Rangga, cowok keren yang selalu jadi idola disekolah menaruh cinta pada Echa, cewek tomboy yang juga adalah sahabat kecilnya. Namun karna malu dan menjaga imagenya, Rangga tak pernah berani mengungkapkan perasaannya, selain itu dia juga ragu dan takut jika malah mendapat penolakan dari Echa. Mampukah Rangga mengungkapkan isi hatinya, atau malah hanya memendam perasaannya...
Tau kah Echa tentang perasaan Rangga tanpa Rangga beri tau?, atau Echa malah sudah ada cowok lain yang ia sukai ???
Kalian penasaran? langsung aja yuk, simak novel ku yang berjudul "SWEET COUPLE" Happy reading🙃🙃🙃
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mir honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
...Sabtu pagi...
Awan mendung menutupi langit yang biasanya cerah, mentari mengalah pagi ini untuk tidak mengeluarkan sinarnya. Rintik hujan mulai turun, satu persatu jatuh membasahi bumi.
Angga dan Echa mulai berangkat ke sekolah. Tidak seperti biasanya, kali ini Angga membawa mobil. Lagi pula tak mungkin mereka berangkat ke sekolah dengan motor dalam keadaan hujan begini, sorry yah, ini bukan drama yang terlihat romantis, boncengan dengan motor di bawah guyuran hujan. Romantis kagak, Demam sudah pasti.😂
Sampai di sekolah, keduanya berjalan beriringan keluar dari parkiran dengan sebuah payung.
Angga mendekap bahu Echa, merapatkan jarak nya dengan Echa supaya tetesan air yang jatuh dari payung tak membasahi seragam nya.
Kali ini tak ada lagi tatapan kebencian dari para siswa yang melihat kedekatan mereka berdua.
Semenjak dua hari yang lalu mereka disidang pak Ramlan di ruangan Bp, Angga menjelaskan semuanya pada pak Ramlan, kalo dia dengan Echa tetanggaan dan sudah dekat dari sejak lahir, dan dia sudah seperti kakak bagi Echa yang memang akan selalu dekat dengan Echa dan akan selalu jagain Echa. Tiba-tiba ketika Angga dan Echa jalan berdua, Lidya datang dan marah-marah, gak tau kenapa?, mungkin dia cemburu, atau, ah gak taulah kenapa." Begitulah kira-kira alasan Angga menjelaskan pada pak Ramlan tentang kesalah pahaman yang berlaku pada saat itu.
Tapi masalahnya ini sekolah, dan para siswi lain yang sudah terlanjur benci sama Echa gak akan mungkin bisa menerima alasan semacam itu, mungkin Angga dan Echa memang sudah dekat dari lahir, tapi yang membenci Echa kan tidak tau itu, dan mungkin gak bisa menerima alasan semacam itu., yang mereka tau Echa hanya anak baru yang begitu dekat dengan Angga, entah apapun itu alasannya yang jelas mereka benci dengan Echa.
Karna tak mau menimbulkan huru-hara, bulying, atau semacamnya yang dapat menjelekkan nama baik sekolah, jadi pak Ramlan berinisiatif buat meredakan permasalahan ini. mungkin hanya masalah sepele, tapi jika di biarkan, persoalan ini bisa menjadi masalah yang serius.
Setelah Angga dan Echa selesai di sidang di ruangan Bp. Pak Ramlan menemukan sulusi untuk masalah yang mereka berdua hadapi, pak Ramlan berinisiatif untuk mengumpulkan seluruh siswa setelah jam istirahat.
Usai jam istirahat. Benar saja, Pak ramlan mengumpulkan semua muridnya di ruangan aula.
Tak sampai 15 menit, tujuannya hanya untuk mengumumkan kalau Angga dan Echa sebenarnya hanya adik kakak...???
Jadi pak ramlan mengumpulkan seluruh siswanya cuman buat bilang kalau Echa adalah adik sepupunya Angga. Jadi kalo keduanya kelihatan akrab, jangan ada yang berpikiran negatif pada keduanya, karna hubungan mereka hanyalah sebatas saudara sepupu...???
