guru cantik yang menjadi pilihan pemuda yang tidak dikenalnya.
Kisah kehidupan dari Sisil , yang harus menikah muda karena suatu hal, dan harus menjadi janda diusia muda. Namun Ia justru menjadi wanita pria mapan yang menjadi primadona setiap wanita, dan pria itu sangatlah tulus menjadikannya wanita pendamping dihidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mania Puspa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amnesia
Di Rumah Sakit
Selesai dengan pekerjaannya,Rasyid kemudian melihat fotonya dengan Sisil yang dipajang di dinding ruangannya , Rasyid pun termenung dengan menopang wajahnya dengan tangannya sambil memikirkan dimana keberadaan Sisil yang sudah sepekan tidak ada kabar.
Cloe datang ke Ruangan Rasyid dan memakai seragam dokternya.
Rasyid yang melihatnya sangat malas.
Cloe mendekat lalu duduk di kursi depan Meja E
Rasyid dengan menyilangkan kakinya.
"Aku kembali" ucap Cloe yang menatap wajah Rasyid dengan manja.
Rasyid kemudian berdiri lalu menatap keluar jendela tanpa memperdulikan Cloe.
Cloe merasa kesal lalu tiba-tiba ia memeluk Rasyid dari belakang.
Tak lama kemudian pintu terbuka dan itu Radit yang datang melihat Cloe memeluk Rasyid , Radit pun emosi lalu masuk dan menarim tangan Cloe agar menjauh dari Kakaknya.
"Beraninya kamu, memeluk Suami kakak iparku, Siapa yang mengijinkanmu kembali kesini?"ucap Radit dengan Emosi
"Aku bisa masuk kesini tanpa persetujuanmu"ucap Cloe yang membuat Radit segera menghubungi pihak Rs.
"Dokter atas nama Cloe tolong dihapus dari daftar dokter dari perusahaan Kosmecorp, Dan Pastikan ia tidak dapat masuk di RS lainnya"ucap Radit lalu menutup ponselnya.
Cloe pun bergetar, tidak menyangka Pemuda yang masih berusia 23 tahun itu dapat berbuat demikian.
"Kenapa bergetar?takut?jangan Sepelekan Radit dari Kosmecorp yang menjadi Pimpinan seluruh sektor esensial maupun non esensial",tambah Radit lalu menyuruh Cloe keluar.
Cloe mencoba merayu Rasyid , Namun Rasyid menepis tangan Cloe lalu Cloe pun menjadi marah.
",Akan ku habisi Istrimu itu"ucap Cloe lalu pergi namun dijagal Radit sehingga Cloe jatuh.'
Radit pun mencengkeram wajah Cloe.
"Jadi kamu terlibat wahai kakak?tunggu Radit akan menyelesaikannya"ucap Radit lalu Cloe pun pergi.
Radit duduk di sofa dengan Rasyid.
"Kak, Radit sudah menemukan keberadaan kakak ipar, Dia berada di Villa yang ada di Pulau sebelah selatan, ya itu pulau keluarga kak Michele"terang Radit yang membuat Rasyid senang kemudian memeluk Radit.
"Ayo kita kesana, kita jemput Kakak Iparmu"ajak Rasyid dan Radit pun mengiyakan.
...☆●Siang●☆...
Radit, Rasyid, Jeri, Candra serta beberapa pengawalnya kini sedang bersiap untuk menjemput Sisil.
"Dit, polisinya mana?" tanya Rasyid cemas karena daritadi tidak melihat ada satupun polisi disitu.
Radit mendekat.
"kak, kakak ini kenapa jadi amnesia sih, Sudah tahu mereka itu ada di naungan kita, la kenapa kita harus mengganggu mereka, masalah begini saja, Serahkan pada Radit dan Jeri",jelas Radit sombong.
Candra pun menaiki mobilnya, ia semobil dengan Rasyid, sementara Radit semobil dengan Jeri.
Di persimpangan jalan, Radit melihat Sisil dan Rey bergandengan tangan dengan Sisil memegang perutnya dengan satu tangannya.
"Kak Sisil"ucap Radit lalu Jeri menghentikan kemudinya yang membuat Radit kepentok.
",Aduh, Kakak kebiasaan"ketus Radit.
"Kak, Itu kak Sisil dan Kak Rey, Ayo kita kesana",Ajak Radit kemudian Radit dan Jeri turun dari mobil.
Sementara Rasyid dan Candra yang melihat mobil Radit berhenti, ikut berhenti kemudian turun dari mobil.
Mereka berempat turun.
"Kak lihat itu kakak ipar dengan kak Rey kan, Kenapa kakak ipar tertawa begitu?"tanya Radit heran
"Ayo kita kesana"ajak Rasyid
Mereka pun menemui Sisil dan Rey yang sedang makan di restoran cepat saji.
Rasyid melihat Sisil dengan tatapan yang begitu dalam, ia merindukan istrinya dan sangat menghawatirkan Keadaannya.
Rasyid pun memeluk Sisil, namun Sisil segera melepas pelukan itu.
"Maaf,Anda siapa?"Tanya Sisil . Radit, Jeri, Candra dan Rasyid yang mendengarnya bagaikan mendengar bom atom yang menghujam jantungnya.
