Indonesia
NovelToon NovelToon
Pewaris Rahasia CEO

Pewaris Rahasia CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Mafia
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aren Vely

Dia adalah Black Rose, pembunuh bayaran yang ditakuti dunia bawah tanah.

Dia adalah Adrian Virell, CEO dingin yang diam-diam merupakan pewaris dinasti mafia.

Lima tahun lalu, satu malam mempertemukan mereka tanpa nama dan tanpa janji.

Kini Black Rose kembali bersama seorang anak laki-laki bernama Noah.

Anak yang ternyata memiliki hubungan darah dengan sang CEO.

Namun Noah bukan anak biasa.

Di balik wajah polosnya, tersembunyi identitas lain yang bahkan tidak diketahui kedua orang tuanya.

Ketika masa lalu kembali memburu mereka, mampukah sang CEO melindungi pewaris yang selama lima tahun tidak pernah diketahuinya?

Dan sebenarnya...

siapa Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aren Vely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WANITA YANG MENGHILANG

Adrian terbangun sendirian.

Dia sudah terbiasa bangun di ranjang kosong. Kesendirian bukanlah hal asing baginya, bahkan sesuatu yang selama ini dia anggap nyaman, sebuah bukti bahwa dia tidak pernah membutuhkan siapa pun cukup lama untuk mereka meninggalkan jejak yang berarti. Tapi pagi itu terasa berbeda, meski dia belum bisa mengerti alasannya sampai matanya menangkap sesuatu yang tergeletak di meja samping ranjang, berkilau samar diterpa cahaya matahari pagi yang menyusup melalui celah tirai.

Sebuah kalung. Liontin berbentuk mawar hitam, kecil dan sederhana, terbuat dari logam yang tidak terlihat mahal, namun entah kenapa terasa seperti menyimpan sesuatu yang jauh lebih berat daripada bentuknya yang mungil.

Adrian duduk lama menatap benda itu sebelum akhirnya mengambilnya, merasakan beratnya di telapak tangan. Dia mencoba mengingat wajah wanita itu dengan jelas, tapi entah kenapa ingatannya terasa seperti kabut, jelas dalam perasaan namun kabur dalam detail, seolah malam itu adalah mimpi yang enggan dia lepaskan meski dia tahu harus bangun.

Dia mencoba mencari tahu siapa wanita itu, memulai dengan cara yang biasa dia gunakan untuk hal-hal semacam ini: satu panggilan telepon kepada kepala keamanan hotel, sebuah permintaan yang biasanya diselesaikan dalam hitungan menit ketika nama Virell yang mengucapkannya.

"Aku butuh rekaman kamera keamanan dari lantai ini, semalam," katanya melalui telepon, suaranya tenang seperti biasa meski ada sesuatu yang mengganjal di dadanya yang tidak biasa dia rasakan.

Beberapa jam kemudian, kepala keamanan itu sendiri yang datang menemuinya, wajahnya pucat dan gugup.

"Tuan Virell, kami mengalami masalah," katanya, hampir tergagap. "Rekaman dari lorong itu, dan dari lobi, semuanya rusak. Sistemnya menunjukkan gangguan teknis tepat pada rentang waktu yang Anda minta."

Adrian menatapnya dalam diam untuk waktu yang cukup lama sehingga pria itu mulai berkeringat. "Gangguan teknis," ulang Adrian, suaranya datar.

"Ya, Tuan. Kami sudah memeriksa semuanya. Tidak ada penjelasan yang masuk akal."

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya yang selalu dipenuhi jawaban, Adrian menghadapi jalan buntu di setiap arah yang dia coba. Dia memerintahkan timnya untuk memeriksa data pemesanan kamar di lantai itu. Hasilnya sama anehnya: catatan yang seharusnya ada, lenyap begitu saja dari sistem, seakan kamar itu tidak pernah dipesan oleh siapa pun malam itu. Dia memerintahkan pemeriksaan terhadap identitas tamu yang tercatat di meja resepsionis pada malam itu. Yang ditemukan hanyalah nama palsu, alamat yang tidak pernah ada, dan nomor telepon yang ketika dihubungi hanya menghasilkan nada sambung kosong yang tidak terhubung ke mana pun.

