Indonesia
NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MISI PERTAMA DILANCARKAN

Seperti yang pernah Dirga singgung sebelumnya, ia meminta bantuan Vallery untuk mendesain ruang serbaguna yang akan desa bangun.

Vallery yang sudah merasa sebagai bagian dari warga Desa Maju Bersama, apalagi setelah suksesnya acara Agustusan yang ia dan anak-anak karang taruna gelar, melihat anggaran yang mepet karena masih banyak infrastruktur desa yang harus diperbaiki, tanpa banyak berpikir Vallery pun langsung menyetujuinya.

Dirga yang melihat tanggapan positif dari Vallery, merasa sangat senang karena ternyata mengikuti saran abahnya, tidak salah. Misi pertamanya ini pun segera dijalankan.

Para aparatur desa yang melihat Vallery ikut dalam rapat pagi hari ini merasa terkejut, tapi setelah tahu jika gadis cantik itu akan membantu mereka membuatkan desain serta anggaran pembangunan ruang serbaguna yang hendak dibangun, kecurigaan awal mereka mengenai Dirga yang mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan,lenyap seketika.

Apalagi ketika dalam presentasinya, Vallery dengan gamblang memberikan beberapa opsi pilihan mengenai bahan material yang akan digunakan demi menghemat budget tapi tak sampai mengurangi kualitas standart yang telah ditetapkan, mereka pun merrasa cukup senang karena dengan begini, anggaran yang berhasil dihemat tersebut bisa dipakai untuk pos lain dalam pembenahan infrastruktur desa.

“Terimakasih banyak lho mbak Vallery, sudah mau membantu desa untuk menghemat budget anggaran pembangunan gedung serbaguna”, ujar Jamil, bendahara desa dengan senyum lebar.

Sebagai pengelola kas desa, bisa menghemat dana dalam pengeluaran tentu merupakan kabar baik sehingga ia pun sangat menghormati dan menghargai kinerja Vallery sebagai arsitek sekaligus penanggung jawab lapangan dalam proses pembangunan gedung serbaguna ini.

Vallery yang melihat penerimaan semua orang atas kinerjanya, tentu saja merasa senang dan iapun bertekad untuk bekerja dengan baik agar tak mengecewakan semua orang.

Karena Vallery sudah masuk kedalam jajaran tim perbaikan dan pembangunan infrastruktur desa, kesempatan yang memang sengaja diciptakan oleh Dirga ini pun dipergunakan dengan sebaik mungkin.

Ia pun tak lagi kebingungan untuk alasan agar bisa bertemu dan bersama Vallery karena dengan aalasan pekerjaan bisa dijadikan motif untuk bisa pergi berduaan dengan gadis cantik itu setiap hari.

Entah itu untuk survei lokasi pembangunan, mencari supplier bangunan hingga rencana pengecekan beberapa infrastruktur desa yang tengah diperbaiki, menjadi agenda rutin Dirga setiap hari untuk bertemu dan berinteraksi dengan gadis yang menjadi pujaan hatinya itu.

Surip yang tak lagi dibutuhkan untuk mengawal Dirga pun segera menyenggol pak Yono, sekdes Maju Bersama yang biasanya juga selalu menjadi buntut Dirga jika sedang berkeliling untuk melihat kondisi desa, ketika melihat Dirga kembali membonceng Vallery dengan alasan memantau jalannya perkembangan perbaikan bendungan desa.“Lihat pak, pak kades mulai modus lagi”, ucapnya dengan nada nyinyir.

“Yo gak apa-apa to, Sur. Pak kades duda, Vallery juga masih single, kalau mereka berpacaran Yo gak masalah toh”, jawab Yono enteng.

Ia dan seluruh staf desa sangat mendukung Dirga sama Vallery karena sejak cucu nenek Gendhis itu bergabung dalam tim perbaikan dan pembangunan infrastruktur desa, mood pak kades selalu baik dan hal itu tentu saja membuat suasana kerja di balai desa menjadi lebih baik dan produktif.

Mendengar jawaban pak Yono, meski hatinya sedikit berat karena ceperannya hilang, Surip juga ikut bahagia jika bisa melihat Dirga bisa melepas status dudanya.

“Ya semoga saja kali ini usaha pak kades membuahkan hasil”, ucap Surip mendoakan yang terbaik buat Dirga.

