Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 32.

Matahari Jakarta terasa sangat terik siang itu.

Di sebuah area promosi di depan pusat perbelanjaan, beberapa sales berdiri berjejer menawarkan produk kepada orang-orang yang lewat. Sebagian memakai seragam rapi, sebagian lagi terlihat kelelahan karena harus berdiri berjam-jam.

Di antara mereka, ada Shanaz. Dia tak lagi terlihat glamor seperti dulu, rambutnya diikat sederhana. Make up-nya tipis, dan kulit wajahnya terlihat kusam karena sering berada di bawah matahari.

Ia mengenakan kaos seragam promosi dan memegang beberapa brosur di tangannya.

“Selamat siang, Kak. Mau lihat promo kartu kreditnya?”

Seorang pria lewat tanpa menoleh, Shanaz memaksakan senyum lagi. “Promo cicilan nol persen, juga ada—”

Orang itu sudah berjalan pergi, senyum Shanaz perlahan hilang. Sudah hampir empat bulan sejak hidupnya benar-benar berubah, ia kehilangan pekerjaan sebagai pramugari. Skandalnya dengan Arkana menyebar ke hampir semua maskapai. Tidak ada perusahaan penerbangan yang mau menerima mantan pramugari dengan reputasi buruk seperti itu.

Awalnya ia mencoba melamar ke beberapa tempat kerja lain, namun semuanya tidak mudah. Akhirnya, ia menerima pekerjaan sebagai sales promosi di mall. Ia harus berdiri seharian, dan menawarkan produk kepada orang asing. Terkadang di dalam mall, dan terkadang di luar gedung di bawah matahari.

Hal yang dulu tidak pernah ia bayangkan akan ia lakukan. Dulu, ia adalah pramugari cantik yang selalu tampil sempurna. Perawatan wajah mahal, make up profesional dengan seragam elegan. Sekarang, bahkan untuk perawatan wajah saja ia harus berpikir dua kali.

Tiba-tiba ia teringat pada Leya di masa lalu, saat dirinya masih berselingkuh dengan Arkana. Waktu itu Arkana sering merendahkan Leya, mengatakan bahwa wanita itu jelek dan tidak bisa merawat diri.

Sekarang, justru semua itu terjadi pada dirinya sendiri.

“Shanaz, gantian jaga di luar ya!” teriak supervisor dari dalam booth.

Shanaz tersentak dari lamunannya, “Iya!”

Wanita itu berjalan keluar mall, udara panas langsung menyengat wajahnya. Ia berdiri di dekat trotoar sambil menawarkan brosur kepada orang-orang yang lewat.

“Promo kartu kredit, Kak—”

Namun tidak ada yang benar-benar tertarik, ia menghela napas pelan. Saat itulah, matanya tiba-tiba menangkap sosok yang sangat familiar di seberang jalan.

Seorang pria sedang berjalan santai di trotoar, rambutnya sedikit lebih panjang. Ada janggut tipis tumbuh di wajahnya, dengan pakaian yang sederhana. Namun wajah itu, Shanaz tidak mungkin salah mengenalinya.

“Mas Arkana…” Ia membeku.

Pria itu berjalan tanpa menyadari keberadaannya, seolah tidak pernah mengenal dunia yang dulu mereka tinggali.

“Mas!”

Shanaz langsung berlari menyeberang jalan, beberapa mobil hampir membunyikan klakson karena ia menyeberang sembarangan.

“Mas Arkana!”

Pria itu akhirnya berhenti, lalu menoleh. Mata mereka berdua bertemu, mereka hanya berdiri saling memandang. Dua orang yang dulu begitu percaya diri dengan hidup mereka, sekarang... terlihat sangat berbeda.

Arkana menatap Shanaz dengan ekspresi tenang, namun tak ada sedikitpun kelembutan di mata pria itu. Dan ia memperhatikan perubahan pada Shanaz, wanita yang dulu selalu cantik sempurna... sekarang wajahnya tampak kusam.

Shanaz juga menyadari penampilan Arkana sama dengannya, pria yang dulu selalu tampil rapi dan tampan itu sekarang terlihat kusut.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan.

“Mas... aku terus mencarimu ke mana-mana.” Shanaz akhirnya bicara duluan. “Kamu menghilang begitu saja, aku bahkan nggak tahu kamu hidup atau tidak.”

“Aku baik-baik saja.” Arkana akhirnya berbicara pelan.

Shanaz menggenggam brosur di tangannya tanpa sadar. “Aku kira…”

Kalimatnya terhenti, wanita itu bahkan tidak tahu apa yang ingin ia katakan.

Arkana tiba-tiba tertawa kecil, namun tawa itu terdengar pahit. “Lucu sekali, bukan?”

