Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OB(Sah)
❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣❣
"Ngak pernah kak"
"Pantesan wajah nya makin cantik setelah di rias ,aku suka banget liat mbak nya "
"Makasih kak"
"Eh....mbak kia ,kok bisa dekat sama pak burhan ? Kan pak burhan susah banget di Deketin nya, beruntung ya mbak kia bisa nikah sama pak burhan. Apalagi keluarga nya pak burhan juga menyukai mbak nya "
Kia hanya tersenyum saja ,dia juga tak tau kalau akhir nya dia menikah dengan pria yang sudah seperti paman nya . Burhan memang cocok jadi adik ayah nya ketimbang suami nya ,tapi mungkin ini lah jalan takdir nya dan dia akan menjalani nya seperti apa ada nya.
"Ini kita mau kemana ya kak ? Kok pake di rias rias segala ?" tanya Kia dengan wajah bingung nya, dia tidak di beritahu mengenai pernikahannya saat ini oleh Burhan dan mama nya.
"Lha? mbak nya ngak tau? hari ini kan mbak akan nikah, menikah nya di sini karena pak burhan masih sakit . Tapi mungkin setelah ini, kalau mbak nya mau minta pesta mewah dan besar lagi. Saya rasa pak burhan mau mau aja "
kia terkejut mendengar nya ,dia tak menyangka kalau dirinya akan menikah seperti ini. Bukan karena pernikahan di rumah sakit saja ,tapi dia bingung karena harus di rias dan menggunakan gaun pengantin yang mewah dan mahal .
Di lingkungan nya, kalau hanya menikah dadakan. Ngak perlu menggunakan gaun pengantin ,mereka hanya memakai kebayak dengan rambut yang di tata seada nya . Juga hanya memanggil tuan kadi dan kepala lingkungan saja ,tapi melihat dari gaun yang dia kenakan . Jelas pernikahan dadakan yang akan dia jalani, bukan lah pernikahan sederhana seperti yang di katakan oleh melati .
"Pernikahan mbak nya ini sederhana kata pak burhan hi hi hi ,tapi kalau menurut saya . Pernikahan nya memang di rumah sakit ,tapi cukup mewah dan bajet nya juga ngak dikit mbak " ucap wanita yang masih sibuk merias wajah cantik kia
Bagaimana ngak sederhana ,untuk menyewa jasa MUA mereka saja . Burhan dan mama nya harus mengeluarkan uang puluhan juta ,belum lagi untuk riasan di ruangan itu juga keperluan konsumsi yang di sediakan dari restauran mewah. Jelas bukan jumlah yang sedikit ,tapi untuk ukuran kekayaan burhan. Uang segitu bukan lah apa apa ,masih terbilang sedikit.
Kia hanya diam saja ,dia membenarkan ucapan dari perias itu. Jelas semua yang dia pakai bukan harga murah, dia yakin kalau pernikahan nya bukan lah sederhana seperti yang dia bayangkan.
"Selesai mbak ,sekarang pake sepatu nya " ucap wanita itu dengan ceria ,dia sangat senang dengan pekerjaan nya merias orang. Apalagi kalau orang itu cantik alami seperti kia ,jarang jarang dia bisa mendapatkan nya
Salah satu wanita itu membantu kia untuk berdiri, gaun yang di pakai oleh Kia tidak begitu panjang tapi tetap terlihat cantik. Membawa kia keluar dari kamar mandi dengan perlahan, sedangkan yang satu nya lagi sibuk membereskan makeup yang mereka gunakan untuk kia dan ikut berjalan keluar dari sana .
Kia terkejut dengan kedatangan ayah nya, kedua mata nya berkaca kaca melihat pak Kardi disana . Kia belum sempat memperhatikan sekeliling nya karena memang kedua mata nya langsung tertuju pada ayah nya, kia pun mendekati ayah nya dan memeluk nya.
"Ayah ....aku mau nikah " bisik kia ,dia menangis tanpa bisa di bandung lagi ,pak Kardi hanya bisa mengelus punggung anak nya .
Mungkin memang takdir kia ,tapi semua nya karena kelalaian nya . Apalagi mengingat kesalahan yang dia lakukan sehingga membuat kia yang harus membayar nya, sebagai ayah dia merasa sedih dan bingung.
Pak Kardi ikut menangis ,tapi tidak terlihat karena memang hanya beberapa tetes air mata nya jatuh begitu saja tanpa bisa dia tahan . Dia bisa melihat kesungguhan pada Burhan dan keluarga nya, apalagi ucapan kevin yang mengatakan kalau Kia adalah wanita pilihan yang bisa membuat penyakit Burhan sembuh .
"Ck....kenapa menangis ? ini hari bahagia " ucap Melati, dia tak ingin ikut menangis. Mengingat selama ini Burhan yang begitu menderita, dekat dengan wanita hanya membuat Burhan merasa mual bahkan muntah.
"Maaf bu ,sebaiknya sekarang kita mulai " ucap pak Kardi, dia mendorong tubuh putri nya dengan pelan dan menghapus air mata di pipi wanita yang dia sayangi itu dengan lembut .
Senyuman mengembang di bibir pak Kardi, melihat betapa cantik nya putri kecil nya dulu. Dia merasa hal ini lebih baik ,Tuhan punya cara nya sendiri untuk menyatukan kedua nya. Berharap burhan bisa menjaga dan mencintai kia selama nya ,dia juga bisa melihat kebaikan dari melati mama nya burhan .
Pak Kardi menggandeng tangan kia ,membawa nya ke sofa yang ada di ruangan itu. Sofa itu sudah di rias seindah mungkin membuat kia sedikit merasa canggung, pak Kardi menyuruh kia untuk duduk di sofa panjang yang di sebelah nya sudah ada burhan.
"Bisa kita mulai ?" tanya seorang pria paruh baya dengan tegas ,dia menatap ke arah Burhan yang sudah mengangguk.
Wajah kia menunduk, janji suci sudah di lantun kan oleh Burhan menandakan kalau mereka sudah resmi menjadi suami istri . Tubuh kia menegang, jantung nya berdebar tak menentu dan ada rasa lega di dalam hati nya.
Mungkin inilah yang di katakan takdir, kedua nya merasa lega saat di nyatakan resmi menjadi pasangan suami istri . Saling berbagi dalam susah dan senang, memberikan kebahagiaan pada pasangan.
"Selamat ya ,semoga sampai akhir hayat " ucap pak Sukri yang berdiri didepan kia ,membuat Kia mengerjabķan kedua mata nya .
Kia mengangguk dan tersenyum, dia baru menyadari kalau disana ada pak Sukri beserta keluarga nya juga bapak kepala lingkungan di daerah nya. Rasa nya tak percaya kalau ternyata sebagian dari mereka juga merupakan tetangga kia ,dia pun terharu dan langsung menatap ke arah melati yang mengangguk dan tersenyum.
Melati bisa mengerti maksud dari tatapan menantu nya itu, dia tau kalau Kia berterima kasih pada nya karena mengundang semua orang yang dia kenal . Kini dia mencium punggung tangan milik burhan dengan hikmat, kemudian mereka saling tatap hingga burhan memajukan wajah nya dan memberikan kecupan di bibir kia yang membuat semua orang di ruangan itu bertepuk tangan .
Wajah kia memerah ,malu dan senang menjadi satu. Kini status nya adalah nyonya muda Admaja,tak percaya kalau ternyata dirinya akan menikah secepat ini tapi dia tak menyesali nya dan berharap pernikahan nya akan menjadi yang pertama dan terakhir
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
lanjut