Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Pembawa Lentera

Gadis Pembawa Lentera

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Cintamanis / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:543
Nilai: 5
Nama Author: Novita Tory

Time travel seorang gadis yang terpeleset di acara festival lampion kampus.
Karya Fantasi kedua setelah Petualangan Mayanza, semoga berkenan di baca tiap episode nya... 🤍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novita Tory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 3 Mimpi

"Lee..dari mana?" tanya temanku

"Dari depan mengantar seorang Ibu" kataku.

"Sampai basah kuyup begitu" kata mereka

aku memang berlari ke Perpustakaan karena tiupan angin kencang membawa air hujan jatuh ke koridor.

Aku mengelap badan dengan jaket.

Tanganku sampai kaku karena kedinginan.

Seorang teman meminjamkan aku jaketnya karena jaketku sudah basah.

"Besok, aku kembalikan" kataku.

Temanku hanya mengangguk, kami mengejar tulisan kami hingga rampung.

Malam ini kami menginap di perpustakaan, menyelesaikan secepatnya karena kami juga punya kesibukan lain, jam kuliah yang padat.

Setelah makan bersama kami masing-masing menulis kembali.

Kulirik jam tanganku sudah pukul setengah sebelas malam.

Sebagian temanku menggelar tikar istirahat sebentar ada yang sudah ketiduran dengan kepala bersandar di meja.

Bajuku dan rambutku yang basah sudah kering denga sendirinya, aku juga mulai meletakan tas sebagai bantal di meja.

Mataku terasa berat.

**

Aku berjalan di lorong kampus sendiri...

Melihat wanita yang kuantar tadi siang, masih mengenakan baju yang sama atasan coklat muda dan rok coklat tua.

Angin bertiup pelan, kulihat di ujung sana ada sebuah kursi roda terbuat dari kayu banyak kunang-kunang mengelilinginya.

Wanita beruban itu menoleh tersenyum padaku, tapi tidak berkata apapun.

"Tunggu...." kataku.

Aku terbangun, temanku menepuk bahuku.

"Mimpi apa lee, sampai teriak" kata temanku.

Aku masih mengatur napas, menggeleng.

"Tidak apa-apa" kataku.

Tubuhku terasa merinding.

Orang-orang di sekeliling terasa aneh, mereka sibuk menulis, kulihat jam tanganku menunjukan pukul dua belas malam.

Jantungku berdegup tidak karuan, kuambil tumbler air dingin meneguk air putih masuk ke tenggorokanku.

Mimpi itu terasa nyata.

**

"Kak...apa arti mimpi tu..." kataku dengan Kakakku di telepon.

"Mimpi hanya bunga tidur, kau kurang istirahat dan kurang uang" kata Kakakku satu-satunya.

"Huh, selalu saja bercanda...tapi kalian baik-baik saja kan?" tanyaku.

"Iya, baik...minggu depan aku jemput sekarang sedang sibuk" kata Kakakku.

"Iya" kataku, lalu Kakakku menutup telepon.

Aku memang dimusuhi Ayah dan Ibuku masalah kuliah tapi aku tidak pernah melupakan mereka, hanya kakakku jalan untuk mengetahui informasi tentang rumah.

Keluargaku hanya sibuk dengan bisnis dan uang.

Seandainya saja aku punya keluarga yang perhatian dan mengerti aku, aku memandangi temanku orang tuanya sampai mengantar makanan sarapan yang tertinggal di rumah ke kampus.

Dari kecil aku ingin ibuku juga begitu perhatian, sayang ibuku sibuk dengan arisan, bisnis dan pergaulan sosialitanya.

Seandainya aku punya orang tua yang mengerti aku untuk saat ini, tidak masalah aku tidak populer atau pandai.

Bahuku di tepuk, "Melamun aja?" tanya teman satu jurusanku yang sudah membawa seikat lembaran merah berjumlah lima puluh lembar.

Aku tersenyum.

"Aku balik ke kost dulu ya, belum mandi" kataku.

"Ya...pulang saja sana dulu ketua lee, istirahat dulu, tulisan kita sisa dua ratus lembar" kata mahasiswa bagian rekap.

"Syukurlah..jadi kita semua bisa tinggal istirahat" kataku pada semua.

**

Aku kembali ke Kost,

Di depan pintu ada sebuah kotak, tertulis namaku.

"Siapa yang kirim paket" tanyaku bergumam sendiri.

Kubuka kotak sebuah lentera, lentera kayu yang indah.

Belum kuperhatikan detilnya.

Mungkin mahasiswa kemarin mengantarkannya ke kost, padahal dia janji mengantar ke perpustakaan.

Katanya selesai dua minggu lagi.

Ya, sudah kuletakan saja di lemari, aku sangat lelah ingin cepat mandi dan tidur sebentar sebelum balik ke kampus.

Aku membawa buku tua menceritakan Pemilihan Permaisuri dan Selir tanpa Judul itu, karena sangat sibuk aku lupa membacanya, sebagian terlintas namun tidak teliti.

"Kak..sudah dua minggu, aku belum sempat membaca" kataku pada Pustakawan.

"Baik" dia mengambil buku menyimpannya di atas meja dan memberikanku sebuah nota yang sudah ditandatangani bahwa sudah di kembalikan.

