Indonesia
NovelToon NovelToon
Takluk Oleh Kelembutannya

Takluk Oleh Kelembutannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hasanah Yoyoh

Demi memenuhi permintaan kakeknya yang sekarat, kamilah menikah cepat dengan pria acak yang ternyata musuh kakaknya, begitu tuan rizky syah mendapatkan dirinya, ia tak melepaskannya diadaptasi dari master syah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasanah Yoyoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: RAHASIA DI BAWAH SELIMUT

​BRAK!

​Pintu kamar suite hotel VVIP itu mendadak terbuka lebar setelah ditendang keras oleh Roya Ye. Pria tegap itu melangkah masuk dengan raut wajah sangat cemas, pandangannya menyapu sekeliling ruangan yang terasa hening.

​Di atas tempat tidur king size, Kamilah duduk mematung dengan selimut tebal terangkat tinggi menutupi dadanya hingga sebatas leher. Melihat sang kakak menerobos masuk tanpa permisi, Kamilah berusaha keras menetralkan kepanikannya dan memasang senyum semanis mungkin.

​Namun, di bawah gulungan selimut tebal yang rapat itu... situasi sebenarnya teramat gila!

​Rizky Syah bersembunyi tepat di bawah selimut, meringkuk di samping paha Kamilah. Pria tegap itu sama sekali tidak memiliki rasa takut. Dengan jail dan nakalnya, jemari Rizky Syah mulai menowel-nowel paha mulus Kamilah, lalu menundukkan kepalanya untuk menggigit-gigit kecil paha gadis itu!

​Awww! Kamilah menjerit tanpa suara di dalam hatinya. Tubuhnya meremang hebat, kedua tangannya mencengkeram kain selimut erat-erat demi menahan sensasi geli, perih, dan panas yang menyengat akibat kelakuan jahil Rizky Syah.

​"Kamu ini... sudah sebesar ini masih saja membuat Kakak khawatir setengah mati!" omel Roya Ye dengan nada penuh kasih sayang sambil melangkah mendekati tempat tidur Kamilah.

​Melihat langkah kaki kakaknya yang makin mendekat ke pinggir ranjang, Kamilah panik setengah mati. Jika Roya Ye mendekat dua langkah lagi, paha dan keberadaan Rizky Syah di bawah selimut pasti akan terbongkar!

​"Eh! Kak! Ja-jangan mendekat!" seru Kamilah dengan intonasi suara agak meninggi dan memekik panik.

​Roya Ye menghentikan langkah kakinya, mengernyitkan dahi heran. "Kenapa, Kamilah?"

​"H-hem... aku tidak nyaman, Kak!" alibi Kamilah tergesa-gesa dengan wajah merona merah padam akibat gigitan Rizky di bawah sana. "A-aku cuma pakai tank top tipis sekarang... Kakak kan sudah lihat sendiri kalau aku tidak apa-apa dan sehat walafiat. Nanti... nanti setelah aku selesai ganti baju, aku akan langsung keluar menemuimu!"

​Roya Ye menatap wajah adiknya yang tampak gugup dan berkeringat dingin. Namun, mengira adiknya hanya malu karena pakaian tidurnya yang terbuka, pria protektif itu menganggukkan kepalanya paham.

​"Oh... baiklah kalau begitu," ujar Roya Ye mengalah, membalikkan badannya hendak melangkah menuju luar pintu.

​Kamilah menghembuskan napas panjang, dadanya naik turun merasa teramat lega. Selamat... batinnya bersyukur.

​Namun, baru saja Kamilah hendak bernapas lega, Roya Ye mendadak menghentikan langkahnya dan berbalik masuk kembali ke dalam kamar!

​"Tunggu dulu..." gumam Roya Ye dengan pandangan menyipit penuh curiga, menunjuk ke arah tempat tidur. "...selimut yang kamu pakai ini... apa tidak ditarik terlalu tinggi sampai menutupi lehermu begitu?"

​DEG!

​Jantung Kamilah seolah berhenti berdetak seketika.

​Di bawah selimut, Rizky Syah yang mendengar suara bentakan curiga dari Roya Ye mendadak berhenti menggigit paha Kamilah. Pria itu membeku kaku, menahan napasnya di dalam kegelapan selimut.

​Kamilah memutar otak dengan secepat kilat dalam kepanikan luar biasa. Dengan jemari gemetar, ia merogoh ke samping bantal dan menyambar sebuah boneka kelinci rajut tebal.

​"E-eh... mmm... boneka ini, Kak!" seru Kamilah sambil menaikkan boneka kelincinya ke udara. "Kakak kan tahu sendiri dari kita masih kecil... kalau aku tidur, aku selalu suka memeluk boneka besar ini di bawah selimut!"

​Rizky Syah yang mengira situasi aman di bawah selimut mendadak kembali kumat jailnya. Pria itu membuka mulutnya dan menggigit paha Kamilah sekali lagi dengan cukup keras!

