Indonesia
NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WEJANGAN

Selama makan siang berlangsung, Dirga masih mempertahankan sikap dingin dan irit bicaranya.

Meski rasa cemburu dalam hatinya sudah mereda setelah ia mencurahkan semua isi hatinya kepada Yang Maha Kuasa sewaktu berdoa setelah sholat dhuhur,tapi egonya tak mengijinkan untuk memaafkan Vallery begitu saja. Apalagi gadis cantik itu tampaknya tak menyadari jika ia telah berbuat salah terhadap dirinya dan menyakiti hatinya, membuat Dirga sedikit geram.

Vallery yang melihat sikap dingin dan cuek Dirga hanya mengira pria tersebut mungkin sedang tertekan akibat kasus korupsi yang melanda kecamatan Tentrem dimana hampir sebagian besar kepala desa yang menjabat ikut andil dalam kasus korupsi yang Rofik lakukan sehingga iapun tak terlalu mempermasalahkan sikap Dirga dan menganggap hal tersebut sebagai suatu hal yang wajar.

Tapi, apa yang Vallery rasakan tak sama dengan yang dirasakan oleh anggota keluarga Dirga.

Mereka tahu jika Dirga memang biasa memasang wajah datar tanpa emosi seperti itu dan tak biasanya mereka akan abai dan tak terlalu mempermasalahkannya.

Tapi itu dulu, kini dihadapan mereka ada seorang gadis yang sangat mereka harapkan untuk bisa masuk menjadi anggota mereka.

Jika pria tersebut tetap berwajah datar dan dingin seperti itu, bagaimana ia bisa meluluhkan hati gadis yang dicintainya.

Mereka saja yang sudah terbiasa melihat Dirga seperti itu sejak kecil masih sedikit sebal, apalagi Vallery, gadis yang tengah Dirga incar untuk dijadikan istrinya, membuat umi Sholicha yang sudah terlanjur cocok dengan Vallery pun segera mengkode suaminya agar berbicara empat mata dengan putra sulung mereka tersebut nanti agar sikapnya yang dingin tanpa ekspresi itu bisa sedikit berubah, setidaknya ketika ia tengah bersama Vallery.

Abah Munir yang mendapatkan kode lirikan dari istrinya hanya bisa menghela nafas pelan. "Kenapa jadi aku yang dijadikan sasaran", gerutunya dalam hati.

Tak berani membantah perintah istrinya, Abah Munir pun mengangguk patuh sambil memikirkan cara bagaimana menasehati Dirga agar bisa berubah sikap setidaknya ketika ia bersama Vallery.

Semua anggota keluarga yang merasakan atmosfer tak biasa itupun berusaha untuk mencairkan suasana.

“Ayo tambah lagi Val, ini umi mu sendiri loh yang bikin dan memang disiapkan khusus untuk kamu”, ucap Budhe Wiwin sambil mendekatkan sayur lodeh, ikan asin dan sambal ke hadapan Vallery.

Dihadapkan dengan makanan kesukaannya dan juga sikap keluarga Dirga yang ramah dan hangat, membuat Vallery tak lagi sungkan dan makan dengan lahap.

Semua orang yang melihat cara makan Vallery yang alami tak ada kesan jaim atau dibuat-buat seperti kebanyakan orang, tentu saja merasa senang karena mereka merasa masakan yang mereka suguhkan benar-benar dihargai oleh tamunya.

“Ini benar-benar enak. Umi memang T O P B G T”, ujar Vallery sambil memberikan dua jempol ketika mengeja kalimat terakhir dengan senyum mengembang , membuat semua orang tertawa bahagia, termasuk Dirga yang ikut memberikan senyum tipis akan kepolosan cucu nenek Gendhis itu.

Ekspresi Dirga yang singkat itu ternyata sempat ditangkap oleh Abah Munir yang hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dengan frustasi.

“Dengan ego sebesar itu, bagaimana bisa ia meluluhkan hati Vallery”, gerutu Abah Munir dalam hati.

Abah Munir sendiri sebenarnya termasuk cowok yang pasif, hanya saja ia masih mau bergerak dan menanggalkan sejenak egonya demi bisa mendapatkan umi Sholicha.

Jika tidak seperti itu, bagaimana ia bisa menaklukkan kembang desa secantik istrinya.

Kali ini iapun akan berusaha untuk memberikan ilmunya kepada Dirga agar putra sulungnya itu bisa mengejar pujaan hatinya dengan benar sebelum terlambat dan menyesal karena gadis yang diincarnya diambil orang.

