Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi:Aku Ingin Cerai,Suami Malah Bucin

Transmigrasi:Aku Ingin Cerai,Suami Malah Bucin

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:11.3k
Nilai: 5
Nama Author: sopiakim

Selesai membaca novel drama yang bikin emosi, Naya malah mengalami kecelakaan dan terbangun di dalam tubuh figuran bernasib sama. Tahu alur tragisnya, ia memanfaatkan kontrak nikah 6 bulan untuk hura-hura pakai uang Damar suami kaya nan dingin yang terpaksa menikahinya lalu berniat kabur membawa uang kompensasi cerai!

​Namun, sikapnya yang berubah 180 derajat jadi cuek savage dan menganggap Damar sekadar ATM berjalan justru membalikkan alur cerita. Saat masa kontrak usai dan Naya menagih perceraian, Damar malah ngamuk tak rela dan mendadak berubah jadi suami posesif yang bucin parah!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sopiakim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32.Sisa tadi

Suara bantingan pintu kamar mandi yang cukup kencang menggema di penjuru kamar utama mansion Diksara, menyisakan keheningan yang terasa begitu pekat.

Damar Diksara masih berdiri tegak di dekat sofa tempat ia tadi nyaris kehilangan kendali. Pria itu menurunkan tangannya yang sempat menyentuh bibir, lalu menarik napas dalam-dalam untuk menetralisir detak jantungnya yang masih bergemuruh hebat di dalam dada.

Bukan kemarahan yang dirasakan oleh sang CEO berdarah dingin itu, melainkan sisa-sisa sengatan aneh yang tertinggal dari insiden konyol beberapa detik lalu. Di balik topeng wajah datarnya, Damar mati-matian menahan sudut bibirnya agar tidak terus-menerus tertarik membentuk senyuman lebar.

Sial, batin Damar mendengkus pelan dalam hati, merutuki dirinya sendiri. Hanya karena sebuah kecelakaan kecil yang sama sekali tidak disengaja, kenapa rasanya kepalaku jadi pusing begini?

Namun, gengsi tingkat dewa milik Damar segera mengambil alih kendali. Pria itu tidak mungkin menunjukkan kelemahan, apalagi sampai blak-blakan mengaku bahwa ia mulai ketagihan dengan kedekatan mereka. Bagi Damar, gengsi adalah harga diri mutlak. Ia lebih baik menelan pecahan kaca daripada harus membiarkan Naya tahu bahwa ia mati-matian tidak ingin kontrak pernikahan itu berakhir.

Di sisi lain, di dalam kamar mandi, Naya sedang menyandarkan kepalanya pada dinding keramik dingin dengan napas yang masih memburu tidak teratur. Gadis itu menangkup kedua pipinya yang terasa panas membara, lalu menggerutu frustrasi seorang diri.

"Gila! Gila! Gila!" bisik Naya histeris, menepuk-nepuk jidatnya sendiri berulang kali. "Bisa-bisa nya aku kecolongan gara-gara kepeleset estetika wajah si Mas Kulkas! Mana ciumannya nggak sengaja lagi! Kalau keseringan kecelakaan kayak gitu, bukan nggak mungkin sebelum empat bulan kontrak habis, aku malah beneran khilaf jadi bucin!"

Naya merengut kesal sambil memegang bibirnya sendiri. Ingatan tentang benturan bibir yang mendadak itu kembali melintas di kepala, menghadirkan sensasi geli yang langsung membuat perutnya seperti dikelilingi ribuan kupu-kupu.

Stop, Naya! Ingat takdirmu! Naya memperingatkan dirinya sendiri dengan nada galak di dalam hati. Kamu ini agen transmigrasi ilegal dari dunia nyata yang mendarat di tubuh figuran novel! Misi utamamu cuma satu: bertahan hidup, kumpulkan dua miliar, lalu kabur sejauh-jauhnya jadi janda kaya mandiri di pinggir pantai Bali atau buka kafe pancong! Jangan sampai gara-gara bibir seksi si Kulkas, kamu malah melupakan cita-cita mulia berdikari!

Setelah merapal mantra peringatan itu selama beberapa menit sampai deru jantungnya kembali normal, Naya akhirnya memberanikan diri membuka pintu kamar mandi perlahan-lahan.

Kriet...

Ia mengintip dari balik celah pintu. Suasana di luar tampak sudah sepi. Damar sudah tidak berdiri di dekat sofa, melainkan terlihat sedang duduk di tepi ranjang dengan kemeja putih yang lengannya sudah dilipat rapi, tengah fokus memandangi layar laptop di pangkuannya seolah-olah tidak ada hal memalukan yang baru saja terjadi.

Naya menghela napas lega. Ia melangkah keluar dengan berjalan berjinjit pelan-pelan, berusaha tidak menimbulkan suara agar tidak menarik perhatian sang suami. Tujuannya saat ini hanyalah satu: segera merosot ke atas tempat tidur di sisi seberang, menarik selimut sampai menutupi kepala, dan tidur nyenyak sampai pagi.

