Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:29.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tientien AQuariuzz Girllzz

Zhafira Nayara Humaira, gadis berparas cantik, namun yatim piatu. Memiliki kepribadian lembut, ramah dan tegas dalam bersikap. Kini sedang berkuliah lewat jalur beasiswa.

Tak sedikit Mahasiswa yang ingin menjadikan pacar tapi selalu ia tolak secara halus, karena ia tak ingin fokusnya terganggu. Hingga ia menerima Bryan, pria yang selalu ada untuknya. Mereka memutuskan untuk menikah siri dan tinggal di aparteman yang sama.

Setelah wisuda selesai, Bryan izin pulang ke Jakarta, Zhafira sering mual dan muntah. Di tengah ketidaknyamanan, Zhafira tak sengaja menyaksikan siaran langsung di TV. Brian, suaminya sedang melangsungkan pertunangan dengan wanita cantik, elegan.

Seketika dadanya seperti tertusuk jarum besar, perih dan menyakitkan. Bersamaan itu ia baru saja mengetahui kalau dirinya sedang hamil.

Bagaimana ia menghadapi kenyataan pahit itu? Mampukah ia bertahan demi nyawa yang dikandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 KECERDASAN DEVAN

SELAMAT MEMBACA !!!

Pagi ini sesuai dengan kesepakatannya dengan Devan, Haikal mengajak Devan dan Naya pergi ke Mal bersama dengan Amara.

Di sinilah mereka di Mall terbesar dan terlengkap di Belanda. Haikal menggendong Devan dan Amara menggendong Naya yang cerewet itu, dari masuk pintu Mall sampai sekarang belum berhenti bertanya ini itu.

Amara sampai gemas menciumnya berkali-kali sambil terkekeh, dia itu seperti siapa ya Fira perasaan tak cerewet-cerewet banget, apalagi Bryan yang dingin seperti kulkas dua belas pintu.

"Mommy, Naya mau nanti dibelikan boneka bear yang besar ya, Mom!" seru Naya sambil bertepuk tangan, membuat semua orang menoleh ke arah mereka berempat.

"Adik! Berisik tahu, lihatlah semua orang melihat kita!" tegur Devan yang menatap adiknya dengan tatapan tajam.

Naya hanya cengengesan ditatap kembarannya dengan tatapan tajamnya sambil menelangkupkan kedua tangannya.

Haikal dan Amara hanya terkekeh melihat kelakuan dua anaknya itu. Haikal mengajak mereka ke penjualan komputer yang lengkap itu. Dia juga membelikan layar seperti Tv yang bisa diakses menggunakan komputer.

"Masih ada yang diperlukan Tuan Haikal?" tanya karyawan toko setelah selesai mengambilkan semua barang diminta oleh Haikal.

Haikal melihat semua barang yang dimintanya, ia menggelengkan kepalanya, "Cukup, untuk sementara waktu. Jika nanti masih kurang kami akan kesini lagi," jawab Haikal sambil menyodorkan kartu berwarna hitam miliknya.

Karyawan itu memproses semua pembelian barangnya, setelah selesai menghitung dan proses pembayaran selesai. Karyawan itu mengembalikan kartunya kepada Haikal.

"Tolong antar ke rumah, ya. Alamatnya sudah saya tulis di kertas itu!" perintah Haikal kepada karyawan sambil menunjuk ke selembar kertas kecil di atas meja kasir.

Karyawan itu menganggukan kepalanya sambil tersenyum, "Siap, Tuan. Teman saya akan mengantarkannya sesegera mungkin ke rumahnya, Tuan Haikal."

Haikal bersama keluarganya menuju ke toko yang menjual khusus mainan untuk anak-anak. Naya meminta Amara untuk menurunkannya, lalu ia memagang tangannya Amara sambil berjalan pelan. Melihat kanan kiri mencari mainan yang diinginkannya.

Sementara Haikal dan Devan duduk di kursi yang disediakan toko. "Kamu tak mau mencari mainan, Sayang. Itu ada mobil-mobilan besar mau nggak?"

Devan menjawabnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya, Ia tak tertarik dengan mainan itu kecuali komputer.

"Sudah, Dad. Itu mainannya Naya sudah dibawa ke kasir!" seru Amara berjalan ke arah suami dan putranya.

Haikal menggendong Devan berjalan ke arah kasir, lalu menyodorkan kartunya kepada kasir untuk membayar semua mainan yang diminta oleh Naya.

☆☆☆♡♡♡♡☆☆☆

Di Bandung Zafran, Tasya dan Elena sedang berkumpul di sebuah cafe tempat favorit mereka untuk mengobrol.

"Jadi kapan kita berangkat ke ulang tahunnya kembar?" tanya Tasya sambil menyedot minuman di depannya.

Zafran menghela napasnya dengan berat, ia bingung dan masalah ini yang akan didiskusikan dengan sahabatnya. "Aku juga bingung ini, makanya aku mengajak kalian ngobrol di sini untuk mendiskusikan masalah ini. Aku besok mau ke Kalimantan untuk meninjau pekerjaan di sana, pulangnya mepet banget waktunya dengan ulang tahunnya kembar. Bagaimana ini aku bingung?"

