Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Suamiku Kembali

Ketika Suamiku Kembali

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Perhatian ini yang aku inginkan. Tapi ... kenapa rasanya asing?" ~Danira
...
Seperti biasa, Ezran pergi ke luar kota untuk mengurus bisnisnya. Danira dan kedua anak mereka sudah terbiasa dengan rutinitas itu.

Namun ketika Ezran kembali, ada sesuatu yang terasa berbeda.

Pria yang biasanya sibuk, cuek, dan selalu punya alasan untuk menolak menghabiskan waktu bersama anak-anak, kini justru menjadi jauh lebih perhatian.

“Ma, Papa ... aneh,” ujar Arelio, anak pertama mereka.

Senara pun, ikut memperhatikan. “Iya, tumben nda malah-malah macam Papa tili Cindelela?”

Danira hanya terdiam. Ia juga merasakan perubahan itu.

Ezran mulai mengantar anak-anak, membantu pekerjaan rumah, bahkan memperhatikan hal-hal kecil tentang Danira yang selama ini tak pernah ia pedulikan.

Awalnya Danira bahagia. Namun semakin lama, perubahan itu justru membuatnya curiga.

Apa yang sebenarnya terjadi selama Ezran pergi Dan mengapa pria yang kembali ke rumah itu terasa begitu berbeda dari suami yang ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Putus Saja!

Evran menghentikan mobilnya tepat di depan Restoran tempat ia biasa menghabiskan waktu memasak. Setelah mengantar Arelio ke sekolah, ia memutuskan membawa putri kecilnya ke tempat ini daripada membiarkannya kelelahan di rumah. Evran mematikan mesin, lalu bergerak memutar untuk membuka pintu penumpang. Ia meraih Senara ke dalam gendongannya dan membawa anak itu melangkah masuk melewati pintu depan.

Kening Senara mengerut dalam melihat keadaan restoran yang tampak begitu ramai oleh lalu lalang pelanggan dan kepulan aroma masakan yang menggugah selera. Ia lalu mendongak, menatap ke arah Evran dengan tatapan penuh tanya dan mata membulat polos.

"Kita mau makan? Tadi kan cudah makan. Jangan buat dili ini tambah gemblot, beldoca kali jadi olang tuaaaa," seru Senara panik seraya menepuk-nepuk perut gembulnya sendiri.

Evran terkekeh kecil mendengar celotehan absurd putri kembarnya itu. "Papa cuma mau bantu teman sebentar. Diam ya nanti, jangan nakal," ucap Evran lembut.

Ia melangkah masuk menuju area kasir dan mendudukkan Senara dengan hati-hati di atas kursi tinggi di dekat konter. Setelah itu, ia meraih sebuah cookies cokelat berukuran besar yang tersimpan di dalam toples kaca transparan dan memberikannya pada anak itu.

"Kita buat kesepakatan, bagaimana?" tanya Evran seraya memegang cookies tersebut di udara.

Senara menatap cookies cokelat itu dengan binar mata terang yang dipenuhi rasa tergiur. Ia bahkan tak lagi menatap wajah Evran, fokus sepenuhnya tersedot pada kilapan lelehan cokelat di atas kue tersebut.

"Cepakat apanya? Cemua makanan Cena cepakat," ucap Senara bersemangat, menggerak-gerakkan kaki kecilnya yang menggantung di udara.

Evran tersenyum geli. Senara memang paling tak bisa menahan godaan makanan manis.

"Kalau mau cookies ini, beri kesepakatan dengan Papa. Cookies ini untukmu, tapi ... jangan bilang Mama kalau kita ke sini," ucap Evran.

Mendengar persyaratan itu, kening Senara mengerut dalam seolah melayangkan protes tajam. Tatapan anak kecil itu beralih menatap Evran dengan penuh kebingungan dan kecurigaan.

"Kenapa Mama nda boleh tahu? Papa celingkuuuuuh yaaaaaa?" tuduhnya polos dengan kening mengerut makin dalam dan mata memicing.

"Dih, mana ada selingkuh. Papa nih pria setia," potong Evran cepat, tak ingin tuduhan berbahaya itu merembet kemana-mana.

"Teluuuuus?" cecar Senara tak mau kalah.

Evran menghela napas pelan, mencoba mencari alasan yang masuk akal bagi benak anak balita. "Kalau Mama tahu kita ke resto dan makan banyak, Mama pasti marah. Nanti Mama enggak ngebolehin lagi Senara ikut Papa jalan-jalan. Emangnya Sena mau begitu?"

Anak kecil yang diintimidasi seperti itu seketika panik bukan main. Matanya membulat sempurna dengan raut wajah yang terlihat sangat syok.

