Indonesia
NovelToon NovelToon
My Disable Husband

My Disable Husband

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:356.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Aldiantt

Pergaulan yang mengkhawatirkan membuatnya terpaksa dijodohkan dengan seorang pria dewasa yang tak begitu ia kenal.

Diusianya yang masih belia, Zee dipaksa menikah dengan seorang pria dewasa dengan sebuah kekurangan fisik akibat kecelakaan di masa lalunya. Dewangga Bima Caturangga.

Gaya hidup yang berbeda, usia yang terpaut jauh, serta tidak adanya cinta diantara keduanya, menjadikan drama yang seolah tidak ada habisnya mewarnai biduk rumah tangga keduanya.

Apa yang akan terjadi pada mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Malam menjelang di sebuah ranjang besar kamar sederhana rumah itu.

Setelah jatuh terpeleset dari kamar mandi sore tadi, kini Zee Zee nampak duduk sendiri di atas ranjang putih itu sambil memeluk sebuah bantal.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Kondisi kakinya sudah mulai membaik setelah diurut suaminya sendiri tadi.

Zee mengulum senyum lucu. Ia lantas menggerakkan tangannya menutupi wajahnya kala mengingat kejadian sore tadi. Bisa bisanya ia terpeleset hanya agar bisa tampil cantik di depan Dewa. Mana ia tak sadar bahwa ia hanya mengenakan handuk saat diurut oleh Dewangga. Isshh...kan jadi malu🙈🙈

Kira kira apa yang ada di pikiran Dewangga sekarang?

Zee Zee menggeliat sambil menangkup kedua belah pipinya membayangkan laki laki itu. Hingga tiba tiba......

"Sssttt....."

Suara itu berhasil mengagetkan wanita tersebut. Zee Zee menoleh ke arah sumber suara. Dilihatnya disana, Dewangga sudah berdiri di depan pintu sambil menatap nakal menggoda ke arah wanita itu.

Zee melongo. Ia mencoba menetralkan ekspresinya agar tak terlihat seperti orang bodoh di depan Dewangga.

"Apa?" tanya Zee Zee.

"Ngapain senyum senyum sendiri? Mikirin apa?" Tanya Dewa.

Zee membuka mulutnya, mencoba mencari alasan untuk menjawab pertanyaan suaminya.

"A-itu...gue...abis baca chat dari Dira. Lucu...." Jawab Zee Zee berkilah.

Dewa menyibikkan bibirnya lalu mengangguk anggukkan kepalanya samar. Mengiyakan saja jawaban yang sebenarnya ia ragukan kebenarannya itu.

"Aku beli pizza untukmu. Mau?" Tanya Dewa.

Zee berbinar. "Mau!" Jawabnya.

"Turun! Kita keluar!" Ajak pria dewasa itu.

Zee Zee pun menurut. Dengan segera ia turun dari ranjang besar itu. Ia mendekati sang suami dengan kaki yang sedikit pincang akibat terpeleset sore tadi.

"Kok pincang?" Tanya Dewa menggoda. Zee mendongakkan kepalanya. Melotot menatap ke arah suaminya.

Dewa terkekeh. Ia menggerakkan tangannya mengusap wajah cantik itu lalu berjalan di depan Zee Zee. Zee pun mengikutinya dari belakang. Keduanya berjalan menuju ruang televisi tempat di mana sekotak pizza berada di sana.

Zee kemudian mendudukkan tubuhnya di samping Dewa yang mulai membuka kotak pizza itu. Laki laki tersebut kemudian menyerahkan sepotong pizza itu pada sang istri. Zee Zee pun menerimanya, lalu memangsanya dengan begitu lahap.

Dewangga tersenyum. Ia meraih satu potong disana lalu meringsut, lebih mendekatkan tubuhnya pada wanita cantik itu.

Zee Zee nampak begitu menikmati makanan itu. Sedangkan Dewangga hanya diam mengamati pergerakan istrinya. Otaknya belum sepenuhnya bisa dikondisikan. Bayang-bayang tubuh molek berbalut handuk yang menjadi pemandangan indah di matanya sore tadi masih menari-nari dengan sangat jelas di ingatannya.

