Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Kembalinya Sang Putri Asli "Dendam Sang Alkemis"

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Putri asli/palsu
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Di balik kemegahan dan keagungan Kerajaan Veldora, tersimpan rahasia busuk yang menjijikkan. Kalyca, sang putri kandung yang sah, dibuang sejak bayi ke sebuah gubuk reot di pinggiran kota dan hidup dalam penderitaan. Sementara itu, gadis licik, Edelyn putri palsu yang merampas takhtanya, menikmati kemewahan istana.

Rasa sakit dan ketidakadilan, membuat jiwa lemah itu membangkitkan jiwa gelap dari seorang alkemis genius, berdarah dingin, yang sudah mati ribuan tahun yang lalu.

Di tengah misi balas dendam dan intrik berdarah di istana, takdir mempertemukannya dengan Grand Duke Erik Klaus, pria bermata tajam yang dijuluki sebagai dewa perang yang terkenal kejam pada musuh, namun menyimpan rahasia kelam.

“Ribuan tahun lalu, aku gagal melindungi mu. Kali ini, biarkan aku merobek dunia ini untuk membawamu pulang...”

~Grand Duke Erik Klaus

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGKHIANAT

Suasana di dalam aula utama mendadak hening, para anggota dewan dan para bangsawan langsung tertegun, saling berpandangan dengan wajah pucat pasi.

"Bagus, aku tidak perlu repot-repot untuk membuktikan, Edelyn ini benar-benar bodoh," batin Kalyca, menikmati pertunjukan dari Edelyn.

Di atas singgasana, Raja Veldora langsung bangkit berdiri, matanya membelalak lebar.

"Edelyn, apa yang baru saja kau katakan?! Apa maksud dari ucapan mu itu?" tanya Raja Veldora, dengan suara menggelegar.

Ratu Alice menutup mulutnya dengan tangan yang bergetar hebat, napasnya tersengal-sengal.

"Tidak mungkin," ucap sang Ratu dengan air mata yang mengalir di pipinya.

Selama ini, Raja, Ratu, dan seluruh rakyat Kerajaan Veldora benar-benar menganggap Edelyn adalah darah daging kandung mereka sendiri, tapi perkataan Edelyn barusan, membuat semua orang terkejut dan tidak menyangka

Erik, yang berdiri tepat di samping Kalyca, langsung menoleh cepat, pria berdarah dingin itu tertegun, menatap lekat-lekat sosok Kalyca, sosok tabib misterius yang selama beberapa hari ini menggunakan penutup wajah.

"Kalian bodoh! Kalian semua memang bodoh hahaha...." ucap Edelyn, tertawa.

"Kalian semua lihat jalang ini, dia adalah putri kandung Raja dan Ratu Alice, kalian semua bodoh!" ucap Edelyn, tanpa sadar mengakui semua nya dihadapan orang-orang.

"Gara-gara dia semua rencana ku hancur! Seharusnya dari dulu aku membunuhmu! Dasar jalang sialan!" bentak Edelyn, semakin menjadi-jadi.

Kalyca tidak terpengaruh sedikit pun, bahkan dia tidak tersulut emosi, justru dia menikmati kebodohan Edelyn, yang justru membongkar kebusukan nya sendiri.

"Jangan bilang, gadis itu adalah putri kandung Raja dan Ratu yang sebenar nya," bisik bangsawan A.

"Aku masih sangat terkejut dengan ini semua, ternyata putri Edelyn bukan anak kandung Raja," bisik bangsawan B.

"Aku dengar gadis itu adalah seorang tabib yang telah menyelamatkan nyawa Yang Mulia Raja, tidak disangka ternyata dia adalah sang putri yang sesungguhnya," bisik bangsawan C.

"Pantas saja selama ini sifat Putri Edelyn sangat jauh berbeda dengan Ratu Alice, yang memiliki hati yang baik," bisik bangsawan D, melirik Edelyn penuh kebencian.

"DIAM KALIAN SEMUA!"

"AKU INI ADALAH PUTRI MAHKOTA! BERANINYA KALIAN MENGHINA KU!"

Teriak Edelyn, kembali mengamuk.

