Indonesia
NovelToon NovelToon
KKN DESA MATI

KKN DESA MATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Author Melda

6 mahasiswa KKN datang ke desa terpencil untuk pengabdian. Di gapura desa, mereka disambut warga yang ramah. Tapi aneh, semua rumahnya lapuk, tidak ada listrik, dan kuburan ada di setiap halaman rumah. Maya, yang indigo, berbisik, "Sel, kaki mereka nggak napak tanah..." Malam pertama, Riko iseng memotret gapura desa. Saat foto dilihat, yang berdiri di foto bukanlah 6 mahasiswa... tapi 6 pocong dengan wajah mereka sendiri! Ternyata desa itu sudah mati 20 tahun lalu karena wabah. Dan setiap 20 tahun, mereka butuh 6 tumbal baru untuk menggantikan mereka. Dan tahun ini... giliran kami. Jangan pernah KKN di desa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Melda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4 - SUMUR BELAKANG BALAI DESA

Gelap total.

Listrik genset padam. Hanya cahaya dari enam senter HP kami yang bergetar karena tangan kami gemetar.

Di dalam balai desa yang sempit ini, kami baru sadar, kami tidak sendirian. Di setiap sudut ruangan, ada bayangan hitam tinggi besar berdiri diam. Mata mereka menyala merah.

"Jangan ada yang gerak!" bisik gue pelan.

Tapi Sinta yang panik malah menjerit dan senternya jatuh ke lantai. Cahaya senternya mengarah ke atas, menyorot langit-langit kayu balai desa.

Dan di langit-langit itu, ada puluhan wajah pucat menempel, menatap kami dari atas dengan mulut menganga lebar.

"AAAKHHH!"

Kami semua lari ke tengah ruangan, saling berpelukan.

Dari luar, suara ketukan di kaca semakin keras. TOK! TOK! TOK! Nenek Jum masih menempel di jendela, tapi sekarang di belakangnya sudah ada puluhan warga desa lain. Semua menempelkan wajah pucat mereka di semua jendela balai desa.

Mereka mengepung kami.

Jam dinding yang tadi berhenti di jam 9 malam tiba-tiba berbunyi lagi. Detik jam terdengar sangat keras di ruangan sunyi. Tik... tok... tik... tok...

Tiba-tiba, dari arah belakang balai desa, terdengar suara air ditimba. Suara ember kayu yang berderit. Srokkk... srokkk...

Bima yang paling dekat dengan pintu belakang menoleh, "Di belakang ada sumur. Gue lihat tadi siang waktu kita datang."

Gue ingat pesan Pak Dosen pagi tadi: "Jangan pernah masuk ke hutan belakang balai desa."

Sumur itu ada di belakang balai desa, persis di batas hutan jati yang dilarang.

Suara timba air semakin keras, seperti ada yang sedang mengambil air tengah malam.

Maya yang peka sama hal gaib tiba-tiba berbisik dengan air mata mengalir, "Sel, gue denger suara anak kecil nangis dari sumur itu. Katanya... katanya dia kedinginan. Dia minta tolong."

Kami semua merinding. Tidak ada yang berani bergerak.

Tapi Riko, dengan jiwa kontennya, malah mengangkat kamera, "Gue harus rekam ini. Ini bukti. Kalau kita selamat, video ini bisa viral."

"Riko jangan!" gue larang.

Tapi Riko sudah membuka pintu belakang balai desa sedikit. Angin dingin dari hutan langsung masuk. Bau tanah basah dan bunga kamboja busuk menyengat.

Di luar, 10 meter dari balai desa, ada sebuah sumur tua dari batu bata merah yang ditumbuhi lumut. Di atas sumur ada kayu penyangga yang sudah lapuk. Dan ada seorang anak kecil perempuan, pakai baju putih lusuh, duduk di bibir sumur sambil menangis, kakinya menggantung di dalam sumur.

Anak itu menoleh ke arah kami. Wajahnya pucat, bibirnya biru. Dia melambaikan tangan ke Riko.

"Kak... tolong aku... dingin..."

Riko seperti terhipnotis, dia melangkah keluar, mendekati sumur. Kameranya masih merekam.

"Riko! Jangan keluar!" teriak Farhan.

Tapi Riko sudah sampai di bibir sumur. Dia mengulurkan tangan ke anak kecil itu.

Saat tangan Riko menyentuh tangan anak itu, tangan anak itu berubah menjadi tangan hitam keriput yang penuh tanah. Anak kecil itu tertawa melengking, suaranya berubah menjadi suara nenek-nenek.

Wajah anak itu berubah menjadi wajah Nek Jum yang menyeramkan.

"Akhirnya dapat satu," bisiknya.