Sementara itu kedua orang yang tengah dibicarakan oleh Surip dan Pak Yono kini sudah berada di bedungan desa.

“Kurasa besok semua perbaikan ini akan selesai dan para pekerja sudah bisa mulai dialihkan ke pembangunan gedung serbaguna karena disana mandor Karji masih membutuhkan banyak tukang untuk membuat pondasi”, Vallery berkata sambil berkeliling mengecek perbaikan bendungan, agar daya tahan bendungan tersebut kokoh sehingga ketika musim hujan tiba, Desa Maju Bersama tak sampai mengalami kebanjiran seperti tahun sebelumnya dimana bendungan roboh akibat bahan material yang digunakan ternyata banyak dikorupsi sehingga membuat bangunan menjadi rapuh.

“Ya, aku juga sudah membicarakan hal ini dengan mandor Karji sehingga lusa para pekerja disini sudah bisa langsung dipindahkan”, respon Dirga.

Setelah memastikan bendungan tak ada masalah, Dirga dan Vallery pun melanjutkan perjalan untuk melihat beberapa jalan yang sudah diperbaiki, memastikan jika semuanya berjalan sesuai rencana yang mereka susun agar ketika musim hujan yang diperkirakan akan sebentar lagi datang, semua rencana perbaikan infrastruktur desa sudah selesai dikerjakan.

Begitu tugas selesai dan sudah waktunya makan siang, Dirga pun segera mengajak Vallery untuk menjelajahi kuliner desa.

Kali ini Dirga mengajak Vallery ke warung rujak uleg di tengah sawah. Melihat gubug beratapkan jerami tersebut penuh dengan pembeli, seketika rasa penasaran akan rasa rujak uleg membumbung tinggi dalam benak Vallery.

"Rujak uleg ini pasti sangat enak danurah karena begitu ramai sekali", batin Vallery bersemangat.

Setelah mengambil beberapa foto selfie didepan warung rujak uleg, Vallery pun segera masuk kedalam bersama Dirga yang dengan setia menemani langkahnya.

Melihat siapa yang datang, wajah ibu penjual rujak yang sudah berkeriput karena termakan usia itupun berbinar cerah.

“Mau pesan berapa bungkus pak kades?”, tanya Mbah Sumi sumringah (senang).

“Biasa mbak, sepuluh bungkus dengan bumbu dipisah sama makan disini dua, yang satu pakai cabe tiga dan yang satunya pakai cabe lima, semua pakai lontong. Untuk minumnya, dua es teh mbah”, jawab Dirga.

Setelah makanan dipesan, Dirga pun segera duduk disamping Vallery yang kini sudah ngemil aneka macam gorengan yang tersaji di piring di atas meja.

Dirga yang sudah sering melihat bagaimana lahapnya Vallery makan tak terlalu terkejut. Tapi bagi orang lain, gadis cantik makan gorengan denganblahap tanpa ada kesan jaim diwarung yang mungkin sangat jarang didatangi oleh gadis kota seperti Vallery merasa terkejut.

“Wah, gak nyangka ya kalau mbak Vallery ternyata mau maka diwarung kecil seperti ini”, celetuk salah satu pembeli.

Vallery yang mendengar celetukan tersebut hanya tersenyum tipis sambil mengangguk pelan sebagai sapaan sopan.

“Mari mbak, saya makan duluan”, ucapnya membalas sapaan ramah Vallery dan mulai menyendokkan rujak plus nasi yang baru saja datang ke mejanya.

Melihat Vallery sangat ramah dan tampak santai berada di antara orang-orang yang rata-rata adalah buruh tani dan juga buruh bangunan yang tengah istirahat, rasa kikuk yang tadi sempat dirasakan oleh semua orang perlahan mulai menghilang.

Apalagi setelah melihat bagaimana lahapnya Vallery menyantap rujak yang baru tiba didepannya, tanpa ada rasa jijik atau meremehkan, pandangan mereka terhadap cucu nenek Gendhis tersebut semakin tinggi.

Mbah Sumi sang penjual rujak juga merasa senang karena gadis yang tampaknya berhasil meluluhkan hati pak kades mereka ternyata gadis yang baik, ramah dan juga santun.

Membuat mereka tanpa sadar mulai memberikan dukungan dan berdoa sepenuh hati agar keduanya bisa berakhir dan bahagia bersama

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
alamaj mbah luraaaaaaaahhpantasimu menakutkan mbah🤣🤣🤣
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!