Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Cadangan Sang Mayor

Istri Cadangan Sang Mayor

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Menikahi tentara / Ibu Tiri / Tamat
Popularitas:611.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Tante Kei, mau nggak jadi mamanya Rafka?"
"What!! Berarti jadi Ibu Persit dong? Dan jadi bini Mayor kaku kayak kanebo?"

Mayor Satria Pramudya, 33 tahun, sudah lima tahun menduda, keluarganya sudah mendesaknya untuk menikah lagi. Sementara, Rafka, anaknya sejak lahir sudah dekat dengan adik istrinya–Keisa Azzura, 21 tahun.

"Dek, kamu yakin Kakak boleh nikah lagi?"
"Ya, boleh lah, masa dilarang. Nanti ularnya bisa karatan loh ... lama-lama menduda. Lagian, Rafka juga butuh sosok ibu."
"Kalau begitu Kakak boleh melamar Adek?"
"Eh, Apa! Maksud Kak Satria gimana?

Keisa tak menyangka kakak iparnya meminang, sedangkan ia sudah punya cowok incaran. Apalagi Satria tidak pernah mengucapkan kata cinta dan ada sesuatu...

Bagaimanakah rumah tangga Satria yang kaku menghadapi Keisha yang barbar? Belum lagi ada rahasia Satria yang tiba-tiba...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Babb 32. Penolakan Rafka

Keisha yang berdiri tepat di atas mereka langsung melipat tangannya di depan dada, matanya memicing tipis menatap pergerakan Ingrid. Jiwa barbarnya bersiap-siap untuk mendengarkan jawaban keponakannya. Ia tahu betul bagaimana watak Rafka yang keras kepala—darah daging murni dari seorang Satria Pramudya yang tidak akan mempan hanya dengan iming-iming kue atau mainan baru dari orang asing.

Begitu tangan Ingrid baru saja hendak menyentuh pundaknya, Rafka refleks memundurkan tubuhnya kecil. Bocah itu menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sangat kencang hingga rambut cepaknya bergoyang.

"Enggak mau!" tolak Rafka dengan suara cemprengnya yang tegas, langsung memotong bujukan manis Ingrid tanpa ragu-ragu.

Bukannya melunak, Rafka justru semakin mempererat cengkeraman tangannya pada jemari Keisha. Ia menarik tubuhnya hingga benar-benar berlindung di balik daster biru pudar milik tantenya, seolah-olah menganggap Ingrid sebagai ancaman yang mengganggu zona nyamannya.

"Rafka maunya tinggal di sini sama Eyang Uti dan Tante Kei! Rafka enggak mau pulang ke rumah Papa kalau enggak ada Tante Kei!" seru bocah itu lantang dengan bibir yang sudah mengerucut kencang, menatap lurus ke arah papanya yang berdiri tegap di belakang Bu Reni. "Kecuali ... kecuali Tante Kei juga ikut pulang ke rumah Papa sekarang! Kalau Tante Kei ikut, Rafka baru mau ikut!"

Deg.

Kalimat polos namun telak yang meluncur dari mulut Rafka seketika membuat suasana di ruang tamu itu kembali membeku. Senyuman manis dan anggun yang melekat di wajah ayu Ingrid langsung macet seketika, berubah menjadi garis kaku yang menyiratkan rasa jengah sekaligus malu karena penolakan mentah-mentah di depan umum. Ujung jarinya yang menggantung di udara perlahan ditarik kembali dengan canggung.

Sementara itu, Keisha langsung melotot ke arah keponakannya. Wajahnya yang semula sudah merona merah akibat lamaran resmi, kini semakin memanas padam sampai ke telinga. "Aduh, Rafka! Kamu ini beneran anak kandungnya si Kanebo Kering ya! Kenapa malah bikin skenario jebakan batman begini pagi-pagi?!" jerit Keisha histeris di dalam hatinya, merasa ingin menenggelamkan diri ke dalam lantai marmer saat itu juga.

Ibu Dania dan Ayah Farrel yang berdiri di dekat pintu teras hanya bisa saling berpandangan sembari menahan senyum geli melihat bagaimana cucu mereka dengan cerdas mengunci keadaan.

