Indonesia
NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 4 : melabrak dapur istana

Sreeet!

Kaisar Yan menarik kembali pedangnya ke dalam sarung dengan hentikan keras. Pria itu membalikkan badannya, membuat jubah naga hitamnya berkibar megah. Dia menatap Ara untuk terakhir kali dengan pandangan dingin yang penuh teka-teki.

"Aku tidak sudi mengotori pedangku untuk menebas wanita gila sepertimu," ucap Kaisar Yan ketus. "Kurung Permaisuri di paviliun ini. Jangan biarkan dia keluar sampai otaknya kembali waras!"

Setelah melemparkan perintah itu kepada para pengawal di luar, Kaisar Yan melangkah pergi meninggalkan paviliun dengan langkah lebar, disusul oleh kasim tuanya yang buru-buru menyeka keringat dingin di dahi.

Begitu rombongan Kaisar menghilang dari pandangan, Yuan-er langsung ambruk ke lantai. Napasnya terengah-engah seolah baru saja lolos dari kejaran monster. "Permaisuri... hamba benar-benar mengira kita akan mati hari ini. Anda berani sekali menantang Kaisar seperti itu..."

Ara malah mendengus remeh. Dia berjalan santai menuju kasur sutranya, lalu merebahkan diri sambil melipat kedua tangan di belakang kepala. "Alah, modal tampang sangar doang. Di tongkrongan gua yang dulu, cowok kayak begitu udah gua sikat pake balok kayu."

Namun, baru saja Ara mau memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuhnya yang masih lemas, tiba-tiba terdengar suara nyaring dari arah perutnya.

Kruuuk... Kruuuk...

Ara memegangi perutnya yang mendadak melilit. Rasa lapar yang luar biasa langsung menyerang pertahanan dirinya. "Woi, vitamin! Gua laper nih. Ada makanan gak? Yang pedes, gurih, pake nasi anget kalau ada."

Yuan-er buru-buru bangkit berdiri dengan wajah serba salah. "Ah... itu... Permaisuri, jatah makanan dari dapur istana untuk paviliun kita biasanya baru diantar menjelang sore. Dan... biasanya..." Yuan-er menggantung kalimatnya, takut menyinggung perasaan bosnya.

"Biasanya apa?" cecar Ara sambil menaikkan sebelah alisnya.

"Biasanya hanya sisa makanan dingin atau bubur encer yang hampir basi, Permaisuri. Kepala koki dapur istana adalah kerabat dekat Selir Agung Li. Sejak dulu, mereka sengaja mempersulit pasokan makanan untuk kita," cicit Yuan-er pelan.

Mendengar hal itu, darah preman Ara langsung mendidih. Dia langsung bangkit berdiri dari kasurnya, mengabaikan rasa pusing yang sempat melanda. "Apa lu bilang? Sisa makanan? Bubur basi? Wah, bener-bener ngajak ribut nih orang dapur!"

Tanpa babibu lagi, Ara langsung melangkah lebar menuju pintu keluar paviliun. Dua pengawal yang berjaga di depan pintu langsung menyilangkan tombak mereka untuk menghalangi jalan Ara.

"Permaisuri, maaf. Atas perintah Kaisar, Anda tidak boleh meninggalkan...."

Brakk!

Belum sempat pengawal itu menyelesaikan kalimatnya, Ara sudah menendang salah satu tombak dengan tumit kakinya, lalu menyikut ulu hati pengawal satunya lagi hingga pria berbadan kekar itu terbatuk-batuk dan mundur beberapa langkah.

Gerakan bela diri modern Ara yang efisien dan cepat sukses membuat kedua pengawal itu syok berat. Meskipun tubuh Xia Ruo ini masih selemah triplek basah, Ara tahu betul di mana titik lemah tubuh manusia untuk dilumpuhkan.

"Gua mau makan! Kalau lu berdua berani menghalangi gua lagi, gua pastikan burung di jubah lu pada bakal gua copot satu-satu! Minggir!" gertak Ara dengan mata melotot sangar.

