Indonesia
NovelToon NovelToon
LENTERA TERUSLAH BERSINAR

LENTERA TERUSLAH BERSINAR

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Mafia / Romansa-Tata susila / Tamat
Popularitas:185.1k
Nilai: 5
Nama Author: ria aisyah

Novel ini bercerita tentang kisah cinta antara guru dan muridnya. Romantisme mereka yang berlangsung secara sembunyi - sembunyi hingga ketahuan, terus bagaimana ya.. penasaran kan..

Lentera dan Rafael Xu alias Wisnu tokoh utama yang memiliki latar belakang berbeda. Siapakah Wisnu sebenarnya?

Akankah Tera berubah?

Dan apakah kisah cinta mereka berjalan mulus?

Simak kisah selengkapnya di novel ini.

Jangan lupa kasih like, favorit, vote, hadiah juga rate buat dukung karyaku ya Kak..

Terima kasih banyak atas supportnya..

Happy Reading..💗💗💗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ria aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedok Terbongkar

Wisnu menghempas kasar tangan Silvia, dia pura - pura terjatuh karenanya. Akting Silvia tidak berhenti meskipun wartawan sudah pergi. Silvia segera bangkit lalu berhambur menuju Shuhan, berharap mendapat pembelaan darinya.

"Kakek, lihat Rafa sekarang sudah berubah. Dia menyakitiku, Kek." Silvia menangis meraung - raung.

Shuhan tak bicara apa - apa. Dia membimbing Silvia ke sofa ruang tamu. Semua mengikutinya.

Silvia percaya diri dia yakin bahwa Shuhan akan membelanya. Sherly duduk mendekat kepadanya, Silvia semakin besar kepala. Air mata bawangnya terus mengalir.

"Via, apa benar yang kamu katakan kalau Rafa sudah merusak masa depanmu?" tanya Sherly lembut.

Silvia mengangguk.

Wisnu yang belum sempat mendengar itu terperanjat. Apa dia sudah gila? Melihatnya saja aku muak apalagi menyentuhnya. Ok, aku akan mengikuti permainannya.

"Rafael, apa benar yang Via katakan?" Shuhan menatap Wisnu tajam.

"Aku tidak ingat." jawab Wisnu santai.

Semuanya menoleh ke arahnya.

"Jadi, kau benar - benar sudah menyentuhnya?" raut wajah Sherly terlihat kecewa.

Wisnu melirik Tera, dia melihat wajahnya biasa saja tapi tangannya meremas ujung dressnya.

"Kalau itu benar, kau juga harus menikahinya Rafael!" Shuhan terlihat emosi.

Silvia merasa senang. Dia yakin kali ini dia akan menang.

Wisnu diam saja. Dia malah berjalan mengambil remot TV lalu menyalakannya. Dia menyalakan Hp canggih lalu menghubungkannya dengan layar TV. Dia mengotak atik Hpnya, dia berhasil meretas CCTV club yang biasa di kunjungi Silvia. Mereka belum melihat apa - apa karena pengunduhan video membutuhkan waktu beberapa saat.

"Rafa, kau jangang main - main! Apa kau merasa hebat sudah menyakiti wanita?" amarah Shuhan kembali meledak.

Wisnu diam. Dia malah memeluk bahu Tera. Tera berpaling ke arah lain. Dia merasa kesal pada Wisnu.

Sherly sudah menangis, dia merasa bingung. Dia sangat menyayangi Tera tapi juga tidak ingin menyakiti Silvia.

"Silvia, kapan itu terjadi? Apa kau punya bukti? Tunjukkan padaku biar aku beri anak nakal ini pelajaran!" kata Shuhan lagi.

Silvia membuka HPnya dan menunjukkan video saat dia keluar dari club XX bersama Wisnu setengah tahun lalu. Wisnu menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam mobil. Keadaan Silvia sangat berantakan saat itu. Wisnu menutupi tubuh Silvia dengan jasnya.

"Anak nakal!" Shuhan berdiri hendak menampar Wisnu dan di saat yang bersamaan pengunduhan di TV selesai.

Wisnu menangkap tangan kakek dan memintanya duduk. Wisnu sudah menduga jika Silvia akan menggunakan kejadian itu sebagai senjatanya. Mereka semua duduk dan menyaksikan rekaman CCTV di layar TV.

Wisnu menyadapnya kala itu karena dia tidak ingin sosoknya muncul di CCTV itu. Sebelum menghapusnya dia menyimpannya pada perangkat lunaknya. Wisnu mengambil remot dan mempercepat videonya hingga menampilkan saat Silvia datang bersama papanya masuk.

