sintya." kesal Riki dalam hatinya
Membuka pembicaraan Riki langsung mengumumkan kepada Adit, bahwa dirinya akan ke Australia malam ini.
" Dit, aku akan ke Australia malam ini. Kamu mau nitip oleh-oleh apa?" tanya Riki yang meledek Adit dan ingin membuatnya cemburu.
" Oh, ya!" jawaban Adit atas ledekan Riki
" Bagus dong, kamu bisa mampir kerumahnya Jelita." usul Adit kepada Sintya.
" Jelita?" tanya Riki yang bingung dengan perkataan Adit
" Jelita itu temanku sewaktu SMA yang sekarang menetap di Australia. Akhir tahun ini dia akan menikah. Dan Jelita mengundang ku untuk hadir di acara pernikahan." jelas Sintya sambil mengunyah bebek bakar pesanannya.
" Oh, kebetulan." balas Riki dengan perasaan sedikit sesal karena harus memberitahu Adit .
" Kalau saja aku tak memberitahu Adit tentang kepergian ku ke Australia, pasti aku bisa berbulan madu bersama Sintya. Riki bodoh banget sih kamu !" sesal Riki dalam hati.
Dipikirannya pasti Sintya akan fokus pada pekerjaan dan temannya nanti di Australia.
" Kamu pergi berapa lama, Sin?" tanya Adit
" Dua minggu." sela Riki yang menjawab pertanyaan Adit.
" Aku sedang tidak berbicara kepadamu, Rik." gumam Adit
" Tapi aku mendengarnya, Dit." sanggah Riki
" Baiklah, aku balik ke kantorku dulu. Jangan lupa kamu hubungi Jelita, jika sudah sampai Australia. Dia pasti akan senang sekali melihat kamu di sana." kata Adit yang pamit untuk pergi ke kantornya.
" Kenapa kamu tidak bilang punya teman yang tinggal di Australia?" tanya Riki menyelidik.
" Kau kan tidak bertanya." ketus Sintya lalu melanjutkan makan siangnya.
" Gagal deh rencana bulan maduku." gerutu Riki dengan suara pelan
" Apa..?" tanya Sintya
" Oh, enggak. Gak ada apa-apa." jawab Riki sambil menghela nafas panjang. " Untung saja Sintya tak mendengar."
"Kamu sudah selesai makannya, Sin?" tanya Riki yang sudah tidak betah berlama-lama di kafe milik Adit
Sintya langsung bergegas menuju toilet, untuk membersihkan mulut dan tangannya yang kotor karena habis memakan bebek bakar.
Mereka berdua langsung berjalan menuju kantor.
Dari dalam kantornya, Adit melihat dari jendela yang terlihat dari dalam tapi gelap diluar nya. Dia melihat Sintya semakin cantik. Dia terlihat lebih dewasa dengan polesan makeup natural di wajahnya.
Adit masih menyayangkan kenapa waktu itu dia tidak mengikuti Sintya, saat hendak pergi ke Bali. Andai saja dia mencegah Sintya untuk pergi ke Bali. Mungkin saat ini, dirinya masih bahagia bersama Sintya.
" Sin, kamu sudah memesan tiket untuk ke Australia?" tanya Riki
" Sudah Kak." jawab Sintya sambil memainkan ponselnya.
" Kalau begitu kita pulang sekarang, aku ingin berkemas." perintah Riki yang mengajak Sintya pulang
" Tapi ini masih jam kantor, Kak." balas Sintya seraya melirik jam di atas dinding.
" Ingat, aku disini direktur nya. " ucap Riki langsung memakai jasnya yang berwarna hitam yang di sangkutkan di kursi.
" Baiklah." kata Sintya sambil menajamkan matanya kearah Riki
Riki senang karena Mira telah mengakui kesalahannya, dan Mommy nya tidak terhasut lagi dengan perkataan Mira.
Sekarang tujuannya adalah ingin membahagiakan Sintya. Walaupun lukanya tidak akan sembuh seperti sedia kala. Tetapi Riki berharap Sintya dapat membuka hati untuknya.
-
-
-
* Sukses gak sih rencana bulan madu Riki dan Sintya?
-- Jangan lupa like dan komen ya! Aku tunggu votenya juga. Jika ada kata-kata yang kurang berkenan silakan chat Author,👍