Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Istri Tersembunyi Dokter Pradikta

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:350.8k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Zivanna gadis 24 tahun yang sudah lulus kedokteran, praktek di rumah sakit besar menjadi Dokter muda. Menjadi seorang Dokter tidaklah mudah meski sudah berusaha keras. Zivanna mengalami kesulitan dan bahkan segala usahanya selalu tidak pernah terlihat.

Zivanna selalu menjadi bulan-bulanan orang-orang yang bertugas di rumah sakit, dianggap sepele bahkan dia Dokter yang lulus karena uang. Zivanna kerap kali dimarahi senior di depan banyak orang.
Dibalik semua itu tidak ada yang tahu bahwa dirinya adalah putri dari pemilik rumah sakit terbesar di Jakarta tempatnya bertugas.
Bukan hanya itu statusnya sebagai istri tersembunyi yang tidak ada mengetahui bahwa dia adalah istri Dokter senior yang bersikap dingin selama di rumah sakit kepadanya.

Pernikahan Zivanna dengan Dokter Pradikta penuh cerita dalam keterpaksaan pernikahan itu terjadi. Lalu bagaimana keduanya menghadapi pernikahan mereka dengan dunia pekerjaan dan juga rumah tangga mereka.
Jangan lupa untuk terus membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 4 Ungkapan Yang Tertahan.

Dikta berada di kamar terlihat duduk di sofa dengan satu kakinya diangkat di atas pahanya. Tablet yang berada di atas pahanya itu dengan jarinya memperbesar gambar yang merupakan bagian kepala manusia.

Dengan kacamatanya Dokter tampan dengan wajah berkarismatik itu terus saja memperhatikan dengan detail.

Ceklek.

Suara pintu kamar yang terbuka tidak mengganggu konsentrasinya. Zivanna baru saja pulang dari rumah sakit dengan jubah putih itu berada di tangannya.

"Aku akan mengambil spesialis," Dikta seketika menghentikan pekerjaannya, mendengar dengan jelas permintaan istrinya.

"Kamu bahkan belum menguasai bidang medis dengan baik, Dokter umum saja, kamu masih mengalami banyak kesalahan," jawab Dikta terdengar meragukan keinginannya.

Hanya Sherina sahabatnya yang mendukung keinginannya, semua orang meragukannya termasuk suaminya.

"Aku mampu dan aku akan membuktikan kepada semua orang jika aku bisa menjadi Dokter. Aku akan mengambil spesialis di rumah sakit Citra Kasih!" tegas Zivanna sudah bulat dengan keyakinannya.

Dikta menarik nafas dan membuang perlahan ke depan, kemudian berdiri dari tempat duduknya dan menghadap Zivanna dengan kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana.

"Kamu fokus dulu untuk belajar dari semua kesalahan kamu, jangan memperburuk keadaan dengan melangkah terlalu jauh," ucap Dikta.

"Di mata kamu aku selalu salah, bagaimana aku bisa fokus dengan semua kesalahan yang aku lakukan dan ketika kamu menegurku, memarahiku di depan semua orang membuat otakku bebal dan bahkan aku tidak mengetahui apa kesalahanku? Kamu memang senior di rumah sakit semua orang mengakui kemampuanmu, tetapi bukankah sebagai seorang senior harus bisa memberitahu kesalahan Dokter yang masih baru belajar," ucap Zivanna untuk pertama kali mengeluarkan semua unek-uneknya kepada Dikta.

"Aku tidak harus meminta izin kepada kamu untuk mengambil spesialis. Aku akan tetap melakukannya!" tegas Zivanna sudah bulat dengan keputusannya.

"Apa yang kamu lakukan hanya akan membuat kamu dikelilingi masalah. Kamu tahu sendiri bagaimana orang-orang di rumah sakit, jika kamu mengambil spesialis dan disetujui rumah sakit dan mereka akan bercerita ini dan itu," sahut Dikta.