Di seberang ruangan, Satria yang sejak tadi berdiri diam bagai batu karang berseragam Mayor perlahan menurunkan pandangan matanya. Sepasang mata hitam pekatnya menatap lurus pada Keisha yang sedang salah tingkah setengah mati, lalu beralih pada putranya. Ketegangan kaku di wajah tegas sang perwira perlahan melunak, digantikan oleh kilatan kepuasan taktis yang sangat tipis di balik sudut bibirnya. Taktik pengondisian yang dilakukan Rafka secara alami terbukti jauh lebih efektif daripada garis komando lapangan mana pun.

Satria melangkah maju dua langkah, membuat sepatu pantofel militernya berketuk tegas di atas ubin. Tubuh tingginya yang bidang kini berdiri tepat di hadapan Keisha dan Rafka, memancarkan dominasi pelindung yang mutlak.

"Kamu dengar sendiri jawaban anak kita, Keisha," ucap Satria dengan suara beratnya yang rendah, sengaja menekankan frasa *'anak kita'* dengan nada tenang namun sarat akan teka-teki kepemilikan yang menghanyutkan. Ia kemudian menunduk sedikit, menatap putranya yang masih cemberut. "Rafka, hari ini Tante Kei masih ada urusan yang harus diselesaikan di kampus. Dua hari lagi, Papa yang akan menjemput Tante Kei secara resmi untuk ikut pulang ke rumah kita. Mengerti?"

"Beneran ya, Papa? Dua hari lagi Tante Kei ikut ke rumah Papa?" tanya Rafka memastikan dengan mata bulatnya yang berbinar kembali.

"Iya. Papa tidak pernah ingkar janji," jawab Satria pasti, tanpa ada keraguan sedikit pun di dalam suaranya yang tegas. Pria itu kemudian menegakkan kembali punggungnya, menatar lekat-lekat wajah merengut Keisha yang tampak begitu menggemaskan dengan pipi menggembung karena menahan dongkol. "Kakak pamit dulu, Dek. Pikirkan baik-baik jawabanmu untuk lusa."

Dengan satu kalimat pemungkas yang kembali sukses membuat seluruh fungsi otak Keisha mengalami korsleting massal tingkat nasional, Satria berbalik tegap. Ia menuntun Bu Reni yang mulai tersenyum mafhum dan Ingrid yang wajahnya sudah pias tanpa warna untuk segera melangkah keluar menuju mobil SUV hitam mereka.

Keisha hanya bisa berdiri melongo di ambang pintu, memegangi dadanya yang berdegup ugal-ugalan tak karuan menahan gempuran debaran yang kian agresif dilancarkan oleh sang Mayor.

***

Dua hari masa tenggang yang diberikan oleh para tetua terasa berjalan laksana siksaan yang lambat bagi Keisha. Sepanjang hari di kampus, fokus belajarnya benar-benar berantakan. Kuliah Hukum Dagang yang biasanya ia ikuti dengan penuh argumen vokal kini hanya dilewatinya dengan tatapan kosong menatap dosen yang sedang menjelaskan di depan kelas. Pikirannya yang sudah kalut sejak kedatangan keluarga Satria pagi kemarin, kini kian diperparah oleh bayang-bayang Ingrid yang sudah berada di rumah pribadi sang Mayor.

"Kei, lu beneran enggak apa-apa kan? Dari tadi dipanggil dosen lu cuma melongo kayak manekin," bisik Yeyen cemas saat mereka berjalan keluar dari gedung fakultas menuju area parkiran sore itu.

"Gue aman, Yen. Cuma kurang pasokan gula aja makanya saraf gue agak lemot," sahut Keisha asal, mencoba membenahi tali tas ranselnya yang terasa berat.

Di sebelah kanan Keisha, Rendra berjalan sembari menenteng jaket denimnya. Pemuda itu menatap Keisha dengan sorot mata perhatian yang dalam. "Kalau lu lemas, sore ini gue antar pulang aja ya, Kei? Naik motor gue. Biar lu nggak usah repot-repot pesan taksi daring di cuaca mendung begini."

