Indonesia
NovelToon NovelToon
DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Penyelamat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yeni Sri Wahyuni

Reyga membenci aturan ayahnya. Berry membenci cinta karena perceraian orang tuanya.

Keduanya memilih hidup bebas dengan cara masing-masing—sampai mereka menyelamatkan seorang bayi berusia sembilan bulan dari penculikan.

Tak tahu siapa orang tua bayi itu, Reyga dan Berry terpaksa merawatnya bersama.
Dua lelaki yang bahkan tak tahu cara mengganti popok itu perlahan belajar tentang tanggung jawab, pengorbanan, dan perjuangan seorang ibu.

Di saat Reyga mulai jatuh cinta pada Amelia, reporter muda yang selama ini selalu ia hindari, Berry justru dihantui masa lalu bersama Melda—perempuan polos yang pernah ia sakiti hingga harus menghadapi kehamilannya seorang diri.

Namun ketika identitas bayi mulai terungkap, mereka sadar bahwa penculikan itu bukan kebetulan.

Bayi kecil yang awalnya mereka anggap sebagai beban ternyata menjadi jalan bagi dua lelaki yang terluka untuk menemukan cinta, keluarga, dan kesempatan kedua.

Bila suka ceritanya, jangan lupa subscribe, like, komentar & votenya ❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sri Wahyuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 : TAMU YANG DATANG TANPA DIUNDANG

...BAB 31...

...TAMU YANG DATANG TANPA DIUNDANG...

Sejak percakapan telepon pagi tadi, Alessia tidak bisa tenang. Suara bayi yang terdengar dari balik telepon terus terngiang-ngiang di kepalanya.

Awalnya ia menganggap berita semalam yang beredar hanyalah gosip murahan. Namun semakin ia memikirkannya, semakin banyak hal yang terasa janggal.

Foto Reyga bersama seorang perempuan dan bayi di pusat perbelanjaan.

Kemudian pagi tadi, ketika ia menelepon Reyga, seorang perempuan yang mengaku sebagai pembantu di apartemen Berry menjawab telepon. Dan yang paling aneh, ada suara bayi di sana.

Alessia duduk di depan meja rias sambil menatap ponselnya. Pesannya kepada Reyga sejak malam tadi belum mendapatkan balasan.

Alessia: Reyga, kamu sudah bangun?

Tidak ada jawaban.

Alessia: Jangan lupa soal makan malam Sabtu nanti.

Tetap tidak dibalas. Alessia menggigit bibir. “Kenapa sekarang kamu menghindariku?”

Ia kemudian teringat sesuatu. Berry.

Sahabat Reyga itu hampir selalu bersamanya. Kalau ingin menemukan Reyga, kemungkinan besar tempat pertama yang harus dicari adalah apartemen Berry.

Alessia mengambil ponselnya. Satu nama muncul dalam pikirannya. Pak Darmawan. Ayahnya Reyga.

Alessia segera menelepon nomor Ayahnya Reyga. Tidak lama kemudian sambungan terhubung.

[“Alessia?”]

“Selamat siang, Om.”

[“Siang. Ada apa Nak?”]

Alessia tersenyum kecil. “Om, aku mau tanya sesuatu.”

[“Tanya saja.”]

“Om tahu apartemennya Berry?”

Di seberang sana, Darmawan terdiam sesaat. [“Untuk apa?”]

Alessia menarik napas. “Aku ingin menemui Reyga.”

Darmawan langsung memahami. [“Reyga, kenapa dengannya?”]

“Sejak semalam Reyga tidak menjawab pesanku Om.”

Darmawan menghela napas. [“Anak itu memang keras kepala.”]

“Makanya aku berpikir mungkin Om bisa membantuku.”

Darmawan kembali diam beberapa saat. Sebenarnya, sejak ia menghentikan seluruh fasilitas Reyga, ia memang sengaja membiarkan putranya hidup sendiri.