“Apa?” Shanaz menatapnya bingung.

Arkana menggeleng pelan. “Dulu... kita merasa seperti orang paling hebat di dunia. Aku kapten pilot yang hebat, dan kau... pramugari cantik. Aku bahkan pernah berpikir, kita adalah pasangan paling sempurna jika sedang bersama.”

Shanaz terdiam, Arkana tersenyum miris.

“Sekarang lihat kita.“ Ia menunjuk pakaian Shanaz. “Kau jadi sales promo di pinggir jalan.”

Arkana menunjuk dirinya sendiri. “Dan aku... hanya pria yang bahkan tidak tahu masa depannya seperti apa.”

Shanaz menundukkan kepala, Arkana memandang langit sejenak.

“Dulu aku pernah menghina Leya.” Arkana tersenyum pahit. “Aku pernah bilang... dia jelek dan tak bisa menyenangkanku lagi dengan penampilannya. Padahal, aku hanya tidak pandai bersyukur.“

Arkana menghela nafas panjang. “Ternyata... yang jelek itu, kesombongan kita dulu.”

Suasana menjadi sunyi.

Orang-orang lalu lalang di trotoar tanpa peduli pada dua orang yang sedang berdiri di sana. Dua orang yang dulu pernah merasa berada di puncak dunia. Namun sekarang, hanya tersisa bayangan dari masa lalu mereka.

“Shanaz.”

Wanita itu menatap Arkana.

“Aku sudah tak menyalahkanmu, apalagi menyalahkan diriku sendiri. Tapi... aku juga tidak ingin kembali ke masa-masa itu.” Arkana menarik napas panjang. “Kesalahan terbesar dalam hidupku... adalah meninggalkan Leya.”

Kalimat itu terasa seperti pisau bagi Shanaz.

Arkana menatap wanita itu untuk terakhir kali. “Shanaz, kita sudah mendapatkan balasan kita masing-masing. Mulai sekarang… jalani hidupmu dengan baik. Carilah laki-laki yang bisa bertanggung jawab padamu dan mampu menjamin masa depanmu.”

Pria itu berbalik, dan mulai berjalan pergi.

Shanaz berdiri di trotoar. Kakinya terasa berat, seolah tidak bisa bergerak untuk mengejar Arkana meskipun ia ingin. Lalu, perlahan ia menyadari sesuatu. Ada orang-orang yang begitu ingin kita kejar… padahal sebenarnya mereka hanyalah bagian dari kesalahan yang sudah lewat.

Brukkk!

Ia jatuh ke tanah dan menangis dengan pilu.

Sementara itu...

Di rumah Leya, suasana mulai sibuk. Persiapan untuk pernikahan perlahan-lahan sudah dimulai. Beberapa orang tampak keluar masuk rumah, membicarakan berbagai hal yang perlu disiapkan. Kotak-kotak dan perlengkapan acara mulai berdatangan. Rumah yang biasanya tenang kini terasa lebih hidup dengan obrolan dan rencana yang terus dibahas.

Akhirnya, wanita yang pernah dikhianati dan terluka begitu dalam itu berhasil bangkit. Kini Leya kembali menemukan kebahagiaannya bersama pria baru.

Tak jauh dari rumah itu, Arkana berdiri memandang halaman rumah orang tua Leya yang sudah dihias untuk acara pernikahan. Ia sudah mendengar kabar bahwa mantan istrinya akan menikah lagi. Karena itu ia sengaja kembali ke Jakarta, hanya untuk melihatnya dengan mata kepalanya sendiri.

Namun saat benar-benar melihat semua itu, hatinya terasa seperti disayat. Rasa sesal kembali menghantam, namun ia tau semuanya sudah terlalu terlambat. Bahkan untuk menemui anaknya sendiri pun, ia masih tidak punya keberanian.

“Leya, selamat menempuh hidup baru. Berbahagialah…” ucapnya tulus, dengan senyum hangat yang tersungging di wajahnya.

1
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
Pita Loka
nasib selingkuh bagas
Pita Loka
ada s2 nasib selingkuh bagas gimna?
Pita Loka
harus ada s2 btw simpan baga gimna nasibnya atau udh punya anak haram
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘢😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨
Tuti Tyastuti
𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳👍
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘨
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘹 𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨
santosowife
ceritanya sangat menarik..konflik ny tidak berat dan tidak menguras emosi pembaca secara berlebihan.. recommended banget buat pembaca yang suka cerita yang ringan dan menghibur..good job author..terima kasih atas usahanya membuat cerita ini .all the best for u/Rose//Rose//Rose//Rose/
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘢𝘫𝘫
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!