Indonesia
NovelToon NovelToon
SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

SELIR DI DALAM TUBUH NAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Transmigrasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dide_Lara

Dulu dia mati karena diam. Sekarang dia hidup untuk bersuara.*

lie yun vei, seorang selir cerdas di era dinasti, mati tragis karena dijebak dan difitnah.
Di kehidupan barunya, dia bereinkarnasi jadi selebriti bawahan yang juga ditindas manajernya, Hans.

Tapi kali ini Naya tidak akan diam.
Dengan otak selir dan mental baja, dia akan membalikkan keadaan.
Di tengah drama, skandal, dan paparazzi... muncullah CEO dingin yang tiba-tiba tertarik padanya.

*Dendam harus dibayar. Ketenaran harus direbut.*

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dide_Lara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JEBAKAN DI WEST LAKE

Sore itu kami sengaja duduk di Taman West Lake. Seolah-olah sedang menikmati masa liburan, seorang anak dan ayahnya yang tengah bersantai. Padahal semua ini adalah sandiwara.

Dari kejauhan, Vanka mengawasi dengan teropong. Agen-agen CIA lain menyebar di titik-titik buta taman. Sementara itu, Alex memantau dari apartemen milik Vanka. Tangannya bergerak cepat di atas keyboard.

"Kirim paketnya sekarang," perintah Alex pada kurir kepercayaannya.

Kurir itu membawa sebuah flashdisk berisi rekaman percakapan dan video Mely bersama Hans. Sore nanti, Mely akan tampil dalam acara eksklusif di sebuah stasiun televisi nasional. Alex sudah menghubungi temannya di bagian kontrol siaran untuk menyelipkan berkas itu di sela-sela acara. Sebuah pembongkaran yang akan disiarkan langsung.

Di sisi lain kota, jebakan Pengacara Frans dan Puri berhasil. Polisi-polisi bayaran Hans yang selama ini menjadi bekingnya berhasil diringkus. Ponsel mereka telah disita agar tidak bisa menghubungi klan maupun Hans. Kini mereka hanya bisa meringkuk di dalam mobil van hitam milik CIA dengan tangan terborgol ke belakang.

Aku dan Ayah masih berkeliaran di taman, belum juga tertangkap oleh anak buah Hans. Dari sudut mata, aku melihat beberapa orang mencurigakan duduk di depan kafe. Tatapan mereka sesekali melirik tajam ke arahku.

lalu sengaja melangkahkan kaki menuju kafe itu dengan dalih ingin membeli minuman. Kupesan lemon tea yang segar untuk membasahi tenggorokan yang kering karena tegang. Setelah pesanan selesai, aku melangkah keluar dengan santai. melihat salah satu dari mereka sedang berbicara di telepon dengan suara pelan.

Mungkin karena taman terlalu ramai, jadi mereka kesulitan menangkap kami,pikirku.

Sesuai rencana, Tuan Ajimo (ayahku) sengaja pergi dari area yang ramai menuju jalan setapak yang agak sepi di sisi taman. Benar saja, dua pria bertubuh kekar segera mengikutinya dari belakang.

Serigala mulai mengejar umpannya.

Aku tersenyum tipis melihat Ayah diikuti oleh peliharaan Hans. Giliranku. Dengan sengaja melangkah menuju toilet umum yang letaknya agak terpencil dan berharap pengawas itu berhasil menangkapku.

Langkah kaki terasa membuntutiku dari belakang. Aku pura-pura mempercepat langkah agar terlihat lebih alami, jantung berdegup kencang. Tak lama kemudian, sebuah sapu tangan kasar membekap mulut dan hidung. Aroma obat yang menyengat masuk seketika. Kesadaranku meredup.

Mereka memasukkan tubuhku yang lunglai ke dalam sebuah mobil hitam. Mobil terasa melaju kencang. Suara mereka terdengar samar-samar di telingaku sebelum semuanya terasa sangat gelap dan menghilang.

POV HANS

Hans adalah binatang buas berwujud manusia. Ia tidak memiliki hati nurani.

Ia sadar tidak mungkin bisa dengan mudah menangkap mantan kakak iparnya, Tuan Ajimo. Pria tua itu terlalu licik. Karena itu, Hans sengaja memisahkan mantan kakak iparnya dan Naya. Ia yakin akan ada jebakan di balik semua ini.

Chip pelacak yang diletakkan Puri di saku jeans Naya, sengaja diletakkan di rumah bordir untuk mengecoh agen CIA. Begitu pula chip milik Tuan Ajimo. Vanka yang mengikuti arah chip itu tiba di lokasi rumah bordir, namun tidak menemukan mobil yang membawa Tuan Ajimo dan Naya.

Vanka belum puas. Ia bersama tim CIA masuk ke dalam rumah bordir itu untuk memastikan keberadaan Mereka. Hasilnya nihil.

