Indonesia
NovelToon NovelToon
Salah Rahim

Salah Rahim

Status: tamat
Genre:CEO / Duda / Pernikahan Kilat / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:13.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: alya aziz

Arman enggan untuk menikah lagi setelah kematian sang istri, namun sangat ingin mempunyai anak sebagai penerus keluarga.


Teknologi medis yang semakin canggih membuat Arman bisa saja mempunyai seorang anak tanpa harus melalui hubungan badan. Prosedur itu biasa disebut dengan inseminasi buatan. Naas, sel sp*rma Arman yang seharusnya disuntikan ke rahim seorang wanita yang telah disiapkan, malah di suntikan ke rahim Asyifa Khairunnisa.



"Aku tidak pernah melakukan zina seperti yang kalian katakan, aku tidak mungkin hamil!"


Syifa dinyatakan hamil tepat di hari pertunangannya. Sang calon suami yang sudah terlanjur kecewa memutuskan pertunangan begitu saja.


Tepat hari itu pula Arman mengetahui bahwa dokter rumah sakit tersebut telah melakukan kesalahan prosedur inseminasi buatan. Arman pun tidak tinggal diam, ia datang menghampiri Syifa di kediaman orang tuanya.



"Lahirkan anak itu untukku." Arman Alfarizi.


Langkah apa yang akan Syifa ambil selanjutny

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alya aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.32

Wajah Syifa tak henti-hentinya memerah saat terbangun di pagi hari, suaminya terus memeluk seolah tak mau melepaskan. Mereka masih berada di hotel, kalau kata Arman bulan madu kecil-kecilan karena kondisi yang tidak memungkinkan Syifa untuk bepergian jauh.

Dari jarak yang begitu dekat, ia bisa melihat dengan jelas setiap inci garis wajah sang suami. Keteduhan wajah maskulin yang membuat siapapun terpesona kini telah menjadi milik Syifa, seutuhnya.

Masyaallah, apa seperti ini rasanya setelah hak dan kewajiban selesai di laksanakan. Pria ini membuatku semakin tak karuan, batin Syifa.

Perlahan mata Arman terbuka saat merasakan sentuhan lembut di wajahnya. Ia tersenyum saat melihat wajah sang istri tepat di hadapannya. "Kamu sudah bangun, tidurlah kamu pasti lelah karena subuh tadi kembali me--"

"Sudah jangan di bicarakan lagi Mas, aku malu," sanggah Syifa lalu beranjak turun dari atas tempat tidur.

Senyum tipis tergambar saat Arman memandangi sang istri yang keluar ke balkon hotel. Seperti sepasang pengantin baru yang baru saja merajut asa, ia kembali merasakan desiran itu, hangat, lembut dan penuh cinta.

Hatinya memang sempat mati suri karena sebuah trauma kehilangan yang begitu tragis. Cukup lama, hingga ketika kembali bangkit begitu menggebu-gebu untuk di saluran.

Perlahan Arman beranjak dari atas ranjang lalu menghampiri sang istri yang berdiri di besi pembatas balkon hotel. "Hari ini aku kembali cuti, semenjak bersama mu aku jadi betah libur."

Suara berat Arman kini mulai terdengar akrab di telinga Syifa. Mereka yang dulu berjarak kini sedekat nadi. Rengkuhan halus dari belakang yang Arman berikan membuat Syifa bisa merasakan otot-otot perutnya.

"Ehm, libur lagi apa tidak masalah?" Ia nampak begitu gugup, apalagi saat rengkuhan sang suami semakin terasa erat. Dari ketinggian ratusan meter mereka merajut mimpi yang baru saja memasuki tahap baru.

"Sedikit, pekerjaan ku mungkin akan semakin menumpuk tapi kamu adalah prioritas ku sekarang." Arman menempatkan indra penciumannya tepat di ceruk leher jenjang sang istri, "Kamu wangi, subuh tadi mandi pakai sabun apa?"

Pertanyaan itu terdengar sangat klise dan b*doh, padahal ia juga mandi di kamar mandi yang sama dan memakai sabun yang sama pula. Begitulah Arman Alfarizi dengan segala cinta yang membuatnya selalu menjadi pribadi berbeda ketika berdua dengan pasangan.

"Apa Mas serius bertanya?" Ia berusaha menghilangkan rasa gugup meski sang suami semakin berani mengungkapkan perasaannya lewat tindakan.

"Ck, kau tau saja aku hanya basa-basi. Syifa, terimakasih untuk semuanya. Aku tau mungkin kamu masih memiliki rasa ragu karena masalalu ku, tapi yakinlah kamu dan Chintya sama-sama wanita luar biasa yang Allah titipkan kepada ku. Aku tidak akan membandingkan kamu dengannya, namun jika kelak secara tidak sadar aku membandingkan kalian, tegur aku tapi jangan tinggalkan aku."

Syifa mengerutkan keningnya saat mendengar suara sang suami yang tiba-tiba saja berubah sendu. Ia menepuk-nepuk tangan sang suami yang melingkar di pinggangnya. "Mulai takut ya? Lucu juga ternyata seorang Arman Alfarizi takut dengan istri."

Arman mendesah pelan kemudian kembali menumpukan kepalanya di bahu Syifa. "Kamu salah kaprah, mana ada suami yang takut istri, yang ada itu suami yang menghormati istrinya."

"Mas apa boleh minta sesuatu?"

Pertanyaan Syifa tiba-tiba membuat Arman antusias, karena baru kali ini istrinya itu ingin meminta sesuatu kepadanya. "Apa, kamu mau apa, ayo katakan. Aku ingin menunjukkan pesona dompet ku kepada mu."

