Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Belum Mati, Suamiku!

Aku Belum Mati, Suamiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Berondong / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:37.9k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Kecelakaan tragis menimpanya, dianggap sudah mati. Rinda kembali ke rumah setelah beberapa bulan.

Namun ketika kembali, bukan sebuah sambutan selamat datang, melainkan sebuah pesta pernikahan megah antara suami dan kakaknya.

"Jasad ku tak kau cari, Gani! Dan kalian malah menikah lalu menggelar pesta megah? Ingat, aku masih istrimu, dan aku masih pimpinan TBBA!"

Semua mata menatap Rinda dengan tubuh yang bergetar takut. Seolah dirinya bangkit dari kematian. Tak terkecuali dengan Gani dan Teani

Namun diantara ketakutan semua orang, ada satu orang yang tersenyum atas kembalinya dirinya. Sang asisten pribadi, Jexen. Pria muda itu terus saja tersenyum ke arahnya.

Lalu, apakah Rinda akan bertahan dalam pernikahannya lalu menerima Teani sebagai madunya, atau melepaskannya?

Dan bagaimana reaksi Rinda ketika Jexen mengungkapkan perasaannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Hidup 32

"Tidak, tidak bisa begini. Kalau Teani sampai keluar dari TBBA, kami sungguh akan berakhir jadi gembel. Saham 5%, itu tidak bisa untuk hidup. Tidak, tidak bisa begini."

Sembari berjalan kesana-kemari, Nania terus saja bergumam. Ia meremas kedua tangannya. Otaknya mencoba berpikir, namun tak ada jalan keluar apapun yang tercipta.

Buntu, Nania hanya mampu memijit keningnya yang mulai berdenyut.

Mereka diusir dari rumah. Semua fasilitas di cabut. Teani dikeluarkan dari perusahaan dan pernikahan Teani bersama Gani juga tidak jelas.

Hembusan nafas kasar meluncur dari hidung Nania. Wanita yang usianya sudah lebih dari setengah abad itu pada akhirnya duduk di sofa.

Matanya melihat ke sekeliling, memindai seluruh isi rumah. Nania mulai membandingkan, rumah ini tak banyak furnitur dan terasa hampa. Dinding juga hanya bercat putih. Tak ada satu pun hiasan yang menempel di sana.

Sangat jauh berbeda dengan rumah yang dulu ditempatinya. Di sini Nania juga tak memiliki orang yang bisa disuruh, dia harus melakukan segalanya sendiri.

"Kenapa harus begini? Seharusnya semua itu masih bisa aku dan Teani nikmati. Rinda, dia benar-benar tak lagi punya perasaan."

Nania menggenggam kedua tangannya lalu menempelkan dagunya. Matanya menatap lurus ke depan. Dia mengingat tentang Rinda.

Dulu Rinda akan selalu memaafkan setiap kesalahan yang dirinya dan Teani lakukan. Bahkan saat ia menjatuhkan foto mendiang ibunya, Rinda sama sekali tidak marah. Wanita itu hanya tersenyum simpul seraya berkata, "Tak apa Ma, nanti tinggal diganti bingkainya. Mungkin kayunya sudah lapuk, jadi akhirnya jatuh dan pecah."

Rinda berbicara dengan tenang. Padahal waktu itu Nania sudah takut kalau Rinda marah.

Lalu, suatu hari Teani mengambil sebuah gelang yang ternyata milik ibunya Rinda. Rinda juga tidak marah, dia hanya meminta gelang itu dikembalikan tanpa berkata apa-apa lagi.

Semua yang pernah dilakukan mereka dimana itu salah, Rinda tak pernah meributkan. Rinda hanya tersenyum simpul dan berkata bahwa semuanya tak perlu diributkan.

Nania berpikir, kejadian kali ini pun Rinda akan kembali memakluminya. Ia pikir Rinda akan berkata, "Tidak apa-apa." Akan tetapi ternyata tidak. Siapa sangka Rinda langsung mengambil tindakan tegas yang sangat mengejutkan.

Mereka diusir seketika. Dan kesalahan Teani diungkit hingga dipecat.

"Yang paling mengejutkan bagiku adalah, Dia tidak peduli sama sekali dengan Gani. Aku tahu Rinda sangat mencintai Gani. Aku pikir Rinda akan memaafkan Gani, tapi ternyata tidak. Dia sangat berubah, hingga aku tak lagi mengenalinya."

Nania mendongakkan kepala hingga matanya melihat ke langit-langit rumah. Lehernya yang terasa kaku dan pegal, terasa semakin berat.

Wanita itu memejamkan matanya sejenak. Entah sebab apa-apa, Nania tersentak sehingga langung kembali duduk dengan tegap.

"Lantas, bagaimana Rinda bisa kembali? Bukankah kita sudah mencarinya, dan dia sama sekali tidak ada?"

Rupanya Nania baru menyadari sekarang perihal kembalinya Rinda. Dia baru mempertanyakan dimana Rinda selama ini. Dan bagaimana bisa Rinda mengetahui tentang hubungan Teani bersama Gani yang terjalin sebelumnya.

Wajah Nania memucat. Rasa takut seketika menjalar di aliran darahnya.

"Rinda, kenapa kamu harus kembali? kenapa kamu tak menyusul ayah dan ibu mu saja?"

Nania hanya bicara dalam hati. Dia tak mungkin berkata dengan mulutnya. Ia merasa bahwa dirinya diawasi sehingga memilih untuk bicara hati-hati.