"Aku Suamimu," Jawab Rasyid
Namun Sisil tersenyum.
"Maaf Tuan, Suami saya adalah Rey yang ada di samping saya ini, tuan mungkin salah orang"Jawab Sisil yang membuat Rasyid lemas dan hampir jatuh ,untung saja ada Candra yang menahannya
Candra pun Mendekati Sisil.
"Sil , aku kakakmu, Aku kak Candra, dan ini Radit, adik manjamu, dan yang mengaku suamimu tadi itu adalah Rasyid dia suami sekaligus ayah dari janin di perutmu itu," Jelas Candra yang membuat Sisil bingung kemudian memegang kepalanya.
Rey pun mengajak Sisil pergi, dan memanggil pengawalnya untuk membawa Sisil pulang.
Rasyid mencoba mencegah namun dihalangi Jeri
Rey kemudian berhenti di hadapan Rasyid.
"suami yang tidak di akui,Sakit bukan rasanya, Jangan mengganggu kami, atau kamu akan kehilangan istri dan anakmu"ancam Rey yang membuat Candra Marah kemudian memukuli Rey tanpa Ampun.
Jeri dan Radit pun melawan para pengawal Rey.
"bugh, bugh,bugh"terdengar pukulan dari masing-masing orang yang membuat restoran itu menjadi kacau namun tidak ada yang berani melerai ataupun mengambil tindakan melihat para penguasa itu sedang berkelahi.
Setelah itu, mereka duduk dengan tubuh Rey yang mengalami luka di wajahnya.
"Aku akan membiarkan Istriku seperti itu, sampai ia benar benar ingat akan diriku, Nikmati hari-harimu dengan kebohongan ini, Sampai aku sendiri yang akan membalasnya"ucap Rasyid lalu pergi.
...☆●Malam●☆...
Rasyid, Candra, Radit, Jeri serta Michele dan Mama Farah juga papa Joni sedang berada di rumah Michele. Mereka berkumpul di ruang tengah.
"Caca Sudah tidur?"tanya Candra pada Michele san Michele pun mengiyakan dengan menganggukkan kepalanya.
"Kondisi Sisil yang mengalami lupa ingatan,akan sedikit sulit untuk membawanya pulang"ucap Rasyid yang membuat mama Farah kaget
"Sisil lupa ingatan?Selamatkan ia Syid"ucap Mama Farah
"Kak, bukanya kalau amnesia biaa sembuh jika kita benturkan ia ke dinding?"ucap Radit yang membuat Michele memutar bola matanya.
",Itu di TV Dit, ngawur kamu"jawab Michele
"Aku akan Membalas semuanya,Rey tunggu pembalasanku"ucap Candra yang membuat Papa joni serta Mama Farah kaget
"Ja ja jadi Rey, dalang dibalik semua?"tanya Papa Joni dan Candra mengangguk.
Papa Joni mengalami Serangan lalu dibawa ke RS.
semua cemas namun nasib berkata lain, Papa Joni tidak dapat diselamatkan.
Di acara pemakaman , Rey tidak hadir meski pemberitaan Papa Joni telah tersebar luas.
Acara pemakanam pun Selesai.
Rasyid menghampiri makan anak Sisil yang pertama.
"Semoga, Kamu tenang disana, Bantu Papa, membawa mama pulang ya Nak"ucap Rasyid di pusara makan yang membuat Mama Farah terharu mendengarnya.
"Rasyid memang baik juga tulus, semoga kebahagiaan akan menghampirimu nak"batin mama Farah lalu mereka pun pulang.
Dirumah Michele mama Farah telah memberikan saham-saham perusahaan pada Michele dan memblokade seluruh aset yang dipegang oleh Rey.
...☆●siang●☆...
Rey bersama Cloe sedang berada di Restoran, Cloe pun ingin mengajak Sisil jalan-jalan, dan Rey mengijinkannya.
Tanpa curiga, Rey pun mengijinkan Sisil jalan-jalan dengan Cloe. lalu Rey meninggalkan Sisil berdua dengan Cloe.
Cloe sangat senang, berharap rencananya berjalan mulus.
Cloe mengajak Sisil ke Danau.
Sisil pun memegangi kepalanya dan sedikit mengingat ia dan Rasyid disitu menikmati waktu bersama sambil memancing.
Cloe yang melihatnya pun mendekat.
"Ada apa Sil?"tanya Cloe.
"A a aku, seperti pernah kesini dengan seseorang"jawab Sisil Jujur. kemudian Cloe menunjukkan Foto Rasyid yang memancing dengannya.
Sisil pun mengambil foto itu kemudian menggelengkan kepalanya.
"Ma,,ma,,mas Rasyid"ucap Sisil yang mengingat suaminya.
Cloe kemudian bertepuk tangan
"Prok prok prok"Suara tepuk tangan Cloe
"Ka ka kamu Cloe, ah untuk apa aku disini denganmu?"tanya Sisil curiga
Cloe pun mendekati Sisil dan Sisil mundur perlahan .
sukses
semangat
tak sumpahin bucin akut loe sama istri loe,dan istri loe susah nerima loe.biar loe rasa.