Indonesia
NovelToon NovelToon
Manis Yang Tidak Pernah Kumiliki

Manis Yang Tidak Pernah Kumiliki

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: teteh lia

Setelah diminta mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO sebuah perusahaan besar, Viola Shania memilih memulai hidup baru dengan membuka toko kue sederhana bernama Sweet Cake.
Di balik senyum manis dan kue-kue manis yang dibuatnya, tersimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh.
Sebuah kejadian tak terduga mengubah jalan hidupnya, memaksanya menikah dengan Han Seokjin, seorang CEO dingin, angkuh, berusia 35 tahun. Han Seokjin menutup rapat pintu hatinya setelah cinta tak berbalas terhadap sepupunya sendiri.
Di tengah pernikahan yang penuh tantangan, Viola bertekad mencairkan hati suaminya.
Mampukah ia meraih cinta Seokjin, atau justru menyerah pada takdir yang tak pernah berpihak padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

"Ada pesanan masuk, Bu. Lumayan banyak." Suara Rani terdengar dari belakang.

Viola tidak menjawab. Tangannya masih bergerak mengaduk adonan brownies di dalam mangkuk besar. Spatula pengaduk berputar perlahan, tetapi tatapan wanita itu kosong. Ia bahkan tidak benar-benar melihat adonan cokelat yang ada di hadapannya.

Pikirannya kembali pada percakapan dengan Sagara kemarin. Pada permintaan gila yang membuatnya tidak bisa memejamkan mata semalaman.

Permintaan yang sederhana ketika Sagara ucapkan. Namun, bagi Viola, melakukannya berarti mengorbankan dirinya sendiri. Bukan hanya sebuah pengorbanan sederhana, tapi pengorbanan besar.

Semalaman ia berbaring dengan mata terbuka, menatap langit-langit kamar. Berkali-kali ia mencoba meyakinkan dirinya bahwa keputusan itu tidak perlu dipikirkan terlalu jauh.

Namun, semakin ia mencoba mengabaikannya, semakin jelas suara Sagara terdengar di kepalanya. Dan semakin jelas pula wajah Nara dengan air mata yang mengalir di pipinya.

Viola menghela napas pelan. Spatula besar di tangannya kembali bergerak, hingga tanpa sadar adonan itu hampir melewati bibir mangkuk.

"Bu Viola?" Rani kembali memanggilnya. Kali ini gadis itu berdiri di samping Viola. Namun, tetap tidak ada reaksi. Viola masih tidak menjawab.

"Bu Viola!" Rani berkata sambil menyentuh pelan bahu atasannya.

Viola tersentak. Tangannya refleks hingga spatula besar pengaduk hampir terlepas dari genggaman. Ia menatap Rani dengan mata membulat. "Rani ... ada apa?"

Rani menghembuskan napas lega. "Saya memanggil Bu Viola berkali-kali." Lalu menunjuk mangkuk besar di hadapan Viola. "Adonannya hampir tumpah."

Mengikuti arah jari Rani, barulah Viola menyadari bahwa adonan cokelat itu hampir meluber.

"Ya ampun!" Ia buru-buru meratakan kembali pinggiran adonan itu.

Rani memperhatikan wajah Viola yang terlihat pucat, ia juga baru kali ini melihat atasannya kehilangan fokus saat berhadapan dengan adonan kue.

"Ibu tidak apa-apa?" tanya Rani khawatir.

"Aku tidak apa-apa," jawab Viola singkat.

Rani masih menatapnya dengan khawatir. "Biar saya saja yang melanjutkan membuat adonannya," tawar Rani.

"Tidak perlu." Viola melepas celemeknya, lalu menyerahkannya pada Pak Mario yang baru saja datang. "Pak, Tolong lanjutkan adonan ini sampai siap di panggang."

"Baik, Bu," jawab Mario singkat. Pria itu mengenakan celemek kemudian melanjutkan pekerjaan Viola tadi.

Tatapan Viola beralih pada Rani. "Tadi kamu ingin menyampaikan apa?"

"Ada cukup banyak pesanan masuk untuk besok. Saya tidak tahu yang mana yang bisa kita ambil, karena kuota pesanan untuk besok sudah hampir habis," papar Rani.

"Baiklah. Ayo kita periksa."

Keduanya lalu berjalan bersama keluar dari area dapur.

Begitu sampai di area depan pelanggan, suara televisi membuat langkah Viola melambat. Siaran dari salah satu berita gosip sedang berlangsung.

Di layar wajah Seokjin dan Nara kembali muncul.

"Skandal yang menyeret nama CEO Dhanubrata Group, Han Seokjin dan Naraya Pramaswari Jayendra kembali menjadi perhatian publik ...."

Viola berhenti. Tatapannya langsung tertuju pada layar televisi. Rani ikut berhenti di sampingnya. Beberapa pelanggan yang sedang menikmati makanan juga menoleh ke arah televisi.

Pembawa Acara gosip itu kembali melanjutkan.

