Sebuah cerita tentang seorang perempuan dengan tingkah bara-bar nya yang berujung mengantarkannya pada sebuah PERNIKAHAN.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saptaji Fahzira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#32
Naya melangkah masuk apartemen sambil bersenandung ria,hingga sampai di depan kamarnya hendak membuka pintu bersamaan dengan itu pintu juga terbuka dari dalam.
"AAAAAA" teriak naya dan langsung reflek memukul orang di depannya dengan kresek yang tadi di tangannya
"Aduh. Gila lu ya ngapain mukulin gue sih? " ujar rai meringis kesakitan.
iya yang tadi membuka pintu kamar dari dalam adalah pemilik apartemen itu sendiri
"sorry" kata naya pelan
"enak aja sorry muka gue sakit nih"
"ya maaf lagian salah lu sendiri udah berapa kali coba gue bilang jangan berdiri di depan pintu, ngagetin orang kena imbasnya kan lu"
"berdiri di depan pintu gimana orang gue juga mau keluar"
"ya ya gitu deh tau ah sama aja"
"dari mana lu? " tanya rai melihat tangan kanan naya yang menenteng kresek
"dari alfamart depan komplek"
"belanja? "
"gak kok"
"terus ngapain ke sana kalau gak belanja? cuci mata? "
"buset mulut lo lemes banget enak aja, gak ya orang gue beli coklat"
"udah ah minggir" lalu menerobos masuk melewati manusia gapura yang berdiri tepat di depan pintu,
ia dengan cepat masuk ke kamar tuk menyembunyikan rokoknya, untung saja tadi rokoknya sudah ia pindahan ke saku jaket,
"mau minum gak? " tanya rai pada naya yang sedang asik dengan handphonenya di sofa,
"hmmm mau deh kopi ya"
"kopi? "
"iya kopi. K O P I " naya mengejanya
"yakin lu minum kopi? "
"hmm yakin udah buatin aja sana" rai pun hanya mengangguk lalu berlalu ke dapur,
tunggu seperti ada yang kebalik gak sih? Raiden nyiapin minum sedangkan naha duduk nyantai main handphone? Ah sudahlah.
10 menit berlalu rai pun kembali dengan membawa dua gelas berisikan kopi satu dan susu coklat hangat satu.
"Aaa thank you"
"hm"
"lo gak kerja? "tanya naya masih terfokus pada handphonenya
"gak"
"tumben? "
"tumben kenapa? "
"iya tumben kan biasanya jam segini lo masih aja sibuk sama leptop dan kertas-kertas lo itu"
"gue juga butuh istirahat kali"
Naya mengangguk paham lalu mematikan ponselnya "oh gitu ya bagus deh kalau lo mikirin kesehatan lo juga"
"iya lah. Lo sendiri gak ada tugas apa gitu? "
"hmmm gak ada juga" jawabnya sembari menyeruput kopinya
"ya udah kalau gitu gue ke ruang kerja dulu "
Naya menautkan alisnya "katanya tadi gak ada kerjaan gimana sih"
"emang gak ada tapi gue mau beresin berkas sambil liat-liat kalau ada yang salah"
"sama aja sih ,ya udah sana."
.
.
Keesokan harinya naya memutuskan untuk tidak masuk kampus karena ia malas dan ingin berkunjung ke rumah mama mertuanya.
"gue berangkat ya, nanti kalau lo udah siap-siap mau ke mamah bilangin ke gue" ujar rai sambil mengikat dasinya
"iya siap, hati-hati ya"
"ya udah gue_"
"ehh tunggu ya ampun gue lupa, bentar tunggu sini bentar"potong naya
"TUNGGU NAN JANGAN BERANGKAT DULU"teriak naya dari dapur
" iyaa buruan"
"nih" Naya menyodorkan sebuah kotak bekal
"bekal? "
"iyaa lo belum sarapan kan jadi gue iseng buat lo sarapan, ya walaupun agak gosong sih dikit"
(ilustrasi bekal).
Raiden pun menerima kotak bekalnya "oke thanks ya"
"oke"
"ya udah gue berangkat ya"naya hanya mengangguk kemudian tak lupa untuk salim ke suaminya
.
.
" permisi pak ini ada berkas yang harus bapak tanda tangan" ujar seorang perempuan yang baru saja masuk ke ruangan kerja milik rai
"oh iya yang kemarin saya minta rekapan sudah juga? "
"oh iya sudah juga pak kebetulan juga saya bawa, mau sekalian di lihat pak?" yang kemudian hanya di jawab deheman darinya
"oke terimakasih"
"baik saya permisi pak" dan lagi rai hanya mengangguk.