"Beneeeeeel Papa! Pintal kali Papa! Cena gak akan bagi tahu Mama. Tapi kemalikan kue coklatnya," ucap Senara cepat. Tanpa aba-aba, jemari mungilnya merebut cookies itu dari tangan Evran dan langsung melahapnya dengan sangat gembira.

Evran tersenyum lega seraya menepuk-nepuk pelan kepala Senara. "Papa tinggal ke dapur sebentar ya, kamu di sini diam sama kakak cantik."

"Siap, Papa!" sahut Senara seraya memamah kuenya.

Evran melangkah masuk ke dalam area dapur utama, meninggalkan Senara dalam pengawasan kasirnya yang sedang bertugas di sana.

Saat Senara sedang asyik melahap cookies cokelatnya hingga belepotan di sekitar mulut, seorang wanita cantik melangkah mendekati meja kasir. Pakaian yang dikenakannya terlihat sangat modis dan mencolok untuk ukuran pagi hari, dipadu dengan kacamata hitam yang bertengger di atas hidungnya. Wanita itu melirik ke arah kasir yang menyambutnya dengan senyuman ramah.

"Selamat pagi Kak, ada yang bisa saya bantu? Mau pesan apa?" tanya sang kasir sopan.

Senara hanya melirik wanita itu sekilas sambil mengunyah keningnya melipat tipis. "Telalu melolot bajunya," gumam Senara pelan pada dirinya sendiri, mengomentari gaun minim wanita itu sebelum kembali melahap cookies-nya.

Wanita di depan kasir itu menurunkan sedikit kacamatanya, menatap sang kasir dengan raut dingin tanpa senyum. "Saya mau ketemu Evran. Suruh dia temui saya sekarang," ucapnya penuh penekanan. Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Aruna.

Kasir tersebut tampak agak ragu, namun ia segera mengangguk sopan. "Baik, mohon tunggu sebentar ya Kak."

Kasir itu bergegas melangkah ke area pintu dapur dan memanggil Evran. Tak butuh waktu lama, Evran keluar dari balik pintu kitchen seraya mengusap tangannya. Namun, langkah kakinya mendadak terkunci kaku tatkala pandangannya menangkap keberadaan Aruna yang berdiri amat dekat dengan posisi Senara duduk.

Darah Evran serasa berhenti mengalir. Tanpa membuang waktu satu detik pun, ia berlari kecil menghampiri mereka. Tanpa mengucap sepatah kata pun pada Senara, Evran langsung meraih pergelangan tangan Aruna dan menarik wanita itu menjauh menuju lorong samping restoran yang lebih sepi.

"Evran! Apa-apaan sih?! Lepasin tangan aku!" jerit Aruna emosi. Wanita itu bersikeras menarik lengannya, berusaha melepaskan cengkeraman Evran yang kuat.

"Aruna, pelankan suaramu! Kenapa kamu malah datang ke sini?!" bisik Evran setengah panik seraya melepas cengkeramannya setelah berada di area yang aman dari pandangan pelanggan.

"Kenapa aku ke sini? Karena kamu mengabaikan pesanku seharian ini!" sentak Aruna dengan wajah memerah menahan murka. Tatapannya beralih tajam menunjuk ke arah anak kecil di meja kasir dari kejauhan. "Dan apa-apaan itu?! Kamu malah membawa anak wanita itu ke restoranmu sendiri?! Kamu benar-benar sudah gila, Evran!"

"Aruna, tolong mengerti! Ibunya sedang sakit di rumah, aku tidak punya pilihan lain selain membawanya!" potong Evran mencoba menjelaskan dengan nada memohon.

"Aku tidak peduli!" potong Aruna tegas, memotong ucapan Evran tanpa ampun. Wanita itu menatap Evran dengan pandangan dingin dan penuh ancaman.

"Dengar ya, Evran. Aku sudah cukup sabar menghadapi permainan konyol ini. Kalau kamu tetap pada posisimu, tetap berpura-pura menjadi kembaranmu dan berakting jadi ayah untuk anak itu ... kita putus saja!"

Kalimat tegas itu terlempar bagaikan petir di siang bolong.

"APA?!" pekik Evran terperanjat, menatap Aruna dengan mata membelalak tak percaya.

"Aku benar-benar serius dengan ancamanku, Evran!"

______________

Hayooooo🤣🤣

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hmmm... Evran dapet kejutan calon baby, selamat Evrran sudah mau nambah anggota baru.👏👏😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Kebahagiaan yang sekarang Evran dapatkan buah dari kesabarannya begitu juga dengan Danira, Lio - Sena... kini mereka saling melengkapi .👏👏👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Dikirain berTujuh dengan kehamilan Danira, ternyata bukan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Tabiat burukmu masihbsama Ezran, sekarang lihat kan perbedaan Evran dan kamu pada anak²mu... itulah yang menjadi kedua anakmu nyaman dan memilih Evran.😏

Di cuekin dan ga di anggap itu ga enak kan Ezran, jadi sakitnya kamu melihat sikap mereka itu belum seberapa di banding sikap kamu pada mereka dulu jadi kalau bener mau deket dengan mereka coba berubah diri dulu untuk lebih baik terus berjuang untuk maaf mereka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ezran Ezran ternyata waktu bertahun² masih saja sifat egois dan suka menyalahkan orang lain ga pernah hilang juga... keadaan kamu setelah perceraian itu karna kesalahanmu sendiri, bukan salah Evran kalau sekarang dia dan Danira serta anak²mu bahagia itu karna memang Evran jadi suami plus ayah yang bisa menempatkan diri dengan statusnya.

