Indonesia
NovelToon NovelToon
SANG PENGUKIR JIWA

SANG PENGUKIR JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:616
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Ji Ming, murid luar Sekte Puncak Elang Hitam yang dianggap sampah karena "Meridian Kosong" — kondisi langka yang membuatnya tak bisa merasakan qi seperti kultivator normal — ditugaskan menjaga Makam Terlarang di pinggiran sekte: tempat relik-relik Perang Boneka Jiwa, bencana ratusan tahun lalu yang nyaris menghancurkan seluruh dunia kultivasi, disegel selamanya.
Saat Hari Peringatan Perang Boneka, segel melemah. Ji Ming menemukan ruang tersembunyi berisi fragmen kesadaran terakhir seorang Grandmaster Pengukir Jiwa — bukan reinkarnasi, hanya sisa tekad yang nyaris punah, cukup untuk mewariskan Manual Sang Pengukir Pertama sebelum lenyap selamanya. Meridian Kosong yang selama ini dihina ternyata justru syarat paling langka untuk jalur ini: kekuatan dari jiwa, bukan qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Keputusan Dewan

Sidang dilanjutkan kembali setelah jeda singkat untuk menenangkan kekacauan yang ditimbulkan pengakuan Deng Wei, dan kali ini, suasana aula terasa jauh berbeda—bisikan curiga telah berganti menjadi perhatian serius yang penuh hormat terhadap kebenaran yang perlahan terungkap.

Interogasi cepat terhadap tetua berjubah gelap yang tertangkap—yang akhirnya diketahui bernama Tetua Zhao dari sebuah sekte kecil yang selama ini menjadi sekutu diam-diam Wakil Tetua Sun—mengungkap jaringan yang lebih luas dari yang siapa pun duga sebelumnya.

"Tetua Zhao mengaku," seorang petugas protokol melaporkan di hadapan seluruh Dewan, "bahwa Wakil Tetua Sun telah menjanjikan dukungan politik dan sumber daya bagi beberapa sekte kecil yang bersedia membantu menutupi skandal ini, sebagai balasan atas kesetiaan mereka menjaga rahasia yang bisa menghancurkan reputasi Puncak Elang Hitam."

Ketua Dewan mengangguk tegas, wajahnya kini dipenuhi kemarahan terkendali seorang pemimpin yang baru menyadari betapa dalam korupsi telah merasuki sistem yang selama ini dipercayainya. "Perintahkan penangkapan Wakil Tetua Sun segera. Ia akan dihadapkan pada pengadilan terpisah atas tuduhan konspirasi, penyuapan saksi, dan percobaan pembunuhan terhadap warga sipil dan tetua sekte lainnya."

Setelah kekacauan administratif itu mereda, perhatian kembali sepenuhnya pada kasus utama yang membawa mereka semua ke aula ini.

"Setelah mempertimbangkan seluruh bukti," Ketua Dewan mengumumkan, suaranya menggema tegas ke seluruh ruangan, "Dewan Aliansi Sekte menyatakan Ji Ming, dikenal sebagai Meridian Kosong, sepenuhnya bersih dari segala tuduhan pencurian relik terlarang. Warisannya dari mendiang Guru Chen dinyatakan sah dan legal."

Gemuruh tepuk tangan pelan mulai terdengar dari beberapa sudut aula, meski beberapa tetua sekte konservatif tetap diam dengan wajah tak sepenuhnya yakin.

"Mengenai Tetua Kang," Ketua Dewan melanjutkan, nada suaranya berubah lebih berat, "Dewan mengakui keberanian pengakuan dan penebusannya, namun tidak bisa mengabaikan tiga puluh tahun kebohongan dan pemburuan tak berdasar terhadap warga sipil. Ia dicabut dari jabatan tetua Puncak Elang Hitam, namun dibebaskan dari hukuman lebih berat mengingat perannya yang menentukan dalam memusnahkan wadah kesadaran Mo Yan dan kesediaannya bersaksi jujur hari ini."

Tetua Kang—atau lebih tepatnya, mantan Tetua Kang—menundukkan kepala, menerima keputusan itu dengan kelegaan yang bercampur kesedihan mendalam, sebuah akhir yang pantas bagi tiga dekade kesalahan yang akhirnya ia akui secara terbuka.

"Dan mengenai seni pengukiran jiwa itu sendiri," Ketua Dewan menatap Su Mei dan Tetua Feng dengan pandangan yang lebih lembut, "berdasarkan bukti sejarah yang dipaparkan hari ini, Dewan sepakat untuk membuka kembali investigasi resmi terhadap Perang Boneka Jiwa tiga ratus tahun lalu, dengan kemungkinan merehabilitasi nama baik para pengukir jiwa yang selama ini menjadi korban salah tuduh."

Su Mei menutup matanya sejenak, air mata mengalir diam-diam di pipinya yang keriput—tiga puluh tahun penantian dan kesendirian, akhirnya membuahkan sesuatu yang lebih besar dari yang pernah ia harapkan.

Setelah sidang resmi berakhir, dan sebagian besar tetua sekte mulai meninggalkan aula dengan berbagai reaksi—beberapa penuh rasa hormat baru, yang lain masih menyimpan keraguan lama yang butuh waktu lebih panjang untuk luntur—rombongan kecil itu akhirnya berkumpul di halaman luar Aula Utama, menghirup udara sore yang terasa jauh lebih ringan dari sebelumnya.

"Kita berhasil," Ji Ming berkata, hampir tak percaya pada kata-katanya sendiri, menatap Xiao Mu dan Xiao Yu yang tampak ikut merasakan kelegaan yang sama.

"Kita baru saja memulai," Su Mei mengoreksi lembut, meski senyumnya tak pernah lebih tulus dari saat ini. "Nama baik telah dipulihkan, tapi masih banyak pengukir jiwa lain yang bersembunyi di luar sana, belum tahu bahwa dunia mungkin akhirnya siap menerima mereka kembali."

Yun Xia menepuk bahu Ji Ming pelan. "Jadi, ke mana selanjutnya, Meridian Kosong?"

Ji Ming menatap ke arah cakrawala yang membentang luas di luar kompleks Aula Utama, memikirkan semua yang telah mereka lalui sejak gerbang berkarat Makam Terlarang pertama kali terbuka—dan semua yang mungkin masih menanti di depan, jauh melampaui apa pun yang pernah ia bayangkan saat masih menjadi murid buangan yang menyapu debu tak terlihat.

"Kita cari mereka," katanya mantap. "Setiap pengukir jiwa yang masih bersembunyi, satu per satu, sampai tak seorang pun dari mereka harus merasa sendirian seperti yang pernah kalian rasakan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!