perjuangan cinta aji sang pengusaha sukses begitu rumit dan panjang, mencintai dalam diam yang dia pendam selama bertahun-tahun tak membuat dia patah semangat mendapatkan sak kekasih. suci adalah wanita yang dia cintai dalam diam selama ini. akankah aji mendapatkan cintanya suci? di baca sampai akhir ya. terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anindia Andin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bertemu aji
"aku capek mbk. aku ingin kuliah dengan tenang"
"sabar ci... tunggu mas dulu ya"
"memang kemarin aku di sempat di tolong tuan dari segerombolan anak-anak yang mau kurang ajar sama aku mbk. makannya aku yakin kalau motor ini dari tuan"
"kamu di tolong mas aji?"
"iya mbak, untung ada tuan. seandainya tidak ada, aku sudah ndak tau bagaimana nasibku kemarin mbk"
"ya ampun. sabar ya ci"
"apa tuan ndak cerita ke mbak mela?"
"ndak, beberapa hari mas aji ndak kesini, mungkin lagi sibuk"
******
30 menit kemudian aji sampai di rumah mela
"itu mas aji datang" ucap mela beranjak dari duduknya, dan keluar menghampiri aji
"suci masih di dalam?" tanya aji
"iya mas"
"ada apa mel?"
"ndak tau mas"
aji masuk kedalam rumah mela
"malam ci"
"selamat malam tuan"
"ayahh.... " mendengar suara aji datang
"hay sayangnya ayah... lagi ngapain?"
"belajar yah"
"wah pintar. lanjut lagi ya belajarnya"
"oke ayah supermen"
Suci menyaksikan aji dan ajeng. suci berfikir apa betul gadis kecil ini bukan anak aji. karena hubungan mereka sangat dekat seperti ayah dan anak yang sebenarnya
"bagaimana keadaanmu ci?"
"alhamdulillah baik tuan"
"dengar tuh mel. suci masih manggil aku tuan, kalau ndak tuan bapak. apa wajahku setua itu ya mal"
mela terkekeh mendengarnya
"belum biasa mungkin mas"
"ada apa? ada angin apa kamu datang kemari"
"saya mau mengembalikan ini tuan" ucap suci menyodorkan kunci motor
"kunci apa ini?"
"kunci motor yang tuan kirim ke kampus tadi siang"
"motor? ke kampus?" aji bingung
"jangan pura-pura tuan. saya yakin pasti ini dari tuan"
"suci... aku ndak tau tentang motor yang kamu maksud. waktu aku datang ada motor di depan, aku pikir mela beli motor baru. baru aja aku mau tanya"
"kamu yakin ndak ngirim motor buat suci mas?"
"yakin mel. bukan aku"
Suci semakin bingung
"kalau bukan dari tuan, lalu dari siapa dunk?" ucap suci bingung
"dari pacar mu mungkin" selidik aji
"saya ndak punya pacar tuan" suci bingung
"beneran bukan dari kamu mas?" tanya mela
"aku berani sumpah mel, bukan dari aku. begini ci. jujur ya. kalau administrasi mu memang aku ya yang membayar. tapi untuk urusan motor ini bukan dari aku. aku berani sumpah"
"owww... jadi tuan yang sudah melunasi administrasi saya?"
"iya. aku mengakui itu. tapi kalau motor bukan aku ci"
"betul ci. kamu ingatkan waktu kita bertemu di kampus waktu itu? saya di suruh mas aji untuk membayar ke kampus"
"kenapa tuan bayar? saya bingung tiba-tiba administrasi saya lunas"
"itu sebagian menebus rasa bersalahku ci, karena aku kamu sampai kehilangan pekerjaan"
"tapi tuan"
"untuk administrasi tolong jangan di tolak. aku tau kamu orang yang gigih, aku yakin saat itu kamu mencari uang untuk kuliahmu"
"terimakasih tuan"
"kalau untuk motor aku benar-benar tidak tau ci. sumpah" aji sampai bersumpah
Suci semakin bingung
"ya sudah tuan, mbak mela maaf sudah menganggu. saya pamit"
"oke ci. jangan sungkan kalau mau main-main kesini" ucap mela
"iya mbak. mari tuan. assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" ucap aji dan mela bersamaan
*****
Setelah kepergian suci
"mas. Kira-kira dari siapa ya?"
"ndak tau ya mel"
"jangan jangan dari mbk wulan mas?"