Raja Veldora yang tidak tahan lagi dengan situasi ini, akhir nya kembali membuka suaranya.

"BAWA DIA PERGI! DAN SEGERA HUKUM MATI!"

Perintah Raja Veldora, menggelar.

"Baik Yang Mulia," jawab prajurit yang membawa Edelyn.

Edelyn di seret kaluar dari aula.

"Tidak Ayah! Aku putri mu!"

Suara tangisan dan rintihan Edelyn yang diseret keluar perlahan-lahan mulai menghilang.

Para bangsawan dan anggota dewan berdiri kaku, tidak ada yang berani mengeluarkan suara setelah menyaksikan jatuhnya vonis bagi sang putri mahkota yang ternyata putri palsu.

Ratu Alice menangis sesenggukan di pelukan Raja Veldora, bukan lagi karena hukuman mati untuk Edelyn, tapi satu rahasia yang baru saja terbongkar, ternyata selama ini yang dia rawat dan cintai sepenuh hati, bukan lah anak kandung nya.

Grand Duke Erik Klaus tetap berdiri tegak di tengah ruangan, tatapan matanya yang dingin menyapu jajaran kursi para pejabat tinggi istana, dia mengangkat tangan kanannya memberi isyarat.

"Panglima Joel, bawa masuk sisa tahanan lainnya ke hadapan dewan!" perintah Erik, tegas.

"Baik, Yang Mulia!" seru Joel dari ambang pintu.

Tidak lama kemudian, dua orang prajurit menggiring dua pria paruh baya masuk ke dalam aula, mereka adalah Perdana Menteri dan Menteri Keuangan, dua sosok yang selama ini dikenal berkuasa dan disegani di istana, kini berjalan dengan kepala tertunduk, pakaian mewah mereka tampak kotor dan kusut.

Begitu sampai di tengah aula, kedua pria tua itu dipaksa berlutut di hadapan Raja Veldora.

Raja Veldora membuka matanya, menatap tajam ke arah dua pengkhianat yang selama ini mendukung Edelyn, wajah sang Raja mengeras, memancarkan emosi dan amarah siap meledak.

"Perdana Menteri, menteri Keuangan," ucap Raja Veldora dengan suara berat penuh penekanan.

"Selama bertahun-tahun, Saya memberikan kepercayaan penuh pada kalian untuk mengurus kesejahteraan rakyat dan kestabilan kerajaan ini, tapi apa balasan kalian? Kalian justru bersekongkol dengan Edelyn, menjual rahasia kerajaan dan bekerja sama dengan Kerajaan Zafira untuk menjatuhkan mahkotaku!" ucap Raja Veldora, dengan wajah memerah padam.

Perdana Menteri yang berlutut dengan tubuh gemetar perlahan mengangkat wajahnya, meski wajah nya tampak sangat pucat, tapi senyum tipis yang licik masih sempat terukir di wajahnya.

"Hahahaa!"

Tawa Perdana Menteri terdengar parau dan putus asa.

"Anda pikir Anda adalah pemimpin yang hebat? Anda terlalu lemah! Kerajaan ini butuh pemimpin baru yang berani beraliansi dengan Zafira untuk memperluas kekuasaan, bukan raja picik yang hanya memikirkan kedamaian!" ucap Perdana Mentari, semakin menyulut emosi Raja Veldora dan semua orang yang ada di sana.

BHUKK

Uhuk

Uhuk

Erik Klaus melangkah maju dengan cepat, lalu melayangkan tendangan keras tepat di dada Perdana Menteri hingga pria paruh baya itu telentang ke lantai.

"Lancang sekali mulutmu masih berani membual di hadapan Raja, bajingan tua!" bentak Erik dingin, matanya menyala penuh amarah.

Perdana Menteri terbatuk-batuk hebat, memegangi dadanya yang kesakitan sementara darah segar mengalir perlahan dari sudut bibirnya.

Menteri Keuangan yang melihat rekan sesama pengkhianatnya tersungkur langsung ketakutan, dia merangkak maju, bersujud dengan kening mencium lantai.

"Yang Mulia! Tolong ampuni saya, Yang Mulia!" teriak Menteri Keuangan histeris.