Astaga...barang bagus nih! Tubuh semolek itu, di depan mata, bisa bisanya masih belum terjamah oleh tangan Dewangga!!

Tidak bisa! Dewa tidak bisa terus terusan begini. Ia harus segera mendapatkan Zee Zee sepenuhnya. Satu bulan sudah terlalu lama. Meskipun sekarang sedikit demi sedikit Zee sudah menunjukkan tanda tanda mulai mencari perhatian Dewangga, tapi kalau bisa ya dipercepat lah! Keburu nggak tahan!🤭😝

"Enak?" Tanya Dewa yang sesekali nampak melirik ke arah paha mulus berbalut hotpants itu.

Zee menoleh ke arah sang suami yang nampak menyandarkan kepalanya di sandaran sofa itu. Wanita itu kemudian mengangguk.

"Masih sakit kakinya?" Tanya Dewa lagi.

Zee menoleh lagi. "Udah mendingan," ucap Zee Zee.

"Besok jadi ikut ke sekolah?" Tanya Dewa.

Zee diam sejenak. Ia kemudian meringsut mundur ikut menyadarkan kepalanya disandaran sofa itu tepat di samping Dewangga. Lengan kekar itu bergerak menyentuh pundak sang istri yang tak tertutup lantaran kini Zee hanya mengenakan crop top tanpa lengan. Dewa lantas mengusap-usap kulit mulus itu lembut. Zee diam saja. Entah menikmati atau tidak sadar, tapi yang pasti tidak ada penolakan.

"Tapi gue duduk aja, ya!" Ucap Zee.

"Yang nyuruh kamu terbang siapa?" Tanya Dewa.

Zee tergelak. "Maksudnya gue nggak mau joget joget!"

"Ngapain joget joget?! Ini bukan pentas dangdut!" Ucap Dewa lagi sambil memasukkan pizza ke dalam mulutnya. Zee tak menjawab. Ia hanya tergelak mendengar ucapan suaminya itu.

"Serah lu, ah! Gue males ngomong ama lu!" Ucap Zee.

Dewangga hanya terkekeh. Zee kembali melahap pizzanya.

"Habiskan semuanya biar cepet gede!" Ucap Dewa. Zee tak menjawab. Ia meraih lagi sepotong pizza di sana dan melahapnya. Sedangkan Dewa kini nampak meraih remote tv-nya, lalu menyalakan kotak besar itu dan mulai menyaksikan sebuah siaran acara komedi yang ditayangkan di sana. Zee kembali merebahkan tubuhnya di sandaran sofa sambil fokus pada layar televisi itu. Ia sesekali nampak terkekeh melihat banyolan banyolan yang ditayangkan disana. Tanpa ia sadari, tangan kekar milik pria di sampingnya itu tergerak meraih kepala Zee Zee, mengarahkannya agar bersandar di dada bidangnya. Zee hanya menurut. Alih alih menolak ia justru menggerakkan kepalanya mencari tempat yang nyaman di dada bidang berbalut sweater abu abu gelap itu.

Dewangga mengulum senyum. Ia mengusap usap pucuk kepala wanita itu agar rileks. Ia sama sekali tidak peduli dengan tv dan pizza. Dewa kemudian mendekatkan wajahnya pada pucuk kepala Zee Zee. Ia menghirup aroma sampo istrinya. Diam diam ia juga mengecup pucuk kepala itu lembut. Lagi lagi, Zee tidak melakukan penolakan. Zee asik dengan pizza dan televisinya. Membuat Dewangga makin menjadi jadi melakukan aksinya.

Dewangga seolah mulai terbawa suasana. Ia menggerak-gerakan kepalanya di rambut wanita itu. Tangannya juga bergerak mengusap usap rambut panjang Zee Zee. Zee yang sejak tadi asyik dengan pizza dan televisi itu kemudian mulai terusik. Ia mendongak. Menatap ke arah sang suami yang kini mulai dikuasai naffsu.

Dewa menggerakkan tangannya memainkan rambut depan wanita itu. Ia mengunci pandangan mata Zee dengan tatapan matanya yang tajam namun begitu menggoda, seolah memiliki daya tarik tersendiri yang membuat Zee seolah tak mampu berpaling darinya.