Tangan hitam itu menarik Riko dengan kuat. Riko berteriak, "TOLONG GUE!"

Bima dan Farhan langsung lari keluar menarik Riko. Gue ikut menarik.

Tarik menarik terjadi di bibir sumur. Dari dalam sumur yang gelap itu, kami melihat ke bawah, ada puluhan tangan lain di dalam sumur yang ikut menarik kaki Riko ke dalam.

Sumur itu tidak berisi air. Sumur itu berisi tumpukan tulang dan tengkorak manusia yang sudah lama.

Dan di dinding sumur, ada tulisan yang diukir dengan kuku: JANGAN PERCAYA WARGA DESA KALIJATI - KKN 1978.

KKN 1978? Itu tahun yang sama dengan foto di dinding balai desa tadi. Foto yang wajahnya adalah wajah kami.

Tiba-tiba, dari arah hutan belakang sumur, terdengar suara gamelan Jawa dimainkan pelan. Suara gamelan kematian.

Dan puluhan obor menyala di dalam hutan yang gelap, bergerak mendekati kami.

Warga desa yang sebenarnya baru datang sekarang.

1
Author Melda
komen gais kalian pilih siapa👍
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
plis jangan datang itu namanya cari mati plis jangan
Author Melda: semoga aj yah kak do’a in 😥
total 3 replies
:P @.Ar.world(づ ̄ ³ ̄)づ
what udah 40 hari masih pekat aja jujur janggal itu
Author Melda: YA AMPUN KAK 😭😭 Kepala pocong di cover?? Fix itu dia nitip iklan. Makanya bau kemenyan nya nyampe ke kakak. Tenang di Bab 39 nanti kepalanya udah gak ada... gantinya 146 kepala di lapangan 🥲 Berani lanjut gak??
total 5 replies
Tio Buki
Semangat ya thor👍👍👍👍👍🙏
Tio Buki: Yoi dek👍
total 4 replies
Tio Buki
Hadiah untukmu ya thor
Tio Buki
Ikut meramaikan ya thor🙏🙏🙏🙏
Tio Buki
Masuk aja, jangan di berat berat kan
Tio Buki
Siapa takut😄
Tio Buki
Aku ngak ikut ya 😄😄😄
Tio Buki
Sprei gue nggak bisa datang 🤣
Tio Buki
Mampir thor🙏🙏🙏
Nandan Waluya
Mantap ceritanya kak 💪
Author Melda: heheh terimakasih kak sdh mampir👍
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sebelum baca BAB 6, aku coba jawab pertanyaan Kak Melda di akhir BAB ini...

Jawabannya adalah...

Salah satu dari seluruh anggota KKN, "sukma jiwa"nya sudah dibawa...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Di akhir BAB, aku bayangin begini:

Aku yang sedari tadi hanya berdiri di depan pintu belakang, hanya tersenyum saat melihat semua obor-obor itu. Namun, senyumanku terlihat datar oleh seluruh teman-teman KKN ku.
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya membayangkan skenario spesial:

Aku (saya maksudnya, hehehe...) akhirnya berjalan santai menuju ke pintu balai desa yang terkunci. Lalu, kupejamkan kedua mataku. Dan mulai bicara dengan mereka semua yang ada di luar...

🤭🤭🤭
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya pasti cuma berdiri aja sambil senderan tembok, menatap satu-satu semua temen KKN. Terus tersenyum aja lihat mereka begitu... hihihi...
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Saya bangun dari rebahan, jalan deketin Selvi, dan bilang sama dia, "Gimana? Mau tukeran posisi ketua sama gue, gak?"
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Kalo ada saya di dalam ceritanya, pasti saya udah rebahan santai... sambil bilang, "Nikmati aja dulu... hehehe..."
Author Melda: Nah kan 😈 Cocok jadi ketua penunggu sumur ini mah
"Nikmati aja dulu hehehe" - kata penunggu sumur ke mahasiswa KKN
Fix kakak aku jadiin bos terakhir ya 😂
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Wah, kok saya malah ngerasa semakin seru ya kalo ada di tim mereka??? 🤭🤭🤭
Author Melda: Wkwk sama kak aku nulisnya aja keringetan 😭
Yaudah sini gabung tim KKN Desa Kalijatiny
Posisinya: divisi nganter makanan ke sumur jam 12 malam 🤝
Gaji: 1 nyawa wkwk
total 1 replies
☠️🩸Deni Komarulloh🩸☠️
Sudah diduga... Pasti warganya keluar malam-malam...
Author Melda: Wkwk pinter banget nebaknya kak 😈
Tapi... yang keluar malam-malam itu bukan warganya doang...
Ada yang "nemenin" mereka juga 👀
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!