Begitu makan siang selesai, Umi Sholicha segera membawa Vallery ke gazebo samping rumah untuk bercengkerama dengan budhe Wiwin dan bulek Lilik.

Keempat wanita beda usia tersebut membicarakan banyak hal, mulai dari masakan, fashion, hingga gosip-gosip artis terkini dan gosip warga sekitar rumah mereka.

Sementara Dirga yang sudah diajak Abah Munir ngopi diteras rumah, sedikit serius suasanya karena keduanya sama-sama bukan orang yang cerewet dan banyak bicara.

“Jika Abah ingin membicarakan masalah Liana dan kasus korupsi beberapa kepala desa dan pak camat, Abah tidak perlu khawatir, semua sudah terselesaikan dengan baik”, ucap Dirga memulai percakapan.

Abah Munir menyesap kopi hitamnya sedikit sebelum menatap putra sulungnya dengan ekspresi serius.

“Untuk masalah itu, Abah percaya kamu bisa mengatasinya”.

Abah Munir menghela nafas pelan sebelum melanjutkan ucapannya.

“Vallery itu gadis polos dan dia juga sedikit kurang peka sehingga sebagai pria dewasa kamu harus bisa lebih memakluminya. Jika ada masalah, katakan dengan terbuka. Jika kamu hanya diam, gadis itu tak akan mengerti dan yang rugi nantinya kamu sendiri”.

Apa yang Abah katakan membuat Dirga terdiam dan sedikit merasa bersalah karena sebagai pria iabtka bisa tegas dan malah membuat asumsi sendiri dalam kepalanya yang justru membuat hatinya semakin tidak tenang.

Melihat Dirga terdiam, Abah Munir merasa jika ucapannya mungkin sudah tepat sasaran sehingga iapun kembali melanjutkan wejangannya (memberikan nasehat) kepada Dirga.

“Dalam sebuah hubungan, komunikasi adalah kuncinya. Tanggalkan sejenak egomu. Cinta memang butuh pengorbanan dan pendekatan yang harus kamu lakukan secara perlahan, terukur dan terencana dengan baik seperti kamu hendak membuat sebuah proyek besar yang memerlukan perencanaan yang matang lengkap dengan resiko dan dampak buruk jika gagal dilakukan, jangan asal seperti sebelumnya yang sempat membuat geger desa”.

Ucapan Abah Munir membuat Dirga kembali mengingat bagaimana pengejarannya yang secara ugal-ugalan dengan memberikan perhatian secara berlebihan hingga membuat Vallery dan nenek Gendhis merasa tak nyaman yang berimbas ia mendapatkan teguran langsung sari Vallery. Untung saja gadis itu hanya menegurnya saja tanpa langsung memutuskan harapan untuk mengejarnya.

“Nggeh Abah, leres (benar). Untuk masalah sebelumnya, jika Vallery tak mengingatkan, mungkin saya juga tak bisa memperbaiki diri”.

“Nah, itu baru benar. Vallery saja mau menegurmu ketika kamu salah, sementara kamu jika merasa Vallery melakukan kesalahan, kamu juga bisa menegurnya agar dia bisa memperbaiki sikapnya dan juga membuatmu tenang karena dengan adanya komunikasi, hubungan kalian berdua pasti akan berkembang dengan baik karena Abah bisa melihat jika kalian itu sebenarnya cocok dan saling melengkapi. Sayang kan jika hubungan awal yang sudah berjalan baik ini tiba-tiba merenggang dan menjadi buruk hanya karena tidak ada komunikasi sehingga kalian berkutat pada pemikiran masing-masing”.

Melihat abahnya yang biasa irit bicara sama seperti dirinya, melihat pria paruh baya itu berbicara sangat panjang untuk menasehatinya, membuat hati Dirga merasa hangat.

Untuk membuat pikiran Dirga lebih terbuka, Abah Munir pun mulai menceritakan bagaimana kisahnya dulu dalam mengejar umi Sholicha hingga perempuan itu mau dipersunting nya menjadi istri.

Dirga yang mendengar cerita masa lalu abahnya, merasa tercerahkan. Meski cara-cara yang Abah Munir lakukan sedikit konvensional tapi layak untuk dicoba.

"Baiklah. Vallery, kamu harus bersiap-siap untuk terlibat dalam program kerja yang akan aku laksanakan untuk meluluhkan hatimu", Dirga bertekad dalam hati untuk melakukan semua hal dengan benar agar tak lagi membuat semua orang merasa tidak nyaman.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
alamaj mbah luraaaaaaaahhpantasimu menakutkan mbah🤣🤣🤣
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!