Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Hati Menemukan Jalannya

Ketika Hati Menemukan Jalannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Cinta Seiring Waktu / Drama / Bullying dan Balas Dendam / Kontras Takdir / Anak Yatim Piatu / Teen School/College
Popularitas:518
Nilai: 5
Nama Author: Biru_Muda

Amanda yang seorang guru, dihadapkan pada lika-liku sekolah yang semakin hari semakin kehilangan arahnya.

Beban tanggung jawabnya sebagai wali kelas 1A benar-benar tak mudah, karena ia juga mendapatkan tekanan dari berbagai sisi, hingga membuatnya stress dan frustasi.

Disaat Amanda sedang pusing menghadapi berbagai masalah dalam sekolah tempatnya mengajar dan juga masalah bersama sang mantan yang masih kekeh meminta balikan dengannya.

Pertemuanya yang tak terduga dengan Reihan yang merupakan kakak dari salah satu muridnya menambah drama baru dihidupnya.

Membangkitkan kembali kenangan masa kecil yang telah terkubur lama ditambah bayang-bayang masa lalu antara dirinya dan Aqila, teman Reihan membuat hubungan mereka jadi penuh drama.

Kira-kira apa yang terjadi di antara mereka? Apa yang membuat Amanda sampai terlibat dengan Reihan dan Aqila?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Biru_Muda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu atau Obesesi?

Ada sorot mata yang sedari tadi memperlihatkan ketidak sukaanya pada obrolan yang membicarakan soal Amanda. Sosok itu adalah Aqila, yang terus membuat ekspresi muram.

Aqila tak suka jika Amanda terus disebut namanya dalam obrolan mereka, karena baginya Amanda bukanlah siapa-siapa di antara mereka yang sudah saling kenal akrab.

"Aduh, aku lupa!" ucapnya menyela obrolan, membuat semua langsung menatap ke arahnya. "Sebenarnya aku mau menyampaikan salam dari mama untuk tante Ros, kata mama, dia pengen ketemu sama tante lagi." lanjutnya.

"Oh ya? Wah, bilang sama mama kamu, kalau tante selalu terbuka untuk bertemu sama dia." balas Rosita yang ikut menyambut ajakan itu.

"Terimakasih tante, nanti Aqila pasti akan sampaikan pada mama." Aqila tersenyum, dan berhasil membuat arah obrolan berubah.

"Kita juga sudah lama gak kumpul bareng, kan? Apa kita adakan lagi pertemuan antar keluarga, ya?"

"Boleh itu tante, mama sama papa pasti akan suka dengan berita itu." Aqila menyambut baik usulan itu.

"Males ah, aku nggak mau ikut." Raisa menolak untuk ikut, karena tak suka.

"Raisa... " tegur Dewi Rosita pada anaknya dengan nada pelan namun sangat menekan. Membuat Raisa jadi diam meski wajahnya masih cemberut.

Aqila sudah biasa melihat sikap Raisa yang suka blak-blakan. Ia tersenyum terbiasa melihat tingkahnya.

"Tidak apa tante, nanti Raisa juga pasti akan ikut sendiri kok." Aqila tersenyum menenangkan.

"Iya, kamu benar. Cuma anak ini kadang-kadang terlalu blak-blakan kalau ngomong, jd tante merasa nggak enak sendiri." keluh Rosita menghadapi sikap anaknya yang suka ceplas ceplos tiap bicara.

"It's ok tante, lagi pula aku sudah mengenal Raisa dari dulu, jadi aku cukup memahami sikapnya."

"Yasudah, nanti tante akan mencari jadwal yang tepat buat kita bisa berkumpul lagi sama keluarga kamu." sambungnya.

"Ok tante, nanti hubungi Aqila kalau sudah pasti, ya.." Aqila ikut antusias.

"Kamu setuju, kan Rei?" Dewi Rosita beralih pada anak sulungnya yang hanya fokus pada ponselnya.

"Hah?" sayangnya, Reihan tak menyimak obrolan keduanya.

"Duh, kamu ini nggak dengerin obrolan mama sama Aqila, ya?" omelnya.

"Iya, maaf. Soalnya aku lagi balas chat dari temenku."

"Teman kamu?" Aqila tiba-tiba penasaran dengan ekspresi menyelidik.

"Iya, temenku Gavin." jawabnya, yang kembali mengetik sesuatu pada layar ponselnya.

"Oh, temen cowok." Aqila mendadak lega ketika mendegar namanya. Karena Gavin adalah teman dekat Reihan yang juga ia kenal.

"Memangnya kenapa kalau kak Reihan membalas chat dari teman ceweknya?" Raisa mendadak ikut campur. Ucapannya itu ditujukan untuk Aqila.

Reihan yang kepalanya sempat menunduk untuk membalas chat, mendadak mengangkat kepalanya, melirik ke arah adiknya dan Aqila secara bergantian dengan ekspresi bingung.

"Ya gapapa juga. Kan, kak Aqila cuma bertanya saja, siapa tahu kakak juga kenal." Aqila mencoba tetap tenang dengan senyum yang dipaksakan.

"Hampir semua temenku, kamu kenal sih." Reihan ikut bersuara.

"Ya iyalah, kan kak Aqila terus nempel ke kak Reihan, jadi udah pasti tahu semua temannya." seloroh Raisa dengan nada yang cukup tajam.

"Aqila... " Dewi Rosita kembali menegur anaknya yang tak sopan.

"Tau, ah. Aku mau keluar jemput papa." Raisa meninggalkan tempat duduknya untuk keluar, setelah mendengar suara mobil.

Aksinya itu membuat Dewi Rosita menggelengkan kepalanya tanda lelah menghadapi sikap anaknya.

"Adik kamu kenapa, sih?" tanyanya pada sang anak sulung, meminta jawaban.

"Entahlah, Reihan juga tidak tahu." Reihan mengangkat bahunya tanda ia juga tak tahu alasannya.

"Sepertinya aku tahu kenapa Aqila bersikap begitu?" Aqila ikut memberikan pendapatnya.

"Apa kamu tahu sesuatu Aqila?"

"Sepertinya Raisa cemburu karena nggak mau kakaknya direbut sama aku, tante?"

"Ada-ada aja kamu ini." Dewi Rosita merasa Aqila sedang bercanda.

"Karena kan Raisa sayang banget sama Reihan, jadi mungkin saja, sih... "

"Hm.. iya, kamu benar juga." Rosita mengangguk agak setuju.

"Kalau begitu, kamu coba sana deketin adikmu, bilangin supaya lebih sopan lagi jadi anak." kali ini, meminta anak sulungnya untuk menasehati adiknya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!