Syifa kembali terkekeh mendengar ucapan sang suami, ia segera memutar badan hingga bisa melihat wajah penasaran Arman. "Permintaan ku mungkin terlalu lancang, tapi apa boleh?"

"Syifa katakan saja, kamu mau apa. Mobil baru, tas baru atau mungkin perhiasan?"

Syifa menggelengkan kepalanya perlahan. "Bukan, aku hanya ingin ziarah ke makam Mbak Chyntia, boleh?"

Lengkungan senyum nampak tergambar di wajah Arman namun matanya mulai berkaca-kaca. Sejak ia belajar membuka hati untuk Syifa keinginan untuk membawa istrinya itu ziarah makam, terus terlintas.

Namun sebagai seorang suami, Arman tidak mau membuat Syifa tidak nyaman dengan permintaannya. Tak ia sangka permintaan itu terucap sendiri dari mulut Syifa. "Jika kamu berkenaan, aku akan membawa kamu ke sana, Bapak juga pasti senang."

"Bapak?" Syifa nampak bingung.

"Iya, Bapak. Orang tua Chyntia di usia senjanya beliau hanya ingin melihat aku kembali membuka hati dan tidak terus terpuruk."

"Beliau pasti orang baik, apa mas pernah sadar jika dikelilingi oleh orang-orang yang begitu baik. Ada dokter Gavin, Paman dan juga Bapak."

"Alhamdulillah, tanpa mereka Aku tidak tahu bagaimana bisa bangkit dari keterpurukan."

Tok...tok..tok

Saat mendengar suara ketukan pintu Syifa segera beranjak masuk ke dalam kamar untuk mengambil jilbabnya. "Mas kenapa diam saja, ayo buka pintu."

"Haha, istri ku sudah seperti ninja saja jika lupa memakai jilbabnya," goda Arman lalu melangkah membuka pintu.

Ternyata yang datang adalah pelayan hotel. Dua orang wanita berseragam batik biru itu membawa troli berisi makanan. Arman pun mempersilahkan kedua wanita itu masuk untuk meletakkan semua makanan yang sudah ia pesan di atas meja sofa.

Setelah kedua wanita itu pergi Syifa pun kembali mendekati sang suami. "Kapan Mas memesan semua ini?" tanyanya heran.

"Malam tadi, aku rasa akan lebih nyaman jika kita sarapan di kamar berdua," ujar Arman lalu menuntun Syifa duduk di sofa, berdampingan dengannya.

Arman menyendok nasi goreng untuk menyuapi sang istri sebelum akhirnya menyantap makanannya sendiri dan bercengkrama. Layaknya pasangan pengantin baru mereka saling mengobrol dan lebih terbuka dari sebelumnya.

~

Satu jam berlalu setelah selesai sarapan Syifa hendak beranjak untuk bersiap-siap pergi namun sang suami kembali menarik tangannya dan berbaring di pangkuannya.

"Kita pergi jam sebelas, ini masih pagi dan ... apa kamu tidak mau mencoba sensasi baru di sofa ini?"

Mata Syifa membulat seketika. "Sensasi baru di so-sofa?"

Arman kembali tertawa saat melihat ekspresi Syifa yang menurutnya sangat menggemaskan. Setelah kemarin Syifa memberinya bukti dengan tindakan nyata yaitu mempersembahkan jamuan terindah yang rasanya akan sulit untuk dilupakan.

Ya, memenuhi semua hasrat dan geloranya. Menjadikannya pria paling bahagia itulah yang dilakukan Syifa. Benar-benar sebuah perayaan cinta yang sangat luar biasa.

~

Bersambung 💕

jangan lupa berikan dukungan untuk novel ini ya guys agar author semakin semangat updatenya. insya Allah jika respon dari pembaca semakin baik maka Author juga akan semakin rajin update dan diusahakan bisa 3 bab perhari ya, Salam sehat dari Author Alya Aziz Happy reading...

assalamualaikum semuanya yuk mampir ke novel keren yang satu ini...

1
tati st🌼🌼
terus terang aku baru tau ada karya otor di sini
pretty girl's
luar biasa
Issya Anissya
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Issya Anissya
sangat bagus sekali
Ambu Purwa
ada ada saja kamu syfa
Ambu Purwa
padahal.syfa jangan katakan dulu hamil tapi bikin kejutan donk ke suamimu
Ambu Purwa
bahagia syfa punya suami hebat
Ambu Purwa
sehat selalu ya debay
Ambu Purwa
lannht swmoga aeman lukuh
Yuningsih Nining
aiiih 🤣🤣🤣belut sawah kayak kepincut belut si devan aja
masih Utuhh ktnya sehari lemmes 🤣🤭
Yuningsih Nining
🤣🤣Gagal unboxing dach padahal abis puasa wou cm brp hari
kata syifa selamat selamat dach ahhahaaa
Yuningsih Nining
nyesal kan, nyesel kamu firman fir'aun kata devan, itu akibat gamau denger penjelasan syifa , tp yng lebih kuat syifa bln BerJodih sm kamu tp sama Arman
Ambu Purwa
biarkan waktu yg menjawab
Ambu Purwa
jawab iya arman biar firman ga ada celah masuk dengan dalih cinta
Ambu Purwa
pasti menyesal ya.ga berguna lagi wong syfa dah nikah bro
Ambu Purwa
boleh syfa bikin tuh arman jatuh cinta sampai klepek2
Ambu Purwa
semoga syfa menjadikan arman bucin 7 keliling
Ambu Purwa
shila ada maksud tertwntu dan ingin jadi nyonya arman Alhamdulilah jalan membelokkan akhirnya gagal
Ambu Purwa
memang menggemaskan
Ambu Purwa
firman kalah stak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!