Baginya, Reyga harus belajar bertanggung jawab atas pilihannya.

Namun beberapa hari terakhir, nama Reyga kembali sering muncul di media. Terlebih bersama Alessia.

Dan sekarang putranya mulai dikaitkan dengan keluarga Armand. Darmawan melihat peluang yang cukup besar di sana.

[“Baik,”] katanya akhirnya. [“Tunggu sebentar.”]

“Terima kasih, Om.”

Darmawan kemudian memanggil salah satu orang kepercayaannya. “Cari alamat apartemen Berry.”

“Baik, Pak.”

Tidak butuh waktu lama hingga alamat itu ditemukan.

Pria tersebut memang pernah ditugaskan mengawasi pergerakan Reyga setelah putranya menolak kembali mengurus perusahaan.

Namun setelah fasilitas Reyga dicabut, Darmawan mulai berhenti memperhatikannya. Ia membiarkan Reyga hidup dengan caranya sendiri.

Kini, setelah nama Reyga kembali menjadi perhatian publik, rasa ingin tahunya muncul lagi.

Alamat apartemen Berry akhirnya diberikan kepada Alessia.

[“Ini alamatnya.”]

Alessia tersenyum puas. Melihat alamat itu yang sudah dikirimkan Darmawan lewat pesan.

“Terima kasih, Om.”

[“Alessia.”]

“Ya?”

[“Jaga Reyga. Om percaya sepenuhnya padamu..."]

Alessia terdiam masih mendengarkan ucapan Darmawan.

[“Om sudah mengenal sifat anak itu. Kalau dia merasa dipaksa, dia akan semakin menjauh.”]

Alessia tersenyum. “Aku tahu, Om.”

Setelah telepon berakhir, Alessia segera menyimpan alamat tersebut.

Matanya berbinar. “Kalau kamu tidak mau menjawab teleponku, Reyga...” gumamnya.

“Aku yang akan datang mencarimu.” lanjutnya tersenyum licik.

*****

DI APARTEMEN BERRY

Siang itu, keadaan apartemen justru cukup tenang. Berry dan Reyga baru saja hendak keluar.

“Gue cuma beli beberapa barang,” kata Berry sambil mengambil dompet.

Reyga mengangguk. “Gue ikut. Gue juga mau beli perlengkapan mandi." sahutnya.

Berry menyeringai. “Perlengkapan mandi siapa?”

“Guelah.”

“Kirain Bintang.”

Reyga mendelik. “Gue juga manusia.”

Berry tertawa.

Sebelum pergi, Reyga memastikan Amelia tetap berada di apartemen bersama Bintang.

“Kalau ada apa-apa telepon gue.”

Amelia mengangguk. “Iya.”

“Jangan buka pintu sembarangan.” pesannya lagi.

“Kenapa?”

“Ya... siapa tahu ada orang datang.”

Berry menyela. “Kalau yang datang kurir makanan, buka aja.”

Reyga memandangnya. “Lo jangan ngajarin yang aneh-aneh.”

Berry tertawa lagi. Amelia menggeleng kepala. Lalu mereka berdua pun pergi. Amelia mengunci pintu.

Tidak lama setelah itu, Amelia membawa Bintang ke kamar mandi untuk memandikannya. Bayi itu tampak senang ketika air hangat menyentuh tubuhnya.

“Jangan main air terus.”

Bintang malah menendang-nendang kakinya. Air memercik ke wajah Amelia.

Amelia terkejut. “Eh, Bintang!” Bintang tertawa. “Kamu sengaja, ya?”

Bayi itu kembali mengoceh. Amelia akhirnya ikut tertawa.

Setelah selesai, ia membungkus tubuh kecil Bintang dengan handuk.

“Nah, sekarang kita pakai baju dulu...” Ia membawa Bintang keluar dari kamar mandi.

Namun baru saja hendak mengambil pakaian Bintang di lemari...

TING TONG!

Amelia terkejut. Tangannya langsung berhenti. "Siapa?"

