Indonesia
NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Suara pisau yang beradu dengan talenan terdengar riuh menggema di seluruh penjuru galeri.

Enam puluh menit adalah waktu yang sangat singkat untuk memasak sebuah hidangan mahakarya.

Aldo mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan untuk menenangkan pikirannya.

Dia menatap ke arah nampan plastiknya yang berisi setengah ekor ayam kampung mentah.

"Aku akan membuat Ayam Woku Belanga khas Manado resep rahasia ibu," gumam Aldo pelan.

Dia langsung meraih pisau dapurnya dan memotong ayam kampung itu menjadi beberapa bagian kecil.

Trak trak trak.

Tulang ayam kampung yang keras terpotong dengan sangat rapi dan presisi di bawah tekanan pisau Aldo.

Dia kemudian mengambil ulekan batu miliknya dan memasukkan bawang merah, kemiri, serta cabai yang sudah disiapkan tadi.

Aldo tidak menggunakan blender modern yang tersedia di bawah mejanya sama sekali.

"Bumbu yang diulek manual dengan batu akan mengeluarkan minyak esensial yang membuat rasanya jauh lebih gurih," batin Aldo.

Ulek ulek ulek.

Tangan kanannya bergerak dengan ritme memutar yang sangat kuat menghancurkan bumbu-bumbu tersebut.

Keringat mulai menetes dari dahi Aldo namun dia sama sekali tidak peduli.

Srenggg.

Di meja seberang, terdengar suara desisan daging yang bersentuhan dengan wajan panas.

Asap tipis beraroma daging panggang yang sangat mewah tiba-tiba memenuhi udara di sekitar mereka.

"Wangi sekali daging itu," ucap seorang peserta wanita di meja sebelah Aldo sambil mengendus udara.

"Tentu saja wangi, ini adalah Wagyu A5 dari peternakan terbaik di Jepang," sahut Kevin dengan suara keras.

Pemuda sombong itu sengaja memamerkan dagingnya sambil membolak-baliknya dengan penjepit besi.

Dia menatap sinis ke arah Aldo yang sedang sibuk mengulek bumbu tradisional.

"Hei gembel, kau lihat perbedaan level kita sekarang?" teriak Kevin dari mejanya.

Aldo tidak menoleh dan tetap fokus pada bumbunya.

"Level masakan tidak ditentukan dari harga bahan mentahnya, Tuan Muda," jawab Aldo dengan tenang.

"Tutup mulutmu dan jangan menangis saat juri membuang masakan kampunganmu itu ke tempat sampah nanti."

"Kita lihat saja nanti siapa yang masakannya berakhir di tempat sampah."

Blar.

Aldo menyalakan kompor gasnya dengan api yang cukup besar lalu menuangkan sedikit minyak goreng.

Dia memasukkan bumbu kuning yang sudah diulek halus ke dalam wajan aluminium tuanya.

Srenggg.

Aroma wangi dari bumbu yang ditumis seketika meledak di udara dan melawan aroma daging wagyu milik Kevin.

Wanginya sangat tajam, pedas, dan menggugah selera siapapun yang menciumnya.

"Aroma apa ini? Wanginya sangat menusuk hidung tapi bikin lapar," ucap peserta lain yang mulai terganggu konsentrasinya.

Aldo menambahkan daun jeruk, daun pandan, kemangi, dan irisan tomat ke dalam tumisannya.

Ini adalah kunci rahasia dari resep ibunya yaitu memasukkan kemangi di awal penumisan agar aromanya mengunci daging.

Sementara itu, di bagian depan podium, ketiga juri mulai turun dari kursi mereka.

Chef Arya berjalan dengan kedua tangan di belakang punggung menyusuri lorong meja peserta.

Matanya yang tajam mengawasi setiap gerakan tangan para peserta yang sedang panik.

"Perhatikan apimu, nomor delapan! Kau mau membakar seluruh gedung ini?" bentak Chef Arya tiba-tiba.

Peserta nomor delapan yang ditegur langsung gemetar hebat dan buru-buru mengecilkan api kompornya.

Chef Bram berjalan ke arah barisan kiri dan berhenti di depan seorang pria gemuk yang sedang membuat sup.

Dia mengambil sebuah sendok kecil lalu mencicipi kuah sup yang sedang mendidih di panci pria itu.

"Apa ini?" tanya Chef Bram dengan nada suara yang sangat datar.

"I-itu sup krim jamur ala Prancis, Chef," jawab pria gemuk itu dengan keringat dingin bercucuran.

"Sup krim jamur katamu? Ini lebih mirip air bekas cucian piring yang dicampur lumpur."

"T-tapi Chef, saya sudah mengikuti resepnya dengan benar."

"Warnanya pucat, teksturnya encer, dan rasanya hambar seperti air keran."

Chef Bram melemparkan sendok kecil itu ke dalam panci sup hingga menimbulkan suara dentingan keras.

Trang.

"Buang sup ini sekarang atau kau bisa langsung angkat kaki dari ruang audisi ini!" ancam Chef Bram.

Pria gemuk itu menunduk lesu dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

Pemandangan kejam itu membuat mental puluhan peserta lainnya langsung anjlok drastis.

Mereka sadar bahwa dewan juri tidak akan memberikan toleransi sedikitpun untuk sebuah kesalahan kecil.

Chef Renata berjalan mendekati meja Kevin dan memperhatikan cara pemuda itu memasak dagingnya.

"Daging Wagyu A5 adalah bahan yang sangat berisiko tinggi di kompetisi ini," ucap Chef Renata.

"Saya tahu, Chef. Lemaknya sangat banyak jadi harus dimasak dengan suhu yang sangat presisi," jawab Kevin percaya diri.

"Kau memasaknya secara medium rare?"

"Benar sekali, Chef Renata. Saya akan menyajikannya dengan saus red wine reduction."

Chef Renata mengangguk pelan namun matanya menatap tajam ke arah wajan Kevin.

"Pastikan apimu tidak merusak tekstur lemaknya, atau daging sepuluh juta ini akan berakhir seperti sandal jepit."

"Tidak akan, Chef. Saya sudah memasak hidangan ini ratusan kali di dapur restoran saya."

Chef Renata meninggalkan meja Kevin dan berjalan perlahan menuju meja nomor dua belas.

Meja tempat Aldo sedang berjuang menaklukkan nyala api kompornya yang besar.

Namun sebelum Chef Renata sampai, Chef Arya sudah lebih dulu berdiri di depan meja Aldo.

Pria berwajah galak itu menatap tajam ke arah wajan aluminium tua yang terlihat sangat tidak estetis.

"Wajan siapa yang kau curi dari warung pinggir jalan ini?" tanya Chef Arya dengan suara berat.

Aldo menghentikan gerakan spatulanya sejenak dan menatap tepat ke mata Chef Arya.

"Ini wajan peninggalan almarhum ibu saya, Chef. Wajan ini sudah menemani keluarga kami belasan tahun."

"Kau pikir aku peduli dengan drama kisah sedih keluargamu di kompetisi masak profesional ini?"

"Saya tidak sedang menceritakan drama, Chef. Saya hanya menjawab pertanyaan Anda."

Keberanian Aldo menjawab ucapan Chef Arya membuat beberapa peserta di dekatnya menahan nafas ngeri.

1
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
makasi crazy up nya
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!