Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Gadis Manis Anak Tuan Adrian

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Keluarga Adrian dikenal sebagai salah satu keluarga paling terpandang dan kaya.
Di mata publik, mereka adalah keluarga sempurna.
Kaya.
Terhormat.
Bahagia.
Namun di balik rumah besar itu, tersimpan banyak rahasia.
Persaingan bisnis, pengkhianatan, iri hati, dan orang-orang yang ingin menghancurkan keluarga Adrian mulai bermunculan.
Semuanya berubah ketika lahir seorang gadis kecil bernama Adeline Adrian Wijaya.
Sejak kecil, Adeline memiliki kemampuan aneh:
dia dapat mendengar suara hati manusia.
Dia bisa mendengar kebohongan yang tidak pernah terucapkan.
Dia bisa mengetahui seseorang yang tersenyum tetapi sebenarnya membenci.
Dia bisa mendengar rasa sakit yang disembunyikan seseorang.
Awalnya keluarga menganggap itu hanya imajinasi anak kecil.
Namun perlahan, kemampuan Adeline menyelamatkan keluarganya.
Ketika seseorang berpura-pura baik.
Ketika ada anggota keluarga yang diam-diam berkhianat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32

Pagi itu, rumah besar Wijaya terbangun dengan suasana yang berbeda. Adrian menemukan sebuah amplop berwarna hitam terselip di bawah pintu utama. Tidak ada nama pengirim, tidak ada stempel, hanya sebuah amplop polos dengan tulisan tangan yang rapi. Adrian membukanya dengan hati-hati dan mendapati sepucuk surat singkat.

"Waktu kalian hampir habis. Bersiaplah untuk menghadapi masa lalu."

Adrian merasakan bulu kuduknya berdiri. Dia segera menunjukkan surat itu pada William dan Daniel. Wajah William berubah pucat saat membaca tulisan itu. Tangannya gemetar dan dia terjatuh ke kursi terdekat.

"Ayah, Ayah tahu siapa pengirimnya?" tanya Adrian cemas.

William menggeleng, tetapi matanya berkaca-kaca. "Aku tidak tahu, Adrian. Tapi aku tahu ini ada hubungannya dengan masa lalu. Masa lalu yang sudah lama aku kubur."

Adeline yang mendengar percakapan itu dari tangga, segera turun dan mendekati kakeknya. Gadis kecil itu menggenggam tangan William dengan lembut. "Kakek, Adeline ada di sini. Kakek tidak sendirian."

William menatap cucunya dengan mata penuh haru. Dia memeluk Adeline erat dan berbisik, "Kakek sangat beruntung memiliki cucu sepertimu, Sayang."

Ancaman tidak berhenti di situ. Beberapa hari kemudian, terjadi kebakaran kecil di gudang perusahaan. Tidak ada korban jiwa, tetapi beberapa dokumen penting hangus terbakar. Daniel yakin bahwa kebakaran itu disengaja. Polisi menemukan sisa-sisa bahan bakar di lokasi kejadian.

"Kita harus lebih waspada," kata Daniel pada Adrian. "Musuh kita mulai bergerak lebih agresif. Dia tidak hanya mengancam, tetapi mulai bertindak."

Adrian mengangguk dengan raut khawatir. "Aku akan meningkatkan keamanan di rumah dan kantor. Kita tidak bisa membiarkan mereka melukai keluarga kita."

Di rumah, Elena mulai merasakan ketakutan yang sama. Dia sering terbangun di tengah malam karena suara-suara aneh di luar rumah. Meskipun keamanan sudah diperketat, ketakutannya tidak pernah benar-benar hilang. Nathan juga menjadi lebih waspada. Dia selalu menemani Adeline ke mana pun gadis kecil itu pergi, tidak pernah membiarkannya sendirian.

Namun Adeline merasakan bahwa semua ini hanyalah permulaan. Suara hati orang-orang di sekitarnya terus berbicara tentang ketakutan yang mendalam. Tetapi ada satu suara yang masih dia cari, suara dalang sebenarnya, yang masih tersembunyi di balik bayangan.

Suatu malam, ketika Adeline sedang duduk di kamarnya, dia mendengar suara bisikan yang sangat pelan. Suara itu datang dari suatu tempat di dalam rumah, mungkin dari ruang bawah tanah atau dari suatu sudut yang jarang dikunjungi.

Mereka mulai panik. Bagus. Semakin takut mereka, semakin mudah bagiku untuk menghancurkan mereka. William akan segera sadar bahwa masa lalu tidak bisa disembunyikan selamanya.

Adeline menegang. Dia berlari ke ruang kerja ayahnya dan menceritakan semua yang dia dengar. "Ayah, dia ada di dalam rumah. Suaranya berasal dari suatu tempat di sini. Dia senang melihat kita takut."

Adrian langsung memerintahkan penjagaan untuk memeriksa seluruh rumah dari atas sampai bawah. Tetapi setelah pencarian yang teliti, tidak ada yang ditemukan. Tidak ada orang asing, tidak ada perangkat mencurigakan. Rumah itu bersih.

"Apa mungkin kamu salah dengar, Sayang?" tanya Adrian lembut.

Adeline menggeleng dengan tegas. "Aku tidak salah dengar, Ayah. Dia ada di sini. Aku merasakannya. Tapi dia sangat pandai bersembunyi."

Malam itu, keluarga Wijaya berkumpul di ruang keluarga dengan perasaan yang tidak tenang. William yang biasanya tenang dan bijaksana, terlihat sangat gelisah. Dia terus memandangi foto-foto lama di dinding, seolah-olah mencari jawaban atas pertanyaan yang tidak pernah dia ajukan.

"Kakek," kata Adeline pelan, mendekati kakeknya. "Kakek tahu siapa orang itu, kan? Kakek tahu apa yang terjadi di masa lalu."

William menatap cucunya dengan mata basah. Dia menghela napas panjang dan akhirnya berbicara. "Ada seseorang dari masa laluku. Seseorang yang aku sakiti tanpa sengaja. Aku pikir dia sudah mati. Tapi ternyata dia masih hidup dan dia datang untuk balas dendam."

Adrian terkejut. "Siapa dia, Ayah? Apa yang terjadi?"

William menggenggam erat tangan cucunya. "Suatu hari nanti, aku akan menceritakan semuanya. Tapi sekarang, aku harus melindungi kalian semua. Aku tidak akan membiarkan masa laluku menghancurkan keluarga yang aku cintai."

Adeline memeluk kakeknya erat. "Kakek, Adeline akan membantu Kakek. Adeline akan mendengar semua suara hati dan melindungi keluarga kita. Kakek tidak perlu takut lagi."

William tersenyum melalui air matanya. Dia mencium kening Adeline dan berbisik, "Kakek sangat beruntung memilikimu, Sayang. Kamu adalah cahaya di tengah kegelapan ini."

Malam semakin larut. Rumah besar Wijaya terasa lebih gelap dari biasanya. Ancaman menggantung di atas kepala mereka seperti pedang yang siap jatuh kapan saja. Tetapi di dalam kegelapan itu, seorang gadis kecil tetap tegar, mendengarkan setiap bisikan hati, dan bersiap menghadapi apa pun yang akan datang.

Adeline tahu bahwa bahaya terbesar belum datang. Tetapi dia juga tahu bahwa selama keluarganya bersatu, mereka akan selamat. Dan dia, gadis kecil yang bisa mendengar hati, akan menjadi benteng terakhir yang melindungi mereka dari kehancuran.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!