Indonesia
NovelToon NovelToon
Komandan Galak Itu, Suamiku

Komandan Galak Itu, Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Dokter / Tamat
Popularitas:371.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Bagi Rahma Wulandari, Sakti Prawira adalah sosok kakak asuh masa kecilnya yang galak dan protektif. Namun, garis takdir mendadak berubah ketika impiannya menjadi dokter terancam kandas akibat kesulitan ekonomi. Satu-satunya jalan keluar yang ditawarkan orang tuanya adalah sebuah perjodohan. Demi masa depan, Rahma akhirnya pasrah. "Gak apa-apa deh nikah sama Kak Sakti, dia sudah aku anggap seperti kakaku sendiri!"

Di sisi lain, Sakti seorang Komandan TNI AD yang terkenal tegas, kaku, dan berhati dingin sejak ditinggal menikah oleh masa lalunya merasa tak habis pikir. "Kenapa aku harus menikah dengan gadis bau kencur dan masih ingusan itu?" protesnya keras. Baginya, menikahi sahabat adiknya sendiri adalah hal yang konyol.
Namun, titah orang tua tak bisa diganggu gugat. Pernikahan beda usia dan prinsip ini pun tetap terjadi.

Mampukah pernikahan yang terbentur perbedaan usia, prinsip, dan watak ini menumbuhkan benih-benih asmara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

Keesokan paginya, setelah berjaga semalaman penuh, Sakti memutuskan untuk segera pulang ke rumah dinas. Sepanjang perjalanan, pikirannya terus-menerus tertuju pada Rahma. Sebenarnya, ego perwiranya yang setinggi langit menghalangi tangannya untuk sekadar mengetik pesan singkat lewat ponsel guna menanyakan kabar sang istri. Ia gengsi dan tetap berharap Rahma yang mencarinya atau menghubunginya lebih dulu. Namun, rasa khawatir yang membuncah mengalahkan segalanya, memaksa pria itu untuk cepat-cepat pulang.

Setibanya di depan rumah, Sakti melangkah tegap menuju pintu utama. Tepat saat jemari kekarnya memegang dan menekan handle pintu dari luar, pintu tersebut tiba-tiba ditarik dari dalam.

Ceklek!

Keduanya langsung mematung di ambang pintu, berpapasan dalam jarak yang cukup dekat. Rahma tampak sudah rapi dan wangi dengan pakaian kuliahnya yang sederhana namun anggun, lengkap dengan tas ransel yang mengalung di pundaknya.

"Loh... kamu mau ke mana, Rahma?" tanya Sakti heran, menatap penampilan istrinya dari atas sampai bawah.

Rahma sempat tersentak kaget melihat kedatangan suaminya yang mendadak. Untuk menutupi rasa canggung yang luar biasa akibat insiden kemarin, ia buru-buru menjawab dengan nada terburu-buru.

"Aku mau ke kampus, Kak. Bete juga cuti kuliah seminggu, mending aku masuk saja. Kebetulan aku mau mengejar beberapa pelajaran yang sempat tertinggal," ujar Rahma cepat sambil melangkah melewati Sakti.

"Oh iya, aku sudah buat sarapan untuk Kakak di atas meja, dan nasinya juga sudah matang di magic com. Sepertinya aku pulang sore, Kak. Assalamualaikum!"

Karena saking paniknya ingin menghindari tatapan mata Sakti, Rahma melangkah begitu saja. Ia bahkan sampai lupa melakukan ritual wajib mencium punggung tangan suaminya seperti biasa.

Sakti membalikkan tubuhnya, menatap punggungnya Rahma yang berjalan cepat meninggalkan pekarangan rumah dinas. Detik itu juga, ingatan Sakti langsung berputar pada ucapan santai Mayor Adnan semalam di pos jaga, bahwa pagi ini sang Mayor juga akan pergi ke Kampus Padjadjaran.

Deg!

Dada Sakti seketika bergemuruh hebat, diselimuti kabut cemburu yang teramat pekat. Rahma pergi ke kampus sepagi ini, dan Adnan juga pergi ke kampus yang sama. Kebetulan macam apa ini?

'Jangan bilang kalian berdua diam-diam sengaja janjian ketemuan di belakangku?! Rahma... Adnan... kalian benar-benar, ya! Tidak tahu malu!' dengus Sakti kesal dalam hati. Rahangnya mengeras menahan amarah yang mendadak meluap.

Dengan langkah dihentak gusar, Sakti masuk ke dalam rumah dan membanting pintu pelan. Ia segera menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian dinasnya dengan pakaian santai.

Begitu keluar dari kamar, ia melirik ke arah meja makan di mana sarapan buatan Rahma sudah tersaji rapi. Namun, selera makannya mendadak hilang tak berbekas. Pikirannya telanjur kacau dan dipenuhi oleh berbagai prasangka buruk. Sakti mengepalkan tangannya kuat-kuat. Mengabaikan rasa lapar dan lelahnya setelah berjaga semalaman, ia memantapkan tekad di dalam hati.

