Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Yang Disembunyikan

Genius Yang Disembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Dwinanda

Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.

Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.

Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.

Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.

Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.

Dan Putra Mahkota yang membuangnya?

Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 — DUA PASUKAN RAHASIA

Tempat latihan bawah tanah yang digali Milk Tea jauh lebih luas daripada yang dibayangkan dua ratus orang itu.

Panjangnya mencapai sekitar lima ratus meter. Selain arena latihan dengan beberapa bagian yang dibuat pada ketinggian berbeda, terdapat tiga lubang raksasa yang sengaja dibiarkan kosong.

Semua orang memandang ketiga lubang tersebut dengan bingung.

Yun Luofeng tidak menjelaskan kegunaannya. Dia berdiri di depan mereka dan menyapu seluruh ruangan dengan tatapan tenang.

“Kalian berjumlah dua ratus orang. Seratus pria dan seratus wanita. Mulai sekarang kalian akan dibagi menjadi dua kelompok.”

Tatapannya beralih kepada para pria.

“Kalian akan menjadi Korps Baja.”

Para pemuda saling berpandangan.

“Alasanku sederhana. Aku ingin kalian memiliki tubuh, tekad, dan keberanian sekeras baja. Tidak mudah patah, tidak mudah menyerah.”

Kalimat itu membuat punggung mereka spontan tegak.

“Kami, Korps Baja, bersedia mengikuti Nona bahkan jika harus melewati api dan kematian!”

Yun Luofeng tersenyum tipis sebelum memandang Ye Ling.

“Ye Ling.”

Pemuda itu maju.

“Sebagai Pangeran Ketiga Liujin, kau pernah menerima pendidikan kerajaan dan memahami latihan pasukan lebih baik daripada kebanyakan orang di sini. Mulai sekarang, kau menjadi wakil pemimpin Korps Baja.”

Ye Ling membeku.

Dia sempat membantu Gao Tu merencanakan kehancuran Yun Luofeng. Menurutnya, dibiarkan hidup saja sudah merupakan keberuntungan.

Namun gadis ini justru memberinya kedudukan penting.

“Kenapa?”

“Aku menghukummu karena pengkhianatanmu, tetapi itu tidak berarti aku akan menutup mata terhadap kemampuanmu.”

Tatapan Yun Luofeng berubah serius.

“Kalau mulai sekarang kau benar-benar setia, aku akan memberimu masa depan yang jauh lebih baik daripada menjadi anjing Gao Tu. Tapi kalau kau mengkhianatiku sekali lagi...”

Ye Ling teringat rasa sakit yang baru saja dialaminya.

“Tidak akan ada kesempatan ketiga.”

Ye Ling mengepalkan tangan.

“Mulai hari ini, hidupku menjadi milik Nona.”

“Ingat ucapanmu.”

Yun Luofeng kemudian memandang seluruh anggota Korps Baja.

“Hal yang sama berlaku untuk kalian. Aku tidak menerima pengkhianatan. Tetapi selama kalian menjadi orangku, musuh kalian adalah musuhku. Keluarga kalian juga akan berada dalam perlindunganku.”

Ruangan mendadak hening.

Bagi mereka yang selama ini dianggap tidak berguna, kalimat tersebut jauh lebih berharga daripada sekadar uang.

Seorang pemuda akhirnya mengangkat tangan.

“Nona, kalau Pangeran Ketiga menjadi wakil pemimpin, siapa pemimpin utama Korps Baja?”

Senyum misterius muncul di wajah Yun Luofeng.

“Orang itu akan kalian temui beberapa hari lagi. Identitasnya tidak boleh bocor kepada siapa pun.”

Dia sudah memiliki calon terbaik.

Yun Qingya.

Kakeknya sudah tua dan telah menghabiskan terlalu banyak hidupnya di medan perang. Yun Luofeng tidak ingin kembali membebani lelaki tua itu.

Sebaliknya, Paman Kedua telah kehilangan kekuatan dan bersembunyi selama bertahun-tahun. Memimpin Korps Baja mungkin dapat membangkitkan kembali semangat yang pernah dimilikinya.

“Asalkan dia kembali berdiri,” pikir Yun Luofeng, “Korps Baja akan menjadi awal kehidupan barunya.”

Kemudian dia mengalihkan perhatian kepada seratus wanita.

“Kalian akan disebut Korps Api.”

Mata para gadis langsung bersinar.

