Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

DENDAM DI BALIK AIR TERJUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam
Popularitas:188
Nilai: 5
Nama Author: Stychin

Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Langkah kaki bu wida terasa begitu berat,namun penuh syukur saat mereka akhirny bisa menginjakkan kakinya di rumah mereka di kota.Aroma rumah yang familier menyambut mereka.membawa kehangatan yang sempat hilang di dimensi ghaib Air terjun.Aulia masih dalam keadaan tak sadar,pak sarip membantu dery untuk membawa aulia masuk ke dalam rumah.

Akhirnya Mereka telah pulang dengan selamat,membawa luka yang perlahan menyembuh berkat keikhlasan.

"Bu..non Aulia kenapa bu?bapak mana bu?"Tanya sarip dengan sedikit membungkukkan badannya menunjukkan sikap sopannya terhadap majikan.

Bu wida menghela napas dengan panjang,air matanya belum kering kini harus menetes lagi dan lagi karena kenyataan pahit yang belum bisa ia terima sepenuhnya.

Dery yang mengerti perasan Bu Wida menghampiri satpam yang usianya sudah tua itu.Ia menepuk pelan bahu pak sarip,menyuruhnya untuk lebih sabar dan ikut mendo'akan yang terbaik untuk keluarga kecil itu.

"Ma-maksudnya mas?saya belum ngerti sama yang mas bicarain"Ucap pak sarip.

"Papa Aulia tepatnya om Arman meninggal di Air terjun itu pak"Mata pak sarip dan istrinya terbelalak.sekujur tubuh pak sarip mendadak bergetar lemas.

"Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un..kenapa mas?"Tanya istri pak sarip dengan penasaran.

Mereka menyangka jika kematian Pak Arman karena penyakitnya yang mendadak kambuh di tempat itu.

"Panjang ceritanya pak,nanti aja ceritanya kalo Aulia udah sadar"Ucap Dery di angguki oleh pak sarip dan yang lainnya.

Tepat di jam 21.55 Di tengah berisiknya orang yang mengobrol,Aulia akhirnya membuka mata.membuat wajah ibunya bahagia.ia memandang sekeliling dengan pandangan yang belum sepenuhnya jelas.

"Ma.."Lirik gadis itu menyebut nama ibunya yang sudah terkulai lemas menyenderkan kepalanya di dekat tubuh Aulia yang tengah berbaring di sofa ruang tengah.

"Sayang..Alhamdulillah anak mama udah sadar"

"Kita udah di rumah ma?"Tanya Aulia dengan nada yang masih lemas, Lastri yang sudah membawanya ke alam ghaib menguras banyak energy Aulia.

"Udah sayang"

Aulia melirik ke arah teman-temannya dan sebagian tetangga yang sempat melihat Aulia tak sadarkan diri.

"Kok rame gini ma ada apa?oh ya,papa mana ma kok gak ada disini?"Bu wida tak bisa lagi menahan tangisnya,sebab ia hanyalah manusia yang tak berdaya.Tak bisa di pungkiri bahwa pikiran dan hatinya sangatlah hancur setelah anak semata wayangnya menanyakan hal sakit yang baru mereka alami.

Semua orang menunduk membuat kening Aulia mengerut.

"Mama kenapa nangis ma?papa di kamar ya?atau penyakit papa lagi kambuh?ma!!jawab Aulia ma"

"Papa kamu.."

Bu wida memeluk anaknya dengan erat,menumpahkan sisa sisa air mata yang tak bisa di tahannya lagi.

"papa kamu meninggal aulia..."

PECAHH!!!

Seakan dunia aulia hancur malam itu setelah menerima kenyataan pahit yang di keluarkan di mulut ibunya.

"Ma.jangan becanda gak lucu"Aulia memasang wajah serius.

"Tante Wida bener ul..om Arman meninggal di air terjun"

"K-kok bisa,ma jelasin ke aku ma jelasin aaaaaa"Teriaknya bercampur dengan tangis histeris.

Tak ada yang bisa menahan air mata mereka saat melihat Aulia dan ibunya saling berpelukan.Dunia mereka benar benar hancur setelah kehilangan orang yang paling mereka sayangi.