Ia tidak bisa tinggal diam di rumah ini. Sakti memutuskan akan menyusul ke kampus sekarang juga. Jika sampai sepasang matanya melihat Rahma benar-benar sedang berduaan dengan Mayor Adnan, ia tidak akan segan-segan melabrak mereka berdua di tempat.

*

*

Sakti memarkirkan mobilnya dengan kasar di area parkir kampus Universitas Padjadjaran. Dengan langkah lebar dan napas memburu, ia mulai menyusuri koridor kampus. Namun, alih-alih langsung menemukan sosok istrinya bersama Mayor Adnan, pandangan Sakti justru menangkap siluet Salma yang sedang asyik mengobrol bersama teman-teman kuliahnya di dekat lobi utama.

Sontak, insting strategi Sakti bekerja. Pria tegap itu segera memundurkan langkah dan bersembunyi di balik pilar besar agar adiknya tidak memergoki keberadaannya yang sedang bertingkah bak detektif cemburu ini.

Sementara itu, di taman belakang kampus yang suasananya cukup sepi, Rahma tengah duduk di salah satu bangku taman. Matanya sesekali melirik jam tangan. Ya, ia memang sedang menunggu seseorang yang tak lain adalah Mayor Adnan.

Tak jauh dari sana, Mayor Adnan tampak melangkah cepat memotong jalan setapak taman sesuai dengan janji tersembunyi mereka kemarin pagi. Di tangan kanannya, sang Mayor membawa sebuah tote bag tebal. Di dalam tas kain itulah tersimpan beberapa buku kedokteran limited edition yang sangat langka dan selama ini dicari-cari setengah mati oleh seseorang. Rahma sendiri sebenarnya hanyalah seorang perantara yang berniat membantu menjembatani urusan Mayor Adnan dengan Profesor Asha yang super dingin itu.

"Rahma!" panggil Mayor Adnan pelan sambil melambaikan tangannya begitu jarak mereka mengikis.

Rahma menoleh, wajahnya langsung cerah dan membalas lambaian tangan itu dengan senyuman lega. "Dokter Adnan! Akhirnya sampai juga."

Tanpa mereka sadari, interaksi manis nan akrab itu telah menjadi tontonan gratis bagi Sakti yang baru saja berhasil melacak keberadaan mereka dari kejauhan. Menyaksikan Rahma tersenyum begitu lepas, dadanya Sakti serasa dihantam palu godam besar. Ia tak habis pikir; alasan Rahma pergi ke kampus sepagi ini demi mengejar pelajaran yang tertinggal ternyata hanyalah sebuah kebohongan belaka di matanya.

Sakti mengepalkan tangannya amat erat, rahangnya mengeras hingga urat-urat di lehernya menegang.

Bugh!

"Kurang ajar... kalian benar-benar tidak tahu malu!" umpat Sakti tertahan setelah meninju tembok di samping tempatnya bersembunyi. Darahnya seketika mendidih.

Di sudut koridor lain, Salma yang berniat ke toilet tiba-tiba menangkap sosok kakaknya yang sedang berdiri tegang memperhatikan taman belakang. Salma mengikuti arah pandang Sakti dan mendapati Rahma sedang duduk berhadapan dengan Mayor Adnan yang tak kalah tampan dan gagah dari kakaknya.

Sebuah senyuman licik bin jahil langsung terbit di wajah Salma.

'Sepertinya Kak Sakti mulai cemburu tingkat dewa nih sama Rahma. Apakah Rahma belum cerita soal rencana pertemuannya dengan Mayor Adnan ini ke Kak Sakti? Tapi kalau melihat raut wajah Kak Sakti yang sudah seperti monster siap mengamuk begitu, sepertinya belum deh. Wah... bakal ada tontonan menarik nih! Kita lihat sejauh apa Kapten galak ini bertindak, dan semoga saja Profesor Asha segera tiba sebelum tempat ini berubah jadi medan perang,' ujar Salma dalam hati penuh harap seraya menahan tawa.

Sakti sudah tidak tahan lagi. Menyaksikan Rahma bisa tertawa sepuas itu di hadapan pria lain, sementara di hadapannya sendiri Rahma selalu bersikap ketakutan, gugup, dan kaku, membuat kewarasannya terbang entah ke mana.

Dengan tangan yang masih mengepal kuat dan tatapan mata tajamnya yang siap menghujam, Kapten Sakti Prawira Kusuma mulai melangkah mantap keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan tegap menghentak bumi menuju bangku taman belakang kampus, siap meledakkan seluruh amarah dan api cemburu yang sudah membakar habis kesabarannya tepat di depan wajah Rahma dan Mayor Adnan.