Namun, baru saja Naya melangkah dua langkah melewati meja rias, suara bariton yang dingin, datar, dan menusuk tajam mendadak menghentikan pergerakannya.

"Mau ke mana?"

Naya terperanjat kaget, menghentikan langkahnya bagaikan tersengat aliran listrik. Ia menoleh kaku ke arah tempat tidur. Damar bahkan tidak mengalihkan pandangannya dari layar laptop, tetapi suaranya terdengar begitu jelas dan penuh otoritas.

"Mau... mau tidur lah! Emangnya mau ke mana lagi malam-malam begini, mau ronda keliling komplek nyari tukang nasi goreng?" jawab Naya ketus, berusaha menutupi rasa salah tingkahnya dengan nada bicara yang sengaja disebelin.

Damar akhirnya menutup layar laptopnya dengan gerakan patah-patah yang cukup tegas, lalu meletakkannya di atas nakas sebelah tempat tidur. Pria itu mendongak, menatap lurus ke arah Naya dengan sorot mata yang menyipit dingin.

"Bagus kalau ingat waktu tidur," sindir Damar datar, sudut bibirnya sedikit berkedut sinis. "Kira-kira, dari sekian banyak rencana random di kepala kamu itu, ada nggak bagian di mana kamu belajar sopan santun untuk tidak lari kabur dan membanting pintu kamar mandi seperti orang kesurupan?"

Mendengar sindiran telak itu, urat sabar Naya langsung putus seketika. Harga dirinya sebagai wanita mandiri masa depan merasa tertusuk tajam. Ia urungkan niatnya untuk tidur, lalu berkacak pinggang di hadapan suaminya dengan dagu terangkat menantang.

"Heh, Mas Kulkas! Asal kamu tahu ya, tadi itu refleks pertahanan diri seorang wanita suci dari ancaman predator liar berkedok suami kontrak!" seru Naya ngegas tanpa filter, tidak peduli lagi pada rasa malunya. "Siapa juga yang nggak kaget kalau tiba-tiba ditarik terus dicium secara sepihak?! Itu pelecehan terselubung, tahu!"

Pupil mata Damar sedikit melebar mendengar pembelaan diri Naya yang luar biasa blak-blakan itu. Alis tajam sang CEO langsung terangkat naik, sementara rahangnya mengeras karena gengsinya langsung tersentil keras.

"Pelecehan?" ulang Damar dengan suara rendah yang terdengar berbahaya, bangkit berdiri dari tepi ranjang hingga postur tubuhnya yang menjulang menatap tajam ke arah Naya. "Jangan terlalu percaya diri, Naya. Seperti yang sudah saya bilang tadi, itu murni kecelakaan akibat kecerobohan kamu sendiri. Tidak ada satupun bagian dari diri saya yang berniat melecehkan perempuan cerewet sepertimu."

"Alasan!" potong Naya cepat, menunjuk-nunjuk dada Damar dengan jari telunjuknya. "Bibir kamu tuh jujur banget, tapi gengsi kamu aja yang setinggi langit! Ngaku aja kalau sebenarnya kamu baper kan?!"

Deg!

Kalimat telak itu langsung menghantam zona pertahanan Damar. Wajah tampan pria itu mendadak menegang kaku. Sifat sensitifnya langsung meradang hebat setiap kali Naya berhasil menebak isi kepalanya atau menyinggung hal-hal yang berkaitan dengan perasaan terselubung di antara mereka.

"Baper?" suara Damar berubah dingin sedingin es, auranya mendadak berubah menjadi gelap dan mengintimidasi. Pria itu melangkah maju mendekati Naya, memaksa gadis itu mundur perlahan hingga punggungnya mentok ke dinding kamar. "Jangan bermimpi terlalu tinggi, Naya. Di dalam kamus hidup saya, tidak ada kata baper untuk pernikahan kontrak transaksional seperti ini."

Mendengar kata "transaksional" dan "pernikahan kontrak" yang diucapkan secara sengaja oleh Damar untuk menegaskan batas, alih-alih merasa sakit hati, Naya justru merasa ada ruang lega yang terbuka di dadanya.

Nah, begini dong! Bagus! batin Naya bersorak girang di dalam hati. Ingatkan terus batasannya supaya aku nggak kebablasan baper! Semakin dia gengsi dan menganggap ini cuma kontrak bisnis, semakin gampang bagiku buat cabut bawa uang dua miliar tanpa rasa bersalah!

Alih-alih Ciut atau salah tingkah seperti biasanya, Naya justru mendengkus senang, lalu membalas tatapan tajam Damar dengan senyuman lebar tanpa dosa.