Reyga dan Berry baru saja pergi. Amelia mendekati pintu ruang utama.

TING TONG!

Bel berbunyi lagi.

Amelia menggendong Bintang yang masih di balut handuk, ia berjalan pelan menuju pintu.

Amelia melihat melalui lubang kecil. Wajahnya langsung pucat. Alessia. Amelia membeku. “Ya Allah...”

Alessia berdiri di depan pintu dengan pakaian anggun, rambutnya coklat dan panjang bergelombang, terlihat sangat cantik. Di tangannya memegang ponsel.

Amelia langsung mundur ke belakang. Ia tidak mungkin membuka pintunya. Bukan karena dirinya takut kepada Alessia. Tetapi karena Bintang ada di pelukannya.

Kalau Alessia sampai melihat bayi itu. Semuanya bisa jadi masalah.

Amelia buru-buru membawa Bintang kembali ke kamar. Ia mengambil ponsel dan menelepon Reyga.

Tidak diangkat. Ia mencoba lagi. Tetap tidak diangkat.

“Ayooo, angkat Reyga...”

Sementara di luar, Alessia mulai mengetuk pintu.

“Reygaa?” serunya. Tapi tidak ada jawaban. “Berry?” Tetap sunyi.

Alessia mengerutkan kening. “Kenapa tidak ada orang?”

Amelia di kamar semakin panik. Ia segera menelepon lagi. Kali ini Reyga mengangkatnya. “Ya, Mel?”

[“Reyga!”] Nada suara Amelia membuat Reyga langsung waspada.

“Ada apa?”

["Alessia datang ke apartemen."]

Reyga terdiam. "Apa?”

[“Dia ada di depan pintu.”]

Berry yang duduk di sebelah Reyga langsung menoleh. “Siapa?”

Reyga menutup mikrofon sebentar. “Alessia.”

Berry langsung menganga. “Serius?”

Reyga kembali berbicara. “Lo jangan buka pintu.”

[“Aku nggak akan buka. Aku juga sudah bawa Bintang masuk kamar.”]

“Bagus. Jangan keluar dulu.”

[“Tapi kalau dia terus menunggu?”]

“Gue pikirin caranya.”

Reyga mengakhiri telepon. Ia terdiam beberapa saat.

Berry menatapnya. “Gimana?”

“Gue harus bikin dia pergi.” Reyga membuka layar ponselnya lagi.

“Tapi jangan sampai dia tahu kalau gue sudah tahu dia ada di apartemen.”

Berry mengangguk. “Benar. Kalau lo langsung bilang tahu dia di sana, dia pasti curiga.”

Reyga membuka kontak Alessia. Kemudian meneleponnya.

Di depan apartemen, Alessia yang masih berdiri sambil menatap pintu. Sontak terkejut, seperti ada suara bayi yang mengoceh dan tertawa jelas di dalam apartemen. Saat telinganya ia tempelkan di daun pintu untuk memastikan lagi, tiba-tiba ponselnya berdering.

Nama Reyga muncul di layar. Matanya langsung berbinar.

“Reyga?” Ia cepat-cepat mengangkatnya. “Halo?”

[“Alessia?”]

“Iya.”

Nada suara Reyga terdengar biasa saja. [“Kamu lagi sibuk nggak?”]

Alessia tersenyum kecil. “Tidak. Kenapa?”

[“Aku mau ngajak kamu ketemuan sekarang.”]

Alessia langsung terdiam sesaat. “Kamu mau ngajak aku?”

[“Iya.”]

“Serius?”

[“Serius.”]

Senyum Alessia semakin lebar. “Di mana?”

[“Di kafe dekat jalan utama. Kebetulan aku sama Berry lagi di perjalanan.”]

Alessia melirik pintu apartemen Berry. "Sekarang?”

[“Iya. Kalau kamu bisa.]

“Tentu saja aku bisa.”

