Berawal dari Kesialan Hidup, membuat Kevin Sanjaya Bangkit dengan bantuan Meteorit dan buku pemberian Kakeknya "Kitab Medis Surgawi"
Beberapa hal dari hidupnya seketika berubah, tiga wanita cantik, Asosiasi Super Power Nasional, bahkan mendapat Cacing Emas Gu Legendaris untuk memperkuat tubuhnya.
Namun, perjalanan Kevin Massi Panjang. Dan, kali ini dia menjadi target organisasi terkuat dunia 'Demonic' dalam memperebutkan 5 Artifak Medis Legendaris, yang di percaya bisa membuat pemiliknya hidup abadi.
Apa saja yang akan di lewati Kevin Sanjaya, di season 2 kali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kenjiro Dominic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 : Periksa Hati Nuranimu!
Kevin benar-benar tidak habis pikir.
Untuk apa Natasya terus mempermasalahkan hal seperti ini? Seberapa cantik pun dirinya, ia tetap bukan wanitanya. Kevin tidak mungkin sembarangan menyentuhnya. Jangan-jangan wanita ini memang sengaja menggodanya?
Namun, Kevin merasa dirinya memiliki prinsip. Ia tidak akan kehilangan kendali hanya karena godaan sesaat.
Ia segera melanjutkan proses membersihkan tubuh Natasya.
Begitu melihat kondisi tubuhnya, Kevin sempat terdiam. Sementara itu, Natasya langsung merasa sangat malu dan buru-buru merapatkan kedua kakinya.
“Kenapa kau menatapku seperti itu?”
“Berbaring saja dengan tenang. Jangan menggunakan bak mandi. Dengan kondisimu sekarang, itu bisa menimbulkan masalah.”
Kevin menyentuh hidungnya, lalu tiba-tiba bertanya dengan serius, “Aku ingin menanyakan sesuatu.”
“Apa?”
“Bagaimana kau bisa merapikan bagian itu dengan begitu rapi? Kau memangkasnya sendiri?”
“Kevin, mau kuhajar!”
Wajah Natasya langsung memerah sampai ke telinga.
Bagaimana mungkin pria ini menanyakan sesuatu yang begitu memalukan?!
Kevin justru tampak tidak menyadari betapa memalukannya pertanyaan tersebut.
“Aku hanya penasaran. Merapikannya sendiri sepertinya cukup merepotkan. Kalau suatu hari kau kesulitan, aku bisa membantumu.”
Natasya hampir pingsan karena malu.
“Bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu?!”
Kevin mengerutkan kening dengan wajah polos.
“Aku hanya berniat membantumu. Kau sendiri yang meminta bantuanku. Kalau aku tidak menolongmu sekarang, kondisi tubuhmu justru bisa semakin parah.”
Barulah Natasya menyadari maksud sebenarnya.
Ternyata Kevin memang sedang membicarakan perawatan!
Namun, cara pria itu menyusun kata-kata benar-benar mengundang salah paham.
Natasya hanya bisa menatapnya dengan kesal.
Kevin tidak memedulikannya. Ia membasahi handuk dengan air, kemudian mulai membersihkan tubuh Natasya secara perlahan dan hati-hati.
Baginya, semua ini hanyalah bagian dari pengobatan.
Meskipun Natasya memiliki penampilan yang sangat menarik, Kevin sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Ia pernah melihat tubuh beberapa wanita yang dekat dengannya, termasuk Nagita dan Amanda.
Namun, sesosok wanita lain juga tiba-tiba muncul dalam pikirannya—Inggrit (Mawar).
Hubungan mereka jauh lebih rumit. Wanita itu pernah mencoba membunuhnya, tetapi pada akhirnya hubungan mereka berubah menjadi sesuatu yang sulit dijelaskan. Kevin tidak tahu di mana wanita itu sekarang dan bagaimana keadaannya.
Sementara itu, setiap sentuhan Kevin membuat tubuh Natasya semakin tegang.
Ia berusaha menahan rasa malu dan kegelisahan yang muncul tanpa bisa dikendalikan.
Setengah jam kemudian, proses pembersihan akhirnya selesai.
Wajah Natasya sudah merah padam.
Sepanjang proses tadi, Kevin berkali-kali membuatnya hampir kehilangan kesabaran.
Saat Kevin membersihkan bagian dadanya dan tangannya berhenti sedikit lebih lama, Natasya langsung bertanya mengapa ia begitu lama menyentuh bagian tersebut.
Jawaban Kevin membuatnya hampir ingin berteriak.
“Aku sedang memeriksa hati nuranimu.”
Natasya benar-benar tidak tahu harus berkata apa.
Bahkan ketika Kevin menjelaskan bahwa ada sisa racun yang mungkin menempel di lipatan kulit dan harus dibersihkan dengan teliti agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari, Natasya tetap merasa sangat malu.
Terlebih lagi ketika Kevin harus membersihkan bagian tubuhnya yang lebih sensitif.
Saat itu, ia benar-benar ingin menangis.
Akhirnya, Kevin menghela napas lega setelah semuanya selesai.
“Benar-benar melelahkan. Jangan sampai kau keracunan lagi. Mengeluarkan racun dari tubuhmu sama sekali bukan pekerjaan mudah. Aku sudah berusaha sekuat tenaga, tapi kau malah terus salah paham.”
Natasya terdiam.
Ia bahkan tidak memiliki tenaga untuk membalas.
Setelah membantu Natasya mengenakan pakaian, Kevin menggendongnya kembali ke kamar dan membaringkannya di atas ranjang.
“Beristirahatlah dengan baik. Dalam beberapa hari tubuhmu akan pulih.”
Kevin hendak pergi ketika suara lemah terdengar dari belakangnya.
“Kevin… aku lapar.”
Natasya menatapnya dengan mata besar dan wajah memelas.
Kevin segera memahami keadaannya.
“Kau sudah lama tidak makan. Wajar kalau lapar.”
Ia berpikir sejenak, lalu tersenyum.
“Baiklah, tunggu di sini. Aku akan membuatkan bubur. Tubuhmu terlalu lemah dan berat badanmu turun banyak. Kau harus memulihkan tenaga.”
Tanpa membuang waktu, Kevin langsung menuju dapur.
Tak lama kemudian, ia kembali membawa semangkuk bubur.
Natasya cukup terkejut.
Bagaimana mungkin dia memasaknya secepat itu?
Namun ketika mencium aroma bubur yang hangat dan melihat perhatian Kevin, hatinya terasa menghangat.
Begitu mendengar dirinya lapar, pria itu langsung pergi memasak tanpa ragu sedikit pun.
Perhatian sederhana seperti itu justru membuat perasaan Natasya semakin sulit dikendalikan.
Ia tidak tahu bahwa Kevin diam-diam menggunakan Qi Sejati untuk mempercepat proses memasak. Itulah sebabnya bubur tersebut bisa selesai dalam waktu singkat.
“Ini bubur millet bergizi khusus untukmu. Rasanya ringan, mudah dicerna, dan cocok untuk memulihkan tubuhmu.”
Kevin duduk di sisi ranjang.
“Biarkan aku menyuapimu.”
Ia menopang kepala Natasya di pangkuannya, kemudian mulai menyuapkan bubur sedikit demi sedikit.
Natasya memandang pria di hadapannya dengan tatapan yang semakin lembut.
Untuk sesaat, ia merasa bahwa dirinya benar-benar telah jatuh terlalu dalam.