Begitulah kira-kira solusi yang di berikan pak ramlan ketika itu. Sungguh suatu kebohongan yang kocak, masak iya Angga sama Echa dibilang saudara sepupu???🤣, Tapi setidaknya solusi yang diberikan pak Ramlan dapat membuat Echa berhenti dari hinaan para siswi yang tak suka melihatnya begitu dekat dengan Angga. Dan ini juga sebagai pencegahan bagi para fans Angga yang mungkin masih ada yang punya niat buruk ke Echa.
Setelah pak Ramlan mengumumkan hal tersebut, banyak dari siswa laki-laki yang melengos kesal karna berita yang disampaikan di anggap tidak penting. Tapi buat yang para cewek, mereka bersorak gembira. Rupanya prasangka mereka selama ini yang menganggap Angga dan Echa pacaran, ternyata hanyalah sebatas saudara sepupu.
Sejak saat itu tak ada lagi yang benci ke Echa kalo Angga dekat dengan nya.
Tapi muncul masalah baru dari solusi bohongan yang dirancang pak Ramlan ini. Cewek yang tadinya benci ke Echa malah menjadi begitu ramah dan sok baik dengan Echa, padahal banyak dari mereka yang Echa bahkan gak kenal siapa namanya, mereka mendadak baik ke Echa buat menarik perhatian Angga.
Bak kata pepatah, "Kalo mau memetik buahnya, jangkau dulu rantingnya. "Kalau mau dapat kakaknya, dekati dulu adiknya..."🤣🤣🤣
Echa memang risih menghadapi orang-orang yang mendadak ramah dan sok kenal dengan nya, tapi ini lebih baik dari pada harus di benci. Lagian Echa juga punya sahabat yang selalu ngelindungin dia dan selalu marahin orang-orang yang gak di kenal tapi sok akrab dengan nya, yah siapa lagi sahabatnya Echa kalo bukan, Alifah, Salsa, sama Sindy.👍
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti biasa, setiap hari sabtu, sekolah mereka mengadakan bimbingan dari para senior yang akan mengajarkan bidang pelajaran keahlian mereka pada para juniornya.
kelas Echa di isi Oleh Rendy yang mengajarkan pelajaran Fisika. Dia menjelaskan pada seisi kelas berbagai cara yang mudah dan praktis untuk menyelesaikan soal-soal fisika yang dianggap rumit dan sulit.
Fisika yang dianggap sebagai pelajaran yang berat, menjadi ringan dan menyenangkan di tangan Rendy, mungkin, kayaknya sih. Karna reaksi para cewek di kelas mereka yang tampak sangat paham, karna setiap Rendy bertanya mengerti maka para cewek selalu serentak mengangguk. Sedangkan untuk yang cowok acuh tak acuh karna memang, ah pelajaran Fisika, siapa yang suka dengan pembahasan materi yang rumit dan bikin pusing seperti ini.
...****************Triiiiing****************...
Bel istirahat berbunyi. Rendy mengakhiri materi pembelajaran nya. Cewek-cewek di kelas meringis kesedihan.
Entah mengapa kalo cowok ganteng yang ngajar, sekalipun itu pelajaran yang dianggap membosankan seperti fisika, terasa begitu cepat bagi kaum cewek. Berbeda dengan para cowok, mereka menyoraki para kaum cewek, karna bukannya senang istirahat, malah minta tambah buat Rendy ngajarin mereka.
"Huuuu, huuuu,huuuu...." akhirnya saling sorak antara cowok dan cewek dikelas mereka pun terjadi.
Sudah menjadi kebiasaan bagi Rendy pada setiap memasuki kelas Echa, pasti pada akhirnya akan ada adu mulut antara yang cowok dan yang cewek. Dan sudah biasa juga bagi tetangga kelas mereka merasa terganggu dengan kebisingan kelas 10B ini.
Rendy pamit dan bergegas meninggalkan kelas, para cewek di kelas berteriak-teriak gak jelas, dan para cowok makin kencang menghina kesintingan para cewek di kelas mereka.