Semuanya kosong. Semuanya sengaja dikosongkan, dengan ketelitian yang menurut kepala keamanan Virell sendiri "tidak mungkin dilakukan oleh amatir."

Adrian Virell, yang tidak pernah gagal menemukan apa pun yang dia inginkan, yang bisa melacak transaksi keuangan tersembunyi di balik puluhan perusahaan cangkang, yang bisa menemukan informasi rahasia negara jika dia benar-benar menginginkannya, untuk pertama kalinya berhadapan dengan seseorang yang benar-benar menghilang tanpa jejak, seolah wanita itu memang sengaja dilatih untuk tidak pernah ditemukan.

Selama berminggu-minggu setelah malam itu, Adrian menghabiskan waktu senggangnya, yang jarang sekali dia miliki, untuk terus mencari petunjuk. Dia memeriksa daftar tamu acara amal malam itu satu per satu. Dia menghubungi beberapa kontaknya di kepolisian untuk memeriksa apakah ada laporan orang hilang yang sesuai dengan deskripsi wanita itu. Dia bahkan, dalam momen yang dia sendiri tidak sepenuhnya mengerti, meminta salah satu ahli forensik digital terbaik yang pernah bekerja untuknya untuk mencoba merekonstruksi ulang rekaman yang rusak itu.

Semuanya berakhir tanpa hasil.

Dan yang paling mengganggunya bukanlah kekalahan itu sendiri, meski Adrian bukan orang yang terbiasa menerima kekalahan dalam bentuk apa pun. Yang mengganggunya adalah dia tidak bisa berhenti memikirkan wanita itu, bahkan di tengah rapat penting, bahkan ketika dia seharusnya fokus pada negosiasi bisnis yang bernilai jutaan dolar. Bukan sekadar ketertarikan sesaat yang biasa dia lupakan keesokan harinya setelah malam-malam serupa dengan wanita lain di masa lalunya. Ada sesuatu di balik mata wanita itu malam itu, sesuatu yang familiar, seolah dia sedang menatap cerminan dari kesepian yang sama yang selama ini dia sembunyikan dari dunia di balik jas mahal dan senyum penuh percaya diri.

Suatu malam, duduk sendirian di ruang kerjanya yang luas dengan pemandangan kota yang berkilau di bawahnya, Adrian menggenggam kalung mawar hitam itu di tangannya, memutarnya perlahan di antara jari-jarinya seperti yang sering dia lakukan belakangan ini.

Ibunya, Elena Virell, pernah suatu kali menemukannya dalam momen seperti itu dan bertanya dengan lembut, "Kau memikirkan sesuatu, Adrian?"

"Bukan sesuatu," jawabnya pelan, hampir seperti berbicara pada dirinya sendiri. "Seseorang."

Elena tersenyum tipis, sebuah senyum yang mengandung sesuatu yang tidak bisa dijelaskan Adrian saat itu. "Itu hal baru untukmu."

Adrian tidak menjawab, karena dia sendiri tidak yakin bagaimana harus menjelaskannya. Sepanjang hidupnya, dia dilatih untuk tidak pernah membiarkan siapa pun cukup penting untuk mengganggu fokusnya. Namun wanita yang bahkan tidak dia ketahui namanya itu berhasil menembus pertahanan yang selama ini dia bangun dengan begitu hati-hati, hanya dalam waktu satu malam.

Dia ingin tahu siapa wanita yang bisa masuk ke dalam hidupnya, menghilang tanpa jejak, dan meninggalkan sesuatu yang tidak bisa dia lupakan meski dia mencoba, malam demi malam, untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa itu hanyalah satu malam yang tidak berarti apa-apa.

Dia gagal meyakinkan dirinya sendiri setiap kali.

Dan jauh di lubuk hatinya, meski dia belum berani mengakuinya secara terbuka, Adrian Virell mulai menyadari bahwa pencarian ini bukan lagi soal rasa penasaran biasa. Ini adalah sesuatu yang lebih dalam, sesuatu yang tidak akan pernah dia biarkan berhenti sampai dia menemukan jawabannya, apa pun harga yang harus dia bayar.

1
rifatin jihan
Thor aku mohon banyak kin episode nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!