Setelah pegawai perempuan tadi keluar ia menyenderkan badannya pada kursi lalu memejamkan matanya
begitu membuka mata pandangannya tertuju pada kotak makan yang ada di samping laptop, perlahan ia tersenyum lalu tangannya mengulur meraihnya,
"hehe lucu juga" ucapnya begitu melihat isi di dalamnya,
saat sedang menikmati makanannya rai teringat akan sesuatu, ia beralih ke laptop dan mengutak-atik tidak tau apa,
tak lama munculah naya yang baru saja keluar dari kamar dengan rambutnya yang basah.
di sisi lain naya yang baru saja selesai mandi berjalan keluar dari kamar dengan rambutnya yang masih basah,
"hmm oke nayana sekarang waktunya beberes. Huh semangat naya cantik"
langkahnya yang hendak ke dapur terhenti "wait kaya ada yang kurang deh, oh gue inget sekarang " Ia pun berjalan menuju TV kemudian menekan tombol on lalu mengklik play pada salah satu lagu yang ada di sana.
ok jangan salah paham dulu karena lagu yang di putarnya bukan sejenis kpop dangdut jazz pop or lainnya melainkan india.
"eh masih ada yang kurang" naya dengan cepat masuk lagi ke kamar lalu keluar dengan sebuah selempang di lehernya layaknya orang India
"OKE LADIES AND GENTLEMEN PLEASE WELCOME NAYANA KAPOOR"
"BOLE CHUDIYAN, BOLE KANGNA"
"HAAI MAIN HI GAYI TERI SAAJNA"
"TERE BIN JIYO NAIYO LAG DA MAIN TE MARGAIYA"
"LE JAA LE JAA, DIL LE JAA LE JAA"
"LE JAA LE JAA, SONIYE LE JAA LE JAA"
"LE JAA LE JAA, DIL LE JAA LE JAA"
"LE JAA LE JAA, SONIYE LE JAA LE JAA"
"Aah aah aah aah" nyanyinya sambil sesekali ikut menari seperti yang ada pada video, tak lupa selendang yang entah darimana ia dapat.
raiden serasa sedang menonton pertunjukan menari pagi ini, sedari tadi senyumnya tak pudar sedikitpun bahkan sesekali ia sampai terkekeh
"permisi pak, pak raiden"
"pak? pak raiden? "
"PAK RAIDEN ADNAN FAWAZ! " rai reflek langsung menutup leptopnya begitu mendengar namanya di panggil
Ia berdehem dan sedikit membenarkan duduknya "ekhm iya kenapa? "
"bapak lagi ngapain serius banget keliatannya? "
"bukan urusan kamu. Ada apa?"
"oh iya maaf pak maaf, em ini kita ada meeting dengan pak darwin"
"sekarang? "
"iya pak? "
"sekarang banget ya? "
"iya pak sekarang, kenapa memangnya? "
"oh gak gak apa-apa, ya sudah kalau begitu tolong persiapan semuanya"
keenan mengangguk "baik pak"
sedangkan naya masih dengan beres-beres di temani lagu India dan di selingi dengan tarian random nya.
Hampir dua jam beberes akhirnya sekarang naya merebahkan tubuhnya di sofa,
"hufff melelahkan. Kalau gue ngerokok di sini bisa gak ya? " tanyanya pada diri sendiri
"ah gak deh entar baunya nginep lagi di sini terus pas anan pulang terus nanya kenapa nih bisa ada bau rokok di apartemen gue? hm mampus dah tuh gue"
ia mengambil ponselnya di atas meja mengutak-atik nya lalu tak ama ia tempelkan ke telinganya
"hallo bro"
"bro pala lu, eh sapi lu di mana? " jawab seseorang di sebrang sana
"di rumah lah pake nanya"
"gue tandain kalian ya benar-benar janjian gak ngajak-ngajak"
"janjian apan? terus ngapain gue ngajakin lu orang gue gak ke mana-mana"
"lah terus lu sama gladis kenapa bisa barengan gak masuk coba,mana gue sendiri lagi setan emang lu berdua"
"hah gladis gak masuk juga?kok bisa? "
"iya lah katanya males ketemu singa"
"haha sama dong, wah emang bener sehati nih kita"
"SERAH NAY SERAH DAH. Udah ah mau pulang juga gue daripada gue sendiri di sini"
"haha ya udah pulang aja sana biarin aja tu singa pulang aja nil" hasut naya pada sahabatnya.
"ck ck ck godaan syaitan emang yee, udah ah bye." telfon pun di putuskan sepihak
semangat selalu
Semangatt ☺️