"Selain dugaan adanya hubungan khusus antara keduanya, publik juga menyoroti fakta tentang Han Seokjin yang hingga saat ini masih berstatus lajang meski usianya telah memasuki usia matang ...."

"Han Seokjin juga tidak pernah secara resmi memiliki hubungan dengan wanita manapun. Semua itu membuat dugaan tentang perselingkuhan itu semakin kuat."

"Pantas saja." Suara seorang pelanggan terdengar dari meja dekat televisi.

"Pantas apa?" tanya wanita yang duduk di depannya.

"Pantas saja pria setampan itu belum memiliki kekasih. Ternyata ada main dengan istri orang."

"Bukannya suami Nara itu tampan ya?" Pelanggan lain ikut menyahut.

"Tampan, masih muda, dan terlihat sangat bucin." Pelanggan yang duduk di dekat pintu ikut berkomentar.

"Sayang banget. Punya suami spek komplit kek gitu malah diselingkuhin."

Obrolan-obrolan itu berkembang semakin lebar. Orang-orang itu terlihat begitu percaya pada berita yang beredar. Bahkan, beberapa di antaranya mulai menyalahkan dan menyudutkan Nara, seolah-olah wanita itu benar-benar seorang istri yang tega mengkhianati suaminya.

Viola menelan ludah. Dadanya seperti dipenuhi sesuatu yang berat. Ia ingin menjelaskan bahwa semua itu hanyalah kesalahpahaman semata. Nara adalah wanita yang baik, seorang istri yang begitu setia dan mencintai suaminya. Namun, semua penjelasan itu hanya berputar di kepalanya.

Ia menggigit bibir bawahnya. Tatapannya perlahan jatuh ke lantai. Bayangan Nara kembali muncul begitu jelas, seolah wanita itu berada di hadapannya. Wajah pucat, mata sembab, bahu yang bergetar, dan air mata yang seakan tidak menemukan ujungnya.

Nara begitu mengkhawatirkan nasib pernikahannya. Ia khawatir pemberitaan itu menghancurkan kepercayaan Sagara terhadapnya. Belum lagi pandangan orang yang kini menghakiminya seolah ia adalah wanita jahat yang telah mengkhianati suaminya.

Viola mengepalkan tangannya perlahan. Ada rasa sesak yang menjalar ke tenggorokannya. Ia tahu Nara tidak pantas menerima semua ini.

Di tengah riuhnya suara televisi dan bisikkan para pelanggan, satu hal kembali terlintas dalam pikirannya.

Permintaan Sagara.

Permintaan yang sejak semalam tidak memberinya ketenangan.

Viola menarik napas panjang. Ia menatap layar televisi sekali lagi sebelum akhirnya memalingkan wajah. Mungkin sudah saatnya ia mengambil keputusan.

Keputusan yang mungkin akan mengubah hidupnya sendiri.

"Bu Viola."

Suara Rani membuat Viola menoleh.

Rani menunjuk ke arah meja kasir. "Pesanannya?"

Viola mengangguk pelan. "Baiklah. Mari kita lihat." Ia melangkah mengikuti Rani. Namun, baru beberapa langkah, ponselnya yang berada di saku bergetar.

Kembali berhenti, Viola merogoh sakunya dan mengambil ponsel tersebut.

Sebuah pesan masuk. Viola membacanya, ekspresi wajahnya perlahan berubah. Matanya membeku pada layar, bibirnya sedikit terbuka, sementara jemarinya perlahan mengencang, menggenggam ponsel.

Pesan itu berasal dari Sagara. Viola membacanya sekali lagi. Jantungnya berdegup lebih cepat. Ia menoleh ke arah Rani. "Rani, tolong urus semua pesanannya. Pilih yang menurutmu sanggup Sweet Cake penuhi. Aku harus segera pergi."

"Ta-tapi, Bu ...."

Belum sempat Rani selesai bicara, Viola sudah lebih dulu meraih tasnya lalu beranjak pergi.

"Bagaimana kalau aku salah pilih," gumam Rani lesu.

****

Sementara di tempat lain, seorang pria paruh baya duduk tenang di sebuah ruangan sunyi.

Di hadapannya, layar laptop terus menampilkan pemberitaan tentang skandal yang sedang mengguncang nama Han Seokjin dan Dhanubrata Group.

Senyum tipis terukir di bibirnya. Ia membaca setiap judul berita dengan mata berbinar, seolah sedang menikmati sebuah kemenangan yang sudah lama ditunggunya.

"Han Seokjin."

Pria itu menyebut nama tersebut perlahan. Senyumnya semakin lebar.

"Pada akhirnya, kau akan hancur."

Ia bersandar di kursinya. Beberapa foto yang diperolehnya terpampang di layar. Foto Seokjin dan Nara ketika memasuki kamar hotel. Sudut pengambilan gambarnya cukup jelas untuk membuat siapa pun mudah menarik kesimpulan yang salah.

Pria itu tidak peduli pada kebenarannya, yang ia inginkan hanyalah kehancuran.

