Indonesia
NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Malam ini sudah Oliver putuskan untuk menginap dirumah Zafana dan kembali tidur diranjang yang sama bersama Zafana, Zafana sendiri tidak masalah selagi Oliver tidak melakukan apapun padanya saat ia tidur. Saat ini Zafana dan Oliver sedang berada diruang makan bersama Clara dan Damian. Setelah kepulangan mereka sore tadi Zafana segera menyiapkan makan malam untuk mereka dibantu oleh Oliver.

“Mama kamu siapa yang jagain dirumah sakit, nak Oliver?”tanya Clara.

“Ada mbo Itah, tante”jawab Oliver.

“Bagus lah kalau ada yang jaga, kirain dia sendirian”ucap Clara.

“Enggak kok tan, tadi sebelum kesini Oliver udah minta mbo Itah yang jagain mama”jawab Oliver.

“Yaudah kalau gitu habis makan kalian istirahat aja ya, kemarin kan semalaman sibuk jagain mama Rina dan gak sempat istirahat”ucap Clara.

Oliver terdiam dan langsung menoleh kearah Zafana yang duduk disampingnya sedang menikmati makan malamnya dalam diam.

Ia kembali merasa bersalah saat teringat bahwa dirinya tertidur dengan pulas dan Zafana lah yang malah menjaga mamanya.

“Mama, ikan bakarnya enak banget”ucap Zafana dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“Enak ya? Mama beli ditempat baru itu..dekat sini, rumah makannya baru buka”jawab Clara

“Oh iya, om mau tanya sama kamu Oliver”

Oliver yang sejak tadi sibuk memperhatikan Zafana sambil tersenyum geli pun langsung terkesiap menatap kearah Damian.

“Nanya apa om?”jawab Oliver.

“Kamu kapan akan menikahi Zafana?”

Uhuk uhuk

Zafana sontak terbatuk saat mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut papa kandungnya itu.

“Pelan-pelan, Na”ucap Clara sembari menyodorkan segelas air putih kepada Zafana.

Zafana menerima gelas itu sambil mengangguk lalu meneguknya hingga habis.

Oliver yang melihat itu hanya bisa tersenyum.

"Oliver gak terlalu buru-buru kok, om tante..asal Zafananya udah siap aja”jawab Oliver.

“Mas...tapi aku belum wisuda”bisik Zafana.

“Wisuda kamu dua bulan lagi, Zafa..satu minggu selesai wisuda kamu langsung nikah sama nak Olivee ya”ucap Clara.

“Mama ih! Zafa mau kerja dulu..belum mau nikah”jawab Zafana.

“Mau kerja sampai usia berapa? Orang jodoh udah didepan mata kok malah nanti-nanti”timpql Damian.

“Lagipula Na, jadi istri tuh enak..gak perlu capek-capek kerja, asal udah terima uang dari suami aja udah tenang”ucap Clara mengompori yang berhasil membuat Oliver dan Damian terkekeh.

“Pokoknya Zafa mau wisuda dulu!”tegas Zafana lalu bangkit dan berjalan menuju kamarnya dengan kaki yang dihentakan seperti anak kecil.

“Haduh, anak kamu itu pah”ucap Clara sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Zafana.

“Anak kamu juga ma, kita kan bikin nya berdua bukan papa sendiri”jawab Damian.

Lagi-lagi Oliver dibuat terkekeh geli dengan percakapan sepasang suami istri didepannya. Menyadari itu Clara langsung menepuk tangan Damian dan menunjuk Oliver.

“Malu pah sama anak muda”bisik Clara.

“Dia itu seumuran Alaska, tapi kenapa Alaska kamu bilang tua sedangkan dia kamu bilang masih anak muda” Damian balik berbisik.

“Emang iya?”tanya Clara berbisik.

“Iya ma, coba kamu tanya anaknya”jawab Damian.

Oliver menatap Damian dan Clara, sedangkan yang ditatap langsung tersenyum kaku saat tertangkap basah sedang bergibah.

“Eum..anu nak Oliver, tante mau minta tolong sama kamu bisa?”ucap Clara sedikit canggung pada Oliver.

“Minta tolong apa tante?”jawab Oliver.

“Jadi besok kan Alaska pulang dari Medan, kamu bisa tolong jemput dia? Nanti berangkatnya sama Zafana”ucap Clara.

“Oh bisa kok, tante”jawab Oliver tanpa pikir panjang.

“Tapi kamu lagi sibuk gak? Kalau lagi sibuk gak papa biar tante suruh Zafana bawa mobil sendiri aja buat jemput Alaska”tanya Clara.

“Enggak kok tan, besok Oliver kosong seharian”jawab Oliver.

“Yasudah kalau gitu..maaf ya nak Oliver tante merepotkan”ucap Clara.

“Enggak lah tan”jawab Oliver sambil tersenyum.

Setelah itu tidak ada lagi percakapan diantara

mereka, Oliver, Damian dan Clara melanjutkan makan malam mereka dengan khidmat tanpa Zafana.

