Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 - Kedaulatan Aether
Di Mariejois pusat dari pemerintah dunia, aktivitas para manusia berjalan seperti biasa, para budak masih menjadi pekerja bagi para kaum Naga langit.
Disana terdapat sebuah bangunan tinggi yang dimana di dalam bangunan itu ada sebuah ruangan suci , tempat dimana para tetua berada.
Para tetua sedang berada di tempat nya masing-masing,hingga seketika mereka merasakan sebuah kehadiran sosok yang muncul dari sebuah bayangan pintu ruangan tersebut..kelima tetua tidak bergeming mereka hanya melihat sosok yang hadir di hadapan mereka berlima.
Tetua 1 melihat sosok itu kemudian melihat bayangan dimana sosok tersebut muncul
"kau benar-benar bukan manusia biasa.." kata tetua 1.
Sosok itu pun membuka pelindung kepalanya, lalu wajah Draven diperlihatkan
"senang bertemu dengan kalian, para tetua" sapa Draven dengan nada tenang dan pandangan dingin.
Di pulau Nebula.
Para kru melihat Draven menghilang dari hadapan mereka dengan melalui bayangan nya
"dia benar-benar melakukannya.." ujar Luna
"apa kita perlu menuju ke Mariejois juga?" tanya Hiden
Zorana masih menatap tempat dimana Draven menghilang
"tidak..Draven mengatakan bahwa dirinya hanya akan berbicara,bukan bertarung" jelas Zorana
Axel bersandar di kursinya
"kalau begitu..kita hanya perlu menunggu Draven kembali" tambah Axel
Elara mengangguk
"dan berharap dia membawa kabar baik ketika kembali" sambung Elara
Ren berdiri dari kursinya
"kalau begitu..aku akan memasak untuk sedikit merayakan apa yang telah kita lakukan" jelas Ren sambil berjalan keluar pintu ruangan tersebut.
Kembali ke ruangan suci di Mariejois.
Tetua 3 melihat Draven yang berdiri tenang
"jadi apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?" tanya Tetua 3
Tetua 5 lalu menatap Tetua 3
"tunggu..apa kau yakin ingin mendengar negosiasi seorang sepertinya?" tanya Tetua 5 ke Tetua 3
Tetua 3 masih menatap Draven
"aku hanya ingin mendengar apa yang diinginkan nya" jelas tetua 3
Tetua 4 bersandar di kursinya
"bicaralah.." ujarnya kepada Draven
Draven lalu berbicara
"ada 3 hal yang ingin ku jadikan negosiasi dengan pemerintah dunia dan angkatan laut pastinya" jelas Draven
Tetua 2 melotot
"3 negosiasi? kau pikir kau siapa bocah.." kesal Tetua 2
Lalu Tetua 1 menahan Tetua 2
"dengarkan dulu apa yang ingin dia minta" jelas Tetua 1
Lalu Tetua 1 menatap Draven dan mengangguk sedikit, melihat itu Draven melanjutkan
Draven mengangguk
"pertama.. kami ingin pemerintah dunia dan angkatan laut tidak menganggu setiap batas wilayah kekuasaan ataupun pergerakan Aether" jelas Draven
Semua Tetua saling pandang, kemudian Tetua 1 menatap Draven
"lalu yang kedua?" tanya Tetua 1
Draven melanjutkan
"pemerintah dunia dan angkatan laut dilarang masuk ke pulau yang ada dibawah naungan Aether, hanya sebuah ijin resmi yang diijinkan oleh kami jika kalian memiliki urusan di wilayah-wilayah kamu" jelas Draven memberitahu permintaan kedua
Tetua 4 lalu berbicara
"ketiga?" tanya Tetua 4
Draven tersenyum
"ketiga.. Aether ingin membangun kedaulatan sebuah negara dengan wilayah, pasukan dan pertahanan sendiri" jelas Draven sambil tersenyum
Tetua 2 semakin kesal
"kau gila..kau pikir setelah apa yang telah kau lakukan dengan mempermalukan pemerintah dunia dan angkatan laut semua ini akan mudah untukmu?" bentak Tetua 2 kepada Draven
Tetua 1 melanjutkan
"kami bisa mempertimbangkan yang pertama dan kedua..tapi untuk permintaan ketiga itu tidak bisa kami lakukan" jelas Tetua 1
Draven tidak bergeming
"kalian tidak perlu mengumumkan kepada dunia bahwa Aether menjadi kedaulatan baru di lautan" jelas Draven yang membuat semua Tetua menatap nya
"aku hanya membutuhkan pengakuan dari pemerintah dunia dan angkatan laut, tidak menganggu setiap pergerakan kami" ungkap Draven
Tetua 3 berbicara
"apa untungnya untuk kami?" tanya Tetua 3
Draven menatap para Tetua satu persatu
"Aether tidak akan menganggu pemerintah dunia dan angkatan laut, kejadian CP0 atau kejadian Impel Down tidak akan lagi terjadi di masa depan" jelas Draven
"kalian tidak perlu lagi kehilangan kekuatan karena harus berhadapan dengan kami, kalian bisa fokus terhadap kekuatan lain tanpa harus memikirkan kapan Aether akan menyerang kalian" tambah Draven dengan sebuah kepastian mutlak.