Satu tangan Dewangga yang kekar terangkat, menyentuh dagu lancip itu, sedangkan ibu jarinya mengusap usap bibir merah Zee. Dewa memfokuskan pandangan matanya pada benda indah tersebut.

"Kamu cantik sekali, Sayang," puji pria itu.

Zee mematung. Sedangkan mulutnya masih sibuk mengunyah gigitan terakhir pizza itu. Dewangga makin tergoda melihat bibir yang bergerak gerak tersebut. Ditambah lagi dengan setitik saus yang menempel di ujung bibir merah muda itu.

"Enak?" Tanya Dewa.

Zee mengangguk samar dengan wajah diam dan sorot mata yang tak lepas dari wajah berjambang tipis itu.

Dewangga menampilkan senyuman khasnya.

"Zee," ucap pria itu lembut sambil membelai rambut Zee Zee.

Laki laki itu menggerakkan satu tangannya yang bebas menyentuh paha mulus itu.

"Boleh aku minta sesuatu darimu?" Tanya Dewa.

Zee diam sejenak. "Apa?" Tanyanya kemudian.

Dewangga tersenyum lembut. "Aku ingin meminta hak ku sebagai seorang suami. Boleh?" Tanya Dewa.

Zee tak menjawab. Dewangga makin berani karena tak mendapatkan penolakan. Satu tangannya membelai rambut itu, sedangkan tangan lainnya mengusap usap lembut paha Zee Zee.

"Maaf, aku tahu kita sudah punya kesepakatan. Aku tidak akan memaksamu jika kau tidak menginginkannya," ucap Dewa lagi.

Zee masih tak menjawab. Tak bergerak. Juga tak merespon.

"Boleh, Sayang?" Tanya pria itu lagi.

Zee Zee diam. Dewangga memiringkan kepalanya. Mendekatkan wajahnya pada wajah wanita itu. Zee yang sejak tadi diam kini nampak memejamkan matanya.

Dewa mengangkat satu sudut bibirnya. Diam dan memejamkan mata. Itu artinya iya..!

Dewa menggigit bibir bawahnya sambil menampilkan senyuman nakal. Laki laki itu makin meringsut. Ia mendekatkan wajahnya pada wajah sang istri. Bibir itu semakin mendekat. Hembusan nafas keduanya mulai saling menerpa wajah. Dewangga terus mengikis jarak, sedangkan satu tangannya yang sejak tadi mengusap usap paha mulus itu kini mulai mendekati tangan Zee Zee. Istrinya itu merespon. Ia menggenggam telapak tangan Dewangga. Makin erat saat wajah keduanya juga semakin dekat.

Dewa tersenyum.

Cup....!

Berhasil...!

Satu kecupan lembut mendarat di bibir Zee Zee. Zee membuka matanya. Dewangga nampak tersenyum suka. Sedangkan Zee Zee hanya diam.

Dewa mengulangi pergerakannya.

Cup....!

Satu lagi.

Zee nampak tegang. Sedangkan Dewa makin panas.

Dewangga kembali mengulangi pergerakannya. Dikecupnya bibir mungil itu berkali kali, sedang Zee makin mengeratkan genggaman tangannya.

Kecupan singkat nan lembut namun berulang ulang itu kian lama berubah menjadi pergulatan lidah yang panas. Dewangga mulai melancarkan aksinya memangsa bibir merah muda yang sudah menjadi target incarannya sejak lama. Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Andai bisa dimakan habis, mungkin hal itu akan ia lakukan🤭

Pergulatan lidah makin tak terkendali. Tangan bertato yang semula menggenggam erat tangan Zee kini mulai berubah haluan. Dewa mengusap usap paha mulus itu lagi. Tangan mantan 'pemain' kelas kakap itu bergerak makin liar di tengah aktifitas bibir yang kian menjadi. Digerakkannya tangan itu masuk ke paha bagian dalam Zee Zee. Mulai bergerak naik, hendak menyentuh gundukan segitiga di tengah belah paha itu. Namun belum saja tangan itu sampai di sana, tiba tiba...