"Apa peduli kamu jika semua itu harus terjadi dan bukankah selama ini tidak satu orang pun di rumah sakit tidak ada yang bisa menghargaiku, menganggapku sebelah mata dan itu jauh lebih baik jika akhirnya aku mengambil spesialis dan akan membuat mereka semua panas. Aku tidak peduli dengan perkataan orang lain dan tiba sudah saatnya aku akan mengatakan kepada mereka bahwa aku putri tunggal pemilik rumah sakit Citra Kasih dan bahkan Dokter yang selalu mereka agung-agungkan itu bisa berada di sana dan mendapatkan posisinya karena orang tuaku!" tegas Zivanna mengeluarkan semua unek-unek dengan penuh penekanan.

"Cukup Zivanna, kamu sadar apa yang barusan kamu katakan sudah....."

"Menyinggung kamu...." Zivanna memotong kalimat itu.

"Bukankah semuanya benar. Kamu setuju dengan keinginan Papa dan Mama menikah denganku hanya karena kamu ingin mendapatkan posisi yang jauh lebih tinggi di rumah sakit, tanpa memikirkan bagaimana perasaanku. Kamu harus menikahi wanita yang baru saja selesai melaksanakan sumpah dokternya, wanita yang masih butuh ketenangan dan belajar lebih baik dalam dunia pekerjaannya dan bukan dinikahi!"

"Ketika sudah menikah kamu bahkan tidak menjalankan peran kamu untuk membantuku meraih semua impianku, kamu hanya sendiri yang hanya menikmati semua posisimu dengan pujian yang diberikan orang-orang dan sementara dengan sangat ringan mulut kamu mempermalukanku di rumah sakit, menjadikanku sebagai seorang dokter yang tidak berguna dan direndahkan banyak orang!"

Dikta terdiam untuk pertama kali mendengarkan semua isi hati Zivanna yang selama ini tersimpan.

"Kamu pikir aku tidak capek dengan semua yang terjadi padaku selama ini. Aku juga ingin dihargai, jika aku salah. Apa tidak bisa menegurku dengan baik, tidak perlu membentak, marah-marah dengan seribu bahasa di depan orang lain tanpa beritaku di mana letak kesalahanku, bukan hanya itu saja, apa kamu tidak bisa menyimpan kesalahanku dan tanpa memberitahu kepada kedua orang tuaku yang membuatku selalu salah di mata mereka dan terus saja memberikan kepada kamu, mereka menganggap aku akan menjadi orang dan jika berada di tangan kamu!"

"Tanpa mereka ketahui bahwa selama ini kamu tidak melakukan apapun kepadaku!" tegas Zivanna.

Tidak ada komentar apapun yang Dikta katakan. Dia hanya diam terpaku menatap mata Zivanna yang berkaca-kaca. Mungkin ada kelegaan tersendiri di hati Zivanna karena berhasil mengeluarkan semua unek-uneknya yang dipendam selama ini.

"Jadi jangan pernah menghalangiku untuk mengambil Dokter spesialis dan aku akan membuktikan kepada semua orang jika aku mampu," ucap Zivanna merendahkan suaranya dan kemudian berlalu dari hadapan Dikta.

Dikta masih diam di tempatnya dan baru membalikan tubuh ketika terdengar suara pintu kamar mandi. Zivanna langsung memasuki kamar mandi.

Dikta menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, entah apa yang saat ini dia pikirkan, wajahnya dipenuhi dengan ekspresi tidak terbaca, mungkin sedikit kaget dengan banyaknya Zivanna mengeluarkan suara, mengeluarkan semua isi hatinya, selama ini sungguh dia tertekan dalam dunia pekerjaan dan juga rumah tangga yang menurutnya tidak berarti sama sekali.

*****

Suara dentingan sendok terdengar di meja makan. Makan malam kali ini terasa begitu hening, Zivanna bersama dengan kedua orang tuanya dan Dikta seperti biasa menikmati makan malam.

"Papa mendengar jika kamu akan mengambil spesialis?" Andra akhirnya mengeluarkan suaranya dan langsung to the point bertanya kepada putrinya itu yang Zivanna menghela nafas, sudah pasti itu berdasarkan pemberitahuan yang diberikan Dikta pada ayah mertuanya akibat keinginannya.

"Zivanna. Papa kamu sedang bertanya?" tegur Sekar.

"Lalu kenapa jika iya? Papa dan Mama meragukan kemampuanku dan aku tidak akan bisa melakukan hal itu," jawab Zivanna terdengar begitu ketus.