Nania menjadi waspada. Perasaannya mengatakan bahwa meski di rumah sendiri, ia tak boleh berkata dengan sembarangan.

Berbeda dengan Gani, dia malah terburu-buru mengunci rumahnya. Pria itu merasa jauh lebih aman jika berada di rumah.

Telpon dari orang itu membuat Gani tak ingin berlama-lama di luar rumah.

Sudah berlalu beberapa jam, tapi Gani masih terngiang dengan ucapan orang tersebut.

"Mau apa dia mengajakku bertemu! urusanku dengan dia seharusnya sudah selesai."

Gani mengusap wajahnya kasar. Ia menuju ke wastafel untuk mencuci wajahnya.

tok tok tok

Degh!

Gani terjingkat. Ia hampir terjatuh karena posisi dirinya yang tidak stabil.

Tok tok tok

Pintu rumahnya kembali diketuk. Tapi orang di luar pintu tak bersuara sama sekali membuat Gani semakin takut. Dia takut jikalau orang yang datang adalah orang itu.

Ia melangkah perlahan menuju ke jendela dan bukannya ke pintu. Berusaha untuk tidak membuat suara barang sedikit pun. Tangannya lalu meraih korden, mengintip siapa yang berdiri di depan rumahnya.

Fyuuuh

Gani bernafas lega saat melihat siapa orang tersebut. Meski sebenarnya dia pun enggan untuk kembali bertemu.

Klak

Ceklek

Kunci diputar, handle pintu ditekan ke bawah sehingga pintu terbuka.

"Mau apa kamu?" Kening Gani berkerut, tatapan matanya sengit ke pada orang yang baru saja mengetuk pintu rumahnya.

"Gan, serius kamu akan melakukan itu? Gan, aku dengar Rinda akan menceraikan mu. Lantas kenapa kita tak bisa bersama saja?"

"Cukup Teani, aku sama sekali tak ingin cerai sama Rinda. Sudah berapa kali aku bilang, aku sedang mengajukan pembatalan pernikahan. Jadi please, jangan temui aku. Cintaku cuma untuk Rinda."

Plak!

Tangan Teani mengayun, mengarah ke pipi Gani. Dan suara itu menggema lumayan nyaring pada waktu malam yang cukup sepi.

Mata Gani membelalak. Dia menyentuh pipinya yang panas dan kebas dengan tangannya.

"Kamu gila hah!" pekik Gani. Dia tidak peduli meski saat ini sudah malam.

"Ya aku gila! Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu ke aku? Bisa-bisanya Gan kamu melupakan semua yang sudah kita lalui?" sahut Teani. Suaranya juga keras, dia tak mau kalah.

"Hah ... hahaha, asal kamu tahu saja ya Teani, aku tak pernah punya rasa cinta ke kamu. Kamu hanyalah pengganti Rinda. Saat dia tak ada, ada kamu. namun jika ada Rinda maka semua hati ku untuknya. Jadi jangan pernah berpikir bahwa aku memiliki rasa cinta yang sesungguhnya kepada kamu."

Tangan Teani mengepal erat. Matanya berapi-api dan nafasnya tak beraturan,

Dengan rahang yang mengeras, Teani kembali mengayunkan tangannya ke arah pipi Gani.

Plak!

"Dasar bajingan kamu Gani! Oke, mari lakukan pembatalan pernikahan itu. Aku tidak takut sama sekali. Silakan kau kejar Rinda yang tak akan pernah lagi bisa jadi milikmu!"

Teani membalikkan tubuhnya, dia melenggang pergi meninggalkan rumah Gani tanpa menoleh ke belakang.

"Tidak, tidak akan. Rinda hanya marah. Dan aku yakin dia akan kembali padaku. Kalau dia bersikukuh berpisah, aku akan melakukan segala cara untuk bisa menahannya di sisiku. Ah ya, anak. Jika ada anak, Rinda pasti tak akan pernah pergi dari ku."

TBC

1
Esther
Heri hanya menumpahkan oli di jalan, tapi yang menyabotase mobil siapa ?
Ayo Jexen selidiki lagi
GiZaNyA
satu per satu misteri kecelakaan Rinda akhirnya terkuak...
Ilfa Yarni
dia cuma menumpahkan Oli trus yg putusin rem Mobil siapa msh misteri ini
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
fix dia kuat bgt dugaanya, dan tinggal nyri bukti keterlibatan
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
fix si nania ini musuh dalam selimut
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
km lupa dengan ibu ny teani jex
Ilfa Yarni
aku jg ga nyangka gani dan teani ga terlibat malah otaknya adalah nania yg bikin kecelakaan itu
GiZaNyA
hohoho... sepertinya si Nania yaa yang bikin kecelakaan Rinda... hhmmm...
爾妮
tambah seruuuuu😍😍😍
Muft Smoker
mimpi di siang bolong nenek tueee ,, 😒
GiZaNyA
yaampun bener2 si Gani... dah bisa cek in sama Teani masih aja nguber2 Rinda... ckckck... kelakuan emang...
Sri Supriatin
Semangat Jexen👍😍😍😍
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
Gani Gani dasar busuk mokondo knp bisa bisanya Rinda kepincut m gani
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
rasa kasih sayang yg palsu semuanya g tulus
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
gagagagahahahahahhaa ketahuan y
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
busuk sebusuk busuknya buah ini lebih bau seperti bangkai
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih tepatnya wanita busuk
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
buhahhahaa byk utang dong km
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
dasar wanita g tau diri nenek tua
Sri Supriatin
Tks double upnya thor👍🙏🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!