Seeettt...

Zee menahan tangan itu sambil menggerakkan kepalanya menjauh dari Dewangga. Pergulatan bibir pun terhenti.

Dewa yang naffsunya sudah sampai di ubun ubun itupun mengernyitkan dahinya.

"Kenapa?" Tanya Dewa.

Zee diam sejenak.

"Zee?" Tanya Dewa lagi.

"Dewaaaa....." Rengek Zee Zee pelan.

"Apa?" Tanya Dewa.

"Aku lagi dapet...."

Aaaaaaaaaakkkkkkkkkkhhhh..........!!!

Dewa reflek mengangkat tubuhnya rendah dan menjatuhkannya lagi di sofa itu. Tolonglah...udah panas banget iniiihh...!

Dewangga kelimpungan. Dadanya naik turun. Sesuatu sudah bergejolak dengan sangat hebat disana. Ia pikir ia akan 'makan besar' malam ini. Ternyata.....

"Hassssyuuuuukkk...!" Batinnya mengumpat. Ia duduk terlentang di samping sang istri sambil memejamkan matanya. Pen maki maki orang, tapi siapa? Susah amat pen dapetin hak sendiri!!

Zee Zee menatap kasihan ke arah Dewangga.

"Sorry. Baru keluar tadi abis mandi," ucap Zee Zee lagi dengan perasaan bersalah.

Dewa menoleh ke arah Zee. Ia tak menjawab. Ia hanya menatap sang istri dengan mimik wajah kesal bercampur kecewa. Dadanya masih naik turun.

"Sorry...." Ucap Zee.

Dewangga tak menjawab. Ia menegakkan posisi duduknya. Ditatapnya wajah wanita itu dengan sorot mata yang sedikit garang. Kemudian dengan satu gerakan....

Seeett....

Ia menyergap bibir itu lagi, dan kembali memangsanya.

Ya sudahlah. Untuk hari ini cukup sampai disini saja. Minimal udah dapat bibir. Urusan kepala bawah beserta leher dan buahnya bisa ia urus sendiri nanti.🙈😝

1
Wanita Tanpa Mahkota 👑
Luar biasa
Radya Arynda
semangaaaat💪💪💪💪💪
melting_harmony
Luar biasa
Juna Dong
luar biasa
Rya Sasmita
cerita baguss gak bosenin kok ada yang bilang buruk, aneh lu pada. tetep semangat autorrrr keren lu bikin ceritaaa
Widi Widurai
uda lm slingkuh brt
Widi Widurai
feeling si nadira wkwkkw
Lael Leli
mulai asik cerita nya lanjut thor
Elminar Varida
adanya selei jengkol. mau...??😂😂😂
Nadia Noviana
aaaa aku sampe begadang bacanya dari jam 10 malam sampe jam 5 pagi nanggung. bagus ceritanya lanjut lah
Susi Yuliani
Alhamdulillah akhirnya happy ending jg.... Kl k pajangan jg g asyik.... Thx thoor
Susi Yuliani
Semangat thor..... Emg knp g mood.... Serasa d kejar target ya /Tongue/
Susi Yuliani
Seru bgt nih
Susi Yuliani
Ky nya udah ad yang mulai cair deh..... /Drool/
Susi Yuliani
Lanjooooot
Susi Yuliani
Resiko ank org kaya... Pembaca pst berharap zee bs berubah... Pst seru /Joyful/
Susi Yuliani
Perlu lbh jauh lg bc nya br bs komentar
Linda Siahaan
Buruk
Wanita Tanpa Mahkota 👑: dih😏😒
total 1 replies
Mey Suryawati
Biasa
Mey Suryawati
Kecewa
Mey Suryawati: maaf author ,,
bukan maksud saya begitu ...
g tau gmn ,, saya ngasih bintang 5 kok ,, jd gtu ya...🙏🙏
buat saya membuat karya tidak lah mudah,,, apalagi jika author memiliki pekerjaan lain,,,
buat saya jiga tidak suka tinggal skip aza,, dengan tidak memberi komen negatif ...
Skali lg saya maaf author...
yg semangat buat karya2 nya...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!