Aku pergi keruangan kampus, hari ini aku masih mengambil mata kuliah sebelum libur, selesai aku kembali lagi ke Perpustakaan.

"Kak...maaf buku yang tadi aku boleh pinjam lagi?" tanyaku.

"Yang mana?" tanya pustakawan.

Kulihat buku itu masih ada tersusun di meja sebelum kembali ke Rak.

"Itu..." kataku menunjuk buku bersampul coklat yang usang.

Pustakawan memberikanku buku itu kembali, "Ada tugas menulis aksara kuno" kataku

"Kembalikan saja setelah Tahun Baru" katanya, sambil mencetak nota peminjaman.

"Terima kasih kak....aku senang sekali" kataku kegirangan.

Cerita tentang Xiu Ren akanku tulis ulang di lembar tugas yang akan di kumpulkan setelah tahun baru.

Buku ini aku simpan dulu di Rak Kost, begitu tugas persiapan Festival Lentera Kampus selesai aku akan segera mengejar tulisan.

**

"Angelie Lee, Kakakmu datang" ketukan pintu kamar oleh ibu kost membangunkan tidur nyenyakku.

"Kak..tunggu" kataku.

Aku memang menghubunginya kemarin meminta tolong diantarkan ke mall mencari baju tradisional.

"Bukannya kau bilang di jemput jam sepuluh, sekarang sudah jam sebelas, menunggu terlalu lama" kata Kakakku satu-satunya ini.

"Maaf kak" kataku.

"Mobilmu mana?kenapa tidak berangkat sendiri" katanya

"Di penggadaian" kataku berbohong.

"Apa? cepat tebus kembali, bikin malu keluarga" katanya terkejut.

"Hehehehe, aku berbohong..." kataku

Kakakku menyetir ngebut, kami berhenti di sebuah butik.

"Kak, benar ya traktir..."kataku.

"Sudahlah jangan macam-macam" kata kakaku.

Pilihanku jatuh pada baju tradisional nerwana putih corak merah, lalu melihat hiasan rambut bunga-bunga berwarna merah.

Totalnya belanjaanku dua juta lima ratus ribu.

"Makasih kak.." kataku.

Kakakku membayar semuanya menyerahkan tas belanja padaku.

"Itu hutang" katanya.

"Bukannya kau janji belikan aku kado tahun baru, kalian akan malu melihatku seperti orang miskin di kampus" kataku.

"Yang suruh kau kabur dari rumah siapa?" tanya Kakakku.

Aku merengut, memandang Kakakku, meskipun dia kadang memarahiku tapi banyak yang dia katakan adalah benar adanya.

Kakakku mengajakku makan di restoran, beberapa orang memandang kami tersenyum.

"Kau kenal?" tanyaku

Kakakku menggeleng, "Mungkin teman bisnis Ayah dan Ibu mengenal kita" kata Kakak.

Itulah keluargaku penuh dengan embel-embel bisnis.

"Masih mimpi buruk" tanya kakakku sambil minum kopinya.

"Tidak..." kataku.

"Sudahlah, jangan banyak pikiran, kalau ada kesulitan kabari aku" kata Kakakku.

"Siap Bos" kataku, aku sangat senang, jujur aku sempat panik waktu Kampus mengumumkan setiap mahasiswa wajib menggunakan pakaian tradisional, awalnya aku mau menyewa.

Ternyata penyewa membludak, tidak ada lagi yang bisa di sewakan.

Membali juga mahal, dua kali lipat bayar kost.

Untunglah aku masih baik-baik saja dengan kakak kandungku.

Walaupun ibu dan ayah melarangnya pasti dia punya alasan membantuku.

Aku juga tidak pernah meminta apapun sebelum ini hampir tiga tahun setengah aku kabur dari rumah.

Ayah dan Ibu juga tidak pernah menghubungi, kalaupun aku kerumah mereka juga selalu tidak ada.

"Selesai makannya?mau di bungkus?" tanya kakakku.

"Sudah kenyang, sudahlah aku bisa masak sendiri" kataku.

"Ini kartu kakak, ambil ini pakai dulu untuk belanja" katanya menyerahkan kartu berwarna hitam.

Aku menggeleng, "Sudah traktirannya sudah cukup, tidak perlu" kataku mengembalikan kartu itu.

Dia mengambil kembali, "Jangan menyesal, tidak ada tawaran kedua kali" kata kakakku, aku tau dia bercanda.

Aku mengangguk dan tersenyum, "Buat apa kartunya, kalau aku bisa langsung minta ke Bank nya" kataku tertawa.

Kakakku yang tampan menggelengkan kepala, "Nakal" katanya.

Kami pulang ke kost, "Kak, kalau tidak sibuk datang ke Festival kampusku ya.." kataku.

"Aku ada acara malam tahun baru" kata kakak sambil menengok dari jendela mobilnya.

Aku tau, berpura-pura merengut, "Sudahlah masuk sana sudah malam" kata kakakku menyuruhku masuk ke kost kulirik jam tangan sudah setengah delapan malam.

Aku mengangguk, mobil kakakku pergi dari depan kost, melaju meninggalkan aku yang juga masuk dengan riang membawa baju tradisionalku masuk ke kamar kost, lega akhirnya aku punya kostum malam tahun baru.

**Bersambung...

1
Novita Tory
Sampai saat ini berharap happy ending
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!