Reyga sengaja terdengar santai. [“Oke. Aku tunggu di sana.”]

“Baik. Aku segera datang.” sahut Alessia wajahnya kembali berseri.

Telepon berakhir. Di dalam mobil, Reyga langsung mengembuskan napas lega.

Berry tertawa kecil. “Akting lo lumayan juga.”

Reyga melirik Berry. ”Ya kalau gak gitu bisa ketahuan."

Berry menggeleng tersenyum.

Masih di depan Apartemen. Alessia memasukkan ponselnya ke dalam tas. Ia kembali menatap pintu apartemen Berry. Tadi ia jelas mendengar suara bayi. Suaranya begitu dekat.

Namun sekarang pikirannya bercampur antara rasa penasaran dan kebahagiaan karena Reyga justru mengajaknya bertemu.

“Tadi kayaknya aku dengar suara bayi?” Alessia menggeleng. “Mungkin memang suara dari apartemen lain.”

Namun sebelum pergi, ia sempat menatap pintu itu sekali lagi. Ada sesuatu yang terasa janggal di hatinya. Sangat janggal.

Tetapi ia akhirnya berjalan menuju mobilnya.

Sementara dari balik pintu apartemen, Amelia mengintip melalui celah tirai.

Begitu melihat mobil Alessia meninggalkan area apartemen, Amelia langsung mengembuskan napas panjang.

“Alhamdulillah... Akhirnya dia pergi juga...”

Bintang yang berada dalam pelukannya malah mengoceh lagi.

Amelia menatap bayi itu. “Kamu bikin Tante panik saja.”

Bintang tersenyum polos. Amelia menghela napas. “Kalau kamu bisa ngomong, pasti Tante sudah suruh kamu menjelaskan semuanya.”

Di luar sana, Reyga dan Berry sedang menuju kafe untuk menemui Alessia. Namun mereka belum menyadari satu hal.

Alessia memang sudah pergi dari apartemen Berry, tetapi rasa penasarannya justru semakin besar.

Dan pertanyaan tentang siapa bayi yang berada di dalam apartemen itu mulai mengganggu pikirannya.

Bersambung...

1
Kam1la
para penculik kembali. apa yang harus dilakukan Reyga dkk... tidak mungkin akan sembunyi terus
Kam1la
Bintang anak horang kaya rupanya.. .
Kam1la
Bintang anak horang kaya rupanya..
Lisa
Wah Bintang dapat dikenali org³ nih..moga aj g ada yg ngaku sbg ortunya..
Lisa
Alessia akhirnya tau tuh klo Reyga suka sama Amel
Kam1la
apa yang akan terjadi setelahnya...
Kam1la
Alesia kebakaran jenggot
Lisa
Oo jadi Darmawan mengira Bintang adalah anak dr Reyga & Amel..kalian harus lebih berhati²
Lisa
Aneh banget si Darmawan ini..ditanya alasannya menculik Amel dia g mau mengatakannya..
Kam1la
lanjutkan kak...
Kam1la
dobrak aja pintunya...💪
Lisa
Reyga harus menjelaskan pd papanya tentang hubungannya dgn Amel.
Lisa
ya nih ayo Reyga cpt cari Amel
Lisa
Ya tuh pasti papanya Reyga yg nyulik Amel..ayo Reyga cpt temukan Amel.
Kam1la
mulai naik nih tensi ketegangan dalam keluarga. Dermawan semoga sadar ya, dengan pemaksaan justru semakin membuat Reyga menjauhinya
Kam1la
lapor polisi.... ! atau cari tahu lewat CCTV 🤭
Kam1la
mulai deg-degan ini, mau diapain ya Amelia....ini ulah nya papanya Reyga
Kam1la
honey....!! panggilan yang so sweet
Kam1la
seru banget.... sekarang 1 apartemen dihuni banyak orang dan penuh kegembiraan
Mita Paramita
semoga hubungan mereka direstui keluarga masing-masing 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!