Indonesia
NovelToon NovelToon
L.S. Underworld

L.S. Underworld

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bad Boy / Mafia
Popularitas:366
Nilai: 5
Nama Author: ANDIKA,312

Andika pria miskin asal Makassar yg mencoba mengadu nasib di negara Amerika,tepatnya di los Santos,dia berharap menjadi kaya raya dan dapat hidup dengan layak setelah merantau di sana,akan tetapi dia justru terjerumus ke dalam dunia gelap los Santos

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANDIKA,312, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 30

Di luar gedung bank, di tepi trotoar jalan raya, seorang warga sipil yang baru saja hendak melintas mendadak menghentikan langkahnya. Matanya membelalak lebar ketika melirik melalui celah pintu kaca utama yang retak: tampak dua pria berjas hitam dengan topeng badut dan senapan serbu M4 sedang menguasai aula, sementara belasan nasabah tiarap di atas lantai marmer.

Pria itu panik setengah mati. Sembari mundur perlahan ke balik tembok bangunan, dengan tangan gemetar ia merogoh ponselnya dari saku dan segera menekan nomor darurat 911.

"Polisi! Ada perampokan besar di Fleeca Bank Pacific Bluffs! Mereka membawa senapan otomatis dan topeng badut!" jerit warga itu panik.

Laporan darurat itu langsung memicu sirine bahaya di markas pusat LSPD. Sinyal peretasan Lester mendadak terganggu akibat laporan manual dari luar!

BZZZZT!

Suara desis panik Lester seketika memotong frekuensi earpiece di telinga mereka. "Waspada! Seseorang di luar baru saja menelpon 911 secara manual! Sinyal bahaya LSPD sudah aktif! Armada patroli terdekat sedang menuju ke posisi kalian!"

Michael yang bersiap di aula utama langsung menekan mikrofon di kerah jasnya. "Andika! Franklin! Keadaan kacau! Polisi sudah bergerak! Percepat kerja kalian sekarang juga!"

"Copy!" sahut Andika dan Franklin serempak dari lorong bawah tanah!

Di depan pintu brankas raksasa, suhu udara makin membara. Asap putih pekat membumbung tinggi dari lelehan baja tebal. Titik engsel pengunci terakhir sudah memerah membara bagaikan lava kental. Hearing instruksi Michael, Andika menggertakkan giginya rapat-rapat, mengepalkan kedua tangannya pada gagang bor termal, lalu mengerahkan seluruh tenaga fisiknya untuk mendorong mata bor tungsten itu makin dalam!

"Satu dorongan lagi, Frank! Dorong bersamaku!" teriak Andika menembus gemuruh mesin!

Franklin melangkah maju, menyandarkan seluruh bobot tubuh dan bahunya ke punggung Andika, ikut mendorong bor termal itu dengan sisa-sisa tenaga mereka!

BZZZZZZZZT—KRRAAAAKKK!

Percikan api jingga menyembur dahsyat ke udara! Engsel baja terakhir akhirnya lumer dan retak total. Pintu baja berbobot dua ton itu bergoyang hebat, kehilangan keseimbangan penguncinya, lalu roboh terdorong ke dalam dengan suara dentuman berat yang menggetarkan lantai beton bawah tanah!

DUBBBAMMM!

Asap tebal perlahan terdorong keluar. Ketika pandangan mulai membaik, di balik pintu baja yang hancur itu terhampar pemandangan yang memanjakan mata: jajaran rak besi tinggi yang dipenuhi oleh tumpukan rapi lembaran uang kertas seratus dolar yang masih terikat pita bank, serta beberapa peti terbuka yang memancarkan kilau murni dari batangan-batangan emas padat! Uang tunai jutaan dolar siap untuk dipanen.

Franklin langsung menekan mikrofon taktisnya dengan napas memburu namun puas. "Mike! Pintu brankas jebol total! Ruangan ini penuh dengan uang dan emas!"

"Tahan posisi! Aku turun sekarang!" balas Michael cepat.

Michael menyambar dua tas kargo kanvas jumbo berukuran ekstra besar dari balik meja teller, lalu berlari kencang menuruni tangga melingkar menuju lantai bawah tanah.

Sementara itu, di luar area bank, raungan sirine kepolisian mulai membelah heningnya kawasan Pacific Bluffs. Three unit mobil patroli Vapid Stanier milik LSPD meluncur tajam dari tikungan jalan, pengereman mendadak memercikkan bunyi decitan ban yang nyaring di atas aspal!

SREEEECH!

