Arabella, putri keluarga kaya yang tidak diakui oleh keluarganya lagi. Tunangannya direbut oleh seorang wanita miskin…
Ketika, wanita miskin itu menikah dengan tunangannya. Dirinya hampir dilecehkan oleh beberapa preman yang dikirim tunangannya.
Terpaku dalam dendam merasa dunia ini tidak adil. Sebuah ingatan tiba-tiba masuk ke dalam kepalanya.
“Ini adalah dunia novel yang sudah mencapai ending? Dan aku adalah antagonisnya…” gumamnya tertawa dalam tangisan.
Seorang antagonis yang tiba-tiba memiliki kesadaran. Dirinya sudah tidak terikat plot lagi, karena cerita telah mencapai ending…
“Aku akan membalas mereka, ini awal dari permainan membalas dendam…”
"Aku akan menjadi senjatamu untuk membalas dendam." Diluar dugaan pria gila yang seharusnya mencintai protagonis mengulurkan tangan untuk membantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balasan
Seperti apa sebenarnya sosok arabella? Berbanding terbalik dengan sosok Angel. Wanita itu bagaikan hidup di dunia kuda poni yang selalu mementingkan kebaikan orang lain.
Wanita yang selalu sembarangan memberikan uang kepada pengemis di jalanan. Walaupun uang itu bukan uangnya sendiri melainkan milik uang kedua orang tua arabella.
Tapi anehnya kedua orang tuanya selalu memuji Angel. Sedangkan arabella, wanita itu menyisihkan uangnya sendiri. Membeli villa dan spa yang hampir bangkrut.
Namun, kedua orang tuanya malah menganggap dirinya boros. Itulah yang aneh dari pandangan kedua orang tuanya.
Tapi untunglah dari awal dirinya memikirkan kekukuhan finansial. Villa dan spa miliknya yang berada di luar kota sudah mulai menghasilkan dari setahun lalu.
Selain itu, cek senilai 250 juta yang diberikan oleh Cakra masih berada di kantongnya saat ini. Wanita yang meletakkan tongkat pelnya setelah membersihkan apartemen milik Xavier.
Menggunakan kacamata hitam, serta lipstik merah merona. Mengingat dalam tasnya yang ditemukan oleh Xavier, juga ada beberapa perlengkapan untuk touch up.
Mengamati penampilannya sendiri, wanita yang menyipitkan matanya. Kalau menggunakan gaun yang sudah robek seperti ini.”Itu sama sekali tidak menantang. No! No! No! Aku sangat sekali bukan makhluk tersiksa yang mudah ditaklukan.”
Arabella membuka lemari pakaian Xavier. Memakai kemeja milik pemuda itu. Setelah melepaskan gaunnya, hot pants yang digunakan olehnya, membuatnya begitu menawan dengan penampilan yang sederhana.
Wanita yang melangkah keluar dari apartemen milik Xavier. Berjalan menelusuri lorong. Kecantikannya bahkan membuat seorang om-om yang sudah merangkul gadis berpakaian SMU menoleh, hingga meneteskan air liur. Gadis SMU yang memukul sugar daddy-nya karena kesal.
Arabella tidak peduli sama sekali, semua orang melirik ke arahnya seperti biasanya. Dirinya menaiki taksi yang dipesannya menuju rumahnya.
***
Gerbang besar rumah itu pada akhirnya terlihat. Kediaman keluarga Mahendra, dinding yang begitu besar dan tinggi, gerbang terlihat megah berkelas.
Arabella turun dari taksi, security yang mengenalinya segera membukakan gerbang besar kediaman itu.
Dirinya melangkah elegan, rambutnya sedikit tertiup angin menambahkan kesan kecantikannya. Di tempat parkir terdapat mobil dari kedua orang tuanya. Ditambah juga dengan mobil pengantin.
Apa Angel sengaja menghemat budget sehingga menghabiskan malam pertama di rumah mereka? Wanita ini pasti ingin mengejeknya dengan sengaja.
Arabella mendekati kaca spion salah satu mobil. Kemudian dengan sengaja mencubit bagian lehernya sendiri, sehingga menimbulkan bekas merah seperti tanda bercinta.
Dirinya sama sekali tidak boleh kalah dengan wanita itu. Berjalan memasuki pintu depan, kemudian menuju ruang keluarga, pada akhirnya sosok Angel terlihat.
Tengah berbicara dan bercanda dengan kedua orang tua arabella. Ditambah keberadaan Cakra di tempat ini membawakan minuman untuk istrinya.
Arabella bertepuk tangan.”Sungguh keluarga Cemara yang indah ya?” entah itu berupa sebuah pujian atau sindiran terhadap mereka.
“Arabella! Jangan mengucapkan kata-kata pedas kepada Angel. Sudah Ibu katakan kamu bukan anakku lagi.” Melda menekankan kata-katanya pada putrinya sendiri.
“Ibu…Angel tidak apa-apa. Arabella adalah anak kandung ibu. Aku tidak pantas diperlakukan istimewa. Seharusnya, Ibu lebih memperhatikan Kak arabella. Kak arabella, terlihat begitu kesal. Angel merasa bersalah…” air mata wanita itu mengalir, mengalir bagaikan bunga peony mendayu-dayu terkena air.
Membuat Arabella yang sudah terbiasa minyakkan adegan ini menjadi begitu mual.