"Nah, bagus kalau kamu sadar diri!" balas Naya dengan nada ceria yang sengaja dibuat-buat menyebalkan. "Bagus banget kalau kamu ingat kalau pernikahan kita ini cuma kontrak bisnis berdurasi pendek! Jadi, tenang saja, Pak Direktur Utama... aku nggak bakal menuntut apa-apa dari kamu selain cek dua miliar rupiah pas hari H perpisahan kita nanti!"

Bum!

Begitu kata-kata "cek dua miliar rupiah" dan "perpisahan" meluncur mulus dari bibir Naya, ekspresi di wajah Damar langsung berubah drastis dalam sepersekian detik.

Suhu di dalam kamar utama itu mendadak terasa turun belasan derajat. Rahang Damar mengeras dengan sangat kuat hingga otot-otot di sekitar rahangnya menonjol kaku. Buku-buku jarinya mengepal erat di sisi tubuhnya. Sensasi terbakar akibat rasa kesal, cemburu, dan takut kehilangan yang bercampur aduk membuat dada Damar sesak seketika.

Pria itu paling pantang—dan paling tidak tahan—mendengar Naya dengan begitu santai dan berulang kali membahas tentang hari perpisahan serta uang kompensasi seolah-olah keberadaannya di sisi Damar sama sekali tidak ada artinya selain sebagai batu loncatan untuk menjadi janda kaya.

"Kamu..." panggil Damar dengan suara bariton yang sangat rendah, bergetar tipis menahan amarah yang luar biasa, menatap lurus tajam ke dalam manik mata Naya tanpa berkedip. "...benar-benar tidak sabar ingin segera pergi dari rumah ini, hah?"

Naya, yang awalnya berniat memprovokasi agar Damar semakin sebal, mendadak merasakan hawa dingin yang berbeda dari tubuh suaminya. Ia mengerjap kaget melihat sorot mata Damar yang menatapnya bukan lagi dengan amarah biasa, melainkan dengan kilatan emosi yang begitu dalam dan menyakitkan—sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Namun, Naya buru-buru menepis rasa bersalah di dadanya. Ia tidak boleh melemah.

"Ya iyalah!" jawab Naya pura-pura santai, mengangkat dagunya tinggi-tinggi untuk menutupi debaran jantungnya yang kembali tidak stabil. "Siapa juga yang betah lama-lama tinggal di sangkar emas penuh aturan ketat dan mertua galak kayak di sini? Cepat atau lambat, aku pasti pergi buat ngejar mimpiku jadi wanita mandiri. Jadi, nikmati saja sisa waktu empat bulan ini dengan profesional, oke?"

Damar terdiam seribu bahasa. Pria itu menatap Naya lekat-lekat, seolah ingin mencetak setiap inci wajah gadis di hadapannya itu ke dalam ingatannya yang paling dalam. Tidak ada lagi kalimat balasan pedas yang keluar dari bibir Damar. Pria berdarah dingin itu justru perlahan menarik mundur tubuhnya, melepaskan kurungan jarak di antara mereka dengan gerakan kaku.

Tanpa berkata sepatah kata pun lagi, Damar membalikkan badan, berjalan meninggalkan Naya yang berdiri terpaku di dekat dinding, lalu merebahkan diri di sisi kiri tempat tidur dengan posisi memunggungi sang istri.

Lampu tidur utama dipadamkan secara total, menyisakan kegelapan malam yang menyelimuti kamar besar tersebut.

Naya berdiri sendirian dalam remang-remang cahaya lampu kota dari luar jendela. Ia mengusap dadanya pelan, merasakan keheningan yang terasa jauh lebih berat dari sebelumnya.

Kenapa... tiba-tiba rasanya jadi sesak begini? batin Naya bertanya-tanya dalam hati kecilnya, lalu segera menggelengkan kepala kuat-kuat untuk mengusir pikiran aneh tersebut. Ah, sudahlah! Lebih baik tidur. Besok pagi perjuangan jadi calon janda kaya harus dilanjutkan lagi!

_Bersambung dan

1
Runa fatia
rada ngakakkk ngebayangin wajah damar🤣🤣🤣 apa ga malu kali tuh
Luna
toh akhirnya si damar jadi ikutan stress juga kayak naya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
🤣🤣🤣aset dua milyar🤣🤣🤣🤣🤣bangke si Naya ini
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣njir baperan kali si damar
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣
Luna
siap siap aja mama Ratna nyetok obat darah tinggi, stroke, jantung, asma🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Penulis kentang🍠: asli suka ngakak kebayang muka mama ratna🤣
total 1 replies
Luna
🤣🤣🤣🤣🤣awal yg bagus
Bambang Suanto
lanjut
Golda
😂😂😂
Diki Nd
🤣🤣🤣
Diki Nd
🤭🤭🤭
dinda aja
sukaaa kak
Pendi Gudung
sukaaa
Fadillah Langsa
ngakak terus
Ijal Messi
makanya tante diam aha🤣🤭🤣
Ijal Messi
pliss seru banget
li za
lucuuu🤭
li za
🤣🤣🤣
li za
seruuu yahh
Tugu Opak
seruuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!