Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Idiot Sang Jenderal

Istri Idiot Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:288.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lunoxs

Seluruh keluarga menganggap Ashlyn adalah anak pembawa sial. Sejak kecil ia dihina dan dipukuli hanya karena tak memiliki kecerdasan seperti anak kecil pada umumnya. Demi menyingkirkan Ashlyn untuk selamanya, sang ibu tiri membuang Ashlyn di perbatasan dan berbohong bahwa suami Ashlyn adalah Jenderal Ethan Harold, seorang jenderal perang yang terkenal dingin, kejam, dan tak tersentuh.
Mereka yakin Ashlyn akan dibunuh saat berani mengaku sebagai istri sang jenderal.
"Suami mu adalah Jenderal Ethan Harold."
"Suami Ashlyn?" tanya Ashlyn dengan polosnya.
"Iya, kalau kamu tersesat, cari saja dia. Katakan bahwa kamu adalah istrinya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IISJ Bab 31 - Semoga Kamu Cepat Sadar

Ethan yang sejak tadi duduk dengan tenang di hadapan ibunya mendadak terdiam begitu mendengar pertanyaan tersebut. Bahkan untuk beberapa detik Ethan kehilangan kemampuan untuk memberikan jawaban.

Kalimat yang keluar dari mulut mom Aluna kini lebih mengejutkan daripada semua pertanyaan yang telah diajukan. Ethan bahkan hampir saja tersedak oleh ludahnya sendiri.

Ethan segera berdeham kecil, kemudian mengalihkan pandangan ke sembarang arah. Sementara mom Aluna masih menatapnya dengan ekspresi penuh harap, pertanyaan tadi adalah sesuatu yang sangat masuk akal baginya.

Meskipun sekarang keadaan Ashlyn tidak memungkinkan, tapi apa salahnya jika menikah sungguhan. Terlebih mom Aluna bahkan siap membantu segala sesuatu agar Ashlyn bisa segera sembuh.

"Mom," panggil Ethan akhirnya.

"Apa?"

"Kenapa tiba-tiba membicarakan pernikahan sungguhan? Sekarang yang terpenting itu adalah menyembuhkan Ashlyn "

Aluna mengangkat kedua alisnya. "Kenapa tidak? pada akhirnya Ashlyn akan sembuh, kalau kamu mengizinkan mommy juga bersedia merawatnya."

Ethan menghela napas panjang. Ia sudah menduga setelah mendengar seluruh kisah Ashlyn, ibunya pasti akan merasa sangat iba. Mom Aluna memang selalu memiliki hati yang lembut seperti ini, terutama jika berhadapan dengan seseorang yang membutuhkan perlindungan.

Dan sekarang setelah mengetahui bagaimana keluarga Ashlyn memperlakukan gadis itu, wajar jika naluri keibuan mom Aluna langsung muncul.

"Mom, kumohon jangan asal mengambil keputusan. Aku tahu mommy merasa kasihan pada Ashlyn," ucap Ethan.

"Benar, mommy memang merasa sangat kasihan. Sekarang di dunia ini dia tidak memiliki siapapun, Ethan. Hanya kamu yang dianggapnya sebagai suami," balas mom Aluna jujur.

Ethan terdiam.

Mom Aluna menarik napas perlahan, lalu menatap putranya dengan lebih dalam. "Ashlyn sudah tidak punya siapa-siapa Ethan, bahkan setelah sembuh nanti dia tetap sendiri. Karena itulah kenapa tidak kamu nikahi saja?" tanya mom Aluna yang terdengar seperti sebuah permohonan. tak bisa mom Aluna pungkiri pula, bahwa dimatanya Ethan begitu peduli pada wanita tersebut.

Mom Aluna tak ingin kehilangan kesempatan ini, bagaimana jika Ashlyn sembuh nanti justru Ashlyn memilih pergi. Lalu bagaimana dengan Ethan?

Entahlah, kini pikiran mom Aluna pun sedikit berantakan. Tapi satu hal yang pasti, dia ingin Ashlyn jadi menantunya.

Ethan kemudian menyandarkan punggungnya pada kursi, sementara pikirannya kembali tertuju kepada Ashlyn. Gadis itu sedang berada di bagian lain mansion sekarang, sedang menikmati es krimnya dengan gembira, lalu kembali belajar seperti yang diperintahkan.

Bayangan wajah Ashlyn yang penuh senyum perlahan muncul di benak Ethan.

"Aku tidak bisa menikahinya sekarang, Mom," ucap Ethan.

Aluna mengerutkan kening. "Kenapa?"

"Karena Ashlyn sendiri tidak tahu apa arti pernikahan."

Aluna terdiam.

"Dia memanggilku suami bukan karena dia benar-benar memahami hubungan antara seorang suami dan istri. Dia hanya percaya ucapan terakhir kedua orang tuanya, bahwa aku adalah suaminya..."

"Jika aku menikahinya dalam keadaan seperti itu, apa bedanya aku dengan orang-orang yang selama ini mengambil keputusan untuknya?" timpal Ethan.