"Aulia..yang sabar ya ul,om Arman udah gak bakal ngerasain lagi sakit kaya kemaren dia udah tenang di atas sana"Dinda mencoba sedikit menenangkan temannya dengan mengelus lembut punggung milik Aulia.

Sebisa mungkin Bu Wida menceritakan kejadian di awal sampai akhir yang sangat mengenaskan bagi suaminya.ada rasa yang sulit untuk ia percayai,dimana papanya tega menyimpan rahasia besar selama puluhan tahun dengan rapi.

"Papaaaa"

"Kuat ya sayang..kita doakan papa semoga papa tenang di atas sana.Mama yakin,meskipun papa udah meninggal..tapi dia akan tetap berada di sisi kita,menjaga kita walaupun kita gak bisa liat dia"Ucap bu wida dengan isak tangis yang tak kunjung mereda.

Hari pun semakin malam,satu persatu para tetangga berpamitan untuk pulang ke rumah mereka masing masing.sebelum besok untuk membantu bu wida menyiapkan acara tahlilan.

Aulia masih dengan kesedihannya,ia duduk di balkon di temani oleh ketiga temannya. memeluk sebuah pigura dimana ada Pak Arman,Bu Wida,dan dirinya.Ia merindukan kehangat keluarganya,rindu canda tawa papanya yang tak akan bisa ia rasakan lagi.

"Ul..kita ngerti perasaan lu sekarang gimana.Tapi lu makan dulu ya,jangan biarin perut lu sakit ul nanti papa lu di atas marah"

Ucapan Dinda membuat Aulia menoleh ke arahnya,ia memeluk Dinda dan menumpahkan air matanya di pelukan temannya itu.

"Lu harus kuat ul,lu gak sendiri masih ada kita yang bakal nemenin lu terus"Ucap Martin yang di angguki oleh Dery.

Dery mengambil piring di meja kamar Aulia,menyodorkannya ke mulut gadis itu.Aulia hanya tertegun merasa sungkan membuka mulutnya.

"Yu makan dulu ya jangan sampe sakit kasian tante wida nanti"

Benar,Aulia masih mempunyai Bu Wida.ia tak mau ibunya semakin merasa sedih setelah melihat Aulia yang drop dengan segala hal.sama dengan dirinya,bu wida juga merasakan sakit yang di rasakan Aulia sekarang.

Berkat bujukan Dery dan teman temannya,akhirnya gadis itu mau membuka mulutnya dan memakan makanan yang di buat oleh istri pak sarip yang kini menjadi pembantu mereka.

"Makasih ya,kalian udah setia jadi temen gue selama ini.gue sayang banget sama kalian"Ucapnya dengan melirik satu per satu wajah temannya.

Kini Aulia baru menyadari jika salah satu temannya tak ada bersama mereka.

"Loh..Citra mana?dia langsung pulang ya?kok gue gak liat dia dari tadi??" Tanyanya dengan nada surau.

"Citra juga ilang ul,kita gak tau dia kemana.tapi kita yakin,citra masih ada di air terjun itu sama kaya lu ul.kayaknya dia di culik demit Lastri atau siapa gue gak tau pasti, kata mama lu desa itu udah gak berpenghuni ul"Ucap Dinda dengan nada pasrah.

Aulia menutup mulutnya karena terkejut.

"Gimana bisa kalian ninggalin citra?kalian gak takut kejadian papa gue keulang lagi sama kita hah?"Ucap aulia dengan sedikit marah.

ketiganya menunduk,mereka merasa serba salah.

"Kita gak bisa nemuin citra kalo gak bawa orang pintar ul,mama sama papa lu aja nemuin lu lewat orang pinter ya walaupun hantu.lah kita minta bantu sama siapa?pas lu ketemu aja tu kakek kakek langsung ilang bagai di telan bumi"

"ya ul yang di bilang dinda bener,kita gak bisa apa apa selain pulang"

Aulia membuang napasnya dengan kasar,ia tak melanjutkan makannya lagi.Pikirannya sangat kacau,jika terjadi apa apa dengan citra tentu mereka akan menjadi incaran keluarga gadis itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!