Selesai makan Oliver kembali kedalam kamar Zafana usai mengobrol sedikit dengan Damian mengenai bisnis. Zafana terlihat sedang memainkan ponselnya dengan posisi tidur membelakangi pintu.

“Kamu makannya dikit tadi, gak lapar?”tanya Oliver sontak membuat Zafana menoleh dan merubah posisi tidurnya menjadi duduk.

“Enggak, emang lagi gak pengen makan juga mas”jawab Zafana.

Oliver mengangguk lalu merebahkan dirinya diatas kasur dengan kepala yang ditaruh diatas perut ramping Zafana.

“Kamu rencana mau kerja dimana?”tanya Oliver

Zafana menunduk menatap Alvano yang juga menatapnya, “dirumah sakit bisa gak sih mas buat lulusan S1? Aku pengen gitu jadi dokter psikolog anak”

“Bisa sih, mau dirumah sakit saudara mas? Itu rumah sakit anak terbesar, kamu pasti tau juga kalau gak sembarang orang bisa masuk kerja disana”ucap Oliver.

“Oh itu rumah sakit punya saudara mas? Iya tadinya aku juga mau coba masukin kesana, tapi ragu pas lihat berbagai test nya”jawab Zafana.

“Kalau mas yang masukin kamu bisa lolos tanpa test”ucap Oliver.

“Ah gak mau, gak seru tau kayak gitu..aku mau ikutan test juga dan mau tau aku lulus apa enggak”jawab Zafana.

“Okay, jadi berhubung wisuda kamu dua bulan lagi mas bantu dari sekarang buat masukin kamu test disana ya”ucap Oliver.

“Emang gak papa mas? Nanti malah aku dilolosin gitu aja karena pihak rumah sakitnya tau mas yang masukin aku”jawab Zafana.

“Emang udah seharusnya begitu, sayang”

“Gak mau mas..aku tuh pengen lolos dengan hasil ku sendiri..gak mau ada campur tangan orang lain, kalau masalah mas mau masukin aku kesana sih gak papa..tapi untuk test nya mas gak boleh ikut campur tangan”ucap Zafana.

“Yaudah iya”jawab Oliver yang diakhiri helaan pelan.

Zafana tersenyum melihat Oliver yang memejamkan matanya. Menurut Zafana, Oliver adalah laki-laki yang sangat sabar menghadapinya lebih dari papa dan kakak kandungnya yang sering kali menggodanya hingga ia menangis.

Zafana tau seberat apa masalah yang pernah Oliver alami dan ia berjanji pada dirinya sendiri untuk kembali menutup luka itu perlahan didalam hati Oliver. Bukan hanya Zafana, Oliver pun sama. Ia sangat ingin membahagiakan Zafana sama seperti ia membahagiakan Rina. Bedanya Rina memilih jalannya sendiri untuk bahagia ketimbang Oliver yang membahagiakannya.

“Mas aku punya pertanyaan random deh buat kamu”ucap Zafana sontak membuat Oliver membuka matanya

“Pertanyaan apa”jawab Oliver.

Zafana berdehem sambil berpikir sebentar, “kalau aku jadi gula kamu mau jadi apanya mas?”

Oliver terdiam sembari bangkit dari tidurnya yang nyaman diatas perut Zafana.

“Mas mau jadi manusianya, terus mas bantai itu semut-semut yang perebutin gula mas”jawab Oliver sontak membuat Zafana terkekeh.

“Kenapa mas gak jadi semutnya juga?”tanya Zafana.

“Kalau mas jadi semutnya berarti mas mau dong membagi gula mas dengan semut yang lain?”jawab Oliver.

Zafana tersenyum sambil menatap wajah Oliver yang juga sedang menatapnya. Perlahan Oliver mengangkat tangannya lalu mengusap pelan pipi Zafana.

“Mas sayang sama kamu, dan mas gak mau apa yang mas punya itu harus dibagi sama orang lain, apalagi sampai diperebutkan. Kalau kamu sudah menjadi milik mas, maka selamanya akan begitu”ucap Oliver.

Zafana menunduk, wajahnya terasa sangat panas sekarang. Ia tidak sanggup lagi menahan detak jantungnya untuk biasa saja.

“Mas ngomong gitu apa gak mikirin jantung aku gimana?”tanya Zafana sontak membuat Oliver terkekeh lalu menarik Zafana kedalam pelukannya.

“Mas selalu ngebayangin suatu saat menikah sama kamu, punya anak dari kamu..terus ngelihat Aileen sama Enzi main sama adik-adiknya”ucap Oliver.

“Aku malah sering ngebayangin Aileen sama Enzi udah gede, udah pakai baju seragam sekolah dan punya banyak teman disekolahnya”jawab Zafana.

Oliver menoleh lalu mengecup singkat pipi Zafana membuat siempunya menoleh tidak terima. Melihat itu Oliver hanya tersenyum lalu kembali mengecup bibir Zafana singkat membuat pipi Zafana menjadi merah merona.

Oliver terkekeh lalu mencium kembali bibir Zafana dan kali ini agak lama hingga membuat Zafana memejamkan matanya dan merasakan bagaimana lembutnya ciuman yang Oliver berikan malam ini.

1
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!