Mom Aluna langsung terdiam, kalimat itu membuat hatinya tersentuh.

Ethan menatap ibunya kembali. "Aku tidak ingin membuat keputusan besar tentang hidup Ashlyn ketika dia sendiri belum mampu memahami keputusan tersebut."

"Jadi kamu ingin menunggunya sembuh?"

"Iya." Jawaban Ethan begitu tegas.

"Aku ingin dia belajar, aku ingin dia mengerti dunia di sekitarnya. Aku ingin dia bisa membedakan mana yang baik dan buruk, memahami perasaannya sendiri, mengetahui apa yang dia inginkan, dan suatu hari nanti bisa mengambil keputusan untuk dirinya sendiri."

Aluna memandang putranya lama. Ia bisa merasakan ketulusan dalam setiap perkataan Ethan. Pria yang selama ini ia kenal keras dan sulit menunjukkan perasaan ternyata justru memiliki pertimbangan yang begitu hati-hati ketika menyangkut Ashlyn.

Namun satu pertanyaan masih mengganjal di pikiran mom Aluna. "Kalau Ashlyn sudah sembuh bagaimana?" tanya mom Aluna lirih.

Ethan terdiam, kali ini ia tidak mampu menjawab secepat sebelumnya. Bagaimana jika Ashlyn sudah sembuh nanti?

"Kenapa diam?" tanya mom Aluna.

Tapi Ethan tetap diam. Pertanyaan yang dilontarkan ibunya justru membuat pikirannya jadi terasa semakin penuh.

Jika Ashlyn sudah sembuh, lalu apa?

Apakah gadis itu akan tetap tinggal di mansion ini?

Atau justru setelah memahami semuanya, Ashlyn akan menyadari bahwa selama ini Ethan bukanlah suaminya dan memilih pergi menjalani hidupnya sendiri?

Ethan tidak tahu, juga tak ingin memikirkannya terlalu jauh. Ia mengembuskan napas perlahan untuk mendapatkan ketenangannya kembali.

"Aku tidak ingin memikirkan hal itu sekarang," jawab Ethan akhirnya.

"Kenapa?"

"Karena semuanya masih terlalu jauh. Fokusku sekarang hanya satu, membuatnya sembuh."

Nada suara Ethan terdengar begitu tegas hingga mom Aluna tidak lagi mencoba mendesak. Pada akhirnya mom Aluna mengangguk perlahan.

Meskipun masih ada keinginan untuk membujuk putranya agar mempertimbangkan pernikahan tersebut, ia akhirnya memilih untuk menghormati keputusan Ethan.

"Baiklah," ucap Aluna lembut.

Suasana di taman kembali hening untuk beberapa saat. Angin malam bergerak perlahan melewati pepohonan, membawa hawa dingin di sekitar mansion.

"Mommy sebaiknya pulang. Daddy pasti sudah menunggu," ucap Ethan kemudian.

"Kamu mengusir Mommy?"

"Tidak."

"Kelihatannya seperti mengusir."

Ethan menghela napas. "Aku hanya tidak ingin Mommy pulang terlalu malam."

Aluna tertawa pelan. "Baiklah. Mommy pulang sekarang."

Ethan kemudian berdiri dan membantu ibunya bangkit dari kursi. Setelah itu mereka berjalan bersama menuju bagian dalam mansion.

Namun sebelum sampai ke pintu, Aluna tiba-tiba menghentikan langkahnya. "Ethan."

"Hm?"

Aluna menatap putranya dengan lembut. "Jaga Ashlyn baik-baik."

"Aku akan melakukannya."

Aluna tersenyum puas. "Kalau begitu Mommy tenang."

Ethan kemudian mengantar ibunya sampai ke pintu utama. Beberapa pelayan segera bersiap mengantar Aluna menuju mobil.

Sebelum masuk ke dalam kendaraan, Aluna kembali menoleh kepada putranya. "Jangan terlalu keras pada dirimu sendiri juga."

Ethan sempat terdiam, tetapi kemudian mengangguk. "Iya, Mom."

Aluna tersenyum dan masuk ke mobil. Sementara Ethan berdiri di teras sampai kendaraan itu perlahan meninggalkan halaman mansion. Setelah mobil menghilang di balik gerbang, Ethan akhirnya berbalik dan kembali masuk ke dalam.

Namun di dalam perjalanan menuju ruang kerjanya, langkahnya tanpa sadar melambat. Pikirannya kembali kepada pertanyaan mom Aluna.

Kalau Ashlyn sudah sembuh bagaimana?

Ethan mengerutkan kening, entah kenapa Ia tidak menyukai pertanyaan itu.

Ethan pun segera melanjutkan langkah. Baginya, yang terpenting sekarang memang hanya kesembuhan Ashlyn.

Tidak lebih.

Sementara itu setelah mobil meninggalkan mansion, mom Aluna duduk tenang di dalam perjalanan pulang. Wajahnya tidak lagi menunjukkan kekhawatiran seperti ketika pertama kali datang malam ini.