Namun, tim CIA yang sudah telanjur berada di lokasi tidak menyia-nyiakan kesempatan. Mereka membubarkan segala transaksi gelap di sana dan menggeledah ruang bawah tanah. Pintu besi yang terkunci rapat didobrak menggunakan granat kejut. Di dalam ruangan pengap itu, mereka menemukan belasan anak di bawah umur yang meringkuk ketakutan dengan pakaian lusuh. Tim CIA segera menyelamatkan mereka dan menangkap para mafia yang terlibat, serta menyita semua berkas transaksi ilegal. Hari itu, rumah bordir milik Hans resmi disita oleh agen gabungan.

Sementara itu, Tuan Ajimo dan Naya dibawa oleh anak buah Hans ke sebuah gudang tua yang terletak jauh dari pusat kota.

Mereka diikat secara terpisah. Tuan Ajimo diikat pada tiang yang menjadi pilar penyangga gudang. Naya didudukkan di sebuah kursi kayu yang lapuk dan berdebu, kedua tangannya terikat ke belakang dan wajahnya ditutup karung goni yang bau.

Hans tertawa puas. "Ha... ha... ha..."

Ia melepas karung yang menutupi wajah Naya dengan kasar. Gadis itu masih terkulai lemas, tidak sadarkan diri. Hans kemudian menuangkan air dari dalam botol ke atas kepala Naya hingga membuatnya tersentak dan sadar.

"Hai, keponakan cantik," bisik Hans sambil mendekatkan wajahnya tepat di hadapan Naya.

Naya menyipitkan mata. Penglihatannya masih buram, namun setelah jelas, rasa jijik langsung menjalari wajahnya melihat Hans.

Hans menyentuh pipi Naya secara perlahan menggunakan ujung pisaunya yang tajam. Melihat ekspresi Naya yang tidak lagi menunjukkan rasa takut seperti dulu, membuat Hans semakin tertantang. Ia membelai rambut gadis itu.

"Dulu kau anak yang baik dan patuh. Kenapa hanya karena kupinjam namamu untuk mengalihkan hubunganku dengan Mely, kau mulai berulah?" ucapnya sambil mengelus wajah Naya.

"Hok, cuih!" Naya meludahi wajah Hans. "Jangan pernah sentuh wajahku dengan tangan kotormu!"

Hans tertawa terbahak-bahak. "Ha... ha... ha... Apa kau sadar, Alea mati karenamu?" Ia menyerang psikis Naya.

"Kau manusia iblis, Hans! Dengan tega membunuh istrimu sendiri dan menjual putrimu sendiri!" Naya meludah ke bawah, sangat muak dengan kejahatan pamannya.

Di sela perselisihan itu, Tuan Ajimo mulai sadar.

Pria iblis itu meliriknya, lalu melangkah menghampiri mantan kakak iparnya yang terikat di tiang. Ia menginjak kaki Tuan Ajimo dengan sepatu pantofel mahalnya hingga membuat pria tua itu menjerit kesakitan.

"Arghhh!"

Mendengar teriakan itu, Hans tertawa semakin puas. "Kakak ipar, andai saja kau tidak keras kepala, mungkin hidupmu akan damai," ucapnya sambil berjongkok di depan wajah Tuan Ajimo. "Aku salut pada putrimu yang rela menyelamatkan orang yang sudah membuangnya," sindir Hans.

Darah Tuan Ajimo mendidih. Napasnya memburu menahan amarah dan sakit.

"Tutup mulutmu, Hans! Ini semua karena rayuan busukmu!" bentak Tuan Ajimo dengan suara serak.

Suasana di dalam gudang kosong itu menjadi sangat mencekam. Di antara hidup dan matinya Naya dan Tuan Ajimo, hanya waktu yang menjadi penentu.

Di kejauhan, Vanka dan agen CIA lainnya akhirnya berhasil melacak chip cadangan yang diselipkan Vanka sendiri di kerah hoodie Naya. Titik merah itu menunjukkan lokasi yang jauh dari kota, sebuah gudang tua terbengkalai.

Vanka menginjak pedal gasnya dalam-dalam, menerobos jalanan yang mulai gelap. Rombongan tim CIA mengikutinya dari belakang. Di dalam mobil, tangan Vanka mengepal erat di atas setir. Ia sangat takut sesuatu yang buruk telah terjadi pada Naya dan Tuan Ajimo.

Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri jika terlambat.

Bersambung...

1
laranya
ka revisi lagi ada beberapa kata pengulangan, semangat ka
Rosdianah 🌷
revisi kak, pelayan ku.
Nurull Sef Az: oke ka makasih
ya ka
total 1 replies
Nurull Sef Az
plotwis banget
muhammad fikriaz
suka sama alur ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!