Setiap mobil berisikan tiga personel polisi berpakaian dinas lengkap. Sembilan anggota LSPD melompat keluar dari mobil mereka, menjadikan pintu dan kap mesin sebagai barikade darurat, lalu mengarahkan pistol dan shotgun mereka ke arah pintu kaca utama bank.

"LSPD! KELUAR DENGAN TANGAN DI ATAS KEPALA!" teriak salah satu petugas menggunakan pengeras suara.

Namun, yang menyambut mereka bukanlah seruan menyerah, melainkan sosok Trevor Philips. Dari balik pintu kaca bank, topeng badut Trevor menyeringai mengerikan diiringi tawa gilanya yang melengking kencang!

"SELAMAT DATANG DI PESTA KAMI, BAJINGAN!" jerit Trevor histeris!

RAT-AT-AT-AT-AT-AT-AT-AT!

Trevor menyemburkan rentetan tembakan dari senapan serbu M4 Carbine-nya! Kilatan api kuning menyambar-nyambar dari ujung laras, menghancurkan pintu kaca bank hingga berkeping-keping dan membombardir mobil-mobil patroli polisi!

PRRRAANG! DUM-DUM-DUM-DUM!

Peluru kaliber 5.56mm menembus kaca depan mobil polisi, memercikkan api dari kap mesin, dan memaksa sembilan petugas LSPD itu tiarap merayap di balik ban mobil mencari perlindungan! Baku tembak sengit dan brutal meledak seketika di pelataran depan bank, dipimpin oleh Trevor yang bertarung seorang diri dengan kegilaan murni!

Sementara perang pecah di atas, di dalam brankas bawah tanah, keadaannya sangat fokus dan intens.

Michael tiba di dalam brankas, melemparkan dua tas kargo jumbo ke lantai di depan Andika dan Franklin. "Gunakan kedua tangan kalian! Masukkan semuanya tanpa tersisa!"

Andika, Michael, dan Franklin berlutut di depan rak-rak uang. Jemari mereka yang terbungkus sarung tangan bergerak secepat kilat—menyambar ikatan demi ikatan lembaran uang tunai ratusan dolar dan melemparkannya ke dalam tas!

SREK! SREK! SREK!

Tak hanya uang kertas, Andika menyambar batangan-batangan emas murni berbobot berat, menata dan memasukkannya ke dasar tas kargo agar muatan seimbang. Suara ketukan emas padat dan lembaran uang kertas berpadu dengan gemuruh dentuman senjata api Trevor yang memantul dari aula atas, memompa darah mereka untuk bergerak makin cepat di bawah kejaran waktu!

Jemari Andika yang dibalut sarung tangan kulit hitam menyambar berkas-berkas terakhir ikatan uang seratus dolar serta dua batangan emas murni yang tersisa di rak besi. Dengan gerakan cepat dan terlatih, ia melemparkan seluruh barang jarahan itu ke dalam tas kargo kanvas jumbo yang sudah menggembung padat. ZIPPP! Ritsleting tebal tas kargo itu ditarik rapat-rapat oleh Andika, menyegel hasil rampokan bernilai jutaan dolar yang siap dibawa kabur.

​"Tas sudah penuh! Semua uang dan emas berhasil diamankan!" teriak Andika menembus dengung bising yang memantul di dinding beton bawah tanah.

​Michael mengangguk tegas, menyandang salah satu tas kargo yang sangat berat di bahunya, sementara Franklin menyandang tas kargo lainnya. Andika sendiri menggenggam erat senapan serbu M4 Carbine-nya, bersiap menjadi garda pelindung di depan.

​"Bagus! Gerak cepat, naik ke atas sekarang juga!" perintah Michael dengan suara lantang dan penuh otoritas.

Mereka bertiga berpacu menaiki tangga melingkar. Langkah-langkah kaki bersepatu kulit mereka menghentak anak tangga beton dengan ritme cepat yang bergemuruh. Semakin mendekati aula utama di lantai dasar, suara raungan sirine kepolisian, dentuman tembakan senjata api, dan serpihan kaca yang berhamburan terdengar semakin memekakkan telinga.

​Begitu melangkah keluar dari lorong bawah tanah dan memasuki aula tengah bank, pemandangan gila menyambut mereka.

Aula megah berpilar marmer itu kini telah berubah menjadi medan perang yang hancur berantakan. Kaca-kaca jendela raksasa di bagian depan telah pecah berkeping-keping, menaburkan ribuan kristal tajam di atas lantai. Pilar-pilar beton terkelupas hebat akibat diterjang ratusan selongsong peluru, menyemburkan debu putih pekat yang membubung tinggi di udara dan mengaburkan pandangan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!