Sebaliknya, ada senyum kecil yang sulit disembunyikan. Mom Aluna teringat bagaimana Ashlyn memanggil Ethan dengan sebutan suamiku. Ia juga teringat bagaimana Ethan memperlakukan gadis itu dengan begitu sabar, bahkan ketika Ashlyn duduk di pangkuannya dan berbicara dengan kepolosan seperti seorang anak kecil Ethan tetap terima.

Yang paling membuat mom Aluna yakin adalah cara Ethan berbicara tentang Ashlyn.

Putranya memang mengatakan bahwa semua yang ia lakukan semata-mata karena ingin membantu Ashlyn sembuh. Namun sebagai seorang ibu yang mengenal Ethan sejak kecil, Aluna bisa merasakan sesuatu yang berbeda.

Ethan sudah terlalu peduli.

Terlalu memperhatikan.

Bahkan ketika membicarakan masa depan Ashlyn, Ethan begitu berhati-hati agar tidak mengambil keputusan yang dapat merugikan gadis itu.

Mom Aluna menyandarkan kepalanya pada kursi sambil tersenyum kecil. "Anakku itu," gumamnya pelan.

Mom Aluna tidak ingin memaksakan sesuatu kepada Ethan. Aluna tahu putranya memiliki prinsip yang kuat dan tidak akan mengambil keputusan besar hanya karena rasa kasihan.

Namun mom Aluna juga tidak bisa mengabaikan apa yang dilihatnya malam ini. Ethan mungkin belum menyadarinya atau mungkin sebenarnya sudah menyadarinya, tetapi belum mau mengakuinya.

Sebab kalau Ethan benar-benar tidak memiliki perasaan apa pun kepada Ashlyn, tentu pertanyaan tentang masa depan gadis itu tidak akan membuatnya terdiam selama itu.

Aluna tersenyum semakin lebar. Sementara jauh di dalam hatinya, Aluna sudah memahami sesuatu yang bahkan Ethan sendiri belum sanggup akui.

Putranya telah mulai jatuh hati pada Ashlyn.

"Ethan Ethan, semoga kamu cepat sadar, Nak," gumam mom Aluna.

1
Naufal Affiq
astaga ashyn,
Naufal Affiq
omong kosong usaha mu derick
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍😍😍😍💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍😍😍😍💪💪💪💪
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
👍👍👍👍😍😍😍😍💪💪💪💪💪
umi FAZ
sander pura" gak denger🤣
abimasta
nah loh ethan
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
siapkan jantung kamu dan jangan smapai kelepasan ketawa kau sander 🤣 takutnya kamu malah ngakak, jika mendengar omongan ashlyn yang nagih janji 🤣 dan untuk ethan, persiapkan jawaban kamu, kali ini ashlyn sudah pintar lhoo! sudah bisa di ajakin mandi bersama dan bikin anak 🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
lebih terasa menenangkan dan enak di dengar panggilan " Suamiku " daripada panggilan " kak ethan" 🤣 bener2 sudah kecanduan di panggil Suamiku 🤣 kalau gitu yaa secepatnya saja di langsungkan eth! bukankah mommy dan daddy sudah kasih restu nya, supaya kamu secepatnya mengambil keputusan untuk menikahi ashlyn. jangan sampai nanti David atau keluarga ashlyn datang bikin ontran2, baru kamu nyesell lho eth! 🤭
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ: nahhhh 🤭 enggak perlu pusing2 cari kunci jawaban kan? langsung praktek sat set brass bres gedubrakk 🤭
total 2 replies
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Diam kau sander 🤣 dasar Jones, enggak boleh apa jendral punya kesayangan 😆 apa kamu iriii? kalau kamu mau ada yang di panggil sayang, ada noh nadine apa sandrina 🤣
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
cieee cieee sayang 🤣🤣 sayang apanya eth? kalau sayang yaa cepet di pinang. nanti kedahuluan di Culik David lhoo! 🤭 belum tahu saja, kalau David juga lagi ngincar ashlyn 🤣
alter
boleh🌚
Felycia Fernandez
wayolhoo Ethan 🤣🤣🤣🤣
maju kenak mundur apalagi...
kamu sih janji nyaa pake kata kalau Ashlyn udah pintar,kan Ashlyn memank pintar Eth...sekarang kamu nggak bole ingkar janji lho Eth 🤣🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ : aku pun spontan ikutan bilang Astagahhhhhhh🤭🤣
total 1 replies
Felycia Fernandez
aku bantuin Sander 🤣🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
jiaaaaah...
sayang nih yeeee 🤣🤣🤣🤣
sryharty
boleeeeeh dooong,,tapi nikah dulu ya aslyn,,abis mandi bareng nanti di ajarin bikin anak 🤭🤭
sryharty
di bilang pura2 budeg ko yah,,bandel ini si sander,🤭🤭
sryharty
pura2 budeg aja sander
mamaqe
🤣🤣🤣🤣mati kutu pak jendral
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!