Sebagai seorang wanita karir dengan gaji milyaran pertahun, Raisya tidak keberatan membantu keluarga suami nya.
Termasuk membiayai kebutuhan keluarga kakak ipar nya, serta biaya kuliah adik ipar nya. Bahkan semua kekuarga suami nya minta tinggal bersama di rumah nya, Raisya tidak keberatan.
Tapi saat Neta hamil di luar nikah, mertua nya meminta Raisya untuk mengadakan acara pernikahan mewah untuk putri nya.
Raisya menolak keinginan mertua nya, sehinga semua kebaikan Raisya selama ini langsung lenyap dalam waktu sekejap.
Mertua dan keluarga suami nya Raisya bahkan dengan tega membawa wanita lain sebagai calon madu untuk Raisya, agar dia mau menuruti keinginan mereka.
Raisya menolak dan memilih untuk berpisah, tapi malah Raisya yang di usir dari rumah nya sendiri.
Raisya tidak tinggal diam di tindas oleh suami dan keluarga nya, dia membalas semua nya dengan menghentikan semua bantuan keuangan yang selama ini dia berikan, dan dia mengusir mereka semua dari rumah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Mama Rika dan Dimas hanya busa menelan ludah melihat Dita makan enak, sedangkan mereka belum makan.
"Aku capek, aku mau istirahat. Kalau mas Dimas mau makan, minta sama Mama mu untuk memasak. Dia kan tidak punya pekerjaan, tinggal di rumah sepanjang hari!" Dita berkata pada Dimas.
Setelah mengatakan itu dan makanan nya sendiri pun telah habis, Dita segera berlalu dari hadapan mertua nya dan juga suami nya.
"Dimas, Dita keterlaluan banget. Masa cuma dia saja yang makan, sedangkan kita tidak!" Mama Rika berkata pada Dimas.
"Sudah lah Ma, sebaik nya Mama masak saja. Perut ku sudah laper banget!" Dimas berkata sambil mengusap perut nya.
"Dimas, kok kamu jadi nyuruh- nyuruh Mama!" Mama Rika tampak kesal dengan ucapan putra nya.
"Sudah lah Ma, apa susah nya masak. Lagi pula semua bahan makanan sudah ada, tidak perlu membeli lagi!" Kembali Dimas berkata pada Mama Rika.
Dengan sangat terpaksa Mama Rika akhir nya memasak untuk makan malam mereka berdua, dari pada kelaparan akhir nya dia memilih untuk memasak sendiri.
*******
Hari persidangan perceraian antara Dimas dan Raisya pun tiba, Dimas datang dengan percaya diri bahwa dia akan mendapatkan harta gono gini. Raisya sendiri datang bersama pak Fahmi, selaku pengacara nya. Sedangkan Dimas datang dengan di dampingi oleh Mama Rika dan juga Dita.
"Raisya, apa kamu yakin mau berpisah dengan ku?" Tanya Dimas dengan seringai mengejek nya.
"Buat apa mempertahankan rumah tangga dengan laki - laki yang tidak punya pendirian seperti mu!" Jawab Raisya dengan santai nya.
"Raisya, kau tidak bisa melarang ku untuk berbakti pada keluarga ku!" Dimas berkat dengan geram sambil mengepal kan tangan nya.
"Aku tidak pernah melarang mu untuk berbakti, jadi silahkan saja. Toh, sebentar lagi kita akan resmi berpisah!" Jawab Raisya lagi.
"Jangan sombong kau Raisya, rumah yang kau tempati serta mobil yang kau pakai sebentar lagi akan kami ambil lagi!" Mama Rika berkata dengan penuh percaya diri.
"Silahkan saja jika kalian bisa!" Jawab Raisya sambil tersenyum.
Dita sengaja datang di sidang perceraian ini, karena dia ingin melihat sendiri bagai mana rumah itu akan lepas dari tangan Raisa. Dita begitu berambisi untuk menguasai rumah itu.
Raisya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah mereka, begitu ingin nya mereka merebut rumah dan mobil itu dari Raisya. Tapi Raisya sudah menyiapkan bukti nya, bahwa Rumah dan mobil itu sudah ada sebelum dia menikah dengan Dimas.
Sidang segera di mulai, hakim mulai menanyakan pada Raisya apakah dia memang sudah tidak mau lagi mempertahankan rumah tangga nya bersama Dimas.
"Pak Hakim, saya bisa menerima apa pun bentuk kesalahan nya. Tapi tidak dengan perselingkuhan, dia telah membawa wanita lain ke dalam rumah saya!" Raisya berkata pada hakim.
"Tidak benar itu, pak!" Dengan cepat Dimas menyangkal tuduhan Raisya.