Tasya menatap ke arah Elena. "Apa kita berangkat dulu, El. Bareng Mama dan Papa, biar Zafran ke sana sendiri?" tanya Tasya kepada Elena berusaha mencari jalan keluar yang baik.

Elena terdiam memikirkan ajakannya Tasya. Setelah beberapa saat berpikir, ia menatap Tasya lalu berucap, "Hmmm...itu ide yang bagus, Sya. Kita berangkat duluan bareng Mama dan Papa. Kita juga bisa membantu Fira untuk mempersiapkan acara ulang tahunnya kembar yang pertama ini. Kita juga belum membelikan kado untuk mereka," jawab Elena menyetujui usulnya Tasya, untuk berangkat bareng kedua orang tuanya Zafran.

Zafran juga setujui, ia juga kemungkinan sehabis menyelesaikan pekerjaannya, ia akan langsung segera menuju ke Belanda. Ia tak ingin melewatkan ulang tahun pertama kedua keponakannya itu.

Lagian Zafran tak akan melewatkan rencana Haikal, kalau dia akan memberitahukan kebenaran masalah Bryan dan semua masalah dalam rumah tangga Fira.

Mereka bertiga keluar cafe, lalu menuju ke toko mainan untuk membeli kado ulang tahunnya kembar.

☆☆☆♡♡♡♡☆☆☆

Haikal menata semua perlengkapan komputer milik Devan di sebelah meja belajarnya. Dia juga merombak tata letak semua barang yang ada di kamarnya kembar.

"Mila, terima kasih kamu sudah sangat berjasa untuk perkembangannya Devan, saya akan kasih bonus untukmu!" seru Haikal menatap pada pengasuh anak-anaknya.

Amara menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan suaminya. "Ya, Mil. Terima kasih kamu sudah mengajari Devan mengenal huruf dan sekarang sudah bisa membaca!" ucap Amara kepada Mila.

Mila tersenyum tulus, lalu menggeleng pelan menanggapi ucapan terima kasih dari Tuan dan Nyonyanya, "Tak perlu berterima kasih, Tuan, Nyonya. Itu memang kewajiban saya sebagai pengasuhnya," jawabnya lembut penuh kebanggaan.

Ia menatap Devan yang fokus dengan komputer barunya, lalu menatapnya dengan kagum, "Dan jujur saja, Nyonya, Tuan. Tuan Muda Devan anaknya jenius banget. Baru diajari satu kali saja, dia langsung bisa. Contohnya pengenalan huruf saya hanya mengucapkan sekali, dia diam sambil memperhatikan saya bicara, tapi ketika saya suruh untuk mengulangnya dia lancar sekali, Tuan, Nyonya. Sungguh saya sangat kagum melihat kecerdasannya, Tuan," ucap Mila menjelaskan keadaannya Devan saat belajar.

Haikal dan Amara saling berpandangan, lalu mereka tersenyum bangga dan kagum dengan kecerdasannya Devan. Wajar saja ya, Mama dan Papanya waktu kuliah mendapatkan predikat cum laude semua. Bahkan Fira mendapatkan predikat Summa cum laude.

Haikal melangkah ke arah Devan, ia ingin mengajari cara mengaktifkan layar komputernya dan cara menggunakan komputernya.

Amara berdiri di belakang mereka berdua, ia ingin melihat apakah Devan juga mewarisi kecerdasan dalam bidang ilmu komputer yang diajarkan Haikal padanya. Ia sungguh penasaran sekali.

Sore harinya Fira baru pulang dari Butiknya yang semakin terkenal dan ramai itu, "Assalamualaikum," sapanya.

"Calam, Mama!" jawab Naya sambil berlari kecil ke arah Mamanya yang baru pulang kerja.

Hap Fira menangkap tubuh gemoy putrinya dengan tersenyum lebar, mencium kedua pipi putrinya. "Kok sepi, Sayang. Abang dimana?" tanya Fira yang tak melihat batang hidung putranya.

"Hmmm...Abang macih belajal dengan Daddy di kamal, Ma," jawab Naya sambil memeluk erat leher Mamanya.

Fira pamit pada Mila untuk membawa Naya ke kamarnya. Fira melangkah ke arah lift yang berada di pojokan ruang tamu.

Ia membuka pintunya, lalu berjalan ke arah pintu penghubung kamar si kembar. Di sana ia bisa melihat putranya yang khusuk mendengarkan Haikal yang sedang menjelaskan pelajaran komputer kepada Devan.

"Assalamualaikum," sapa Fira melangkah mendekat ke arah Devan dan Haikal.

Devan menoleh dan turun dari kursinya, "Walaikumsalam Mama, kok Mama pulangnya cepat?" tanya Devan mencium tangan Mamanya, Fira membalasnya dengan mencium kepala putranya.

