𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐖𝐨𝐫𝐥𝐝 𝐄𝐥𝐢𝐭𝐞 𝐁𝐚𝐭𝐭𝐥𝐞 ( 𝐏𝐞𝐫𝐭𝐞𝐦𝐩𝐮𝐫𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐢𝐭𝐞 𝐃𝐮𝐧𝐢𝐚 𝐆𝐚𝐦𝐞 )
Seorang 𝐏𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫 berketurunan Indonesia-Jepang bernama Tsukumo Akira sedang di rawat di rumah sakit di karenakan menyelamatkan mantan pacarnya dari kelompok preman. Karena bosan selalu berada di rumah sakit temannya memberikan sebuah konsol geme untuknya dan dia membuat Avatar bernama Mora, setelah keluar dari rumah sakit Akira mengikuti turnamen another world yang bernama Elite Battle, sejak saat itu Akira selalu mengikuti turnamen yang di adakan oleh game another world.
Turnamen apa saja yang akan di ikuti oleh Akira? Dan apakah dia dapat memenangkan semua turnamen yang di ikutinya?
Ikuti kelanjutan Ceritanya hanya di Pertempuran Elite Dunia Game !!!
---
𝐆𝐚𝐧𝐫𝐞 : Action, Comedy, Fantasy, Game, Romance, School, Slice of life
---
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annkii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 : Elite Guild Battles I
"awal yang bagus” kata ku
"Memang bagus sih,tapi susah kalau mertahanin wilayah ini kalau nanti ada yang nyerang” kata Kotaro
"Ya benar sih, tapi tenang saja itu tidak akan terjadi karena kita akan menyerang mereka duluan” kata ku
"Kita akan langsung menyerang begitu?” kata Ren
"Ya” kata ku dengan yakin
"bagaimana kalau masih ada sisa musuh di pulau?” kata Kotaro
"tenang kita akan meninggalkan beberapa monster panggilan Ashura di sini” kata ku
"oke” kata Kotaro
"apa kah kau sanggup,Ashura?” tanya ku
"siap saya sanggup” kata Ashura
kemudian aku pun mengaktifkan teloport ke markas pusat dan kemudian mulai menyerang dari pesisir timur
Saat kami menyandarkan kapal kami secara tiba tiba sebuah bola api beruntun menyerang kami yang masih berada di kapal dan aku pun langsung mengeluarkan skill pelindung cahaya untuk melindungi kita dari serangan.
( Pelindung Cahaya adalah skill yang dapat mengeluarkan perisai untuk menetralkan serangan berdasarkan tingkatan nya )
kemudian kelompok Puntadewa dengan Nakula Sadewa menyebar ke berbagai sisi untuk menuju ke kastil sementara kelompok Werkudara tetap berada di kapal menahan musuh agar tidak kembali ke kastil
saat aku sampai di kastil, kastil itu di kelilingi oleh Sungai yang lumayan besar dan di hubungkan oleh dua jembatan yang berarti satu satu satunya akses masuk kastil adalah melalui jembatan itu.
kemudian ceria melempar tombaknya dengan kecepatan kilat dan menghantam benteng kastil dan membuatnya runtuh setelah itu kelompok Puntadewa melompat ke sisi benteng yang runtuh itu,saat kami memasuki kasti kami pun di sambut oleh sekelompok golem yang kemudian menyerang kami.
sementara itu di kelompok Nakula Sadewa berhasil menyusup tanpa di ketahui dan masuk ke dalam kastil.
mereka pun langsung mencari pengendalinya, saat sedang berada di lorong lorong muncul seseorang dari angin seperti orang tersebut adalah assassin.
"halo,boleh kah saya melihat muka anda” kata orang tersebut
saat ini anggota Nakula Sadewa sedang memakai topeng penyamaran yang berbentuk seperti hewan hewan mitologi
tanpa menjawab pertanyaannya Kotaro langsung menyergap orang tersebut dan memenggal lehernya.
begitu juga dengan Vina dan juga Rina mereka memenggal musuh lain yang muncul bersama sang assassin.
sementara di sisi ku ceria menusuk Nusukan tombaknya ke arah musuh yang mendekat dan Ashura pun memanggil beberapa Monster dan memanggil juga seekor nyamuk beracun yang dapat membuat orang tersebut keracunan dan mati secara perlahan ,aku pun masih menebas nebas leher orang yang mendekatiku.
kemudian orang orang yang masih berdiri tiba tiba jatuh lemas sepertinya itu efek nyamuk yang Ashura keluarkan.
karena di luar sudah tidak ada musuh yang berdiri kami pun masuk untuk mencari pengendalinya.
kemudian di sisi kelompok Werkudara sepertinya kesulitan karena kalah jumlah dan hampir menenggelamkan kapalnya, akan tetapi Megumi dan Mira mengeluarkan sihir gabungan dan menjatuhkannya ke musuh dan membuat musuh tersebut langsung menghilang tak tersisa.
"saatnya mengirim pesan ke Mora kalau sudah selesai di sini” kata Ren
...----------------...
sementara di kastil musuh masih terjadi pertempuran besar besaran,kastil kami sendiri juga di serang oleh musuh.
dan kelompok jenaka pun berhasil menahan mereka dengan kekuatan mereka.
sementara di sisi ku juga sedang bertempur sengit sehingga membuat HP ku berkurang.
dan kemudian Kotaro berhasil menemukan ruang pengendalinya tetapi terhalang oleh penghalang yang sangat kuat dan itu membuatnya tidak bisa masuk ke dalam
kemudian dia pun membuka jendela pesan dan melaporkan situasi nya kepada ku
aku yang membaca pesannya kemudian menyerahkan pertarungan di sini kepada Ashura dan ceria dan langsung menuju ke tempat Kotaro.
"Kotaro, sepertinya kau kesulitan” kata ku
"ya lumayan sih” kata Kotaro
"coba sini lihat” kata ku dan mendekatkan ku dengan penghalangnya
"Skill Cahaya,Obex neutralizer” kata ku kemudian penghalang tersebut mulai memudar dan kemudian menghilang dan aku pun masuk.
kemudian golem pun coba menghalangi ku tetapi aku langsung menebasnya dengan santai dan mendekati pengendali dan meletakkan tangan ku di atasnya dan langsung membuat bendera berubah menjadi bendera guild ku.
...----------------...