Indonesia
NovelToon NovelToon
DOSEN DUDA DINGIN

DOSEN DUDA DINGIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Dosen
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: BJP

Oliver Robert dosen tampan bersatatus duda dan dia mempunyai anak kembar, suatu hari anak kembarnya Oliver bertemu dengan salah satu mahasisa Piskolognya yang bernama Zafana
Oliver dan kedua anaknya yang sellu menutup diri dari orang lain.

Pertemuan yang tidak sengaja itu membuat Oliver sadar jika Zafana berbeda dari wanita yang lain yang pernah ia temui dari wanita lain termasuk mendiang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BJP, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Keesokan harinya, Zafana terbangun tanpa Oliver disampingnya. Ia segera bangkit lalu berjalan menuju lantai bawah menemui Damian yang sedang menikmati kopi paginya diteras rumah sembari membaca koran yang berisi berita-berita terkini.

“Pah, lihat mas Oliver gak?”tanya Zafana sontak membuat Damian menoleh kearah putri bungsunya yang berdiri dengan penampilan sudah mirip seperti pemulung

.

“Nak Oliver tadi pagi pamit pulang, dia ditelepon kantor katanya ada urusan”jawab Damian.

Zafana menghela setelah mendengarnya lalu kembali masuk kedalam rumah dan duduk dimeja makan memperhatikan Clara yang sedang menyiapkan sarapan.

“Masak apa, ma?”tanya Zafana.

“Tumis kangkung’jawab Clara sembari mematikan kompornya.

“Oh iya, hari ini kamu ada jadwal kuliah?”tanya Clara.

“Ada ma, nanti jam sembilan, kenapa?”jawab Zafana.

“Gak papa, mama semalam udah bilang ke nak Oliver buat nemenin kamu jemput Alaska dibandara nanti sore”ucap Clara.

“Tapi mas Oliver nya lagi ada kerjaan”jawab Zafana dengan nada lesuh.

Mendengar itu Clara hanya bisa tersenyum singkat.

Pukul 2 siang Zafana baru saja keluar dari ruangan kelasnya setelah menjalani pembelajaran mata kuliah selama 4 jam lamanya. Pandangannya tertunduk pada ponselnya saat berjalan dikoridor kampus, ia sedang menghubungi Roos yang tidak masuk hari ini. Gadis itu seketika menghilang tanpa kabar membuat Zafana merasa cemas dengan sahabatnya itu.

“Mami!”

Zafana sontak menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap kearah bocah yang sedang berlari kearahnya dengan kedua tangan yang direntangkan.

Zafana menoleh kearah sekitar dimana teman-temannya sedang menatapnya dengan penuh tanda tanya.

“Mami...Ai kangen mami”ucap Aileen sembari memeluk kaki Zafana yang sejak tadi hanya diam mematung ditempatnya.

 “Ai jangan teriak-teriak..nanti dilihat orang”bisik Zafana sembari merapikan poni rambut Aileen yang sedikit berantakan.

“Memangnya kenapa mami? Mami malu ya?”tanya Aileen.

Dibelakangnya Oliver sedang berdiri tegap dengan kedua tangan yang ia masukan kedalam saku celana.

“Mas kok disini? Aku kira dikantor”tanya Zafana pada Oliver.

“Kerjaan mas sudah selesai..mas tadinya mau jemput kamu sendiri, tapi Ai maksa mau ikut”jawab Oliver.

“Terus Enzi dimana?”tanya Zafana.

“Enzi lagi dirumah sakit sama mama Kila”jawab Oliver.

“Mama kamu belum baikan mas?”tanya Zafana sambil mengusap puncak kepala Aileen gemas.

“Belum ada perkembangan, mama masih belum mau makan”jawab Oliver yang diakhiri oleh helaan yang cukup panjang

“Aku mau jenguk mama kamu boleh mas?”

“Boleh, tapi sekarang kita jemput Alaska dulu ya, jam tiga dia sampai”ucap Oliver.

Zafana mengangguk lalu menggandeng tangan Aileen.

“Cieee Zafana dijemput sama calon anak cieee, kalau married undangannya jangan lupa ya buat gue”ucap salah satu mahasiswi yang sengaja lewat hanya untuk menggoda Zafam dan Oliver.

“Mami itu siapa?’tanya Aileen.

“Itu teman mami, sayang”jawab Zafana setengah berbisik.

“Berangkat sekarang aja yuk, takut sampai sana kesorean”ucap Oliver mengalihkan pembicaraan membuat Zafana dan Aileen sontak menatapnya.

Aileen segera berlari menyusuri koridor menuju parkiran diikuti oleh Zafana dan Oliver yang berjalan canggung dibelakang Aileen.

“Ai tuh kenapa gemesin banget sih anaknya”gumam Zafana yang masih bisa didengar oleh Oliver.

Oliver hanya tersenyum menanggapi ucapan Zafana lalu segera merangkulnya disaat mereka udah berada didekat area parkir. Di area parkir ini memang tidak terlalu banyak mahasiswa yang berlalu lalang, hanya ada beberapa dari mereka dan itu pun mereka tampak biasa saja. Berbeda dengan didalam kampus yang semua mata langsung tertuju pada Zafana saat Oliver dan Aileen baru saja berdiri didepan Zafana.

Saat sudah berada didalam mobil, Aileen duduk dipangkuan Zafana dan terus memainkan jemari gadis yang ia sebut mami itu. Tampaknya Aileen sudah sangat-sangat merindukan Zafana.

“Mami, kita mau kemana?”tanya Aileen.

“Kita mau jemput om Alaska, sayang”jawab Zafana sembari membenarkan poni rambut Aileen yang terlihat sedikit berantakan.

Aileen mengangguk paham lalu menyandarkan kepalanya pada dada Zafana sambil sesekali menanyakan hal-hal baru yang ia lihat dijalan yang mereka lewati pada Zafana. Oliver hanya menyimak obrolan keduanya tanpa berniat untuk ikut berbicara dan memilih untuk fokus menyetir.

“Mami, Ai kemarin dibelikan boneka hamster sama eyang”ucap Aileen.

“Oh ya? Warna apa, sayang?”jawab Zafana.

“Eum..bonekanya warna apa ya Ai lupa namanya, papa ingat gak boneka itu warna apa?”Aileen bertanya pada Oliver dengan gemasnya.

“Warna kuning”jawab Oliver.

“Iya itu, warna kuning! Kata kakak Qila hamsternya mirip Ai jadi eyang beliin buat Ai”ucap Aileen.

Zafana terkekeh, “Ai gak mirip hamster kok, Ai mirip princess Elsa”

“Iya kan? Ai tuh udah bilang sama kakak Qila kalau Ai itu mirip princess bukan mirip hewan”ucap Aileen dengan bibir yang mengerucut.

Zafana hanya terkekeh lalu mengecup singkat pipi Aileen yang semakin menggemaskan. Sedangkan Oliver hanya menatap datar kearah jalanan didepannya sambil sesekali melirik kearah Zafana dan Aileen.

1
Reni Anjarwani
lanjut2
Reni Anjarwani
bagus ceritanya up doubel thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!