"Kamu kenapa sih apa-apa langsung marah seperti itu. Papa bahkan tidak mengatakan apapun kepada kamu dan sudah berpikir negatif seperti itu kepada kedua orang tua kamu," sahut Andra.

"Bukankah selama ini Papa memang tidak pernah mendukung apapun yang Zivanna inginkan. Papa selalu meragukan kemampuan Zivanna, sehingga yang tertanam di kepala Zivanna hanya bagaimana Zivanna tidak akan bisa melakukan apapun dan tidak mampu untuk bertindak, keraguan semua orang membuat Zivanna tidak pernah berani mengambil tindakan apapun sehingga linglung dan mengambil tindakan bodoh dengan cepat tanpa berpikir panjang tanpa konsentrasi!" tegas Zivanna lagi-lagi hanya terus marah saja kepada sang ayah.

"Zivanna, ada apa ini? kenapa kamu memperbesarkan masalah hanya karena papa kamu bertanya kepada kamu?" tanya Sekar.

"Pertanyaan kalian seakan-akan sudah menekankan bahwa Zivanna tidak pernah melakukan hal itu sebelum berhasil menjadi Dokter. Bagi kalian Zivanna tidak memiliki kemampuan apapun meski sudah menyandang status Dokter dan padahal kalian semua tahu bahwa untuk berada di tahap ini, Zivanna berusaha sendiri tanpa menggunakan nama rumah sakit dan juga status kedua orang tua keluarga yang memiliki kuasa yang penuh jika ingin menjadi Dokter secara intan!" tegas Zivanna.

Dikta hanya diam saja karena sebelumnya dia juga sudah mendapat semburan dari istrinya itu, atas permintaannya yang tidak disetujui oleh Dikta.

"Zivanna akan mengambil Dokter spesialis bedah. Ini sudah keputusan Zivanna. Jadi mohon jangan halangi dan cukup berikan kepercayaan jika Zivanna mampu melakukan semua ini," tegas Zivanna.

Sekar dan Andra saling melihat mungkin ada keraguan mereka terhadap keputusan putri mereka.

Bersambung...

1
di wish
lama2 kok sebel ya sama zivana...dokter tapi goblok pemikiran kayak anak kecil...kok bisa lulus jadi dokter...kuliah dimana coba bisa ngelulusin org kayak gitu
di wish
ini dokter bodoh
Choirun Nisa
bagus
Lisa Halik
happy ending,makasih thor..walau susunan ayat bertaburan,banyak typo ceritanya bagus
Lisa Halik
typo2😒
Lisa Halik
memang banyak typo mbak..melbacanya pun bingung
Lisa Halik
aikna thor..blur susunan ayat ceritanya bertaburan,banyak typo😒😒😒😒😒
Lisa Halik
pening bacanya thor..susunan ayat,jalan cerita bertaburan..malas nak komen...blur
Lisa Halik
dikta😒😒😒😒😒😒
Lisa Halik
dikta baik kamu terus terang pada nayla,kan kesian nayla,jangan sampai nayla tau dari orang lain
Lisa Halik
no komen thor...tunggang terbalik ini susunan cerita...kadang2 blur baca
Lisa Halik
makin bingung membacanya thor,susunan ayat tak ketentuan...mmmmmm
Lisa Halik
apakah dikta memang ada rasa pada zivania oleh sebab itu terima nikah sama zavinia
Lisa Halik
thor perbetulkan nama,banyak sangat typo
Lisa Halik
zivania juga sebenarnya salah,kenapa mau jadi doktor kalau takut tengok darah..
Lisa Halik
salut aama kamu zivania,buktikan kamu mampu berdiri di atas kaki sendiri
Lisa Halik
mertua kolot..huhuhu
Lisa Halik
tiba2 juga dokter dikta benarkan zivania melalukan suntikan,apa motifnya
Lisa Halik
patut xivania marah,dari mula ada saja salah di mata mereka&mereka tidak tahu bagaimana perasaan zivania saat di malukan depan orang ramai
Lisa Halik
zivvania bukti kamu boleh jadi dokter yang di banggakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!