Alifah menutup rapat kedua telinganya, dia gak mau ikut-ikutan gila. Tapi masalah nya ketiga sahabatnya malah ikut-ikutan sinting kayak yang lainnya, entah mereka juga termasuk fans nya Rendy, entah karna ketiga sahabatnya ini memang senang dengan kondisi kelas yang huru-hara seperti sekarang.
Perdebatan cewek dan cowok di kelas mereka berhenti seketika, itu juga suatu keanehan di kelas mereka. Selalunya seperti itu, tiba-tiba kacau tiba-tiba aja langsung udahan, aneh memang. "Mungkin karna mereka sudah kelaparan dan kehabisan tenaga buat teriak-teriak kali ya???," Yah, yang pasti kelas mereka sekarang sudah kosong melompong, hanya desiran angin yang terdengar, tiada penghuninya. Mereka semua berpindah ke kantin.
...ΩΩΩKondisi di kantinΩΩΩ...
Semua asik dengan makanan nya masing-masing.
Tiba-tiba saja Rendy datang dan langsung mengambil duduk di meja Echa yang masih tersisa kursi kosong.
Semua menoleh ke Rendy sejenak dan kembali melahap makanan mereka, tak peduli dengan Rendy yang dari tadi sudah menebarkan senyum termanisnya.
Dan anehnya, untuk para cewek yang dikenal sebagai fans beratnya Rendy pun tak menghiraukan kehadiran sang idola.
Anak-anak cowok menyeringai melihat Rendy seperti kacang polong disandingkan dengan bakso hangat nan lezat, tak terhiraukan.
Begitulah kondisi para fans cewek ketika idolanya masuk kantin tapi mereka lagi asik menikmati makanannya, memanjakan perut kosong mereka. Rendy yang tadinya ganteng, jadi terlihat biasa saja jika di bandingkan dengan makanan lezat nan menggiurkan di hadapan mereka.😂
Echa mengerutkan alisnya, dari tadi Rendy senyum-senyum terus.
"Kak, napa loe senyum-senyum sendiri? Alifah, Sindy, dan Salsa menoleh ke Rendy. Rendy hanya menggeleng sambil terus tersenyum.
"Aneh..." Gumam Salsa dan Sindy, Alifah hanya diam. Ketiganya kembali menikmati bakso mereka tanpa peduli dengan Rendy. Echa juga sebenarnya mau gak peduli, tapi masalahnya, ni orang dari tadi senyum-senyum sambil ngelihatin Echa terus.
"Kak Rendy mau bakso jugak?" Tanya Echa, Rendy mengangguk, wajahnya masih seperti yang tadi, seperti orang gila, senyum-senyum sendiri.
"Udah pesan." Tanya Echa lagi, Rendy menggeleng.
Echa menyatukan alisnya, "Lho, katanya mau makan bakso, tapi kok gak pesan?" Tanya Echa heran.
"Maunya yang punya Echa." Balas Rendy, ketiga sahabat Echa kembali menoleh...
"Ni anak emang beneran aneh." Ketus Salsa. Dia kembali melanjutkan makannya.
"Kak, kalo loe gak bawa uang, pesan aja, entar biar gue yang bayarin." Ujar Sindy sedikit merasa iba. Mungkin si Rendy gak bawa uang???. Rendy mengambil dompet dari saku celananya, lalu menunjukkan dua lembar seratusan pada Sindy.
Sindy menatap heran..."Aneh, emang aneh loe kak!" Ketusnya dan kembali menyantap makanannya, Alifah pun kembali menyantap makanannya, ketiganya masa bodo dengan kelakuan aneh Rendy.
Echa ikut bingung dengan tingkah Rendy, dia punya uang, tapi kenapa nggak pesan, malah mintanya bakso punya Echa.🤨
Rendy masih setia memandangi Echa dengan senyum manisnya, Echa sedikit risih sih, tapi dia juga masih lapar, jadi Echa pura-pura bodoh aja dan kembali menyantap makanannya.
"Echa pengen bakso." Ujar Rendy, Echa pura-pura tak dengar dan kembali menyantap baksonya.
"Echa pengen bakso."
"Kak, kalo loe mau bakso, loe pesan sendiri lah, ngapa minta bakso gue." Ketus Echa, Rendy menggeleng dengan muka yang di buat-buat sedih. Echa melengos kesal dan kembali manyantap baksonya.