Bersambung...

1
Aanoer
👍👍👍👍👍🌟🌟🌟🌟🌟🌹🌹🌹🌹🌹☕☕☕☕☕
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Grin/😘
total 1 replies
@Al**
/Good/
Farida Dalle
Ternyata sdh tamat aja, bgmn dg Mayor sm Prof. Asha? kita tdk turut menyaksikan kelahirannya thor, gmn ini? kurang lengkap keknya.... terimakasih thor utk krya2mu, tg senantiasa menghibur dn sebagian sbgai pelajaran hidup dan semoga authornya selalu dlm lindungan Allah Swt, aamiin🤲😇
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih banyak kak, atas semua doa dan dukungannya 😊
semoga Kaka tidak pernah bosan dengan karya-karyaku yang lainnya 🤗
total 1 replies
Farida Dalle
Usaha tdk mengkhianati hasil, hehe😂
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Nah... baru sj pak Wirahadi membahas cucu, e dibalas kontan sm si authornya, iya kan... hasil kerja keras siang malam sdh membuahkan hasil, hihi🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, semangat 45 itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Bikin baper pasangan2 ini,jadi ingat masa muda, apa daya sdh terlanjr tua, wkwk🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sama kak 🤭
total 1 replies
Farida Dalle
Dinda tak kasih tahu yah, klu kamu tdk suka Sakti dan Rahma bahagia sebaiknya kamu tutup mata aja, kan beres... habis perkara, iya kan??? 🤭
Farida Dalle
Wah....bahaya,ulat bulu sdh mulai masuk ke area Bandung,hati2 dan waspada,kita jg akan pasang badan utk membela km Rahma demi keutuhan rumah tangga kalian,pokoknya jngn mau kalah yah Rahma sebagai istri sah
🤭
Farida Dalle
Bagus sekali dokter Adnan, kamu pintar membaca situasi, sahabat sejati yah seharusnya sprti dr.Adnan dan utk Sakti km hrs tegas, Dinda penuh dg akal bulus😡
Farida Dalle
Jangan sampai km ada niatan balik ke Dinda yah Sak, pokoknya klu km ketemu lg sm Dinda, aq langsung chat ke Dinda, biar kamu gak dikasi jatah🤣
-Zinnia-
awal yg seru
Farida Dalle
Duh... Sakti koq cemburuan banged, namanya jg mahasiswa psti punya teman, lahian jg kan Rahma tdk ngapa2in, cuma klan doang itupun bereempat, hadeuh kyk abg aja, cinta sih cinta tp logika hrs ttp jalan dong... sini tak sentil, hehe gumus thor dg kelakuan Sakti🤭🙏
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aku juga gemez kak, pengen cubit 🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Haha .. rasain Sak, nda bisa lanjut ke babak berikutnya, sabar buasanya seminggu atau 10 hari, tp bisa icip2 koq🤣🤣🤣
Farida Dalle
Tp sorry nih Sakti, mau tanya dong, beneran dulu wktu pacaran sm Dinda, kalian prnh ciuman? atau bahkan lebih? 🤔🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: pernah icip-icip dikit kak, tapi GK lebih dari itu 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Itu balasam utkmu Sakti, makanya jd orng jngan asal ngomong, krn Allah itu Maha membolak balikkan hati manusia, iya kan??? 🤣 kemarin2 bilngnya gak cinta, nah sekarng lain lg, pokoknya siksa tetus Rahma pak kapten, kasi pelajaran kcl2an, tarik ulur, hehe.... emangnya layangan🤭🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
Farida Dalle
Aduhhhh... gmn ini kapten? yg katanya hatinya msh ditempati sang mantan? koq cemburunya kelewatan .... hihi, malu tuh sm omongan🤭😂klu di Mkssr tu malu bisa bikin bunuh diri, buran gantung diri di bawah pohon toge😂🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Oalah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Farida Dalle
Katanya gak cinta tp cemburumu selangit... 😕makanya jd lelaki egonya jngn terlalu tinggi, malu kan jadinya utk mengaku cinta? 🤭😂
Farida Dalle
Katanya Sakti sdh mulai suka dan tertarik ke Rahma, makanya jngan terlalu cpt mengatakan tdk ada tempat buat Rahma di hatimu, kan jadinya seperti "menjilat ludah sendiri" 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju 🤣🤣🤣
total 3 replies
Farida Dalle
Sakti, km itu aneh... msh memikirkan orng yg sdh menghianatimu, bahkan msh ingin menjaga hati, hellow... sadar pak kapten😡
Farida Dalle
Duh... mmng kamu tdk boleh lg mengharapkan masa lalu, untuk apa coba??? yg lalu biarkan berlalu, sambut masa depan bersama jodoh yg telah ditakdirkan utkmu....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!