“Aku ingin kalian menjadi seperti api yang terus membesar. Begitu bergerak menghadapi musuh, jangan sisakan kesempatan bagi mereka untuk bangkit kembali.”

“Kami akan mematuhi perintah Nona!”

Suara mereka bergema di tempat latihan.

“Namun ada sesuatu yang harus kalian pahami.”

Yun Luofeng berjalan perlahan di hadapan kedua kelompok.

“Kalian bukan pasukan kerajaan. Karena itu, kalian tidak perlu hidup berdasarkan aturan tentara kerajaan.”

Semua orang mendengarkan.

“Aku tidak akan memerintahkan kalian mengorbankan nyawa demi orang yang tidak ada hubungannya dengan kalian. Yang harus kalian lindungi adalah Klan Yun, rekan kalian, dan keluarga kalian.”

Tatapannya tajam.

“Kalau keluarga salah satu dari kalian berada dalam bahaya, kita akan membantu bersama-sama. Kalau orang asing membutuhkan pertolongan dan kalian mampu membantu tanpa membahayakan yang lain, lakukanlah. Tetapi jangan menyeret seluruh kelompok menuju kematian hanya demi menunjukkan diri sebagai pahlawan.”

Ye Ling menatap Yun Luofeng dengan perasaan semakin rumit.

Gadis ini benar-benar berbeda.

Dia tidak berbicara tentang kehormatan kosong.

Aturannya sederhana: orang-orangnya melindungi satu sama lain.

Seorang gadis mungil dari Korps Api kemudian mengangkat tangan.

“Nona, kalau Korps Baja punya pemimpin dan wakil pemimpin, bagaimana dengan kami?”

“Siapa namamu?”

Gadis itu langsung bersemangat.

“Zhong Ling’er!”

“Zhong Ling’er...”

Yun Luofeng tersenyum.

“Mulai sekarang kau menjadi wakil pemimpin Korps Api.”

Mata Zhong Ling’er membesar.

“Benarkah?”

“Tentu. Tetapi jangan terlalu senang.”

Yun Luofeng melirik para gadis lainnya.

“Jabatan itu bukan milikmu selamanya. Kalau kemampuanmu tertinggal dan orang lain melampauimu, aku akan memberikan posisi tersebut kepada orang yang lebih pantas.”

Semangat persaingan langsung muncul di mata anggota Korps Api.

Zhong Ling’er buru-buru mengepalkan tangan.

“Aku tidak akan memberi mereka kesempatan merebutnya!”

“Bagus.”

Yun Luofeng memang menginginkan reaksi seperti itu.

“Pemimpin utama Korps Api juga sudah kupilih. Kalian akan mengenalnya nanti.”

Calon tersebut adalah seseorang yang sangat dia percaya.

“Ye Ling, Zhong Ling’er.”

“Kami siap!”

Yun Luofeng menunjuk tiga lubang raksasa.

“Dalam setengah hari, penuhi ketiganya dengan air.”

Semua orang tertegun.

“Besok latihan kalian yang sebenarnya dimulai.”

***

Begitu Yun Luofeng keluar dari tempat latihan bawah tanah, Qingyan berlari menghampirinya dengan wajah berseri-seri.

“Nona!”

“Ada apa sampai kau begitu senang?”

“Tetua Rong datang ke Kediaman Yun membawa pasien untuk Nona!”

Qingyan terlihat jauh lebih bangga daripada orang yang akan mengobati pasien itu sendiri.

“Sekarang bahkan Paviliun Medis datang meminta Nona mengobati seseorang. Aku benar-benar bangga!”

Yun Luofeng terkekeh.

“Apa yang kau banggakan?”

“Tentu saja karena aku adalah pelayan seorang tabib hebat!”

Qingyan mengangkat dagu.

“Untung Putra Mahkota meninggalkan Nona. Setelah kupikir-pikir lagi, dia memang tidak pantas untuk Nona.”

Melihat ekspresi gadis itu, Yun Luofeng mendadak teringat calon pemimpin Korps Api.

“Qingyan.”

“Ya, Nona?”

“Kalau ada kesempatan menjadi kuat, apakah kau menginginkannya?”

Qingyan berkedip kebingungan.

“Kenapa aku harus menjadi kuat? Selama bisa mengikuti Nona, itu sudah cukup. Lagi pula, sekarang Nona seorang tabib hebat. Setidaknya aku tidak perlu takut sakit.”

