Laura yang diusir oleh ibu kandungnya atas permintaan anak tiri ibunya ini... Dirinya harus bertahan hidup agar dapat membiayai hidupnya di dunia yang kejam ini, Laura harus berjuang sendiri.
Leon Gunawan seorang CEO di mana dirinya jatuh cinta pada baby sister yang merawat ponakannya itu.
Mari kita baca kisah Leon dan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kienli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cerita 32...
Pagi sudah tiba Laura bangun seperti biasa walau padahal ini di rumah sakit... dirinya keluar untuk membeli sarapan Laura bingung saat di gerobak tukang nasi uduk dan ketupat sayur apa harus beli untuk Leon tapi ia takut Leon tidak cocok makan makanan pinggir jalan.
Setelah cukup lama berdiam akhirnya Laura memutuskan membeli dua bungkus makanan satu bubur ayam dan satu nasi uduk...
"Darimana kamu.?" ucap Leon.
"Saya habis membeli sarapan tuan, apa anda mau.?" ucap Laura.
"Apa yang kamu beli.?" tanya Leon.
"Nasi uduk dan bubur ayam." ucap Laura.
Leon hanya diam tidak menjawab lalu mengambil salah satu bungkusan sarapan yang di bawa Laura... Saat Leon ingin bicara Rachel bangun.
"Tante Laura..." ucap Rachel.
"Kamu sudah bangun sayang, nah kamu minum dulu ya sayang." ucap Laura.
"Makasih Tante..." ucap Rachel.
"Tente Rachel mau bubur ayam..." Ucap Rachel.
"Tapi Rachel harus makan yang di sediakan rumah sakit, nanti kalau Rachel da sembuh Tante buatin buat Rachel oke." ucap Luara.
Sementara Leon lagi asik menikmati sarapan nasi uduk nya yang dia ambil dari Laura.
"Rupanya kamu banyak juga ya uang buat traktir aku sarapan." ucap Leon..
"Ini tuan minumnya, aku masih ada sedikit tabungan tuan." ucap Laura tersenyum.
Suster datang memeriksa Laura sebentar dan memberikabar kau Rachel akan pulang hari ini setelah dokter sudah datang untuk memeriksa keadaan Rachel.
"Adek cantik, hari ini Adek akan pulang tapi tunggu dokter datang dulu ya." ucap suster.
"Horeee... Rachel boleh pulang." ucap Rachel girang suster yang lagi melepaskan selang inpus di tangan Rachel juga tersenyum Laura juga ikot senyum.
"Tante janji ya sama Rachel jangan tinggalin Rachel lagi." ucap Rachel lalu minta gendong sama Laura... Dan Laura menggendong Rachel.
"Rachel kan sudah besar nanti ulang tahun Rachel Tante akan buatkan kue sama pudding Rachel mau dan Rachel juga mau sekolah." ucap Laura...
"Tante jawab, Tante janji dulu sama Rachel jangan pernah pergi lagi." ucap Rachel.
Leon juga lagi menunggu kata dari Laura... Iya ikot tegang dan penasaran sama jawaban Rachel...
"Rachel walau Tante pergi Tante janji pasti Tante akan temuin Rachel." ucap Laura.
Tapi Rachel malah menangis. " Tante jahat, Tante tidak sayang Rachel." ucap Rachel sambil menangis.
"Rachel Tante sangat sayang pada Rachel, tapi Tante tidak bisa janji Rachel." ucap Laura menenangkan Rachel.
"Paman... Jangan biarkan Tante Laura pergi paman, suruh om Bima untuk tidak membiarkan tante Laura pergi." ucap Rachel...
Yang di sebut namanya malahan muncul... "Emang siapa yang mau pergi Rachel.?" ucap Bima baru datang...
" Tante Laura om..." ucap Rachel mengadu pada Bima.
"Tidak akan pergi akan di perut Tante Laura akan ada Dede bayi." ucap Bima. Ya Bima tahu kalau Leon sudah berhubungan sama Laura dari tuan Tomi yang melihat bercak darah waktu itu di serpai Leon.
"Asik... Rachel akan punya adik." ucap Rachel jadi senang yang tadinya menangis.
"Tuan..." Laura diam karena Bima memberi syarat untuk diam...
" Hari ini kamu ke kantor.?" tanya Bima pada Leon.
"Tidak aku capek sekali, hanya ini yang harus aku tanda tangani.?" ucap Leon.
"Iya, Rachel sudah mau pulang ya.?" ucap Bima.
"Iya nunggu dokter periksa baru pulang." ucap Leon.
Bersambung....
peran utamanya lembek ky ga punya hati,sebakk baiknya orang ada keselnya,ini mah datar bgt bikin males bacanya.
buat laura pergi kakk