​Sensasi rasa sakit yang mendadak itu membuat refleks Kamilah lepas kendali. Tanpa sadar di bawah selimut, Kamilah mengayunkan kakinya dan menendang sekuat tenaga ke arah Rizky Syah!

​BUKKK!

​"Ughhh..." erangan kesakitan yang teramat lirih dari Rizky Syah bergema samar dari bawah selimut. Pria itu meringkuk lemas, merasakan rasa sakit luar biasa di area vitalnya yang baru saja kena tendang ketepatan tinggi dari Kamilah!

​Sementara itu, Roya Ye yang tidak menyadari pertempuran tak kasat mata di bawah selimut menatap boneka di tangan Kamilah dengan binar mata tertegun.

​"Boneka kelinci ini... mirip sekali dengan boneka yang dulu Ibu berikan padamu waktu kecil," bisik Roya Ye dengan raut emosional.

​Kamilah menganggukkan kepalanya cepat, berusaha menyembunyikan wajah meringisnya. "I-iya, Kak... ada seorang teman yang memberikannya padaku..."

​Roya Ye tersenyum tipis, mengusap kepala adiknya dari jauh. "Temanmu itu... rupanya sangat perhatian padamu ya. Ya sudah, Kakak pergi dulu. Kakak tunggu kamu di luar kamar hotel ya, Kamilah."

​"Iya, Kak!" balas Kamilah cepat.

​Roya Ye akhirnya melangkah keluar dari kamar VVIP tersebut dan menutup pintu rapat-rapat.

​BLEP!

​Begitu mendengar suara kunci pintu berdenting dari luar, Kamilah langsung melempar selimut tebalnya ke samping. Ia bernapas lega setengah mati, mengusap dadanya yang berdebar kencang.

​Namun, matanya seketika membelalak lebar saat melihat sosok Rizky Syah yang merangkak keluar dari bawah selimut dengan wajah pucat pasi, kedua tangannya memegangi selangkangannya sambil meringis kesakitan luar biasa.

​"Eh! Kak Syah! Kamu kenapa?!" tanya Kamilah kaget setengah mati, melompat mendekati pria tegap itu.

​Rizky Syah mendongakkan wajahnya dengan raut memelas dan tatapan menuduh yang teramat tragis.

​"Kamu benar-benar tega sekali ya, Kamilah..." rintih Rizky Syah dengan suara serak menahan sakit. "Aku cuma menggigit pahamu sekali... Masa kamu tega menendangku sampai membuat aku tidak bisa punya keturunan lagi, hah?!"

​Kamilah membelalakkan matanya polos, memasang raut wajah merasa bersalah namun panik. "A-aku... aku tidak menendangmu terlalu keras kok, Kak Syah!"

​Rizky Syah memegang dadanya dengan raut sangat dramatis. "Kamu tahu tidak... kalau bagian milik pria yang baru saja kamu tendang itu teramat sangat sensitif?!"

​Melihat wajah Rizky yang makin pucat dan berkeringat dingin, kepanikan Kamilah kian memuncak.

​"L-lalu terus bagaimana dong?!" seru Kamilah polos dan bingung. "Apa... apa sebaiknya aku panggilkan dokter spesialis ke kamar ini sekarang juga?!"

​Saat Kamilah berniat berdiri dan turun dari tempat tidur untuk mencari ponselnya, sebuah tangan tegap yang hangat menyambar pergelangan tangannya secepat kilat. Rizky Syah menarik lengan Kamilah hingga gadis itu kembali terduduk di sampingnya.

​"Kamu gila mau memanggil dokter kemari?!" seru Rizky Syah melotot penuh pura-pura gusar. "Nanti seluruh kota Jakarta akan tahu kalau aku—Rizky Syah—ditendang olehmu di bagian vital sampai tidak berdaya begini!"

​Rizky Syah memajukan tubuhnya, menatap Kamilah dengan sorot mata penuh penekanan dan dominasi terlarang.

​"Aku ini adalah satu-satunya putra tunggal dan penerus dari Komandan Syah!" tegas Rizky Syah. "Kamu... kamu harus bertanggung jawab penuh atas masa depanku dan keturunan keluarga Syah!"

​Kamilah memiringkan kepalanya bingung, pasrah. "Lalu... lalu aku harus bagaimana untuk bertanggung jawab, Kak Syah?"

​Mendengar pertanyaan polos itu, raut wajah sakit di paras rupawan Rizky Syah seketika menghilang total. Sebuah ukiran senyum miring yang teramat tampan, cerdik, dan menggoda terulas di bibirnya.

​Rizky Syah bangun dari tidurnya, mendudukkan tubuh tegap bertelanjang dadanya di atas kasur, lalu menunjuk ke arah bahu dan badannya.

​"Sebagai bentuk tanggung jawabmu..." bisik Rizky Syah dengan nada suara rendah nan seksi, "...kamu harus memijat seluruh tubuhku sekarang!"

1
Hasanah Yoyoh
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!