Para tetua terdiam, Draven tersenyum
"kami sebenarnya memiliki kekuatan tanpa perlu harus bernegosiasi dengan kalian.. tapi anggap saja ini sikap menghargai dariku kepada para Tetua pemimpin dunia" ucap Draven dengan kata-kata meyakinkan.
Mendengar itu Tetua 2 yang sebelumnya kesal dan marah sedikit melunak
"jadi Negara kalian tidak akan di umumkan secara resmi di dunia, tapi hanya pemerintah dunia dan angkatan laut yang mengetahui nya?" ujar Tetua 2, kemudian dibalas dengan anggukan Draven.
Tetua 5 lalu menatap serius Draven
"apa tujuanmu?" tanya Tetua 5
Draven hanya menutup matanya
"menjaga lautan ini, dengan kami menjadi kedaulatan secara tidak langsung akan membantu kalian mempersempit pergerakan dari para bajak laut" jawab Draven
"bayangkan..apa yang bisa dilakukan Yonko atau kelompok bajak laut lain saat angkatan laut berada di Paradise, Aether berada di Grand Line dan pemerintah dunia ada di New World?" tanya Draven.
Tetua 1 lalu berjalan santai ke arah jendela ruangan tersebut
"apa yang anda katakan itu masuk akal, jika hal ini disepakati kalian akan membangun kekuatan tanpa gangguan dari kami, begitupun dengan kami yang akan terus bergerak tanpa gangguan dari kalian" jelas Tetua 1 ,lalu dia berbalik menatap Draven
"jika anda menghargai kami dalam membangun Kedaulatan kalian, kami juga menghargai itu" jelas Tetua 1
"kalian bukan bajak laut yang menggunakan kekacauan untuk mencapai tujuan, kalian menghargai kekuatan lain saat kalian ingin mencapai tujuan kalian" tambah Tetua 1
Tetua 4 memejamkan matanya sambil bersandar
"anda adalah sesuatu yang lain, keberanian anda datang ke tempat ini dan meminta 3 hal tadi secara langsung.. itu sudah menunjukkan semuanya" lalu Tetua 4 membuka matanya menatap Draven
"kami akan menyetujuinya, kurasa tidak ada diantara kami yang akan bisa menolak" jelas Tetua 4 sambil menatap para Tetua lain yang tidak bereaksi apapun.
Kemudian Tetua 1 berjalan ke arah Draven
"semua sudah di sepakati, kami tidak akan menganggu wilayah kalian dan kalian tidak akan menganggu pergerakan kami.. itu kesepakatannya" jelas Tetua 1
"dan kami akan memberitahukan angkatan laut soal ini semua, juga dengan menganggap Aether sekarang bukan lagi kelompok bajak laut tapi sebuah kedaulatan baru di lautan" tambah Tetua 1.
Mendengar itu Draven mengangguk
"untuk angkatan laut..saya ingin mendengarnya secara langsung disini" jelas Draven.
Tetua 1 menatap Draven ,kemudian Tetua 5 mengambil transmisi untuk menghubungi Laksamana besar angkatan laut.. setelah beberapa saat Laksamana besar angkatan laut mengangkat transmisinya,
"Laksamana disini" jawab nya
Tetua 5 lalu berbicara
"dengar kami tidak ingin ada pertanyaan apapun darimu.. mulai sekarang angkatan laut tidak akan menganggu setiap pergerakan Aether dan tidak akan datang ke pulau-pulau milik Aether tanpa ijin langsung dari Aether" jelas Tetua 5 pada Laksamana besar itu.
Laksamana besar itu terdengar memukul mejanya
"apa-apaan ini, mereka adalah kejahatan yang telah menghancurkan keadilan dalam bentuk Impel Down!!" teriak Laksamana besar.
Tetua 5 tetap berbicara dengan tenang
"karena itu kita tidak lagi ingin ada kekacauan seperti itu kembali terjadi di masa depan, mereka tidak akan menganggu kita dan begitupun sebaliknya" jelas Tetua 5 lalu melanjutkan
"dan sekarang kalian jangan lagi melihat mereka hanya sebuah kelompok bajak laut, mereka sekarang adalah kedaulatan sebuah Negara baru yang berdiri di lautan ini" jelas tetua 5
Laksamana besar semakin panas, lava cari keluar dari setiap tubuhnya
"sebuah negara? kalian memberikan gelar sebuah kedaulatan untuk para bajak laut ini?" tanya Laksamana besar tak percaya
Tetua 1 pun berbicara
"ini sudah keputusan akhir, kami sudah memutuskan untuk beraliansi dengan kedaulatan baru bernama Aether.. lakukan apa yang sudah di perintahkan, ini untuk kepentingan kalian juga" jelas Tetua 1, kemudian Laksamana besar itu menutup sambungan itu.
Kemudian Tetua 1 menatap Draven
"dia sudah menyetujui nya, semua sekarang sudah di sepakati oleh pemerintah dunia dan angkatan laut" jelas Tetua 1.
Draven membungkuk dengan sopan
"terimakasih..saya menghargai kalian, dan kami akan menjaga kesepakatan ini ..kami berharap kalian pun melakukan hal yang sama" jelas Draven lalu perlahan menghilang dari ruangan itu melalui bayangan tubuhnya.
Para tetua melihat Draven menghilang melalui bayangan nya
"orang ini bukan manusia, ketenangan nya saat berhadapan dengan kita semua menunjukkan semua itu" jelas Tetua 1 yang disetujui oleh 4 Tetua lainnya.
semangat!