“Bagaimana kalau dengan menjadi kuat, kau bisa membantuku melakukan lebih banyak hal?”

Jawaban Qingyan berubah seketika.

“Kalau begitu aku mau!”

Tidak ada keraguan sedikit pun.

“Asalkan bisa membantu Nona, aku akan melakukannya.”

Yun Luofeng tersenyum.

Di seluruh Kediaman Yun, selain kakek dan Paman Kedua, Qingyan adalah salah satu orang yang paling dipercayainya.

Bahkan ketika Yun Luofeng lama dibenci seluruh kota, gadis ini tetap berada di sisinya.

“Bagus. Sebentar lagi kau akan mengerti.”

Yun Luofeng melangkah menuju aula utama.

“Tapi sebelum itu, kita temui pasienku.”

***

Di aula, Yun Luo sudah beberapa kali melirik pintu.

Di hadapannya duduk Tetua Rong dan Tetua Ning, sementara Ning Xin berdiri di sisi kakeknya.

“Maaf menunggu,” ujar Yun Luo. “Cucuku itu kalau berjalan memang seperti tidak mengenal kata terburu-buru.”

Tetua Ning tertawa kecil.

“Jenderal Yun, kami yang membutuhkan bantuannya. Menunggu sebentar bukan masalah.”

Justru jawaban itu membuat Yun Luo semakin tidak nyaman.

Dia tahu kedudukan Tetua Rong sangat tinggi. Namun Tetua Ning jelas bukan orang biasa jika Tetua Rong sendiri memperlakukannya dengan hormat.

Terlebih lagi, Yun Luo tidak mampu melihat tingkat kultivasi Ning Xin dengan jelas.

Bakat gadis itu jelas luar biasa.

“Dasar cucu nakal,” gerutu Yun Luo untuk menutupi kegelisahannya. “Kalau dia datang nanti, aku pasti akan memarahinya karena membuat tamu menunggu!”

Tetua Rong dan Tetua Ning saling memandang.

Mereka hampir tertawa.

Keduanya sudah mendengar betapa Yun Luo memanjakan cucunya.

Memarahi Yun Luofeng?

Mereka lebih percaya matahari akan terbit dari barat.

Saat itulah langkah kaki terdengar dari luar aula.

Yun Luo langsung meletakkan cangkir tehnya.

Gadis yang sejak tadi mereka tunggu akhirnya datang.

......................

Bersambung...

1
Nonik Anda Swl
next please 🙏hadeh lagi seru-seru nya, tahu- tahu habis
Pelangi Jingga
semangat tor 💪
Pelangi Jingga: siap tor
total 2 replies
Arix Zhufa
up
Murni Dewita
double up thor dan tetap semangat
Dwinanda: Asiiaap🫡.... mksi kak stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
up
Pelangi Jingga
kurang bnyk up nya tor 😂😂
Pelangi Jingga: semangat tor💪😍
total 2 replies
Pelangi SUCI
Bacaan yang menarik, semoga tamat sampai akhir 👍
Pelangi SUCI
Mantap Thor, saling dukung yuk karyaku RUANG SAKRAL SANG BELADIRI 💪
Dwinanda: "Terima kasih banyak, Kak! Siap, meluncur ke Ruang Sakral Bela Diri. Sukses terus ya buat karyanya/Pray/🫶
total 1 replies
Quinza Azalea
next
Arix Zhufa
cerita nya bagus,alur nya tidak ber tele tele,bahasa mudah di pahami. Semangat thor 😍
Dwinanda: Terimakasih kak😊.... sehat selalu dan bnyak rezekinya🫶🙏
total 1 replies
Arix Zhufa
Ternyata Yun xiao menyamar
Arix Zhufa
kasihan klan Mu 😄
Arix Zhufa
apakah ini jodoh nya??
Arix Zhufa
wanita dari zaman modern dilawan
Dwinanda
"Halo! Selamat datang di ceritaku. Semoga betah membaca sampai bab akhir ya😊🫶
Arix Zhufa
cerita nya menarik
Dwinanda: Makasih ka😊....stay tun ya🫶
total 1 replies
Arix Zhufa
suka sekali sm kakek jendral
Arix Zhufa
mampir thor
Dwinanda: Makasih udah mampir, Kak! Happy reading, ya! Jangan lupa tambahkan ke rak buku kamu. 🥰
total 1 replies
Murni Dewita
👣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!