Kehidupanku berakhir saat ditikam tunangan dan adik tiriku sendiri.
Tapi saat aku membuka mata, aku ber Reinkarnasi menjadi Ratu es putri yang dibuang keluarga kerajaan karena "tidak punya kekuatan".
Apes? Enggak. Karena aku membawa [Sistem Es Dewa].
Misi: Selamat, Balas Dendam, dan Jadi Ratu!
Keluarga yang mengusirku? Tunggu saat aku membekukan kerajaan kalian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S RIANA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pengorbanan darah di istana Arbitrase
Pusat dari Elysium Realm kini diselimuti oleh kepanikan yang belum pernah terjadi sejak zaman mitologi. Di dalam Istana Arbitrase Tertinggi sebuah kastil melayang raksasa yang terbuat dari emas murni dan pilar-pilar cahaya dua High Arbiters terakhir yang tersisa berdiri di depan Altar Penciptaan Dewa dengan wajah pucat pasi.
Mereka adalah Arbiter Azrael sang Penjaga Hukum Jiwa, dan Arbiter Metatron sang Penjaga Hukum Spasial. Keduanya berada di puncak ranah Penyihir Agung Lingkaran 9 (Setengah Dewa).
"Tiga saudara kita... musnah dalam hitungan menit," Azrael bersuara, suaranya yang biasanya berwibawa kini bergetar hebat. Dia menatap cermin sihir yang hanya memperlihatkan reruntuhan es kelabu di Kuil Permafrost Purba. "Naga Es Kuno itu bahkan telah berevolusi menjadi Frost Sovereign Dragon. Gadis manusia dari dunia bawah itu bukan lagi seorang penyihir... dia adalah bencana berjalan."
"Kita tidak punya pilihan lagi, Azrael," Metatron menggertakkan giginya, matanya berkilat penuh kegilaan. "Kekuatan kita berdua tidak akan cukup untuk menahan Hukum Es Absolut miliknya. Kita harus mengaktifkan Altar Pemanggilan Darah Kuno dan memanggil proyeksi Dewa Sejati Elemen Cahaya dari Dimensi Kesembilan!"
"Tapi... untuk memanggil Dewa Sejati, kita membutuhkan tumbal jutaan jiwa!" Azrael tertegun. "Penduduk kota langit Elysium..."
"Jika kita mati di tangan gadis itu, seluruh Elysium Realm ini akan membeku dan lenyap!" potong Metatron kejam. Dia mengangkat tongkat hukum spasialnya tinggi-tinggi. "Korbankan mereka semua demi kemenangan para Dewa!"
WUUUUUSH!
Sebuah lingkaran sihir merah darah berdiameter puluhan kilometer mengepak di bawah seluruh kota langit yang mengitari Istana Arbitrase. Dalam sekejap, jutaan penduduk benua atas yang merupakan ras manusia suci dan peri cahaya menjerit histeris ketika esensi kehidupan, mana, dan jiwa mereka disedot paksa keluar dari tubuh mereka. Tubuh-tubuh mereka layu dan mengering menjadi abu di jalan-jalan emas, sementara aliran darah magis mengalir deras menuju pusat altar istana, membentuk pilar api merah keemasan yang menembus langit dimensi.
[Sistem: Deteksi Pemicuan Sihir Terlarang Dimensi Tinggi.]
* [Jenis: Pemanggilan Entitas Dimensi Kesembilan (Dewa Sejati Elemen Cahaya).]
* [Status: Proses Pemanggilan 70%... 85%...]
* [Peringatan: Energi yang akan turun melampaui batas toleransi ranah Lingkaran 9. Disarankan untuk memotong proses sebelum mencapai 100%.]
Dari kejauhan langit emas yang kini mulai diwarnai oleh kabut darah merah, Frost mengepakkan sayap raksasanya sepanjang seratus meter, membelah awan dengan kecepatan kilat. Di atas kepalanya, di antara sepasang tanduk kristal naga, Elena von Silversnow berdiri tegak. Rambut peraknya yang bersinar biru pekat karena Fisik Es Dewa 90% berkibar hebat menembus badai.
"Mereka membantai rakyat mereka sendiri hanya untuk memanggil pelindung baru," Elena menatap pilar api darah di depan Istana Arbitrase dengan pandangan dingin yang mutlak. Kebenciannya terhadap ras manusia dan para dewa semakin mengkristal sempurna di dalam Immortal Ice Heart miliknya. "Munafik hingga detik terakhir."
"Elena! Biarkan aku menghancurkan perisai istana mereka dengan kekuatan baruku!" Frost meraung keras, melepaskan aura naga berdaulat yang mengguncang dimensi.
"Lakukan, Frost," perintah Elena datar. Dia membuka layar virtual sistemnya, bersiap menggunakan 6.000.000 poin sistem barunya untuk mengunci kemenangan akhir.
Frost menukik tajam ke arah Istana Arbitrase. Sepasang sayapnya mengumpulkan hawa dingin murni dari seluruh Frozen Abyss dunia bawah yang terhubung melalui ikatan kontrak mereka. "Domain of the Dragon God: Permafrost Extinction!"
ROAAAAAARRRRR!
Semburan napas naga berwarna biru kehitaman meluncur lurus, menghantam perisai cahaya pelindung istana. Benturan dua kekuatan puncak Lingkaran 9 itu menciptakan ledakan spasial yang meruntuhkan separuh pulau melayang di sekitar istana. Perisai emas milik Azrael dan Metatron retak parah dan pecah berkeping-keping seperti kaca tipis di hadapan kekuatan evolusi Frost.