Beberapa hari sebelumnya, ia telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membayar seseorang agar mengikuti pergerakan Seokjin. Ia membutuhkan kelalaian pria itu. Sesuatu yang bisa digunakan untuk menjatuhkan CEO muda tersebut.

Dan malam itu, kesempatan datang begitu saja. Seokjin memasuki kamar hotel bersama Nara. Sebuah foto berhasil didapatkan.

Bagi pria itu, foto tersebut sudah lebih dari cukup.

"Pria sombong itu pantas mendapatkannya." Ujung jari pria itu mengetuk meja perlahan. "Han Seokjin dan kesombongannya perlahan akan hancur."

Ia masih mengingat jelas bagaimana Seokjin menolak kerja sama yang pernah ditawarkannya. Bukan hanya sekali.

Pria itu sudah beberapa kali mencoba membuka jalan kerja sama dengan Dhanubrata Group, tetapi Seokjin selalu menolaknya dengan alasan yang sama, bahkan pria arogan itu pernah menghinanya dengan mengatakan Dhanubrata Group tidak membutuhkan mereka.

Penolakan itu meninggalkan luka pada harga dirinya. Dan bagi seorang pria yang terbiasa mendapatkan apa yang diinginkannya, penolakan seperti itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada sebuah kontrak.

"Dulu kau membuatku terlihat seperti orang yang tidak layak berdiri di hadapanmu." Senyumnya perlahan menghilang. Digantikan tatapan penuh kebencian. "Aku masih sangat mengingat semua itu."

Ia mengambil gelas di atas meja, tetapi belum sempat meminumnya, matanya kembali tertuju pada layar. Senyum puas itu kembali muncul. Kali ini lebih dingin.

"Sekarang rasakan pembalasan dariku."

Ia mengangkat gelasnya sedikit, seolah sedang bersulang dengan kehancuran seseorang.

"Han Seokjin ...." Suaranya rendah. "Nikmatilah kehancuranmu."

Tawa kecil terdengar di ruangan itu. Namun, pria tersebut tidak menyadari satu hal. Foto yang ia gunakan untuk menghancurkan Seokjin ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih rumit daripada yang terlihat.

Dan ketika sebuah berita baru mulai muncul ke permukaan nanti, orang yang merasa sedang memegang kendali itu mungkin justru akan menjadi orang pertama yang kehilangan semuanya.

**** Bersambung.

1
〈⎳ FT. Zira
curiga aku ma seok ini... ada udang di balik bakwan🤧
Aegis
yah diapus yang alya🥴
-Thiea-
pasti hubungan mereka makin rumit kedepannya.
-Thiea-
kasihan si vio, hidupnya g pernah manis seperti kuenya 🥺
Bunda HB
kasian viola jdi tumbal terus dri gunung kawi....😅😅
Teteh Lia: Di tumbalin ke Seokjin. 😭
total 1 replies
Lisa
Wah benar² surprise nih..Seokjin ikut membantu Viola menjawab pertanyaan wartawan juga meluruskan bahwa dia g ada hubungan dgn Nara..
Lisa: Wah bikin ruwet Kak..
total 2 replies
Lisa
Wah kira² apa nih yg akan dikatakan oleh Viola
Bunda HB
viola baik sll berkorban buat sagara dan tumbal ibu tiri.....gk mikirkan perasan sndri.
Bunda HB: iya sedih dgn nasib nya.thor kasih kan laki2 yg tulus mencintai viola .berilah kebahgian sll jdi korban terus.😭😭🙏🙏👍👍💪💪
total 2 replies
Lisa
Penasaran nih apa y yg akan dilakukan Viola
Lisa
Wah ada musuhnya Seokjin juga nih yg mengambil kesempatan utk menghancurkan dia..gmn nih kelanjutannya..
Teteh Lia: Seokjin kan arogan, jadi banyak musuh na😅
total 1 replies
-Thiea-
mo minta si vio nikah sama si Han jangan-jangan. 🤨
Lisa
Wah permohonan apa nih
Lisa
Moga aj Sagara tetap percaya pada Nara..kira² apa nih yg akan dibicarakan Sagara pd Viola.
-Thiea-
tahu han. tapi Nara udah jadi istri Sagara sekarang. mereka juga saling mencintai. kamunya yang harus belajar untuk melupakan.🫰
-Thiea-
diminta tenang pula. suami mana yg gak marah istrinya dilecehkan. hajar aja si seokjin biar sadar dia.
-Thiea-
Istighfar seokjin. Nara udah jadi milik orang lain.. /Gosh/
Aegis
itu aja pendapat gue. Sebagai orang yang lebih menikmati kisah yang ada latar belakang dan proses, mending gua baca yang alya aja.
Aegis
iya, pas masih lajang ae bisa jaga jarak, sekarang malah ngrangsek🥴
Aegis
nah, pelecehan seksual
Aegis
terlali denial si seok jong un ini🥴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!