"Pak Hakim, saya di sini sebagai pengacara nya Nyonya Raisya. Di sini saya memberikan bukti perselingkuhan Tuan Dimas dan wanita yang bernama Dita, pak hakim bisa melihat nya sendiri!" Pak Fahmi menyerahkan sebuah hardisk pada pak hakim.
Dimas hanya tersenyum, karena dia yakin Raisya hanya menggertak nya saja. Dias tidak tahu, bahwa di dalam kamar utama ada cctv yang sengaja di pasang oleh Raisya. Cctv itu bertujuan untuk mengawasi Mama Rika dan yang lain nya yang telah mencuri perhiasan milik nya, tapi setelah dia pergi cctv itu berhasil merekam perbuatan Dimas dan Dita di dalam kamar nya.
"Pak hakim, saya setuju untuk berpisah dengan istri saya. Tapi di sini saya menuntut harta gono - gini, berupa rumah yang saat di di tempati oleh Raisya dan juga mobil yang di pakai!" Dengan percaya diri nya Dimas mengatakan hal itu.
"Kami akan menimbang permintaan pak Dimas, sidang hari ini di tunda!" Pak Hakim mengetuk palu.
Pak hakim dan anggota nya keluar dari ruangan itu, Dimas dan keluarga nya tersenyum licik pada Raisya.
"Raisya, aku setuju berpisah dari mu. Karena aku juga sudah mendapatkan pengganti diri mu, wanita yang jauh lebih baik dari diri mu!" Dimas berkata dengan penuh percaya diri.
"Silahkan saja mas!" Jawab Raisya tidak perduli.
"Raisya, rumah itu akan menjadi milik kami. Siap - siapa saja kau keluar dari sana!" Mama Rika berkata pada Raisya.
"Silahkan saja jika kalian bisa!" Jawab Raisya sambil tersenyum.
Raisya dan pak Fahmi segera keluar dari ruang sidang, begitu pula dengan Dimas dan keluarga nya.
"Pal Fahmi, sebenar nya saya tidak ingin menuntut harta gono - gini. Tapi karena mas Dimas dan keluarga nya sudah menuntut harta gono gini, maka saya juga akan menuntut nya. Mobil yang di pakai oleh mas Dimas, uang muka nya adalah milik ku. Jadi aku ingin mobil itu di jual dan di bagi dua!" Raisya berkata pada pak Fahmi.
"Baik lah bu Raisya, aku pastikan pak Dimas akan kehilangan mobil nya!" Pak Fahmi berkata pada Raisya.
"Saya ingin hak saya atas mobil itu segera kembali pak, jika perlu mobil itu di jual dan uang nya di bagi 2!" Jelas Raisya lagi.
"Iya bu Raisa, sekarang kita siapkan saja bukti nya!" Ujar pak Fami lagi.
"Terimah kasih pak Fahmi, saya masih menyimpan bukti pembayaran uang nuka mobil yang berasal dari tabungan pribadi saya!" Jelas Raisya.
"Dengan bukti ini, pak Dimas tidak akan bisa mengelak lagi!" Ucap Pak Fahmi
"Baik lah pak, saya permisi dulu!" Pamit Raisya pada pak Fahmi sambil menjabat tangan nya
Setelah Raisya segera pamit dari sana, dia langsung pergi ke kantor nya.
Sedangkan Dimas, Mama Rika dan Dita masih berada di sana.
"Dimas, kita akan segera kembali ke rumah itu. Mama sudah tidak sabar lagi!" Ucap Mama Rika.
"Iya Ma, aku juga tidak sabar lagi untuk segera kembali ke sana!" Jawab Dimas.
"Mas, jangan lupa rumah itu milik ku. Kalian. masih punya hutang pada ku, hutang pernikahan Neta dan Rian!" Dita mengingatkan Dimas dan Mama Rika.
"Iya, kamu tenang saja. Aku pasti akan memberikan rumah itu pada mu!" Jawab Dimas sambil tersenyum.
"Mama yakin, saat ini Raisya pasti sedang menangis memikirkan rumah itu. Rumah yang akan menjadi milik kita sebentar lagi!" Ujar Mama Rika.
"Iya Ma, biar tahu rasa dia!" Dita berkata sambil tersenyum licik.
Ketiga orang itu sangat percaya diri, mereka yakin mereka bisa merebut rumah dan mobil itu. Mereka lupa bahwa rumah dan mobil itu merupakan harta bawaan Raisya sebelum menikah dengan Dimas, dan mereka tidak akan bisa merebut nya.
raisya ga ktmu sm jdohnya yg lbh baik????😁😁😁....
mksh crtanya kk....smnggttt....😘😘😘
skrng nkmti aja ksmbongn klian....
udh d usir sna sni,bntr lg jg d pcat....
mkanyaaa....hdp tu mst brsykur,jgn songong....😫😫😫