Keisha menoleh, menatap Rendra dengan binar lega. Bagus! Pulang bareng Rendra adalah taktik gerilya terbaik buat menghindari jemputan aneh dari rumah, pikir Keisha buru-buru menyetujui. "Wah, beneran, Ren? Mau banget dong! Lu emang teman penyelamat nyawa gue—"

Kalimat Keisha mendadak terputus di tengah jalan. Langkah kakinya seketika terkunci rapat di atas ubin parkiran. Yeyen dan Rendra pun ikut menghentikan langkah mereka karena terkejut melihat perubahan ekspresi wajah Keisha yang mendadak panik.

Tepat di bawah pohon peneduh parkiran kampus, sebuah SUV hitam yang teramat familier sudah terparkir rapi. Pintu kemudi terbuka, dan sesosok pria bertubuh tinggi bidang melangkah keluar.

Itu Satria. Namun, sore ini ia tidak mengenakan seragam dinas Mayornya. Pria itu tampil sangat prima dan maskulin dengan kaus oblong hitam polos yang melekat ketat di tubuh atletisnya, dipadukan dengan celana jins gelap dan sepatu bot kulit. Rambut cepaknya rapi, dan sepasang mata hitam pekatnya langsung membidik tajam ke arah posisi Keisha berdiri, mengunci pergerakan gadis itu dengan intensitas dingin yang luar biasa dominan.

Aura militer yang kaku dan berwibawa tetap menguar kuat dari tubuh tegap Satria meski ia berpakaian kasual, seketika membuat beberapa mahasiswi yang lewat di sekitar parkiran berbisik-bisik kagum.

Bersambung...

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
akhirnya jd pasangan mas & dek beneran wkwk gemeey 🤏🏻
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
besok kalo hamil pengen kayak kei lah wkwk ga ada mual cuma laper terus sm telat haid aja tau2 TM 1 udah lewat 🙏🏻😇
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
wkwk lagian si ingrid udah di bantu cari kos, dibantu cari kerjaan bukan langsung dateng buat bilang makasih malah nunggu beberapa bulan udah gt dateng2 ga bawa kue malah bawa provokasi 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
gimana bude, calon menantu kesayangan bude si ingrid ingrid itu udah ngasih kado apa ke bude 🤣
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah kapok ga di ulti anak sendiri 🤣
Ani
😆😆😆😆 ampung deh anak pak Mayor mulutnya pedes amat..
Ani
😢😢😢😢 bener bener terharu dengan kata kata Rafkha itu adalah jawaban jujur dari anak kecil... 💪💪💪 Kei...
Ani
😆😆😆😆😆😆
...
ngapain sih ulet keket ikutan sampe kesini juga
Tamirah
Visualnya pas banget Satria & Keisha .... keren....!
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
nah ini bukan cowok bingung walopun itu sama keluarga sendiri, selama bukan dalam konteks melawan & durhaka menurutku gapapa sih wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kalo aku sih gapapa ingrid tinggal di rumah satria, biar satria nya aja yg tinggal di rumah ayah nya keisha lagian rafka juga disana kan wkwk perjanjiannya kan ingird tinggal di rumah satria bukan tinggal bareng satria jd biarin aja ingrid berdua sm bi nini di rumah satria wkwk
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
kadang laki kalo udah nikah bisa beda selera lagi bude, aku sm suami aja selera makannya beda tapi ya jd akulturasi juga wkwk pokoknya sesuaiin selera masing2 yg bisa ketemu di tengah dan makan berdua 😆
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
menjaga anak kecil butuh tekad dan kemauan yg keras kak wkwk 😆 slnya beneran secapek itu kalo beneran ngurusin 🙏🙂
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
lah gimana sih bude, masa kalo anaknya nikah dia nyuruh perempuan lain ngerusak rumah tangga anak sendiri 🤔 kalo niat nya di bales sm Yang Maha Kuasa di buat ke rumah tangga bude sendiri gimana coba 😒
Humaira izzatunisa
luar biasa
Halimatus Syadiah
sering" buat karya baru disini Thor, aku selalu mengikuti dgn setia
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
ini kalo kei manggilnya mas lebih manis gasih jd pasangan mas & dek wkwk
@Al**
/Good/
Ade Ova
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!