"Echa suapin..." Pinta Rendy...
"Prfffk, Uhuk uhuk uhuk."... Mereka berempat serentak tersedak mendengar ucapan Rendy.
Berempat menenggak minumannya masing-masing.
"Ka, kalian gak pa-pa...? Panik Rendy.
"Loe sinting ya kak!!!" Ketus Alifah.
"Sinting🤨🤨🤨, sinting kenapa???"
Berempat melengos sebal. Lagi-lagi Rendy di abaikan, mereka kembali menikmati makanan mereka.
Echa baru saja mau menyantap kembali baksonya, tapi tangannya tiba-tiba di pegang oleh seseorang dan mengarahkan sendok tersebut kemulut orang itu.
"Emmh, uennakkk." Ucapnya sambil mengunyah bakso yang masuk ke mulutnya. Echa kaget, dia mau marah, tapi dia urungkan ketika tau siapa yang tiba-tiba datang dan memakan baksonya.
Echa menatap sebal pada lelaki yang sedang mengunyah bakso dan duduk disampingnya sekarang, dia Angga.
Angga mengambil alih mangkok bakso Echa, dia kembali memakannya tanpa peduli dengan Echa yang wajahnya sudah sangat sebal.
"Angga itu kan bakso gue, kenapa loe makan???" Ujar Echa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Angga mulai panik menatap Echa yang sepertinya mau menangis, dia langsung menyuapi bakso tersebut ke Echa, Echa tak menolak, tapi matanya masih berkaca-kaca.
"Jangan nangis dong Cha, cuman bakso doang masak nangis."
"Iya, tapi ini kan ...hiks hiks, bakso gue.? Ujar Echa sesenggukan berusaha agar air matanya tak jatuh.
Angga menggaruk tengkuknya yang tak gatal..."Aduuuuh, gimana nih."
Tanpa pikir panjang, Angga langsung menarik Echa kedalam pelukan nya, menenggelamkan wajah Echa ke dadanya. Rendy shock sekaligus kaget melihat adegan uwu di depan matanya, dadanya panas, dia langsung bangkit dari duduknya dan bergegas pergi. Angga yang tak tau-menahu hanya menatap Rendy dengan tatapan heran.
Udah Cha jangan nangis, gue juga udah pesen bakso kok, dua lagi, yang satunya buat elo, tapi lagi di buatin. Echa mendongak, menatap Angga. "Beneran???" Tanyanya, Angga mengangguk.
"Udah makanya jangan nagis lagi ya." Ucap Angga sembari menghapus jejak air mata Echa, posisi mereka masih berpelukan.
"Ehm, Bukan muhrim." Sindir Alifah.Angga menoleh dan langsung melepas pelukan Echa...
"HE he he, kan adik kakak." Kata Angga dengan cengirannya. Alifah memutar bola matanya malas, Sindy dan Salsa bersorak pelan.." huuuuu...".
Diantara semua siswa, cuman mereka yang tau tentang kebohongan yang disampaikan pak Ramlan, kalau Echa sama Angga bukan lah adik-kakak.
"Pelukan sebelum nikah, entar masuk surganya di persulit lo." Ujar Sindy.
"Dih, emang si Angga bakalan masuk surga." Saut Salsa.
"Oh, iya juga ya." Sambar Sindy. Echa dan Alifah terkekeh, Angga menatap sebal.
Mereka pun kembali menyantap makanannya masing.
Pesanan Angga belum juga selesai, Angga kembali memakan bakso Echa sambil sesekali menyuapi nya ke Echa, mereka makan satu mangkok berdua, sambil menunggu bakso pesanannya sampai.....🙃🙃🙃
salam dri kamulah harapanku
tapi gpp thor semangat
kok kek namanya kwn aku
tapi kwn aku cowok
ehh gpp lah thor i am happy
semangat thor
salam dari ditinggal nikah. boomlikenya memdarat... ditunggu feedbacknya...
ditunggu kelanjutannya thorr 😁😁😁
semangat ditunggu lanjutannya ya thor 😁