"Saya hanya di suruh oleh Perdana Menteri dan putri Edelyn! Saya diancam! Saya tidak punya pilihan lain! Tolong ampuni nyawa saya!" ucap Mentri keuangan, memelas.

Raja Veldora menarik napas panjang, menggelengkan kepalanya pelan karena merasa jijik melihat pria kepengecutan di hadapannya itu.

"Kau memegang kendali atas kas kerajaan, mengatur aliran dana, dan membiayai para pemberontak itu, Menteri Keuangan," ucap Raja Veldora dingin.

"Jangan coba-coba melempar kesalahan pada orang lain! Pengkhianatan kalian sudah menghancurkan banyak nyawa!" lanjut Raja Veldora, tidak terpengaruh dengan penyesalan Mentri nya.

"Dewan kehormatan, bacakan vonis untuk kedua pengkhianat ini," titah Erik tegas.

Anggota dewan tua yang tadi membacakan vonis Edelyn kembali maju dengan tangan sedikit bergetar, dia membuka gulungan perkamen hukum.

"Atas nama hukum tertinggi Kerajaan Veldora! Perdana Menteri dan Menteri Keuangan dinyatakan bersalah atas tindak pengkhianatan tingkat tinggi, korupsi kekuasaan, dan persekongkolan untuk menjatuhkan tahta!" seru anggota dewan lantang.

"Sesuai hukum istana, Dewan menjatuhkan hukuman mati dengan cara digantung di alun-alun ibu kota, dan seluruh aset kekayaan keluarga mereka disita oleh kerajaan!" lanjut Dewan, dengan suara menggelegar.

DUARRR

"TIDAK!!!!!"

"Tidak! Tidak mau! Lepaskan akuuu!" teriak Menteri Keuangan histeris.

Sementara itu, Perdana Menteri yang tadinya sempat melawan kini hanya bisa pasrah terduduk lemas, menyadari bahwa akhir hidupnya benar-benar telah tiba tanpa ada jalan keluar lagi.

"Bawa mereka berdua ke hadapan alun-alun kota sekarang juga!" perintah Erik tegas, dan tidak bisa dibantah.

"Pastikan seluruh rakyat melihat apa akibatnya jika berani mengkhianati Kerajaan Veldora!" lanjutkan Erik.

"Baik, Yang Mulia!" seru seluruh prajurit serempak.

Kedua Mentri pengkhianat itu akhirnya di bawah pergi dari sana.

1
Maria Lina
semua ada di tangan outhor nya..mau mati atau hidup..mau sehat atau pun sakit semua ditangan nya wkwk
Tiara Bella
kasian kalyca.....tp mudah²an ada keajaiban ya...
kaylla salsabella
ayo Cassa ganti nanti kamu obati Nuel
kaylla salsabella
jadi ingat bang leo dan aurora😭😭😭
Tiara Bella
akhirnya kalyca sadar jg ya....
Tiara Bella
ada² aja sh ya....
Nawi
mantap Erik semoga Cassa bisa menyembuhkan mu secara Cassa kan alkemis,,,lanjut thor
Nawi
😭😭😭😭😭😭😭😭
kaylla salsabella
la mungkin tadi malam ad yang menyelinap
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 ampun erik
Nawi
wah mulai intrik dan ujian untuk Erik nih ,,seru tp jgn yg berlebihan ya thor💪
Tiara Bella
lah Erik ktnya mw dtng pagi².....
miss blue 💙💙💙
udah over dosis 🤣🤣🤣
kaylla salsabella
wuhaaaaaa kir" dia dendam saya Duke apa sama raja ya tuh laki
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍 sabar bang erik🤭🤭🤭
kaylla salsabella
cie... cie 🤣🤣🤣
Nawi
tak kira musuh nya yg bertudung itu cewek eh ternyata cowok ???
kaylla salsabella: nah kan bener kak orang bertudung cowok🤭🤭🤭
total 1 replies
Tiara Bella
musuhnya msh ada ternyata....
Tiara Bella
Pepet trs Erik.....😍/Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Tiara Bella
musuhnya msh ada lg kah....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!