Dua pengawal itu menelan ludah ngeri melihat keganasan Permaisuri yang biasanya cuma bisa menangis pasrah itu. Mereka akhirnya terpaksa menurunkan senjata dan membiarkan Ara lewat, diikuti oleh Yuan-er yang berlari kecil di belakangnya sambil menangis histeris ketakutan.

Ara berjalan dengan langkah tegap bin mengangkang menuju dapur utama istana. Begitu sampai di depan pintu gerbang dapur yang besar, dia tidak mengetuk atau memanggil pelayan dengan sopan.

Brakkk!

Ara menendang pintu kayu dapur istana hingga terbuka lebar dan menghantam dinding dengan suara menggelegar. Seluruh pelayan, koki, dan pembantu dapur yang sedang sibuk memotong sayur langsung menghentikan aktivitas mereka. Suasana dapur yang tadinya bising mendadak hening seketika.

Seorang pria paruh baya bertubuh tambun dengan pakaian koki mewah yang tak lain adalah Kepala Koki Liu, melangkah maju sambil berkacak pinggang. Dia menatap Ara dengan pandangan meremehkan.

"Permaisuri? Ada angin apa Anda datang ke tempat kotor ini? Jika Anda mencari makanan, bukankah pelayan Anda sudah tahu bahwa jatah untuk paviliun Anda belum siap?" ucap Kepala Koki Liu dengan nada merendah yang sangat tidak sopan.

Ara tersenyum miring, senyuman yang membuat Yuan-er langsung merinding di tempat. Ara berjalan perlahan mendekati meja potong daging, lalu dengan gerakan kilat, dia menyambar sebuah pisau jagal raksasa yang tertancap di atas talenan kayu.

Jleb!

Ara menancapkan pisau jagal itu tepat satu sentimeter di depan jemari tangan Kepala Koki Liu yang sedang bersandar di meja. Pria tambun itu langsung melonjak mundur dengan wajah pucat pasi.

"Denger ya, babi gemuk," desis Ara sambil mencondongkan badannya ke depan, menatap tajam Kepala Koki Liu. "Gua gak peduli lu saudaranya selir agung, selir mini, atau selir ghaib sekalipun. Mulai detik ini, kalau gua dateng ke sini dan makanan gua belum siap, atau lu berani ngasih gua bubur basi lagi... pisau ini gak bakal bernaung di atas kayu, tapi bakal mampir ke leher lu. Paham, Mas Bro?!"

1
Yadi
bab ini paling senang gue ngulang bacanya 🤣🤣🤣
Yadi
Semua masalah pada ludes jika Ibu Bar Bar Negara yg turun tangan 🤣🤣
Yadi
tawuran...?? 🤣🤣🤣
Yadi
Lanjut Thor..
Yadi
hahahaha..
Paksu Kaisar berharap banget pada ibu negara 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣

ketawa mulu mah gue
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
daacanss
jangan lupa mampir komen terus yaa, biar author semangat nulis nyaa😊
Yadi
Ratu Bar Bar Pedas beraksi
Yadi
Lanjuuuiut...

kok nggak ada yg komen ya?

apakah para pembaca pada terhipnotis krn novel ini enakn dibaca ya?
Yadi
Gue yakin ilmu beladiri Permaisuri satu tingkat diatas Kaisar 😄😄😄
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kayaknya Kaisar Yan akan mendapatkan lawan seimbang
Yadi
🤣🤣🤣🤣

Gue suka mulut Permaisuri yg badas... yg bikin para pejabat pada setrok berjemaah ketika Permaisuri memberikan kuliah subuh 🤣🤣🤣🤣
daacanss: yakan,gak menye menye jadi seru,gak lemah terus🤭🤣
total 1 replies
Emalia
Lanjut kk
daacanss: tunggu kelanjutan nya besok ya kak😙
total 1 replies
Hatijah Cantik
cukup menghibur
daacanss: makasih kak kalo suka sama ceritanya,tunggu terus ya kelanjutan cerita nya🥰
total 1 replies
Hatijah Cantik
cerita menarik , diawali dgn ngamuk2👍🤣🤣🤣🤣
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: saling support yo ka
total 2 replies
Ame Joh
aku mampir thor sepertinya seru
daacanss: iyaa makasih ya udah mau mampir😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!