Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.
Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.
Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.
Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mimpi Dan Kenyataan
Guzelar perlahan mengerjapkan kedua matanya. Ia terbangun bukan karena suara alarm atau dering ponsel, melainkan karena merasakan beban yang cukup berat menekan area perutnya. Pria itu menurunkan pandangannya, dan seketika itu juga napasnya tercekat hebat di tenggorokan.
Di atas tubuhnya, Ayara tengah duduk bersimpuh tepat di atas perutnya. Yang lebih membuat akal sehat Guzelar hampir melayang adalah pakaian yang dikenakan sang istri begitu terbuka, tipis, dan sangat menantang. Visual malam itu sukses membuat darah panas Guzelar berdesir naik ke seluruh tubuhnya dalam hitungan detik.
Sebagai pria normal, disuguhkan pemandangan menggoda seperti ini tentu saja membuat Guzelar merasa tertantang. Lagipula, sudah lebih dari satu bulan lamanya ia tidak pernah menyentuh sang istri akibat rentetan masalah dan kondisi mental Ayara yang tidak stabil.
Namun, akal sehatnya yang lain langsung berontak. Apakah aku akan kebablasan malam ini? Lalu bagaimana dengan kondisi Ayara? Bukankah psikis dan fisik istriku belum sepenuhnya pulih dari trauma? batin Guzelar bimbang, dilanda dilema besar antara hasrat dan rasa khawatirnya.
Dengan suara serak khas bangun tidur, Guzelar mencoba bertanya, "A-apa yang sebenarnya sedang kamu lakukan di sini, Sayang?"
Ayara tersenyum penuh arti. Wanita itu mendekatkan wajahnya, membisikkan kalimat yang membuat pertahanan Guzelar runtuh seketika.
"Apalagi, hm? Tentu saja... aku mau memuaskan suamiku malam ini."
Tanpa menunggu persetujuan, Ayara langsung mengecup bibir Guzelar dengan ciuman basah yang memabukkan, sementara jemari lentiknya mulai turun mengusap-usap dada bidang suaminya dengan sensual.
"Ahhh... Sayang, jangan dicubit keras begitu! Nanti aku bisa keenakan sendiri!" pekik Guzelar tertahan saat Ayara iseng mencubit salah satu putingnya lewat balutan baju.
"Kalau aku membuatmu hidup dan melayang sekarang, bagaimana, Suamiku?" tanya Ayara dengan nada manja yang dibuat-buat, tangannya perlahan meluncur turun dan menyentuh bagian inti tubuh Guzelar yang sudah menegang sempurna di balik celana.
"Sayanggg.... Aahhh... Ayara!" desah Guzelar lepas, tak kuasa menahan suara saat merasakan sentuhan hangat nan lembut dari jemari istrinya membelai area itu di bawah sana.
"Aku mau memegang kendali di atas malam ini, tidak apa-apa kan, Sayang?" bisik Ayara manja, meminta izin dengan tatapan mata yang sayu menggoda.
Guzelar yang sudah dikuasai oleh gairah hanya bisa mengangguk patuh bagaikan kerbau dicucuk hidung.
"I-iya, Sayang... Lakukan sesukamu..."
Ayara mulai bergerak aktif di atas tubuh suaminya, menciptakan gerakan-gerakan panas yang sukses membuat Guzelar kalang kabut menahan diri. Pria itu mengerang tertahan, menikmati setiap detik sensasi luar biasa yang diberikan oleh istrinya, hingga...
Plak!
Sebuah tamparan keras tiba-tiba mendarat telak di pipi Guzelar!
Seketika itu juga, Guzelar terlonjak kaget. Kedua matanya terbuka lebar secara paksa. Ia tidak lagi berada di atas ranjang dengan Ayara yang menindihnya dalam balutan baju seksi, melainkan mendapati istrinya sedang berdiri di samping ranjang rumah sakit dengan sorot mata tajam menghunus penuh amarah.
"Bangun juga akhirnya kamu!" ketus Ayara melotot tajam.