"wulan?" ucap aji
"iya, mungkin karena mbak wulan merasa bersalah trus ngasi suci motor sebagai tanda permintaan maafnya"
"tapi wulan ndak tau suci kuliah disitu mel"
"coba kamu telpon mbak wulan mas. tanya dia"
aji merogoh ponsel di sakunya. dia ragu untuk menghubungi wulan
"selamat malam lan"
"malam mas. ada apa?"
"aku tanya ya. tolong di Jawab jujur"
"tanya apa?"
"apa kamu tadi ngirim motor ke kampusnya suci?"
"motor? ndak tuh. aku ndak tau suci kuliah dimana"
"kamu tidak sedang berbohong kan?"
"ndak mas"
"oke lan. terimakasih ya"
"ya... Sama-sama"
aji menyudahi panggilannya
"bukan wulan mel. trus siapa dunk?"
"pacarnya?"
"suci tadi kan bilang kalau dia ndak punya pacar"
"wahhh... ada harapan ni. cieee.... " goda mela
"betul juga mel... kesempatan terbuka lebar"
"semangat mas. kejar cintamu"
"kalau jodoh pasti di mudahkan mel, kalau di kejar bisa tambah pergi"
"sudah mulai membaik kan hubungan kalian. aku yakin suatu saat nanti pasti kamu bisa mendapatkannya mas"
"aamiin. do'akan ya mel"
"pasti itu"
*******
setibanya suci di tempat kosnya
"malam dwi" sapa pak eko begitu melihat suci memarkirkan motornya
"malam pak" ucap suci singkat
"bagaimana motor barunya?"
suci mengira pak eko akan mengejek seperti penghuni yang lain
"biasa pak"
"suka dengan motornya?"
"jangan jangan motor ini dari bapak?"
"iya. betul dari saya. suka kan?"
"buat apa bapak ngasih saya motor? ke kampus lagi"
"aku mau membuat kejutan untuk kamu wi"
"untuk apa pak? saya ndak butuh motor ini" suci menyerahkan kunci motor ke pak eko
"itu untuk kamu, biar kamu ke kampus ndak naik ojek terus. fasilitas dari saya"
"karena ulah bapak ini, saya jadi bahan omongan di kampus dan juga disini"
"tapi kamu butuh motor kan ci?"
"saya memang butuh pak. tapi bukan seperti ini. ini pak saya kembalikan" suci memberikan kunci motor itu. dan pak eko menolak
"ini untuk kamu kuliah. sudah Terima saja"
Ucap pak eko dan pergi dari hadapan suci
beberapa pasang mata menyaksikan pembicaraan suci dan pak eko
suci masuk kedalam kamarnya
Suci meraih ponselnya, menghubungi mela. sebelum pulang, mela sempat meminta nomer ponselnya suci
"ada apa ci?"
"mbak, ternyata motor itu dari pemilik kos disini mbk"
"trus kenapa ngasi kamu motor?"
"katanya biar aku ndak naik ojek terus"
"apa sebagai fasilitas pekerjaanmu ci?"
"iya mbk"
"kalau dari pemilik kos, kenapa di kirim ke kampus. kenapa ndak di kosan aja?"
"katanya buat kejutan mbk"
"dia sudah beristri?"
"duda mbk"
"wahh... jangan jangan dia suka sama kamu ci"
"apa sih mbk, sudah tua juga. tolong sampaikan ke tuan ya mbk. saya minta maaf sudah menuduh tuan"
"iya ci. besok aku sampaikan"
"maaf ya mbak"
"ndak pa-pa. jadi betulkan kalau motor itu dari pacarmu"
"pacar apanya mbk? bukan"
"kalau ngasih seperti itu, ngasih kejutan gitu biasanya orang itu menyimpan rasa lho ci"
"aduh mbak... amit amit... sudah tua mbak"
*****
Keesokan harinya suci tidak membawa motor itu ke kampus. dia masih menahan malu karena kejadian motor kemarin
sepulang dari kampus
"kok masih naik ojek wi? " tanya pak eko melihat suci masuk setelah turun dari ojek online
"kok ndak bawa motor"
"ndak mau pak. malu"
"malu kenapa? jangankan motor, kalau perlu mobil aku kasih untuk kamu"
"jangan bercanda pak. ndak lucu" ucap suci lalu masuk ke kamarnya