BANG!
Gerbang emas Istana Arbitrase hancur berantakan saat tubuh raksasa Frost mendarat di aula utama. Elena melompat turun dari kepala Frost, melayang anggun di udara dan mendarat tepat di hadapan Azrael dan Metatron yang sedang menyelesaikan ritual di atas altar darah.
"Sudah terlambat, Ratu Es!" Metatron berteriak histeris, darah mengalir dari mata dan hidungnya akibat memaksakan ritual terlarang. "Dewa Sejati telah mendengar panggilan kami! Kau dan seluruh pasukan monstermu akan dileburkan menjadi abu!"
Tepat pada detik itu, pilar api darah meledak. Langit di atas istana terbelah total, memperlihatkan sebuah wajah raksasa yang terbuat dari cahaya putih murni yang menyilaukan proyeksi Dewa Sejati Elemen Cahaya dari dimensi yang lebih tinggi. Tekanan ketuhanan yang ditimbulkannya begitu masif hingga membuat dua puluh Ice Vanguard Knight dan sisa Frost Specter milik Elena instan berlutut di lantai, tubuh es mereka mulai retak akibat radiasi cahaya dewa.
"Siapa yang berani menodai ranah suci pelayanku?" suara Dewa Sejati itu bergaung seperti jutaan guntur, langsung menekan jiwa siapa pun yang mendengarnya.
Elena mendongak, menatap proyeksi dewa tersebut tanpa ada rasa takut sedikit pun di sepasang mata peraknya. Dia menjentikkan jarinya ke arah layar sistem yang melayang di depannya.
"Sistem, gunakan seluruh 6.000.000 poin sistem untuk mengaktifkan fitur rahasia: Ice God Throne Execution," perintah Elena dalam hati dengan nada suara yang sangat tenang namun penuh tiran.
[Sistem: Pilihan Diterima. Mengonsumsi 6.000.000 Poin Sistem. Sisa Poin: 0 Poin.]
[Memanggil Proyeksi Otoritas Tertinggi: Sovereign Ice God (Dewa Sejati Elemen Es Kuno).]
[Mengunci Proyeksi Dewa Cahaya Spasial.]
HUMMMMM
Dunia seakan kehilangan seluruh suaranya. Cahaya emas dari Dewa Sejati mendadak meredup saat sesosok bayangan raksasa berwujud ksatria wanita berbaju zirah es biru gelap dengan mahkota duri es muncul di belakang Elena. Kehadiran proyeksi Dewa Es ini langsung membekukan seluruh hukum dimensi Elysium Realm, mengubah pilar api darah menjadi tiang es kristal yang beku.
"K-Kekuatan Dewa Sejati Elemen Es?! Bagaimana mungkin dunia bawah memiliki silsilah Dewa Tertinggi?!" Proyeksi Dewa Cahaya di langit terbelalak ketakutan, merasakan otoritas cahayanya ditekan secara absolut oleh hukum es dewa sistem Elena.
Elena mengayunkan tangan kanannya ke depan. "Enyahlah dari dimensiku."
Proyeksi Dewa Es di belakang Elena bergerak seirama, menghantamkan pedang es raksasanya ke arah langit yang terbelah.
BOOOOOOOOOOOMMMMMMMM!
Proyeksi Dewa Sejati Elemen Cahaya itu terbelah dua dan hancur berkeping-keping menjadi serpihan cahaya mati sebelum sempat melepaskan serangannya. Bersamaan dengan hancurnya sang dewa, Azrael dan Metatron yang terhubung secara jiwa langsung memuntahkan darah hitam. Tubuh mereka membatu menjadi es berlian hitam dan hancur berkeping-keping menjadi debu, menyusul tiga saudara mereka ke dalam kepunahan yang absolut.
[Sistem: Dua Eksistensi Ranah Lingkaran 9 dan Proyeksi Dewa Sejati Dimensi Sembilan Berhasil Dimusnahkan.]
[Menghitung Total Poin Sistem yang Diperoleh: 20.000.000 Poin (Pencapaian Pembunuhan Dewa).]
[Misi Utama: Penaklukan Elysium Realm Selesai 100%.]
[Selamat! Fisik Es Dewa Anda telah mencapai 100% (Sempurna). Anda kini telah resmi naik takhta menjadi Dewa Sejati Elemen Es Kuno di ranah fana.]
Elena berdiri di tengah reruntuhan Istana Arbitrase yang kini telah sepenuhnya membeku menjadi kastil berlian es hitam yang megah. Rambut peraknya bersinar dengan pendar ketuhanan yang murni, dan di dalam dadanya, Immortal Ice Heart berdetak dengan keheningan dewa yang absolut. Seluruh Elysium Realm kini telah resmi berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Es Dewa miliknya.
Elena melangkah kembali ke atas kepala Frost yang merunduk hormat, menatap ke arah lautan dimensi luas yang membentang di luar Benua Atas. Poin sistemnya kini mencapai puluhan juta, dan pembalasan dendamnya telah berevolusi menjadi penaklukan tanpa batas.
"Era para dewa palsu telah berakhir, Frost," ucap Elena dingin, suaranya bergema menembus batasan dimensi. "Mari kita bawa badai es dewa ini ke seluruh multiverse."