Giorgio Bianchi — Dom mafia paling ditakuti di seluruh Italia. Dingin, kejam, dan tak pernah sudi mencintai siapa pun. Ketika sang istri meninggal saat melahirkan, ia bahkan menolak menyentuh putrinya sendiri, si mungil Vida.
Ayla Martins — gadis Brasil berusia dua puluh tahun, manis dan berhati tulus, datang ke Italia dengan sebuah beasiswa dan mimpi sederhana. Tak pernah ia bayangkan pekerjaan sebagai pengasuh bayi akan menyeretnya masuk ke dunia penuh senjata, darah, dan rahasia — ke dalam rumah sang mafioso.
Satu bayi mungil. Satu pria yang bersumpah takkan pernah jatuh cinta. Satu pengasuh yang berani menatap matanya dan berkata bahwa ia keliru.
Di antara peluru dan dendam, musuh lama yang mengintai, dan luka masa lalu yang belum sembuh, sebuah hati yang telah lama membeku perlahan mulai mencair. Namun mencintai seorang Dom mafia menuntut harga yang mahal — dan tak semua orang di sekeliling mereka ingin melihat kisah ini berakhir bahagia.
Mampukah kelembutan menaklukkan pria paling berbahaya di Italia? Atau justru cinta inilah yang akan menghancurkan mereka berdua?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kita sepakat
PARK: Gambarkan mereka, Beca
BECA: Park...
PARK: SEKARANG REBECA (aku menggebrak meja dan dia terkejut) Kumohon
BECA: Yang satu... (aku menggambarkan yang satu lalu yang lainnya dan dia menggambarnya persis sama)
PARK: Oke (aku memindai gambarnya sambil menelepon)
📲DETEKTIF: Halo, Tuan Park
📲PARK: Aku akan mengirimimu dua sketsa wajah, temukan mereka
📲DETEKTIF: Oke (kami memutus sambungan)
BECA: Apa yang mau kau lakukan?
PARK: Apa yang harus dilakukan
BECA: Park... kau marah, kan?
PARK: Kau kira aku bagaimana?
BECA: Park, itu bukan salahku, aku...
PARK: Rebeca, kau gila? Bagaimana bisa? Aku menyalahkanmu... itu tak pernah dan takkan pernah jadi salahmu, cantikku (aku memegangi wajahnya) Lihat aku, kebencianku ini untuk mereka... Dan aku jamin mereka akan menderita hebat sebelum mati
BECA: Park...
PARK: Jangan bantah aku, aku takkan menarik kata-kataku, mengerti?
BECA: Baiklah
PARK: (aku tersenyum) Sekarang kau milikku, Rebeca, dan tak ada lagi yang akan menyakitimu (aku menciumnya) Ciuman yang bermula tenang tapi segera memanas dan penuh dahaga, kududukkan dia di atas meja dan terus menciumnya sambil menaikkan tanganku menyusuri kakinya...
BECA: Park... tunggu...
PARK: Maaf... maaf (aku menjauh) Aku terbawa suasana (aku tersenyum)
BECA: Maafkan aku, aku masih belum... (aku turun dari meja)
PARK: Jangan minta maaf... Aku menunggumu (aku memeluknya)
BECA: Terima kasih!
GIORGIO: Sudah kuduga kalian di sini sedang bermesraan
PARK: Kau tahu cara mengetuk pintu?
GIORGIO: Aku tahu cara menonjok mukamu, dasar Jepang
BECA: Keakraban kalian ini menular (kami tertawa)
GIORGIO: Lihat dia, sekarang tak lagi memanggilku Tuan
BECA: Maaf... Tuan Bianchi (aku bicara mengejek lalu keluar)
GIORGIO: Kau lihat itu?
PARK: (tertawa) Ya begitulah, kawan, mereka masuk total ke hidup kita... duduk sana, aku perlu bicara denganmu
GIORGIO: Sudah kelihatan ini pasti masalah lagi
PARK: Si Beca... (aku menceritakan semuanya)
GIORGIO: Bangsat
PARK: Iya begitulah... Dan coba tebak? Mereka pernah bekerja untuk musuh-musuh yang ingin menjatuhkanmu
GIORGIO: Serius?
PARK: Ya, kukenali mereka dari sketsa wajahnya
GIORGIO: Kalau begitu, sekali dayung dua pulau terlampaui?
PARK: Tiga pulau, malah... karena orang ini juga pelaku perdagangan anak-anak, remaja, dan perempuan yang sudah bertahun-tahun diburu FBI
GIORGIO: Aku punya ide
PARK: Bicaralah
GIORGIO: Ayo kita bekerja sama dengan FBI... mereka sudah bekerja untuk kita, hanya saja sekarang kita yang akan membantu mereka
PARK: Tapi dua bangsat itu jadi urusanku
GIORGIO: Mereka masih bekerja untuk orang-orang itu?
PARK: Sudah kusuruh selidiki, tapi kurasa iya
GIORGIO: Bagus... suruh panggil bos polisi, ayo kita mulai bekerja
PARK: Oke (dia keluar)
BEBERAPA JAM KEMUDIAN
KOMISARIS: Jadi?
PARK: Begini, kami sudah mengerjakan tugas kalian... Pedagang manusia itu adalah Salvatore... dia menginginkan posisi Bianchi, dan Bianchi ingin menyingkirkannya, dan kalian... menginginkan dia
KOMISARIS: Kutebak kalian akan mengusulkan agar kita bekerja sama?
GIORGIO: Cerdas sekali
KOMISARIS: Dengan imbalan?
GIORGIO: Membiarkan mafiaku hidup tenang
KOMISARIS: (tertawa) Sudah kuduga... untuk apa kau butuh aku? Bukankah sudah ada pengkhianat di FBI?
GIORGIO: Lebih baik dengan pejabat tertinggi
KOMISARIS: Aku setuju dengan satu syarat (mereka menatapku) Kalian hanya mengangkut senjata, bukan narkoba
GIORGIO: Sepakat, lagipula sudah lama sekali kami tidak berurusan dengan narkoba
KOMISARIS: Aku hanya melakukan ini karena keparat itu nyaris menculik anak-anak perempuanku
PARK: Kami bisa membantu melindungi mereka sampai mereka tertangkap
KOMISARIS: Aku setuju
GIORGIO: Kalau begitu sepakat, kita punya kesepakatan (aku mengulurkan tangan)
KOMISARIS: Kita sepakat (aku menjabat tangannya lalu tangan Park)