Wajah Silvia menjadi pucat. Dia tidak menyangka kalau Wisnu tahu tentang kejadian dari sebelum dia datang ke sana. Bola mata Silvia bergerak ke kiri dan ke kanan mencari cara agar dia bisa kabur dari sana.

Dalam rekaman CCTV itu jelas terlihat jika Silvia datang bersama Fernant papanya. Mereka berbincang - bincang dengan seseorang dan setelah beberapa saat orang itu membawa Silvia ke sebuah ruang privat. Fernant terlihat mondar mandir lalu keluar dari club dengan membawa dompet dan ponsel Silvia.

Setelah itu Fernant tidak tampak karena dia berada di luar club. Dia mengirim pesan kepada Wisnu menggunakan ponsel Silvia untuk menjemputnya disana. Dia mengatakan kalau sedang dijebak oleh seorang pria.

Rekaman CCTV berikutnya adalah kedatangan Wisnu yang masuk ke dalam club. Dia berjalan menuju kamar Silvia dan mendapatinya sudah pingsan dan pakaiannya berantakan. Dan selanjutnya sama seperti video yang Silvia tunjukan. Tentu saja itu merupakan hasil rekaman papanya sendiri.

"Silvia! Kamu bisa jelaskan sekarang?" hardik Shuhan. "Kau tega memfitnah Rafael demi mencapai tujuanmu. Oh, aku tahu. Fernant pasti menjadikanmu sebagai pionnya. Hebat! Aku benar - benar tidak menyangka selama ini aku memelihara buaya." Shuhan terlihat sangat emosi.

Silvia tertunduk diam. Dia tidak menyangka rencana yang dia susun dengan baik bisa hancur seketika.

Tera merasa lega. Apa yang dia takutkan ternyata tidak terjadi. Dia menatap Wisnu yang sedari tadi terus mengecup punggung tangannya.

Sherly masih shok dengan kejadian ini. Sisa - sisa air matanya masih belum mengering. Dia menatap nanar ke arah Silvia. Dia tak habis pikir gadis manis yang dulu selalu membuatnya gemas kini telah hilang. Berganti menjadi seorang gadis yang licik dan culas.

Suasana ruangan itu menjadi hening. Isak Silvia pun tak lagi terdengar. Merasa terpojok dan tidak ada yang menganggapnya, Silvia beranjak dan setengah berlari keluar dari rumah Wisnu. Dia pergi begitu saja tanpa permisi, sama seperti ketika dia datang.

Semua orang masih membisu. Mereka larut dalam pikiran masing - masing.

"Rafa." Sherly memanggil.

"Iya Mi."

"Mami, boleh minta sesuatu sama kamu?"

"Katakanlah Mi." Wisnu menatap Sherly penasaran.

"Mami ingin kamu menggelar pesta pernikahan secepatnya." ucap Sherly penuh harap.

"Aku akan memikirkannya."

"Kau tak perlu terlalu banyak berpikir. Mami takut akan ada Silvia - Silvia lain yang bermunculan dan mengganggu rumah tangga kalian. Mami ingin publik tau kalau Rafael Xu sudah menikah." jelas Sherly.

"Apa yang mamimu katakan benar Rafa. Kakek juga merasa khawatir. Biar semuanya kami yang atur. Kamu dan Tera persiapkan diri kalian saja." Shuhan mendukung pendapat Sherly.

"Bagaimana menurutmu Sayang?" Wisnu bertanya pada Tera.

"Aku tidak keberatan. Tapi aku ingin nenek juga hadir di pesta kita."

"Itu mudah Sayang. Apa kau tak ingin mengundang ayahmu?" Wisnu kembali bertanya.

"Entahlah. Aku tidak suka pada wanita itu. Dia pasti juga ikut datang." Tera menghembuskan napasnya kencang.

"Jangan simpan dendam di hatimu sayang. Lupakanlah sejenak rasa bencimu, setidaknya saat hari bahagia kita itu saja." Wisnu memberi pengertian pada istrinya.

Tera mengangguk patuh.

"Besok kita sekalian ambil foto buat cover undangan dan prewedding ya Sayang?" Sherly terlihat antusias.

"Urusan hotel dan lain - lain Mami hubungi saja Gerry dan Steph. Nanti aku akan minta dia datang kemari. Mami bilang aja konsepnya gimana." ucap Wisnu.