Fira juga menghampiri Haikal, lalu mencium tangannya dengan Takzim. Fira menatap komputernya Devan yang baru dibelikan Haikal.

"Kok komputernya masih ditambah layar yang besar itu, Bang? Pasti harganya mahal ya, Bang. Maafkan Devan ya, Bang sudah menghabiskan uangnya Abang. Aku kembalikan ke Abang ya uangnya!" seru Fira tak enak hati kepada Haikal.

Haikal menggelengkan kepalanya, "Apaan sih, Dek. Devan itu juga anakku, kalau kamu lupa, Dek. Jadi seorang Ayah membelikan putranya barang itu wajar saja. Lagian itu juga keinginan Abang sendiri, membelikan komputer yang lengkap kepada Devan sebagai hadiah ulang tahunnya."

Fira hanya bisa menghela napasnya pelan, ia menatap Haikal dengan pandangan penuh berterima kasih. Haikal benar-benar memanjakan anak-anaknya dengan sepenuh hati. Tak pernah sekalipun memikirkan seberapa mahal hadiah yang diberikan pada kedua anaknya.

1
Sri Supriatin
Semoga lancar ke pindahan ke Indonesia dan berkabung dgn ayah kembar 💪💪💪💪😍😍😍
pojok_kulon: Amin makasih doanya Kak Sri
total 1 replies
sunaryati jarum
Segera beri tahu Bryan untuk menjemput istri dan anak- anaknya
pojok_kulon: Hehehe Iya Kak Sunaryati
total 1 replies
sunaryati jarum
Selamat ulang tahun Devan dan Naya,maaf nenek nggak kasih kado takut nggak nyampai.Semoga panjang umur sehat selalu dan makin jenius
pojok_kulon: Amin terima kasih doanya Kak Sunaryati
total 1 replies
sunaryati jarum
Semoga kejeniusan Devan bermanfaat untuk dirinya dan usaha mamanya.Kok Amara belum juga hamil,Beri keturunan, Thoor.
pojok_kulon: Amin..Hehehe Iya Kak Sunaryati
total 1 replies
Sri Angga
semoga Haikal& Amara sgra dpt momongan y Thor!!,mereka bgtu tulusmenyayangi si kembar.
pojok_kulon: Amin semoga saja ya Kak Sri
total 1 replies
kaylla salsabella
yeeee akhirnya kesalah pahaman terselesaikan
pojok_kulon: Alhamdulillah
total 1 replies
Sri Supriatin
Fira masih Cinta sm Brian n dia g benci suaminya, kembar nama belakang Brian, ayooi Fira hubungi suamimu💪💪💪
pojok_kulon: Benar itu Kak Sri
total 1 replies
Erna Fkpg
tak kirain papa Bryan diundang keulta kembar jd kejutan buat si kembar dan mama fira
pojok_kulon: Hehehehe iya nanti Next ultah ya Kak Erna
total 1 replies
Sri Supriatin
kayanya nnti sesudah pesta n hanya kel.Atau itu Haikal, opa kembar n uncle bakal nasehati Fira ketemu Brian...semoga kembar diketemukan papanya 🙏🙏🙏
pojok_kulon: Amin iya Kak Sri semoga saja
total 1 replies
kaylla salsabella
ku kirain Bryan juga di undang🤭🤭
pojok_kulon: Next ya Kak Kaylla
total 1 replies
Rahmat
apa aku yg kurang fokus nyimakx y tadi mau di bawah ke jerman kok tibax di belanda🙏maaf y
pojok_kulon: Iyakah Kak, terima kasih atas koreksinya Kak Rahmat 🙏🙏🙏 Maaf ya
total 1 replies
Sri Supriatin
eeh iya pengasuh mb Mila cuma.ngajarin.baca 🤭
pojok_kulon: Iya Kak Sri,,n
total 1 replies
Erna Fkpg
devan emang anak genius sama kayak ortunya 👍👍👍
pojok_kulon: Alhamdulillah Kak Erna
total 1 replies
Sri Supriatin
semangat Devan...daddy Haikal top terelepop 👍👍👍
pojok_kulon: Terima kasih Kak Sri
total 1 replies
falea sezi
🤣 sama jalang OKB aja pada takut
pojok_kulon: Hehehe Iya mungkin Kak Falea
total 1 replies
kaylla salsabella
gak sabar nunggu rasa terkejut nya fira klu tahu kebenaran tentang Bryan🤭🤭
pojok_kulon: Hehehehe Iya Kak otw
total 1 replies
Erna Fkpg
emang the best si devan💪💪🙏🙏🙏
pojok_kulon: Hehehehe iya Kak Erna
total 1 replies
kaylla salsabella
mbak mila
Sri Angga
hebat anak 1 tabun dh bs bc!!🤭
pojok_kulon: Hehehehe iya Kak Sri
total 1 replies
Sri Supriatin
Mb Mila yg ngajarin komputer dad 🤭🤣🤣
pojok_kulon: hehehehe Iyakah Kak Sri
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!