Heran mau berubah cuma di mulut doang tapi ga pernah nengokin atau tanya kabar anak², kalau malu harusnya bisa merubah mu untuk merenung diri dan tebus waktumu yang dulu hilang saat menjadi ayah mereka Ezran dengan telpon atau vicall kek bukan ngilang.😏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh ternyata benar² ga terduga, 6 tahun membawa hubungan antara mantan ipar jadi Pasutri... Ervan - Danira nikah juga... sudah punya bocil lagi.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ga seneng dulu lah takutnya tar hubungan Danira - Ervan cuma selewatan doang dan malah di jungkir balikan lagi ada pemeran lain... sekarang Edlan hilang Evran yang kembali terus habis ini gimana lagi Thor./Joyful//Joyful//Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Bara Bere ada saja tingkah Absurdnya... mirip siapa sih Bar./Facepalm//Facepalm//Facepalm/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Demi Eliro sekarang Danira sudah berani bohong, jangan marah Ervan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hubungan Rumit, kalau kejadian Danira nikah sama Ervan berarti turun ranjang apa naik ranjang deh... Lupa.🤔
Tapi kalau beneran kejadian bakal ada yang tambah hancur nanti si Ezran dan pastinya si egois nyonya Ezlya yang nyuruh Ervan buat ngalah lagi.
😏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Biarlah Evran pergi dengan caranya dan meraih kebahagiaannya sendiri, kasihan dia di salahkan sana sini.😢😏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Telaaatt Ezran Telaaatt, kamu, Danira dan anak² kan hidupnserumah tapi dunia kalian berbeda... kamu hantunya dan Danira sama Anak²nya penghuni rumahnya jadi pas poto² bertiga jelass lah kamu ga ada, wong kamu ga nyata ada./Joyful//Joyful//Joyful/

Puas kan sekarang, mereka benar² sudah pergi dengan memulai kehidupan baru bertiga jadi jangan di ulangi kalau suatu saat kamu kemvali menemukan sosok baru yang akan jadi pendampingmu sebelum kehilangan lagi
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Menyesal Endasmu... bukannya perpisahan ini yang kamu inginkan dari dulu Ezran dan terakhir kali kamu ketemu pun hingga berpisah rumah kamu masih mengakui kalau kamu ga mencintai Danira dan masih mencintai Zelia di depan keluarga mu bahkan menyalahkan takdir.. padahal otu salahmu sendiri yang ga bisa move on dan ke egoisan orang tua mu juga sampe Danira dan anak² jadi korban kalian jadi Bikin selametan sekalian buat keberhasilan mu bisa cerai dengan Danira, Ezran./Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Berusaha menolak tapi mau pergi berdua ke Mall dengan tanpa berpikir kalau kamu itu seorang perwmpuan janda dan perempuan masa lalu Ezran yang masih membekas di hatinya plus kamu juga ga tau batasan jalan ketawa ketiwi giliran kepergilok Dinara beralibi ini otu padahal kamu juga menikmatinya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sama duda juga ga apa² kalau ga bisa dengan bujang yang penting ga di sakitin lagi./Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mending benar cerai lah lagian bertahan dengan alasan anak²pun percuma kalau isi rumah atau penghuninya tetap ga baik² saja selama Ezran ga bisa berubah dan terus terbelenggu masa lalunya Dinara.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
GOOD Evran.👍👏👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Mana yang katanya minta kesempatan dan mau berubah tapi sekarang saat di butuhka kehadirannya pun ga ada terus telpon Dinara pun ga di angakat berarti Dinara dan kedua anaknya emang ga penting kan Ezra
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sebenarnya Aku maunya Dinara sama Evran saja dan biarkan dia bercerai dengan Ezran karna percuma juga sih bertahan dan memberi kesempatan tapi ketenangan dan kehangatan tetap ga ada jadi Thor Mending si Ezran berpasangan dengan perempuan lain saja kalau bisa kasihan juga Evran dan anak² sebenarnya mereka bertiga saling melengkapi dan mengerti satu sama lain ketimbang Ezran sebagai bapaknya sendiri./Joyful/
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Baru beberapa menit lalu bilang mau berubah eh malah masih keulang juga sifat buruknya Ezran.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!