"Apa-apaan tadi?! Mimpi apa kamu sampai ngelantur aneh manggil-manggil namaku dan senyum-senyum sendiri?!"
Guzelar mengerjap-ngerjap bingung, napasnya terengah-engah. Ia meraba pipinya yang terasa agak panas bekas tamparan imajiner.
"Sayanggg..." rengek Guzelar manja, langsung mengubah posisinya duduk di atas ranjang.
"Dasar pria mesum!" maki Ayara sengit, melipat tangan di dada dengan wajah memerah menahan malu sekaligus kesal.
Guzelar mengerang frustrasi, menarik tangan Ayara agar mendekat. "Sayang, dengarkan aku... Milikku sudah terlanjur bangun dan menegang sempurna di dalam celana ini gara-gara mimpiku tadi! Bagaimana dong ini?" rengek Guzelar terang-terangan tanpa rasa malu, memeluk erat pinggang istrinya dan membenamkan wajahnya di perut Ayara.
Ayara meringis pelan saat merasakan sesuatu yang keras dan panas menekan area kakinya dari balik kain piyama. Wajahnya seketika merona merah padam hingga ke pangkal telinga. Sejujurnya, jauh di dalam lubuk hatinya, Ayara merasa dirinya sendiri belum sepenuhnya siap untuk melakukan hubungan suami istri yang sebenarnya dalam kondisi mental seperti ini.
Namun, menyadari penderitaan kecil suaminya yang sudah tersiksa oleh mimpi liar dan hasrat tertahan, Ayara menghela napas panjang, merasa tak tega. Toh, Guzelar pantas mendapatkan sedikit hadiah malam ini atas kesabarannya menjaga dan merawatnya selama ia sakit.
"Hah... Baiklah, kalau begitu. Biar aku yang melemaskan nya malam ini," ucap Ayara pasrah dengan nada ketus yang dibuat-buat, meski pipinya sudah semerah kepiting rebus.
Mendengar tawaran sukarela itu, sorot mata Guzelar langsung berbinar cerah. Pria itu mendongak, tersenyum sangat manis penuh kemenangan.
"Benarkah, Sayang? Kamu mau membantuku?"
Malam itu, di dalam ruangan kamar dengan peredam suara yang sunyi, Guzelar benar-benar mendapatkan pelayanan spesial. Ayara dengan segala rasa malu, kecanggungan, dan sifat gengsinya yang tinggi, memberanikan diri berlutut di sisi ranjang. Dengan gerakan ragu-ragu namun telaten, Ayara mulai memberikan sentuhan intim menggunakan jemari serta mulutnya untuk meredakan gejolak gairah sang suami.
"Ahhh... Sshh, perlahan, Sayang... G-gila, nikmat sekali..." erang Guzelar pelan, mencengkeram erat seprai ranjang sambil menjambak rambutnya sendiri untuk menahan gelombang kenikmatan luar biasa yang menghantam otaknya.
Ayara terus melakukannya dengan sesekali menggerutu pelan karena merasa risih, namun ia tidak berhenti hingga napas suaminya mulai memburu tak beraturan.
Tidak lama kemudian, pelepasan itu akhirnya datang membawa kepuasan mutlak bagi sang CEO. Guzelar mendesah panjang, menumpahkan seluruh rasa frustrasi dan hasratnya malam itu. Meskipun ia hanya mendapatkan pelayanan eksklusif dari jemari dan bibir sang istri tercinta, bagi Guzelar malam itu sudah lebih dari cukup untuk membuatnya merasa menjadi pria paling bahagia dan terpuaskan di dunia.
Bersambung...
Ya ampun Guzelar emang raja mesum. Sepertinya Ayara mau buka lowongan yang mau jadi istri kedua Guzelar, siapa yang mau?.🤭
my brother is my Hero 🫰🥹🥹
guzelar nya yg ogah
atu aja pusing apalagi banyak🤣🤣
kalau yg lain.. selesai lah anda🤣🤣
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