Beberapa tulisan komentar yang melayang itu terlihat lagi.
‘Bukankah di Novel ini sudah ada tanda tamatnya. Tapi kenapa ceritanya masih berlanjut?’
‘Tidak apa-apa! Berlanjut sampai arabella mati dalam penderitaan. Dia dilecehkan oleh puluhan pria, kemudian menderita penyakit mematikan, lalu kecemplung sumur, kejatuhan meteor. Ketemu psikopat, mayatnya dipotong-potong menjadi ribuan keping yang dimakan oleh anjing.’
‘Setuju! Walaupun sudah ada tanda tamat, tapi sepertinya ceritanya menjadi lebih seru. Angel harus hidup bahagia, musnahkan arabella.’
Arabella yang membaca komentar-komentar itu mengangkat sebelah alisnya. Dirinya benar-benar dikutuk oleh orang-orang ini. Tapi satu hal yang pasti, bagaimana bisa orang-orang yang berkomentar ini mendukung seorang pencuri.
“Angel sayang…kamu harus tenang ya. Kamu begitu baik menolong banyak orang, tidak seperti arabella yang hanya memikirkan uang saja. Kamu itu anak baik sayang…” Melda malah memeluk orang luar ini.
“Ibu, menantumu tersayang kemarin mengirimkan dua orang menjijikan untuk tidur denganku. Untung saja ada pangeran berkuda putih yang menyelamatkanku. Lihat! Aku bahkan mengenakan pakaiannya. Bagus bukan?” Kalimat yang diucapkan oleh arabella penuh senyuman. Seolah-olah memamerkan penampilannya saat ini.
Entah kenapa, Angel mengepalkan tangannya kesal. Kenapa arabella tidak celaka saja? Tapi tatapan matanya kini tertuju pada leher arabella, terdapat tanda merah tanda bercinta di sana. Dirinya dapat memanfaatkan ini untuk menghancurkannya.
“Arabella, Aku tahu kamu membenciku. Tapi tolong jangan mengarang cerita untuk membuat orang tua kita cemas dan membuat Cakra bermusuhan dengan mereka. Kak arabella memang suka bersenang-senang dengan banyak pria. Aku pernah melihat kebiasaanmu ini, bahkan sekarang ada…ada tanda memalukan di leher kak arabella.” Ucapnya dengan air mata mengalir bagaikan orang yang paling tidak bersalah di dunia. Memeluk Melda menyembunyikan wajahnya seolah-olah malu dengan tanda yang dilihatnya.
Seolah-olah dirinya adalah orang yang paling suci.
“Arabella! Kamu bersenang-senang di luar sana!? Bagus ya!? Sekarang kamu pergi! Tinggalkan rumah ini aku tidak memiliki Putri sepertimu!” Suara bentakan dari Vino Mahendra menggelegar, menunjuk ke arah pintu Arabella masuk.
“Aku yang memiliki tanda ini maka dianggap menjijikan. Tapi kalian tidak melihat seberapa banyaknya tanda di leher Angel. Cakra pasti ganas semalam ya? Kasihan…pagi-pagi kamu sampai tidak bisa berjalan.” Arabella tersenyum, saat dirinya berada dalam taksi. Memang lebih banyak lagi komentar yang didapatkannya tentang hal yang dilakukan oleh Cakra dan Angel di kamar pengantin.
Termasuk, Cakra yang meminta jatah hingga 10 kali sejak semalam. Membuat Angel bahkan tidak bisa bangun dari tempat tidur.
Itu sungguh plot yang agak tidak normal.
“Arabella! Jangan mengucapkan hal yang menjijikkan! Tutup mulutmu dan tinggalkan tempat ini!” Kali ini Cakra yang menekankan kata-katanya.
“Hai mantan…Bagaimana rasanya membobol seorang perawan? Pasti enak dan membuat ketagihan bukan?” Arabella tersenyum mendekatinya, kemudian berucap setengah berbisik.”Cakra, Bagaimana caramu memberikan pelajaran padaku, aku akan mengembalikannya dengan hal yang lebih menyakitkan. Mulai sekarang…aku akan menghancurkanmu.”
alurnya selalu menarik dan selalu ditunggu kelanjutannya 😁😁👍👍👍
tidak mau rugi itulah pebisnis, harus selalu untung...
ntah si arabella anaknya siapa
sebelum berucap sudah disembur naga api😂😂😂
kau salah berpijak. mereka mah tinggal dicire6t dr kk aja langsung the end alias TAMAT.🤣🤣🤣🤣🤣
anal ounggut disayang bagaikan anak kandung. dan anak kandung dianggap bagaikan anak pengemis jalanan yg tidak kenal.
nuh gelo siahhh😂😂😂😂
. buuang ja orang tua laknat macam mereka. tendang dr silsilah keluarga mahendra. emng benar benar keliatan ga bergunanya. mungkin nafas juga ga berguna lagi buat mereka.
aku akan selalu membelamu, akan sellu menjagamu, dan kan selalu ikut merundung dan membully musuh musuhmu😅😅
jangan pake timbang timbangan apa lagi pake acara nolak2 segala. bekerja sama lebih baik dr pada kerja sendiri. jd balas dendam pun bisa lancar. hancurkan si bunga bangke dan ortu durhakamu
kembali ke mode kesadaran sendiri.