"Iya Sayang.. pokoknya kalian tinggal terima beres. Untuk souvenir kamu ada ide tidak?" Sherly meminta pendapat.

"Apa kita sempat memesannya Mi? Pasti butuh waktu yang lama untuk itu." jawab Wisnu.

"Apa kita ambil produk kita sendiri? Kalau kosmetik nggak mungkin." Sherly mengetuk - ketukan ujung jarinya di pipi mencoba berpikir.

"Papi ada produk arloji kan Mi?" tanya Wisnu.

"Bener - bener. Nanti mami bilang dulu ke papi." Sherly langsung berdiri, dia sudah tak sabar ingin menemui suaminya.

"Pi.. Papi.. Where are you Honey?" Shery berteriak - teriak sambil berjalan ke ruang kerja Renaldy.

Shuhan geleng - geleng melihat tingkah anak perempuan yang tidak pernah bisa dewasa.

"Kakek ada usulan lagi?" tanya Wisnu.

Shuhan berpikir sejenak. "Tera apa kau keberatan jika pemotretan besok salah satunya kamu memakai cheongsam?" Shuhan menatap penuh harap.

"Tidak Kek, waktu kecil saya juga sering memakainya. Kakek saya juga keturunan Jawa - Tionghoa." Tera tersenyum.

"Pantas kau sangat manis. Mendiang nenekmu seorang Tionghoa dan kakek juga campuran Jawa. Kau tahu dulu Rafa lahir di Surabaya." wajah Shuhan tampak gembira.

"Iya Kek, saya pernah diajak ke rumah paman Willy. Tante Angela sangat ramah dan lucu Kek."

"Oh iya, bagus kau sudah mengenal keluarga kami. Hehehe." Shuhan tertawa senang.

"Apa Rayn juga bersikap baik padamu?"

Mendengar nama Rayn, Tera sedikit gugup dia menatap Wisnu. Mau jawab apa coba. Pasti dia ngambeg lagi. Tatapannya saja sudah horor begitu.

"I.. iya Kek, Rayn juga sangat baik."

****

Bersambung..

1
🌻Ruby Kejora
Salam kenal kak😆
estoria_barayas
yang penting rasa sayang nya gak pernah hilang 😊😊😊😊😊
Restviani
waduh... siapa sih orang misterius itu?
Diah_Kustantie ✨💛
sampe.sini tetep suka
Sedang Bertapa: terimakasih kakak... 😍😍😍
total 1 replies
Diah_Kustantie ✨💛
suka kak ceritanya
Sedang Bertapa: terimakasih kakak... semoga menghibur
total 1 replies
Umma Athaya
harus tega Wisnu
Umma Athaya
greget aku sama Wisnu yg masih sempat tergoyah sama masa lalunya 😡
Umma Athaya
wah bibit2 pelakor dah pada muncul ni didalam rumah tangganya tera sama Wisnu 😏,yeee si Wisnu tu harusnya move on dari masa lalu yg gag jelas gitu.jangan sampai tera kasi tinggal kalo Wisnu macam2 lagi sama masa lalunya.ayokkk tera hadapi dan basmi semua calon PELAKOR 💪
Umma Athaya
rasain silvya
Umma Athaya
akhirnya tera diterima dengan baik dalam keluarga Rafael 😘
Umma Athaya
tera sudah jadi seperti Cinderella
Umma Athaya
selamat datang dan selamat bergabung di keluarga Rafael ya tera
Umma Athaya
setiap momentnya selalu sweat antara Wisnu dan tera...langgeng selalu tuk kalian berdua sampe kakek nenek 🥰😘
Umma Athaya
Suka sama Wisnu yg gercep dan jujur langsung sama tera akan perasaannya jadi gag neko2 😍
Sedang Bertapa: terimakasih udah mampir di karya receh saya kak... semoga menghibur...
total 1 replies
Umma Athaya
cieee bunga2 cinta mulai berseri diantara Wisnu dan tera 😍
Umma Athaya
semangat tera
Umma Athaya
semoga Wisnu menjadi cucu menantunya nenek Lydia ya,Thor 🙏😇
Umma Athaya
cieee tera dah ketemu langsung sama opa-opa Korea ala2 Indonesia 🤭
semoga ini adalah awal yg baik tuk tera dan Wisnu kedepannya
Umma Athaya
aku baru mampir dan nyimak alur ceritanya,Thor 😊
Restviani
siapakah orang itu?
lanjut kk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!